MANAGED BY:
KAMIS
29 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Jumat, 06 Januari 2017 11:11
Berlembaga, Silaturahmi dan Saling Menghargai
Makmur HAPK

PROKAL.CO, Orang Banua sudah sangat lama hidup berlembaga. Malah jauh sebelumnya, baik itu melalui Seni mamanda, seni budaya, adat istiadat, organisasi pemuda-pemudi, seni putaralam, seni balammut, dan lain yang mungkin juga ada yang tidak saya ketahui.

Kita terima kasih kepada masyarakat Banua yang masih melestarikan hal tersebut dan kita akan inventarisasi serta akan kita perkenalkan kepada generasi muda orang Banua, begitu juga tentang bahasa Banua yang selama ini telah disusun oleh almarhum Drs Ahmad Maulana, yang telah saya serahkan ke Dinas Pendidikan untuk di usulkan menjadi muatan lokal yang peruntukannya untuk anak-anak Banua khususnya.

Dengan dideklarasikannya Lembaga Mufakat Urang Banua (Lamuba), bukan berarti meniadakan lembaga-lembaga sebelumnya. Namun kita ingin memperluas secara paripurna melibatkan orang-orang Banua di manapun berada, kita bawa bermusyawarah, berembuk dan bermufakat.

Kita menerima masukan bagaimana lembaga ini ke depan, kita susun struktur organisasinya, kita libatkan komponen orang Banua, baik yang duduk dalam Majelis Tinggi, Komisioner, Dewan Pakar dan lain-lain.

Lembaga ini juga dibentuk untuk membangkitkan semangat orang-orang Banua untuk mengembangkan dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat dalam ikut serta berpartisipasi membangun Bumi Batiwakal.

Kami berterima kasih mendapat dorongan besar dari Kesultanan Sambaliung, Kesultanan Gunung Tabur, serta pemangku adat dan kerabat kesultanan.

Diperkuatnya lembaga ini tiada lain untuk merajut kebersamaan sesama orang Banua, paguyuban atau suku-suku dan antarumat beragama. Di masa kepemimpinan kami, terasa sekali kesejukan yang telah diciptakan oleh segenap komponen yang ada di Kabupaten Berau.

Masih segar di ingatan kami, adalah peristiwa 7 Mei 2014. Berau menjadi hening, dini hari saya dihubungi oleh Kapolres Berau yang saat itu dipimpin AKBP Mukti Juharsa, sekitar pukul 02.00 Wita. Kapolres meminta saya datang ke Mapolres saat itu. Ketika saya datang, suasana sungguh mengerikan.

Pendek cerita, syukur alhamdulillah, berkat peran Sultan Sambaliung, Sultan Gunung Tabur, Lembaga Adat Banua, Lembaga Adat Dayak, Lembaga Adat Bajau, suasana yang mengheningkan tersebut mampu kita atasi. Kita bermusyawarah dan mufakat di Keraton Sambaliung, tentunya mendapat dorongan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya. Hal ini juga tidak terlepas dari pemahaman dari paguyuban-paguyuban yang ada di Berau, bagaimana kita menyelesaikan persoalan-persoalan di masyarakat ini berdasarkan adat istiadat.

Langkah yang dilakukan ini, mendapat apresiasi baik dari Kapolda Kaltim maupun Panglima Burung (panglima suku Dayak). Beliau percaya masalah tersebut bisa diselesaikan dengan baik, tanpa harus kedatangan dan kehadiran beliau di Kabupaten Kerau. (Peristiwa tersebut tercatat di Kapolres Berau)

Saya cerita sedikit secara pribadi tentang keberadaan saya dalam organisasi Lamuba. Untuk diketahui, yang berinisiatif memperluas organisasi ini adalah anak-anak muda yang tergabung dalam komisioner dan didukung tokoh-tokoh seperti H Hermansyah AP, H Kamrani Umar, H Datu Atas dan orang Berau yang berada di luar, seperti Drs H Sarifudin, Prof Dr Aji Hj Ratna Kesuma, Dr Syarif dan tokoh-tokoh lainnya yang merumuskan sesuatu dalam lembaga ini, sampai hal sekecil-kecilnya.

Setelah itu saya diundang hadir dan didaulat menjadi formatur tunggal, dan pada saat itu saya belum dapat menerimanya karena saya kepingin lahirnya kepemimpinan dalam lembaga ini betul-betul dimusyawarahkan dan dimufakatkan yang lebih diperluas.

Dalam deklarasi, kami berterima kasih kepada Bupati Berau yang telah hadir. Dengan demikian, isu-isu yang dikembangkan dan didengarkan beliau selama ini oleh sekelompok orang tidak benar adanya. Dan beliau memahami hal tersebut.

Adapun konteks hubungan kami secara pribadi, tidak ada sesuatu yang perlu dipersoalkan, terutama pasca pilkada. Walaupun kami mendengarkan melalui rekaman, berita, ada sesuatu yang tidak mengenakkan yang dilontarkan ke masyarakat. Namun hal ini semuanya sudah selesai, Pak Bupati dipercaya untuk melanjutkan periode selanjutnya untuk memimpin Kabupaten Berau. Pada saat pelantikan, saya bersama Pak Rifai pun hadir. Ini menunjukkan bahwa kita menghargai hasil demokrasi serta menjunjung tinggi kebersamaan. Tidak benar kalau kami belum merasa tidak menerima hasil demokrasi tersebut.

Saya secara pribadi di masa pilkada, saya tidak pernah melontarkan kata-kata mencela, memfitnah, membunuh karakter orang lain, dan Pak Bupati pasti tahu karakter saya, karena kita pernah satu tim selama saya ikut berkontestan dalam memimpin daerah ini.

Hal-hal tersebut di atas saya jaga. Kita berusaha tidak mengotak-ngotakan masyarakat dan setelah terpilih, bahwa semua adalah bagian dari kita. Kami pun menyadari bahwa pelaksanaan pembangunan yang kami laksanakan tidak semuanya sempurna, penuh dengan kekurangan. Kealpaan memang itulah milik manusia, kebenaran hanya dimiliki Allah. Justru dalam Pak Bupati yang melanjut kepemimpinan ini, untuk menyempurnakan apa yang menjadi kekurangan kami. Jangan kita saling menyalahkan, karena masa lalu terkait dengan masa kini dan masa kini terkait dengan masa yang akan datang.

Kalau tidak ada masa lalu, tidak mungkin kita bisa menikmati masa kini. Kita harus saling menghargai satu sama lain.

Tentang bersilaturahmi, memang Pak Bupati pernah sekali berkunjung ke rumah kami beserta rombongan dalam rangka  Idulfitri. Dalam konteks ini, secara pribadi bukan kita memaksakan untuk dihargai, yang paling penting kita saling menjaga etika-etika tentang hubungan sesama manusia, sesuai dengan ajaran agama kita dan adat istiadat yang kita miliki.

Sebagaimana yang sering ditanyakan oleh wartawan, bagaimana kiat-kiat menghargai dan merajut hubungan dengan kepemimpinan terdahulu, serta tokoh masyarakat, sedikit saya ceritakan kalau saya memang membutuhkan sumbangsih pemikiran, saran, kritikan, saya pasti mendatangi pemimpin atau tokoh tersebut.

kemudian pada masa awal kepemimpinan kami, dilantik tanggal 15 September 2005 menggantikan Almarhum Bapak Drs H Masdjuni. Pada Januari 2006, Berau mendapat penghargaan dari Kaltim Post Grand Award, sebuah trofi emas. Saya berangkat ke Samarinda mengambil penghargaan tersebut membawa pulang ke Berau dan saya meminta kepada Kabag Humas saat itu, Drs Mapasikra untuk menghubungi Pak Masdjuni, agar bersama-sama kami membawa trofi tersebut. Beliau yang memegangnya, saya yang mengapit di kiri dan kanan beserta Pak Rifai. Inilah etika yang dimiliki orang Berau, menghargai orang yang turut andil membangun Kabupaten Berau ini.

Mungkin Pak Bupati masih ingat waktu kita sama-sama salat Jumat di Masjid Agung Baitul Hikmah. Saya berada di shab paling depan, tahu-tahunya saya melihat Pak Bupati berada di belakang saya. Saya minta bapak untuk maju, saya menggeser ke samping. Ini, semua jemaah melihat apa yang saya lakukan dan Allah yang tahu.

Pesan moral, baik untuk pribadi kami maupun untuk orang-orang Banua, jika ingin suasana daerah kita selalu dalam keadaan kondusif, aman dan tentram, mari kita pahamkan dan amalkan ajaran agama kita masing-masing dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara. Jaga tutur kata kita yang baik, yang mana yang pantas kita sampaikan di muka umum, yang mana yang tidak. Ini kadang-kadang menjadi sumber malapetaka bagi kita tanpa kita sadari. Jangan merasa pintar, karena hal tersebut menjadi kesombongan, akan tetapi pintar merasa. Demikian kita pasti saling bisa menghargai antarsatu dengan yang lain. Menghormati yang tua, menghargai yang muda. Menjaga persatuan dan kesatuan demi NKRI dan Bumi Batiwakal. (*/udi)

*) Ketua Majelis Tinggi Lembaga Mufakat Urang Banua


BACA JUGA

Sabtu, 24 Juni 2017 00:05

Budaya Bersedekah

RAMADAN setelah umrah 2014 lalu, baru Ramadan tahun ini saya sempat umrah kembali. Tiga tahun jadi jarak…

Selasa, 20 Juni 2017 00:15

Hongyi dan Shangwu di Balik Hsien Loong dan Hsien Yang

APAKAH perpecahan di keluarga Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong terkait dengan suksesi? Mengapa…

Minggu, 18 Juni 2017 00:13

Wasiat Terakhir yang Bikin Perpecahan

PERPECAHAN keluarga Perdana Menteri Singapura terus melebar. Pangkalnya adalah surat wasiat ayah mereka,…

Sabtu, 17 Juni 2017 00:05

Mengukur Kebahagiaan

JIKA ditanya, seberapa bahagiakah anda? Maka jawaban yang kita dapat pasti akan sangat beragam. Karena…

Selasa, 13 Juni 2017 00:37

Kegilaan Rusdi Kirana

Tiongkok itu ibarat vacuum cleaner. Kita bisa kesedot. Tiongkok tidak bermaksud menyedot pun, negara…

Rabu, 07 Juni 2017 00:36

Memotivasi Anak untuk Menguasai Bahasa

ANAK kecil cenderung lebih cepat belajar dan menguasai suatu bahasa. Apalagi kalau mereka berada…

Selasa, 06 Juni 2017 00:11

Ingat Ayah di Senam Puasa

PADA bulan puasa ini, peserta senam saya menurun drastis. Dari 50 tinggal 15 orang. Untung saya tidak…

Senin, 05 Juni 2017 10:57

Pintu Hidayah dari Wanita Muslimah

MENDAPATKAN wanita sholeha, tentu jadi kebahagiaan yang luar bagi setiap laki-laki. Karena wanita yang…

Sabtu, 03 Juni 2017 00:15

Peran Masyarakat dalam Membudayakan Minat Baca

BULAN lalu, tepatnya pada tanggal 23 April kita telah merayakan Hari Buku Sedunia yang ditetapkan oleh…

Jumat, 02 Juni 2017 00:36

Alhamdulillah, Saya Bisa Naik Pesawat Gara-Gara Pancasila

BAGI orang lain, Pancasila mungkin hanya dianggap lambang negara tanpa makna yang mendalam untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .