MANAGED BY:
RABU
22 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Sabtu, 11 Maret 2017 08:59
Memimpikan Sekolah Idaman
S Wahyu Widodo

PROKAL.CO, Kenyataan adalah satu keniscayaan, dan kenyataan tentu berawal dari sebuah mimpi. Semakin indah mimpi kita maka kenyataan yang kita dapatkan juga semakin indah. Tetapi yang lebih penting dari pada itu adalah bangun dan bangkit untuk mewujudkan mimpi-mimpi indah itu.

Sahabat setia, pembaca Berau Post yang saya hormati, tentu kita ingat masa-masa sekolah di era sebelum tahun 90-an, hampir kita tidak mendapatkan tantangan yang berarti, meskipun dengan fasilitas yang serba minimalis, listrik, alat komunikasi, media info dan fasilitas-fasilitas lainnya.

Dan dahulu anak SD ketika ditanya, apa cita-citamu kelak, maka dia akan tegas menjawab, ingin jadi dokter, jadi tentara, jadi presiden, dan lain-lain. Sehingga mereka sekolah dengan fokus ingin mewujudkan cita-citanya.

Hari ini kita mendapati kenyataan yang sangat paradoks dengan era dahulu, dengan fasilitas yang lebih lengkap, dengan kemajuan teknologi yang lebih pesat, tetapi anak seakan tidak mengerti mau jadi apa mereka, apa tujuan mereka sekolah. Bahkan kebanyakan orangtua juga sangat tidak peduli akan pendidikan mereka. Cukup mereka bisa bersekolah, menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah dan tidak tahu apa program pendidikan di sekolah-sekolah anaknya.

Tantangan global yang harus kita hadapi, memerlukan strategi dan kreativitas setiap sekolah, apalagi pada sekolah menengah atas. Tentu para orangtua berharap kepada sekolah, bahwa anak-anak yang mereka titipkan benar-benar mendapatkan bekal yang cukup. Mereka berharap anak-anaknya telah siap menghadapi kerasnya kehidupan.

Langkah pertama sebagai strategi sekolah dalam mendidik generasi bangsa adalah, menjadikan sekolah yang paling menyenangkan, the most enjoyable school. Ini adalah tantangan terberat bagi sekolah. Di era kemajuan teknologi dan pesatnya pergaulan bebas tentu tidak mudah menjadikan sekolah sebagai tempat yang menyenangkan, malah jadi menakutkan.

Inilah yang kerap terjadi di dunia pendidikan. Anak tidak merasa aman di sekolah karena takut dengan temannya, takut dengan gurunya. Mereka kerap mendapatkan ancaman, bahkan kekerasan fisik. Dalam sebuah riset yang dilakukan LSM Plan International Center for Research on women (ICRW) di tahu 2015, terdapat 84 persen anak di Indonesia mengalami tindak kekerasan di sekolah. Tentu ini membuat para orangtua prihatin sekaligus khawatir dengan kondisi anaknya. Oleh karenanya, sekolah harus meyakinkan orangtua bahwa anak-anak mereka aman dan merasa senang selama di sekolah.

Itu semua harus dimulai dari kepala sekolah sebagai leadernya para guru sebagai pendidik dan seluruh pegawainya. Mereka harus memiliki kompetensi yang cukup, bisa menjaga hubungan yang baik dengan anak didiknya, menjadikan mereka sahabat, dan tidak ada perasaan membeda-bedakan, apalagi bullying.

Punishment harus jelas dan tegas untuk menjaga stabilitas sekolah agar tetap kondusif. Kepala sekolah memiliki peranan besar dalam mengondisikannya. Membuat guru dan pegawai betah, sehingga mereka tanpa beban memberikan hal yang sama kepada anak didiknya. Bisa kita bayangkan jika seorang guru tertekan, banyak beban, maka dampaknya akan sangat besar terhadap proses pembelajaran.

Langkah kedua adalah Pembentukan Karakter, caracter building. Ini adalah bagian dari langkah pertama, hanya perlu penegasan bahwa pembentukan karakter adalah satu keharusan yang harus dilakukan sekolah. Idealnya pembentukan karakter tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah. Untuk itu, perlu kerja sama yang baik antara sekolah dengan orangtua. Perlu persamaan visi antara sekolah dengan orangtua sehingga tidak terjadi distorsi antara program yang dijalankan sekolah dengan pendidikan keluarga.

Ini menjadi perhatian khusus karena kebiasaan yang tidak baik akibat pergaulan bebas, terbawa ke sekolah. Mulai dari sikap, perkataan sampai perbuatan. Itulah yang harus ditata, kebiasaan-kebiasaan baik yang harus dikondisikan sekolah. Sekolah harus mempunyai parameter yang terukur dalam upaya pembiasaan baik ini, mulai dari disiplin, tanggung jawab, kreatif, kemandirian, kerja keras dan karakter-karakter positif lainnya. Sebagaimana disampaikan ulama besar Imam Hasan Al Basri, “barang siapa tidak disibukkan dengan kebaikan maka dia akan disibukkan dengan keburukan.”

Langkah ketiganya adalah, menyediakan wadah bagi siswa dan guru untuk bisa berkreativitas. Studio creativity. Inilah fungsi dari ekstrakurikuler, yang diharapkan dapat mengembangkan kreativitas mereka.

Dalam kurikulum 13, pelajaran Prakarya dan Kewirausahan, bisa dikembangkan dan disesuaikan dengan kearifan lokal, ini menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa. Karena dengan inilah akan banyak mencetak entrepreneurship masa depan yang siap bersaing di dunia luar. Tentu para guru dituntut ikut berperan aktif, guru harus menjadi tim kreatif untuk menssuport anak didiknya.

Langkah keempat, menguatkan program literasi sekolah. Allah SWT pertama kali menurunkan Alquran didahului dengan ayat yang memerintahkan untuk membaca, Iqra, bacalah, dan pada ayat ke empatnya ‘Alana Bil Qolan, yang mengajar dengan perantaraan kalam (pena). Ini tentu menekankan tentang pentingnya program literasi, yaitu membaca dan menulis.

Berdasarkan penilaian Progamme for International Assessment of Adult Competencies (PIAAC) yang baru pertama kali diikuti Indonesia tahun 2016 ini, menujukan hasil yang memprihatinkan. Dari 34 negara anggota Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), penilaian kemampuan numerasi, literasi serta kemampuan memecahkan masalah para responden masyarakat di Jakarta, ternyata Indonesia berada di peringkat paling bungsu. Tentu ini sangat memprihatinkan dan belum memenuhi harapan UU No.43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan Bab XIII pasal 48 yang berbunyi: “Pembudayaan kegemaran membaca dilakukan melalui keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat”.

Tentu segala upaya atau langkah-langkah lain bisa dilakukan untuk memimpikan sekolah idaman. Semoga kita tidak termasuk orang yang meninggalkan anak-anak didik kita dalam keadaan lemah, semoga Allah SWT selalu memberikan perlindungan dan kekuatan pada orangtua, guru dan generasi penerus bangsa di tengah krisis yang melanda bangsa ini. Amin. (*/udi)

 

*) Pendidik di SMA 2 Berau

 


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 12:19

Demi Setya Novanto, Fortuner Tuntut Tiang Listrik

TIBA-tiba, publik menyalahkan sebuah tiang listrik. Ya, tiang listrik milik Perusahaan Listrik Negara…

Jumat, 17 November 2017 10:08

CSR demi Kesejahteraan Masyarakat

TANGGUNG jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR),adalah pendekatan mekanisme…

Minggu, 12 November 2017 11:55

Bentengi Keluarga dari Predator Anak

PEDOFILIA atau dalam hal ini penulis menyebutnya sebagai predator anak merupakan sejenis penyakit kelainan…

Jumat, 10 November 2017 11:10

MEMAKNAI HARI PAHLAWAN

HARI ini tanggal 10 November 2017, bangsa Indonesia merayakan Hari Pahlawan. Kalau kita berbicara mengenai…

Selasa, 07 November 2017 11:22

Budaya Membaca di Era High Tech

ERA globalisasi di zaman sekarang sudah banyak berkembang pesat. Seperti halnya teknologi yang semakin…

Selasa, 07 November 2017 10:59

Alasan Penghapusan Pidana

DALAM hukum pidana dikenal istilah alasan pemaaf dan alasan pembenar tindak pidana. Alasan pemaaf adalah…

Senin, 30 Oktober 2017 10:56

Manguati Banua (1)

MASA muda sebagai masa pencarian jati diri (eksistensi), mencerminkan psikis pemuda yang menggebu-gebu.…

Sabtu, 28 Oktober 2017 21:45

Tak Ada Anak yang Bermasalah

BEBERAPA sekolah dasar di Samarinda sudah rutin bekerja sama dengan saya. Karena itu, ketika ada murid…

Sabtu, 28 Oktober 2017 21:37

Pemuda Zaman Now

SEMBARI berbisik, Moehammad Yamin kepada Soegondo Djojopoespito mengeluarkan secarik kertas. “Saya…

Minggu, 22 Oktober 2017 10:52

Gay Selama 21 Tahun, Pernah Diejek Bencong

CUKUP lama bagi Feri, bukan nama sebenarnya, mempertimbangkan rencana untuk menjalani sesi hipnoterapi.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .