MANAGED BY:
MINGGU
18 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Sabtu, 11 Maret 2017 08:59
Memimpikan Sekolah Idaman
S Wahyu Widodo

PROKAL.CO, Kenyataan adalah satu keniscayaan, dan kenyataan tentu berawal dari sebuah mimpi. Semakin indah mimpi kita maka kenyataan yang kita dapatkan juga semakin indah. Tetapi yang lebih penting dari pada itu adalah bangun dan bangkit untuk mewujudkan mimpi-mimpi indah itu.

Sahabat setia, pembaca Berau Post yang saya hormati, tentu kita ingat masa-masa sekolah di era sebelum tahun 90-an, hampir kita tidak mendapatkan tantangan yang berarti, meskipun dengan fasilitas yang serba minimalis, listrik, alat komunikasi, media info dan fasilitas-fasilitas lainnya.

Dan dahulu anak SD ketika ditanya, apa cita-citamu kelak, maka dia akan tegas menjawab, ingin jadi dokter, jadi tentara, jadi presiden, dan lain-lain. Sehingga mereka sekolah dengan fokus ingin mewujudkan cita-citanya.

Hari ini kita mendapati kenyataan yang sangat paradoks dengan era dahulu, dengan fasilitas yang lebih lengkap, dengan kemajuan teknologi yang lebih pesat, tetapi anak seakan tidak mengerti mau jadi apa mereka, apa tujuan mereka sekolah. Bahkan kebanyakan orangtua juga sangat tidak peduli akan pendidikan mereka. Cukup mereka bisa bersekolah, menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah dan tidak tahu apa program pendidikan di sekolah-sekolah anaknya.

Tantangan global yang harus kita hadapi, memerlukan strategi dan kreativitas setiap sekolah, apalagi pada sekolah menengah atas. Tentu para orangtua berharap kepada sekolah, bahwa anak-anak yang mereka titipkan benar-benar mendapatkan bekal yang cukup. Mereka berharap anak-anaknya telah siap menghadapi kerasnya kehidupan.

Langkah pertama sebagai strategi sekolah dalam mendidik generasi bangsa adalah, menjadikan sekolah yang paling menyenangkan, the most enjoyable school. Ini adalah tantangan terberat bagi sekolah. Di era kemajuan teknologi dan pesatnya pergaulan bebas tentu tidak mudah menjadikan sekolah sebagai tempat yang menyenangkan, malah jadi menakutkan.

Inilah yang kerap terjadi di dunia pendidikan. Anak tidak merasa aman di sekolah karena takut dengan temannya, takut dengan gurunya. Mereka kerap mendapatkan ancaman, bahkan kekerasan fisik. Dalam sebuah riset yang dilakukan LSM Plan International Center for Research on women (ICRW) di tahu 2015, terdapat 84 persen anak di Indonesia mengalami tindak kekerasan di sekolah. Tentu ini membuat para orangtua prihatin sekaligus khawatir dengan kondisi anaknya. Oleh karenanya, sekolah harus meyakinkan orangtua bahwa anak-anak mereka aman dan merasa senang selama di sekolah.

Itu semua harus dimulai dari kepala sekolah sebagai leadernya para guru sebagai pendidik dan seluruh pegawainya. Mereka harus memiliki kompetensi yang cukup, bisa menjaga hubungan yang baik dengan anak didiknya, menjadikan mereka sahabat, dan tidak ada perasaan membeda-bedakan, apalagi bullying.

Punishment harus jelas dan tegas untuk menjaga stabilitas sekolah agar tetap kondusif. Kepala sekolah memiliki peranan besar dalam mengondisikannya. Membuat guru dan pegawai betah, sehingga mereka tanpa beban memberikan hal yang sama kepada anak didiknya. Bisa kita bayangkan jika seorang guru tertekan, banyak beban, maka dampaknya akan sangat besar terhadap proses pembelajaran.

Langkah kedua adalah Pembentukan Karakter, caracter building. Ini adalah bagian dari langkah pertama, hanya perlu penegasan bahwa pembentukan karakter adalah satu keharusan yang harus dilakukan sekolah. Idealnya pembentukan karakter tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah. Untuk itu, perlu kerja sama yang baik antara sekolah dengan orangtua. Perlu persamaan visi antara sekolah dengan orangtua sehingga tidak terjadi distorsi antara program yang dijalankan sekolah dengan pendidikan keluarga.

Ini menjadi perhatian khusus karena kebiasaan yang tidak baik akibat pergaulan bebas, terbawa ke sekolah. Mulai dari sikap, perkataan sampai perbuatan. Itulah yang harus ditata, kebiasaan-kebiasaan baik yang harus dikondisikan sekolah. Sekolah harus mempunyai parameter yang terukur dalam upaya pembiasaan baik ini, mulai dari disiplin, tanggung jawab, kreatif, kemandirian, kerja keras dan karakter-karakter positif lainnya. Sebagaimana disampaikan ulama besar Imam Hasan Al Basri, “barang siapa tidak disibukkan dengan kebaikan maka dia akan disibukkan dengan keburukan.”

Langkah ketiganya adalah, menyediakan wadah bagi siswa dan guru untuk bisa berkreativitas. Studio creativity. Inilah fungsi dari ekstrakurikuler, yang diharapkan dapat mengembangkan kreativitas mereka.

Dalam kurikulum 13, pelajaran Prakarya dan Kewirausahan, bisa dikembangkan dan disesuaikan dengan kearifan lokal, ini menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa. Karena dengan inilah akan banyak mencetak entrepreneurship masa depan yang siap bersaing di dunia luar. Tentu para guru dituntut ikut berperan aktif, guru harus menjadi tim kreatif untuk menssuport anak didiknya.

Langkah keempat, menguatkan program literasi sekolah. Allah SWT pertama kali menurunkan Alquran didahului dengan ayat yang memerintahkan untuk membaca, Iqra, bacalah, dan pada ayat ke empatnya ‘Alana Bil Qolan, yang mengajar dengan perantaraan kalam (pena). Ini tentu menekankan tentang pentingnya program literasi, yaitu membaca dan menulis.

Berdasarkan penilaian Progamme for International Assessment of Adult Competencies (PIAAC) yang baru pertama kali diikuti Indonesia tahun 2016 ini, menujukan hasil yang memprihatinkan. Dari 34 negara anggota Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), penilaian kemampuan numerasi, literasi serta kemampuan memecahkan masalah para responden masyarakat di Jakarta, ternyata Indonesia berada di peringkat paling bungsu. Tentu ini sangat memprihatinkan dan belum memenuhi harapan UU No.43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan Bab XIII pasal 48 yang berbunyi: “Pembudayaan kegemaran membaca dilakukan melalui keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat”.

Tentu segala upaya atau langkah-langkah lain bisa dilakukan untuk memimpikan sekolah idaman. Semoga kita tidak termasuk orang yang meninggalkan anak-anak didik kita dalam keadaan lemah, semoga Allah SWT selalu memberikan perlindungan dan kekuatan pada orangtua, guru dan generasi penerus bangsa di tengah krisis yang melanda bangsa ini. Amin. (*/udi)

 

*) Pendidik di SMA 2 Berau

 

loading...

BACA JUGA

Minggu, 18 Februari 2018 11:07

Selang Rp 500 Juta di Pembuluh Saya

KEMBALI opname, saya langsung diinfus delapan botol. Dokter Mohammed Tauqeer Ahmad, ahli syaraf itu,…

Sabtu, 17 Februari 2018 00:43

Tergoda Lanzhou Lamian Satu-satunya

ROBERT Lai mengabarkan kesuksesan operasi itu ke keluarga saya di Surabaya yang sedang menata barang…

Jumat, 16 Februari 2018 10:40

Valentine Berdarah

SEPERTIsudah menjadi tradisi bagi para pemuda mengadakan pagelaran bernuansa “cinta” pada…

Jumat, 16 Februari 2018 10:20

Pisau di Tangan Benjamin Chua dan Manish

TIBALAH saat operasi itu. Tempat tidur saya didorong dari kamar 803. Menuju ruang operasi di Rumah Sakit…

Kamis, 15 Februari 2018 10:11

Trauma Pilih Kasih dan Harta Warisan

PILIH kasih bisa menyebabkan trauma. Sikap orang tua yang pilih kasih pada anak pada akhirnya memang…

Selasa, 13 Februari 2018 00:04

Mengandalkan Kreativitas Bubur Remas

SETELAH anak-menantu-cucu ke Makkah, tinggal saya dan istri di Madinah. Kesakitan. Tergolek di tempat…

Senin, 12 Februari 2018 09:51

Lambatnya Pertumbuhan Ekonomi Suatu Daerah

PERTUMBUHAN ekonomi suatu daerah sangat dipengaruhi oleh permasalahan ekonomi yang dihadapi daerah tersebut.…

Senin, 12 Februari 2018 09:36

Rakus Lentil dan Kurma Mentah Beku

SEMUA itu bermula di hari kedua saya berada di Madinah. Sehari sebelumnya kami tiba dari Surabaya setelah…

Minggu, 11 Februari 2018 11:24

Trauma sejak Umur 15 Tahun

“PAK, tolong bantu saya. Saya tidak kuat. Saya sudah tidak sanggup. Rasanya mau mati saja,”…

Minggu, 11 Februari 2018 11:11

Merelakan Ditinggal Anak, Cucu dan Menantu

SAYA sabar menunggu pencernaan saya istirahat. Tidak makan apa pun. Dada dan punggung memang masih sakit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .