MANAGED BY:
KAMIS
30 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 18 Maret 2017 10:19
Jembatan Sambaliung Makin Mengkhawatirkan

DPUTR Berau Bakal Koordinasi ke Provinsi

RAWAN: Salah satu lubang besar di badan jalan jembatan Sambaliung membahayakan pengendara, khususnya motor. Kondisi jembatan kini butuh penanganan serius dan dikhawatirkan putus.

PROKAL.CO, SAMBALIUNG – Kondisi jembatan Sambaliung, kian memprihatinkan. Masyarakat khawatir, jika akses penghubung enam kecamatan itu sewaktu-waktu putus.

Warga Sambaliung, Kateno mengatakan, kondisi jalan jembatan sudah terlalu banyak berlubang dan sudah berlangsung lama. Kondisi inilah yang membuatnya dan warga lain khawatir jika nantinya jembatan memakan korban jiwa, bisa karena kecelakaan hingga putusnya jembatan.

Menurutnya, banyaknya lubang karena truk-truk yang kelebihan muatan kerap melintas. Apalagi, jembatan ini hanya satu-satunya penghubung.

Ditambah, ketika hujan mengguyur, air  tergenang di dalam lubang, yang dikhawatirkan terus mengikis aspal.

“Lama-lama terus terkikis jalan sangat membahayakan dan rawan putus,” ungkapnya kepada Berau Post, Jumat (17/3) kemarin.

Selama ini, diakui Kateno, instansi terkait belum mengambil tindakan untuk penanganan jalan jembatan. Bahkan dia mengaku pernah bertemu dengan salah satu pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Berau, menanyakan perbaikan jembatan tersebut.

“Saya tanyakan, tapi jawabannya, kalau diperbaiki otomatis akses harus ditutup, dan aktivitas warga bisa terhambat. Karena ini satu-satunya jalan penghubung,” tuturnya.

Karena tak kunjung diperbaiki, warga sempat swadaya untuk menambal lubang-lubang di badan jalan dengan membeli pasir, semen dan  koral.

“Tapi ya tidak bertahan lama juga, karena komposisi digunakan untuk menambal memang hanya untuk sementara saja,” katanya.

Pengguna jalan, Roski mengungkapkan, kurangnya perhatian pemerintah membuat warga harap-harap cemas, dikarenakan sering terjadinya kecelakaan.

’’Pernah adik saya kecelakaan di jembatan itu  pas adik saya pulang sekolah karena lubang,” tegasnya.

Dia berharap agar Pemerintah Kabupaten Berau bisa mencarikan solusi untuk mengatasi permasalahan jembatan.

“Kalau sampai putus masyarakat mau lewat mana lagi kalau bukan di jembatan ini. Semoga saja ada tindak lanjutnya,” pungkasnya.

Terpisah, mengenai kondisi jembatan Sambaliung yang semakin parah, Kepala DPUTR Berau Basri Sahrin menuturkan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan umum provinsi yang memiliki kewenangan mengenai jembatan Sambaliung.

Untuk perbaikan pun diterangkannya, tidak mungkin dilakukan DPUTR Berau. Karena selain tidak memiliki anggaran dan bukan kewenangan, dikhawatirkan dana yang digunakan untuk perbaikan tersebut akan menjadi temuan.

“Jembatan itu bukan kewenangan kami, hanya saja kami selalu melaporkannya ke Dinas PU Provinsi apabila ada kerusakan. Jadi untuk program pemeliharaannya itu berada Dinas PU Provinsi,” tuturnya.

Bukan hanya jembatan Sambaliung yang kondisinya memprihatinkan, dirinya juga mengungkapkan masih banyak jalan-jalan yang merupakan kewenangan provinsi dan negara yang kondisinya cukup parah.

“Coba dilihat jalan yang menuju BidukBiduk, terus menuju Bulungan dan Samarinda. Kondisinya sangat memprihatinkan sekali,” imbuhnya.

“Makanya dalam waktu dekat ini kami menjadwalkan untuk bertemu langsung dengan pihak provinsi, untuk koordinasi langsung mengenai hal itu. Karena kalau hanya mengandalkan UPTD PU yang ada di sini, perbaikan itu tidak akan jalan,” tandasnya. (*/dwi/arp/app)

 

 

 

 


BACA JUGA

Rabu, 29 Maret 2017 12:51

APBD “Habis” untuk Gaji ASN

TANJUNG REDEB – Pelaksanaan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan dan…

Rabu, 29 Maret 2017 12:50

Hubungkan Seluruh Kampung, Penuhi Kebutuhan Telekomunikasi

Pemerataan pembangunan ke seluruh wilayah perkampungan, jadi salah satu fokus perjuangan Haryono sebagai…

Rabu, 29 Maret 2017 12:41

Nelayan “Nakal” Makin Pintar

DITEMUKANNYA dua ekor hiu yang telah mati dengan keadaan tanpa sirip dada dan punggung di sekitar perairan…

Rabu, 29 Maret 2017 12:39

Diduga Illegal Fishing, Dua Nurse Shark Tanpa Sirip Ditemukan Wisatawan di Perairan Derawan

TANJUNG REDEB - Dua ekor hiu ditemukan mati di sekitar perairan Pulau Derawan tanpa sirip. Penemunya…

Rabu, 29 Maret 2017 12:37

Jual 19 Spot Diving Unggulan

TANJUNG REDEB – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, bakal melakukan pendataan ulang…

Selasa, 28 Maret 2017 12:00

DLHK Disebut Tidak Pro Rakyat

TANJUNG REDEB – Wakil Ketua II DPRD Berau Anwar menyebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan…

Selasa, 28 Maret 2017 11:56

Lari dari Konflik Aceh

DI malam yang tenang dengan memanfaatkan penerangan dari lampu emergency yang cahayanya temaram,…

Selasa, 28 Maret 2017 11:54

Melawan 'Jajahan' Tengkulak

TUBUHNYA mungkin kecil dan kurus, tapi dia gesit dan penuh semangat. Semangatnya seluas kebun lada miliknya.…

Selasa, 28 Maret 2017 11:50

Kembangkan Perkebunan Organik

KEBERADAAN Yayasan Sahabat Lestari di Kampung Bukit Makmur Jaya, tak sekadar memberikan pelatihan kepada…

Selasa, 28 Maret 2017 11:46

Balada dari Desa Lada

TAK sekadar untung dan rugi. Para petani di Kampung Bukit Makmur Jaya, Kecamatan Biatan, menjadikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .