MANAGED BY:
JUMAT
23 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 19 Maret 2017 02:13
WADUH..!! Opini WTP Berau Terancam, Ternyata Ini Sebabnya

Akibat SPJ Dua OPD Bermasalah

Jonie Marhansyah

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Adanya temuan penggunaan anggaran yang tidak bisa dipertanggungjawabkan di dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Berau, yakni Sektretariat DPRD dan Disdukcapil yang sudah beredar luas di masyarakat, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau Jonie Marhansyah juga turut membenarkan hal itu.

Pasca adanya laporan dari Badan Pengelolaan Keuangan (BPK) Berau yang kesulitan untuk mensinkronkan laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun anggaran 2016, dirinya langsung menginstruksikan Inspektorat Kabupaten (Itkab) Berau untuk melakukan penyelidikan terkait hal tersebut.

“Memang benar saat mendapatkan laporan itu dari BPK saya langsung meminta Inspektorat periksa, dan hasilnya dua OPD itu masih sedikit bermasalah terkait LKPD-nya,” ungkapnya kepada Berau Post, Sabtu (18/3).

Tak hanya meminta Inspektorat melakukan pemeriksaan, sejak informasi itu ia terima, dirinya menyebut telah memanggil Sekretaris Dewan (Sekwan) agar segera menindaklanjuti persoalan itu dan menyelesaikannya dengan cepat.

“Pertama terima informasi dari BPK saya langsung panggil Sekwan, saya minta segera diselesaikan sesuai dengan tenggat waktu yang diberikan. Tapi kalau untuk Disdukcapil belum sempat saya panggil,” ujarnya.

Walau hasil pemeriksaan oleh Inspektorat saat ini sudah selesai dan memanggil Sekwan, namun diakui Jonie hingga saat ini dirinya belum mengetahui uang negara yang tidak bisa dipertanggungjawabkan itu digunakan untuk apa oleh masing-masing bendahara OPD.

“Kalau digunakan untuk apa saya nggak tahu, nggak ada juga disampaikan ke saya,” katanya.

Dengan adanya dua temuan itu, Jonie menyebut bisa berpengaruh terhadap penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang sebelumnnya diraih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.

“Kalau WTP bisa saja berpengaruh, dan itu tergantung dari penilaian Badan Pemeriksa Keuangan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Inspektur Inspektorat Kabupaten (Itkab) Berau Suriansyah tak menampik kabar yang beredar. Hanya untuk anggaran di Sekretariat DPRD Berau yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, jumlahnya hanya sekitar Rp 400 juta.

Lanjut dia, karena tidak sinkronnya laporan yang disampaikan oleh Disdukcapil dan Sekretariat DPRD Berau membuat Badan Pengelolaan Keuangan Berau, kesulitan untuk membuat laporan keuangan daerah.

Apa yang dikembangkan BPK, dikatakannya merupakan hasil penelusuran Inspektorat Kabupaten Berau, atas permintaan Badan Pengelolaan Keuangan.

“Awalnya BPKAD (sekarang Badan Pengelolaan Keuangan, Red.) yang kesulitan menyusun laporan keuangan daerah karena masih ada yang tidak sinkron,” terangnya.

“Oleh karena itu ada instruksi masuk ke kami (Inspektorat, Red) melakukan penyelidikan. Berita acara pemeriksaan (BAP) kami lah yang saat ini sedang didalami oleh BPK,” jelas Yusriansyah.

Walau pihaknya saat ini sudah selesai melakukan penyelidikan di Disdukcapil, namun dirinya mengaku tidak mengetahui uang yang jumlahnya berkisar Rp 300 juta itu digunakan untuk apa oleh bendahara.

“Kalau dipakai untuk apa saya tidak tahu, yang jelas baik di Disdukcapil maupun DPRD bendahara yang menggunakan uang itu,” ujarnya.

Ditambahkannya juga, Badan Pengelolaan Keuangan maupun BPK masih menunggu upaya pengembalian uang oleh bendahara masing-masing instansi terkait yang diberi waktu selama 40 hari. Hal itu disampaikannya, berdasarkan  Peraturan BPK Nomor 3 tahun 2007 tentang Tata Cara Penyelesaian Ganti Kerugian Negara terhadap Bendahara.

“Kalau batas terakhir pengembaliannya saya nggak tahu kapan, yang jelas kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) nanti melapor untuk pengembaliannya ke BPK,” pungkasnya.(sam/app)


BACA JUGA

Jumat, 23 Juni 2017 12:00

BPBD Pantau via Telepon, Banjir yang Merendam Beberapa Kampung Mulai Surut

TANJUNG REDEB – Bencana banjir yang melanda beberapa kampung di Kecamatan Sambaliung dan Teluk…

Jumat, 23 Juni 2017 11:58

Keluarga Tolak Autopsi, Polisi Tak Bisa Pastikan Penyebab Kematian Manila

TANJUNG REDEB – Lima hari sejak ditemukannya jenazah Manila (44), warga Jalan HARM Ayoeb, Gang…

Kamis, 22 Juni 2017 11:17

Kerusakan Mesin, Sriwijaya Delay 10 Jam

TANJUNG REDEB – Arus mudik jelang Hari Raya Idulfitri semakin terasa di Bumi Batiwakkal, khususnya…

Kamis, 22 Juni 2017 11:16
Mengenal Lokasi-Lokasi Rawan Jalur Berau-Samarinda

Teror dari Gunung Telor dan Bukit Empat Mayat

Di tanah ini, kali-kali adalah anugerah. Bukit-bukit juga jadi sumber hidup, pula dengan hutan dan lautan.…

Kamis, 22 Juni 2017 11:14

Saling Menghormati dan Jaga Kerukunan

TANJUNG REDEB - Toleransi antarumat beragama bisa ditunjukkan dengan berbagai cara. Seperti yang ditunjukkan…

Kamis, 22 Juni 2017 11:13

Jelang Lebaran, Tiga Kampung Kebanjiran

SAMBALIUNG – Luapan air Sungai Kelay, kembali membuat beberapa kampung di Bumi Batiwakkal terendam.…

Kamis, 22 Juni 2017 11:10

Kakam Balikukup Diperiksa Lagi

TANJUNG REDEB - Perkara dugaan penyalahgunaan Alokasi Dana Kampung (ADK) Balikukup, masih terus berjalan.…

Rabu, 21 Juni 2017 00:32

DMI Usulkan Penghapusan Takbir Keliling

TANJUNG REDEB – Setiap tahun, di malam kemenangan Hari Raya Idulfitri, biasanya digelar kegiatan…

Rabu, 21 Juni 2017 00:31
Waspada Jalur Kelay-Muara Wahau

Bisa Terjebak Macet di Tengah Hutan

TANJUNG REDEB - Arus transportasi di Kalimantan Timur saat mudik Lebaran kali ini, belum sepenuhnya…

Rabu, 21 Juni 2017 00:28

WAH PAYAH NIH..!! Tiga Perusahaan Belum Bayar THR

TANJUNG REDEB – Edaran pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) paling lambat seminggu sebelum Lebaran,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .