MANAGED BY:
KAMIS
30 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 19 Maret 2017 02:13
WADUH..!! Opini WTP Berau Terancam, Ternyata Ini Sebabnya

Akibat SPJ Dua OPD Bermasalah

Jonie Marhansyah

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Adanya temuan penggunaan anggaran yang tidak bisa dipertanggungjawabkan di dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Berau, yakni Sektretariat DPRD dan Disdukcapil yang sudah beredar luas di masyarakat, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau Jonie Marhansyah juga turut membenarkan hal itu.

Pasca adanya laporan dari Badan Pengelolaan Keuangan (BPK) Berau yang kesulitan untuk mensinkronkan laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun anggaran 2016, dirinya langsung menginstruksikan Inspektorat Kabupaten (Itkab) Berau untuk melakukan penyelidikan terkait hal tersebut.

“Memang benar saat mendapatkan laporan itu dari BPK saya langsung meminta Inspektorat periksa, dan hasilnya dua OPD itu masih sedikit bermasalah terkait LKPD-nya,” ungkapnya kepada Berau Post, Sabtu (18/3).

Tak hanya meminta Inspektorat melakukan pemeriksaan, sejak informasi itu ia terima, dirinya menyebut telah memanggil Sekretaris Dewan (Sekwan) agar segera menindaklanjuti persoalan itu dan menyelesaikannya dengan cepat.

“Pertama terima informasi dari BPK saya langsung panggil Sekwan, saya minta segera diselesaikan sesuai dengan tenggat waktu yang diberikan. Tapi kalau untuk Disdukcapil belum sempat saya panggil,” ujarnya.

Walau hasil pemeriksaan oleh Inspektorat saat ini sudah selesai dan memanggil Sekwan, namun diakui Jonie hingga saat ini dirinya belum mengetahui uang negara yang tidak bisa dipertanggungjawabkan itu digunakan untuk apa oleh masing-masing bendahara OPD.

“Kalau digunakan untuk apa saya nggak tahu, nggak ada juga disampaikan ke saya,” katanya.

Dengan adanya dua temuan itu, Jonie menyebut bisa berpengaruh terhadap penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang sebelumnnya diraih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.

“Kalau WTP bisa saja berpengaruh, dan itu tergantung dari penilaian Badan Pemeriksa Keuangan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Inspektur Inspektorat Kabupaten (Itkab) Berau Suriansyah tak menampik kabar yang beredar. Hanya untuk anggaran di Sekretariat DPRD Berau yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, jumlahnya hanya sekitar Rp 400 juta.

Lanjut dia, karena tidak sinkronnya laporan yang disampaikan oleh Disdukcapil dan Sekretariat DPRD Berau membuat Badan Pengelolaan Keuangan Berau, kesulitan untuk membuat laporan keuangan daerah.

Apa yang dikembangkan BPK, dikatakannya merupakan hasil penelusuran Inspektorat Kabupaten Berau, atas permintaan Badan Pengelolaan Keuangan.

“Awalnya BPKAD (sekarang Badan Pengelolaan Keuangan, Red.) yang kesulitan menyusun laporan keuangan daerah karena masih ada yang tidak sinkron,” terangnya.

“Oleh karena itu ada instruksi masuk ke kami (Inspektorat, Red) melakukan penyelidikan. Berita acara pemeriksaan (BAP) kami lah yang saat ini sedang didalami oleh BPK,” jelas Yusriansyah.

Walau pihaknya saat ini sudah selesai melakukan penyelidikan di Disdukcapil, namun dirinya mengaku tidak mengetahui uang yang jumlahnya berkisar Rp 300 juta itu digunakan untuk apa oleh bendahara.

“Kalau dipakai untuk apa saya tidak tahu, yang jelas baik di Disdukcapil maupun DPRD bendahara yang menggunakan uang itu,” ujarnya.

Ditambahkannya juga, Badan Pengelolaan Keuangan maupun BPK masih menunggu upaya pengembalian uang oleh bendahara masing-masing instansi terkait yang diberi waktu selama 40 hari. Hal itu disampaikannya, berdasarkan  Peraturan BPK Nomor 3 tahun 2007 tentang Tata Cara Penyelesaian Ganti Kerugian Negara terhadap Bendahara.

“Kalau batas terakhir pengembaliannya saya nggak tahu kapan, yang jelas kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) nanti melapor untuk pengembaliannya ke BPK,” pungkasnya.(sam/app)


BACA JUGA

Rabu, 29 Maret 2017 12:50

Hubungkan Seluruh Kampung, Penuhi Kebutuhan Telekomunikasi

Pemerataan pembangunan ke seluruh wilayah perkampungan, jadi salah satu fokus perjuangan Haryono sebagai…

Rabu, 29 Maret 2017 12:41

Nelayan “Nakal” Makin Pintar

DITEMUKANNYA dua ekor hiu yang telah mati dengan keadaan tanpa sirip dada dan punggung di sekitar perairan…

Rabu, 29 Maret 2017 12:39

Diduga Illegal Fishing, Dua Nurse Shark Tanpa Sirip Ditemukan Wisatawan di Perairan Derawan

TANJUNG REDEB - Dua ekor hiu ditemukan mati di sekitar perairan Pulau Derawan tanpa sirip. Penemunya…

Rabu, 29 Maret 2017 12:37

Jual 19 Spot Diving Unggulan

TANJUNG REDEB – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, bakal melakukan pendataan ulang…

Selasa, 28 Maret 2017 12:00

DLHK Disebut Tidak Pro Rakyat

TANJUNG REDEB – Wakil Ketua II DPRD Berau Anwar menyebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan…

Selasa, 28 Maret 2017 11:56

Lari dari Konflik Aceh

DI malam yang tenang dengan memanfaatkan penerangan dari lampu emergency yang cahayanya temaram,…

Selasa, 28 Maret 2017 11:54

Melawan 'Jajahan' Tengkulak

TUBUHNYA mungkin kecil dan kurus, tapi dia gesit dan penuh semangat. Semangatnya seluas kebun lada miliknya.…

Selasa, 28 Maret 2017 11:50

Kembangkan Perkebunan Organik

KEBERADAAN Yayasan Sahabat Lestari di Kampung Bukit Makmur Jaya, tak sekadar memberikan pelatihan kepada…

Selasa, 28 Maret 2017 11:46

Balada dari Desa Lada

TAK sekadar untung dan rugi. Para petani di Kampung Bukit Makmur Jaya, Kecamatan Biatan, menjadikan…

Senin, 27 Maret 2017 12:22

Data Ulang Spot Diving, Chanel Jadi Unggulan

MARATUA – Kepulauan Derawan cukup terkenal dengan spot-spot diving-nya, khususnya di perairan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .