MANAGED BY:
JUMAT
23 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 20 Maret 2017 10:33
Penuhi Kebutuhan Dasar, Percepat Pembentukan BPS

Setengah Perjalanan Anggota DPRD Berau Periode 2014-2019: Subroto (19)

PERIODE KEDUA: Subroto bersama istri usai mengikuti rapat paripurna istimewa, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, Terpilih kembali sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) III yang mencakup Kecamatan Biatan, Talisayan, Batu Putih, Bidukbiduk, Pulau Derawan, dan Maratua, Subroto tak ingin muluk-muluk menebar janji kepada masyarakat.

YUDHI PERDANA, Tanjung Redeb

Walau sudah lima tahun berjuang, Subroto mengaku masih banyak program yang belum terselesaikan. Terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pemenuhan listrik dan air bersih.

Menurut politikus Partai Golkar ini, dengan pemenuhan kebutuhan air bersih dan listrik, masyarakat akan makin mudah mencapai kesejahteraannya. Apalagi, untuk Kecamatan Talisayan dan Biatan, sudah banyak jaringan listrik yang masuk ke perkampungan, namun tak kunjung teraliri listrik.

“Memang ada info dari PLN kalau tahun ini mereka akan mendatangkan mesin 1 megawatt (MW) untuk di Talisayan,” katanya kepada Berau Post, Minggu (19/3).

Untuk percepatan pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat, anggota Komisi III DPRD Berau ini juga meminta agar PLN tak lagi melayani permohonan penambahan daya sementara bagi pelanggannya. Sehingga, sisa daya dari seluruh pembangkit yang terkoneksi dengan PLN, bisa dimaksimalkan untuk melayani sambungan baru, khususnya bagi masyarakat perkampungan yang sudah memiliki jaringan listrik.

Apa yang disampaikannya juga sejalan dengan keinginan Pemkab Berau yang ingin menerangi seluruh perkampungan hingga 2018 mendatang. “Masalahnya, masih ada juga kampung yang belum punya jaringan, tetapi kebijakan soal listrik sudah jadi kewenangan provinsi. Jadi kita orang daerah hanya bisa memohon ke provinsi,” jelas Subroto.

Selain listrik, pemenuhan kebutuhan air bersih juga tak kalah penting. Sebab air bersih menjadi kebutuhan dasar yang selama ini masih jauh dari masyarakat di kampung-kampung pesisir selatan Berau.

Harapan masyarakat pesisir terkait pemenuhan air bersih sempat muncul ketika Pemkab Berau membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) Talisayan. Malah di masa pembangunannya, masyarakat sempat merasakan kemudahan mendapatkan air bersih, saat kontraktor pelaksana melakukan uji coba IPA Talisayan sekitar empat bulan. “Waktu uji coba airnya lancar-lancar aja,” terangnya.

Sayang, setelah tahap uji coba diselesaikan, sejak itu pula masyarakat tak lagi menikmati aliran air bersih dari IPA Talisayan. “Ini sudah sekitar tiga bulan enggak jalan lagi setelah kontraktor menyelesaikan masa uji cobanya,” ungkap ayah tiga anak ini.

Subroto memaklumi, Pemkab Berau belum bisa memaksa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah untuk mengoperasikan IPA Talisayan, karena proses penyerahan pengelolaan dan aset IPA tersebut belum dilaksanakan. Bahkan, kontraktor pelaksana dikabarkan belum menyerahkan hasil pekerjaannya ke Pemkab Berau.

“Makanya kita dorong pemerintah untuk secepatnya menyerahkan pengelolaannya ke PDAM. Kalau memang sampai sekarang kontraktornya belum menyerahkan, Pemkab bisa mendesak kontraktor menyerahkannya secepatnya,” tegas Subroto.

Selain pemenuhan kebutuhan dasar, Subroto kembali mempertanyakan proses pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Berau Pesisir Selatan (BPS) yang telah diperjuangkan di masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhyono (SBY).

Menurutnya, pembentukan DOB BPS yang meliputi wilayah Kecamatan Tabalar, Biatan, Talisayan, Batu Putih dan Bidukbiduk tersebut, akan mempercepat pembangunan di lima kecamatan pesisir tersebut.

“Masalah pemekaran ini juga sudah ditunggu-tunggu terus sama masyarakat. Ini yang kami minta supaya Pemkab Berau bisa lebih gencar lagi memperjuangkannya di pusat,” pungkasnya. (*/bersambung/udi)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 23 Juni 2017 12:00

BPBD Pantau via Telepon, Banjir yang Merendam Beberapa Kampung Mulai Surut

TANJUNG REDEB – Bencana banjir yang melanda beberapa kampung di Kecamatan Sambaliung dan Teluk…

Jumat, 23 Juni 2017 11:58

Keluarga Tolak Autopsi, Polisi Tak Bisa Pastikan Penyebab Kematian Manila

TANJUNG REDEB – Lima hari sejak ditemukannya jenazah Manila (44), warga Jalan HARM Ayoeb, Gang…

Kamis, 22 Juni 2017 11:17

Kerusakan Mesin, Sriwijaya Delay 10 Jam

TANJUNG REDEB – Arus mudik jelang Hari Raya Idulfitri semakin terasa di Bumi Batiwakkal, khususnya…

Kamis, 22 Juni 2017 11:14

Saling Menghormati dan Jaga Kerukunan

TANJUNG REDEB - Toleransi antarumat beragama bisa ditunjukkan dengan berbagai cara. Seperti yang ditunjukkan…

Kamis, 22 Juni 2017 11:13

Jelang Lebaran, Tiga Kampung Kebanjiran

SAMBALIUNG – Luapan air Sungai Kelay, kembali membuat beberapa kampung di Bumi Batiwakkal terendam.…

Kamis, 22 Juni 2017 11:10

Kakam Balikukup Diperiksa Lagi

TANJUNG REDEB - Perkara dugaan penyalahgunaan Alokasi Dana Kampung (ADK) Balikukup, masih terus berjalan.…

Rabu, 21 Juni 2017 00:32

DMI Usulkan Penghapusan Takbir Keliling

TANJUNG REDEB – Setiap tahun, di malam kemenangan Hari Raya Idulfitri, biasanya digelar kegiatan…

Rabu, 21 Juni 2017 00:31
Waspada Jalur Kelay-Muara Wahau

Bisa Terjebak Macet di Tengah Hutan

TANJUNG REDEB - Arus transportasi di Kalimantan Timur saat mudik Lebaran kali ini, belum sepenuhnya…

Rabu, 21 Juni 2017 00:28

WAH PAYAH NIH..!! Tiga Perusahaan Belum Bayar THR

TANJUNG REDEB – Edaran pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) paling lambat seminggu sebelum Lebaran,…

Selasa, 20 Juni 2017 00:20

Anak Menolak Dijodohkan dengan Pengusaha Ikan, Ibunya Bunuh Diri

GUNUNG TABUR – Identitas jenazah wanita berjilbab yang ditemukan di bukit Jalan Poros Bulungan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .