MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 20 Maret 2017 10:33
Penuhi Kebutuhan Dasar, Percepat Pembentukan BPS

Setengah Perjalanan Anggota DPRD Berau Periode 2014-2019: Subroto (19)

PERIODE KEDUA: Subroto bersama istri usai mengikuti rapat paripurna istimewa, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, Terpilih kembali sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) III yang mencakup Kecamatan Biatan, Talisayan, Batu Putih, Bidukbiduk, Pulau Derawan, dan Maratua, Subroto tak ingin muluk-muluk menebar janji kepada masyarakat.

YUDHI PERDANA, Tanjung Redeb

Walau sudah lima tahun berjuang, Subroto mengaku masih banyak program yang belum terselesaikan. Terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pemenuhan listrik dan air bersih.

Menurut politikus Partai Golkar ini, dengan pemenuhan kebutuhan air bersih dan listrik, masyarakat akan makin mudah mencapai kesejahteraannya. Apalagi, untuk Kecamatan Talisayan dan Biatan, sudah banyak jaringan listrik yang masuk ke perkampungan, namun tak kunjung teraliri listrik.

“Memang ada info dari PLN kalau tahun ini mereka akan mendatangkan mesin 1 megawatt (MW) untuk di Talisayan,” katanya kepada Berau Post, Minggu (19/3).

Untuk percepatan pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat, anggota Komisi III DPRD Berau ini juga meminta agar PLN tak lagi melayani permohonan penambahan daya sementara bagi pelanggannya. Sehingga, sisa daya dari seluruh pembangkit yang terkoneksi dengan PLN, bisa dimaksimalkan untuk melayani sambungan baru, khususnya bagi masyarakat perkampungan yang sudah memiliki jaringan listrik.

Apa yang disampaikannya juga sejalan dengan keinginan Pemkab Berau yang ingin menerangi seluruh perkampungan hingga 2018 mendatang. “Masalahnya, masih ada juga kampung yang belum punya jaringan, tetapi kebijakan soal listrik sudah jadi kewenangan provinsi. Jadi kita orang daerah hanya bisa memohon ke provinsi,” jelas Subroto.

Selain listrik, pemenuhan kebutuhan air bersih juga tak kalah penting. Sebab air bersih menjadi kebutuhan dasar yang selama ini masih jauh dari masyarakat di kampung-kampung pesisir selatan Berau.

Harapan masyarakat pesisir terkait pemenuhan air bersih sempat muncul ketika Pemkab Berau membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) Talisayan. Malah di masa pembangunannya, masyarakat sempat merasakan kemudahan mendapatkan air bersih, saat kontraktor pelaksana melakukan uji coba IPA Talisayan sekitar empat bulan. “Waktu uji coba airnya lancar-lancar aja,” terangnya.

Sayang, setelah tahap uji coba diselesaikan, sejak itu pula masyarakat tak lagi menikmati aliran air bersih dari IPA Talisayan. “Ini sudah sekitar tiga bulan enggak jalan lagi setelah kontraktor menyelesaikan masa uji cobanya,” ungkap ayah tiga anak ini.

Subroto memaklumi, Pemkab Berau belum bisa memaksa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah untuk mengoperasikan IPA Talisayan, karena proses penyerahan pengelolaan dan aset IPA tersebut belum dilaksanakan. Bahkan, kontraktor pelaksana dikabarkan belum menyerahkan hasil pekerjaannya ke Pemkab Berau.

“Makanya kita dorong pemerintah untuk secepatnya menyerahkan pengelolaannya ke PDAM. Kalau memang sampai sekarang kontraktornya belum menyerahkan, Pemkab bisa mendesak kontraktor menyerahkannya secepatnya,” tegas Subroto.

Selain pemenuhan kebutuhan dasar, Subroto kembali mempertanyakan proses pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Berau Pesisir Selatan (BPS) yang telah diperjuangkan di masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhyono (SBY).

Menurutnya, pembentukan DOB BPS yang meliputi wilayah Kecamatan Tabalar, Biatan, Talisayan, Batu Putih dan Bidukbiduk tersebut, akan mempercepat pembangunan di lima kecamatan pesisir tersebut.

“Masalah pemekaran ini juga sudah ditunggu-tunggu terus sama masyarakat. Ini yang kami minta supaya Pemkab Berau bisa lebih gencar lagi memperjuangkannya di pusat,” pungkasnya. (*/bersambung/udi)

 

 


BACA JUGA

Kamis, 26 April 2018 12:47

MTQ Tidak Ganggu Proyek Drainase

TANJUNG REDEB – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi tinggal menghitung…

Kamis, 26 April 2018 12:45

PU Janji Sentuh Jalan Kemakmuran

TANJUNG REDEB – Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Rahmad, memastikan…

Kamis, 26 April 2018 12:43

PAYAH..!! Mangkir dari Panggilan Kejaksaan, Manajemen PT KN Tunggak Pajak Daerah Rp 26 M

TANJUNG REDEB – Manajemen PT Kertas Nusantara (KN) yang berada di Mangkajang, Kampung Pilanjau,…

Kamis, 26 April 2018 12:41

Maksimal Rp 40 Juta, Bantuan Sosial untuk Korban Bencana

TANJUNG REDEB - Korban kebakaran atau bencana alam, bisa mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari Pemkab…

Rabu, 25 April 2018 00:09

Pengawas Pulau Sambangi Berau

TANJUNG REDEB – Persoalan keamanan pulau-pulau terluar di wilayah Bumi Batiwakkal – sebutan…

Rabu, 25 April 2018 00:09

Bupati Juga Kecewa, Penghapusan Proyek Rel Kereta Api Kaltim dari PSN

TANJUNG REDEB - Bupati Berau Muharram, mengaku kecewa dengan penghapusan proyek rel kereta api di Kaltim…

Rabu, 25 April 2018 00:08

Berharap Dapat Jembatan Timbang

KEPALA Dinas Perhubungan Berau Abdurahman, menghargai masukkan Wakil Ketua DPRD Berau Anwar terkait…

Rabu, 25 April 2018 00:07

Larangan Konsumsi Kima Kurang Sosialisasi

TANJUNG REDEB – Wakil Ketua DPRD Berau Saga, tak menampik jika masyarakat pesisir masih mengonsumsi…

Selasa, 24 April 2018 11:50

Wisnu Haris Tutup Usia

TANJUNG REDEB - Mantan Staf Ahli Bidang Pembangunan Wisnu Haris (59), mengembuskan napas terakhirnya…

Selasa, 24 April 2018 11:48

Hanya Lima Sekolah Gelar UNBK

TANJUNG REDEB – Sebanyak 3.942 pelajar SMP sederajat, mengikuti ujian nasional kemarin (23/4).…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .