MANAGED BY:
SENIN
21 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 20 Maret 2017 10:42
Produsen Terasi Resah, Kerap Dipermainkan Tengkulak, Diklaim Produk Unggulan NTT
BUTUH SOLUSI: Pjs Kepala Kampung Tabalar Muara, Rahman menyampaikan keluhan mengenai produk terasi yang diklaim produk unggulan NNT kepada Bupati Muharram dan Wabup Agus Tantomo saat rapat musrenbang beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, TABALAR – Pejabat sementara (Pjs) Kepala Kampung Tabalar Muara, Rahman menyampaikan keluhan masyarakatnya kepada Bupati Berau Muharram dan Wakil Bupati Agus Tantomo saat pelaksanaan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) beberapa waktu lalu.

Keluhan yang disampaikan yakni masalah harga jual terasi yang kerap dipermainkan oleh tengkulak dan calon pembeli.

Calon pembeli menawar harga rendah terasi dengan alasan karena sulitnya akses jalan untuk mengambil.

“Seperti yang saya sampaikan saat musrenbang, saya meminta pemerintah bisa menyikapi masalah harga pasaran yang kerap di permainkan oleh tengkulak,” katanya.

Bahkan, diungkapkan Rahman, terasi yang merupakan produk asli di Kampung Tabalar Muara, diklaim oleh produk dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal itu ujarnya membuat para produsen terasi kampungnya resah.

“Padahal terasi berasal dari sini (Tabalar Muara, Red). Tapi mereka mengakui itu produk unggulan mereka. Inilah yang kami minta solusinya kepada pak bupati dan wabub,” terangnya.

Wabup Agus Tantomo dalam pidato singkatnya, turut menanggapi hal tersebut. Ia mengatakan, dirinya juga sudah mengetahui permasalahan yang telah disampaikan Pjs Kepala Kampung Tablar Muara, Rahman. Bahkan, belum lama ini pihaknya didatangi Dinas Kebersihan Lombok yang mengatakan bahan terasi yang dikirim dari Berau ke Lombok telah dicampur dengan bahan lain.

Sedangkan mengenai solusi dari keseluruhan yang disampaikannya, Agus Tantomo mengatakan, pentingnya mengubah pola pikir masyarakat. Yakni agar tidak mengolah bahan mentah, tapi membuat menjadi produk siap jadi. Untuk mendapatkan ini, perlu dilakukan pemberdayaan masyarakat yang dialokasikan melalui dana kampung.

“Menyisipkan sedikit alokasi dana kampung (ADK), untuk mendatangkan pelatihan atau studi banding ke luar daerah, seperti Pulau Jawa yang sudah berkembang,” terangnya.

Dengan memproduksi produk siap jual, maka tengkulak ujar Agus Tantomo tidak akan lagi berani memainkan harga. ”Karena, jika dikemas dengan baik dan rapi, kita juga bisa cantumkan asal daerah dan lain-lain sebagainya,” terangnya. ”Disamping itu, kami dari pemerintah bakal mencarikan investor atau calon pembeli lainnya. Bila perlu kita datangkan sendiri untuk bekerja sama,” imbuhnya.

Permasalahan ini juga mendapatkan perhatian dari Anggota Komisi III DPRD Berau, Warsito. Ia mengatakan bahwa kendala peningkatan bisnis terasi karena akses minim, menjadi penyebab utama.  “Nah, mereka harus secepatnya membuka akses, menggunakan ADK maupun Dana Desa yang bersumber dari APBN. Apalagi, pemerintah telah mempermudah dengan menyediakan unit alat berat yang telah standby di pesisir,” terangnya. “Jadi, biasanya pemerintah kampung mengeluarklan ratusan juta hanya mendapatkan jalan sepanjang satu kilometer, kini mereka bisa dapatkan sekira tiga kilometer. Karena, mereka hanya perlu membeli bahan bakar dan menyewa operator. Itupun, operator juga telah disiapkan pemerintah,” tandasnya. (*/jun/rio)


BACA JUGA

Minggu, 20 Agustus 2017 00:09

Utamakan Gotong-Royong untuk Satukan Warga

Pekerja keras dan memiliki kemauan keras, merupakan dua hal yang tepat untuk menggambarkan pribadi Ketua…

Sabtu, 19 Agustus 2017 13:19

Wisatawan Perlu Jaminan Keselamatan

TANJUNG REDEB – Sebagai objek wisata yang banyak didatangi para wisatawan lokal maupun mancanegara,…

Sabtu, 19 Agustus 2017 13:13

Bentuk Tim Kebersihan Penanganan Sampah di Objek-Objek Wisata

MARATUA – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Mappasikra mendorong Pemerintah…

Sabtu, 19 Agustus 2017 13:12

SP1 Masih Dambakan Suplai Listrik

TALISAYAN – Masyarakat di Kecamatan Talisayan, berharap Pemkab Berau memberikan perhatian serius…

Sabtu, 19 Agustus 2017 13:10

Banjir Jadi PR, Pertanyakan Kriteria Warga Miskin

Walau sudah menjabat cukup lama sebagai Ketua RT 10, Kelurahan Tanjung Redeb, Lewi Rego tetap belum…

Sabtu, 19 Agustus 2017 13:08

Kelelahan, Penyakit Mudah Menyerang

TANJUNG REDEB – Hujan deras sudah mengguyur Berau dalam dua hari terakhir. Perubahan kondisi cuaca…

Jumat, 18 Agustus 2017 10:48

Wabup Pimpin Pengibaran Merah Putih di MaratuaWabup Pimpin Pengibaran Merah Putih di Maratua

MARATUA – Seperti di daerah lain, pengibaran Bendera Merah Putih di Pulau Maratua Kabupaten Berau…

Jumat, 18 Agustus 2017 10:47

Tim Jurnalis Seret Tim Humas Berau

MARATUA – Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia Kecamatan Maratua,…

Jumat, 18 Agustus 2017 10:44

Tak Lapor, Tak Akan Dapat Pelayanan

Rusdi Rusdina, Ketua RT 9 Kelurahan Sei Bedungun, Kecamatan Tanjung Redeb, harus bersikap tegas dan…

Kamis, 17 Agustus 2017 11:34

Hingga Agustus, 3.000 Wisatawan Tembus Maratua

MARATUA – Jumlah wisatawan baik wisatawan domestik maupun mancanegara yang masuk ke Pulau Maratua…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .