MANAGED BY:
SENIN
18 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 20 Maret 2017 10:42
Produsen Terasi Resah, Kerap Dipermainkan Tengkulak, Diklaim Produk Unggulan NTT
BUTUH SOLUSI: Pjs Kepala Kampung Tabalar Muara, Rahman menyampaikan keluhan mengenai produk terasi yang diklaim produk unggulan NNT kepada Bupati Muharram dan Wabup Agus Tantomo saat rapat musrenbang beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, TABALAR – Pejabat sementara (Pjs) Kepala Kampung Tabalar Muara, Rahman menyampaikan keluhan masyarakatnya kepada Bupati Berau Muharram dan Wakil Bupati Agus Tantomo saat pelaksanaan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) beberapa waktu lalu.

Keluhan yang disampaikan yakni masalah harga jual terasi yang kerap dipermainkan oleh tengkulak dan calon pembeli.

Calon pembeli menawar harga rendah terasi dengan alasan karena sulitnya akses jalan untuk mengambil.

“Seperti yang saya sampaikan saat musrenbang, saya meminta pemerintah bisa menyikapi masalah harga pasaran yang kerap di permainkan oleh tengkulak,” katanya.

Bahkan, diungkapkan Rahman, terasi yang merupakan produk asli di Kampung Tabalar Muara, diklaim oleh produk dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal itu ujarnya membuat para produsen terasi kampungnya resah.

“Padahal terasi berasal dari sini (Tabalar Muara, Red). Tapi mereka mengakui itu produk unggulan mereka. Inilah yang kami minta solusinya kepada pak bupati dan wabub,” terangnya.

Wabup Agus Tantomo dalam pidato singkatnya, turut menanggapi hal tersebut. Ia mengatakan, dirinya juga sudah mengetahui permasalahan yang telah disampaikan Pjs Kepala Kampung Tablar Muara, Rahman. Bahkan, belum lama ini pihaknya didatangi Dinas Kebersihan Lombok yang mengatakan bahan terasi yang dikirim dari Berau ke Lombok telah dicampur dengan bahan lain.

Sedangkan mengenai solusi dari keseluruhan yang disampaikannya, Agus Tantomo mengatakan, pentingnya mengubah pola pikir masyarakat. Yakni agar tidak mengolah bahan mentah, tapi membuat menjadi produk siap jadi. Untuk mendapatkan ini, perlu dilakukan pemberdayaan masyarakat yang dialokasikan melalui dana kampung.

“Menyisipkan sedikit alokasi dana kampung (ADK), untuk mendatangkan pelatihan atau studi banding ke luar daerah, seperti Pulau Jawa yang sudah berkembang,” terangnya.

Dengan memproduksi produk siap jual, maka tengkulak ujar Agus Tantomo tidak akan lagi berani memainkan harga. ”Karena, jika dikemas dengan baik dan rapi, kita juga bisa cantumkan asal daerah dan lain-lain sebagainya,” terangnya. ”Disamping itu, kami dari pemerintah bakal mencarikan investor atau calon pembeli lainnya. Bila perlu kita datangkan sendiri untuk bekerja sama,” imbuhnya.

Permasalahan ini juga mendapatkan perhatian dari Anggota Komisi III DPRD Berau, Warsito. Ia mengatakan bahwa kendala peningkatan bisnis terasi karena akses minim, menjadi penyebab utama.  “Nah, mereka harus secepatnya membuka akses, menggunakan ADK maupun Dana Desa yang bersumber dari APBN. Apalagi, pemerintah telah mempermudah dengan menyediakan unit alat berat yang telah standby di pesisir,” terangnya. “Jadi, biasanya pemerintah kampung mengeluarklan ratusan juta hanya mendapatkan jalan sepanjang satu kilometer, kini mereka bisa dapatkan sekira tiga kilometer. Karena, mereka hanya perlu membeli bahan bakar dan menyewa operator. Itupun, operator juga telah disiapkan pemerintah,” tandasnya. (*/jun/rio)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Desember 2017 13:11

Tak Ingin Masalah Makin Larut, Minta Pemkab Tuntaskan Konflik Lahan Kelapa Sawit

BIATAN — Polemik sengketa lahan antara warga Kampung Biatan Ilir dengan perusahaan perkebunan…

Sabtu, 16 Desember 2017 13:08

APMS Talisayan Ikut Terlibat

TALISAYAN — Dugaan adanya campur tangan oknum Agen Penjualan Minyak dan Solar (APMS) dalam membantu…

Sabtu, 16 Desember 2017 13:06

Antisipasi Difteri, Dinkes Lakukan Imunisasi

TANJUNG REDEB - Guna mencegah kasus difteri yang saat ini mewabah di sejumlah daerah di Indonesia, Dinas…

Sabtu, 16 Desember 2017 13:05

Cegah Penyakit Kaki Gajah, Petugas Kesehatan Tasuk Bagikan Pil DEC dan Albendazole

GUNUNG TABUR – Pemerintah Kampung Tasuk melalui petugas kesehatan di Kampung Tasuk membagikan…

Jumat, 15 Desember 2017 00:31

Oknum APMS Diduga Ikut Bermain

TALISAYAN – Kartu Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi yang diperuntukkan kepada para…

Rabu, 13 Desember 2017 00:13

Akui Punya Dampak Positif, Disbudpar Minta Pengembangan Kampung Nelayan Segera Dilaksanakan

TALISAYAN – Rencana Pemerintah Kecamatan Talisayan mengubah kawasan permukiman nelayan yang kumuh…

Selasa, 12 Desember 2017 00:17

Revalitasi Kawasan Kumuh Jadi Objek Wisata

TALISAYAN – Selain pengembangan wisata Pantai Talisay yang terletak di Kampung Talisayan, Camat…

Selasa, 12 Desember 2017 00:16

Sisa 14 Orang, Jumlah Murid SD 008 Kelay Makin Berkurang

KELAY – Jumlah murid SD 008 Kelay semakin berkurang, begitu juga dengan jumlah tenaga pendidik…

Selasa, 12 Desember 2017 00:16

Cemas Warga Lebih Nekat

BIATAN -  Ancaman warga Kampung Biatan Ilir kembali menggelar demonstrasi sekaligus menutup aktivitas…

Selasa, 12 Desember 2017 00:13

Penataan Dapil dan Simulasi Perhitungan Kursi Dibahas

TANJUNG REDEB – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Berau, menggelar rapat guna penataan daerah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .