MANAGED BY:
MINGGU
27 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 20 Maret 2017 10:42
Produsen Terasi Resah, Kerap Dipermainkan Tengkulak, Diklaim Produk Unggulan NTT
BUTUH SOLUSI: Pjs Kepala Kampung Tabalar Muara, Rahman menyampaikan keluhan mengenai produk terasi yang diklaim produk unggulan NNT kepada Bupati Muharram dan Wabup Agus Tantomo saat rapat musrenbang beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, TABALAR – Pejabat sementara (Pjs) Kepala Kampung Tabalar Muara, Rahman menyampaikan keluhan masyarakatnya kepada Bupati Berau Muharram dan Wakil Bupati Agus Tantomo saat pelaksanaan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) beberapa waktu lalu.

Keluhan yang disampaikan yakni masalah harga jual terasi yang kerap dipermainkan oleh tengkulak dan calon pembeli.

Calon pembeli menawar harga rendah terasi dengan alasan karena sulitnya akses jalan untuk mengambil.

“Seperti yang saya sampaikan saat musrenbang, saya meminta pemerintah bisa menyikapi masalah harga pasaran yang kerap di permainkan oleh tengkulak,” katanya.

Bahkan, diungkapkan Rahman, terasi yang merupakan produk asli di Kampung Tabalar Muara, diklaim oleh produk dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal itu ujarnya membuat para produsen terasi kampungnya resah.

“Padahal terasi berasal dari sini (Tabalar Muara, Red). Tapi mereka mengakui itu produk unggulan mereka. Inilah yang kami minta solusinya kepada pak bupati dan wabub,” terangnya.

Wabup Agus Tantomo dalam pidato singkatnya, turut menanggapi hal tersebut. Ia mengatakan, dirinya juga sudah mengetahui permasalahan yang telah disampaikan Pjs Kepala Kampung Tablar Muara, Rahman. Bahkan, belum lama ini pihaknya didatangi Dinas Kebersihan Lombok yang mengatakan bahan terasi yang dikirim dari Berau ke Lombok telah dicampur dengan bahan lain.

Sedangkan mengenai solusi dari keseluruhan yang disampaikannya, Agus Tantomo mengatakan, pentingnya mengubah pola pikir masyarakat. Yakni agar tidak mengolah bahan mentah, tapi membuat menjadi produk siap jadi. Untuk mendapatkan ini, perlu dilakukan pemberdayaan masyarakat yang dialokasikan melalui dana kampung.

“Menyisipkan sedikit alokasi dana kampung (ADK), untuk mendatangkan pelatihan atau studi banding ke luar daerah, seperti Pulau Jawa yang sudah berkembang,” terangnya.

Dengan memproduksi produk siap jual, maka tengkulak ujar Agus Tantomo tidak akan lagi berani memainkan harga. ”Karena, jika dikemas dengan baik dan rapi, kita juga bisa cantumkan asal daerah dan lain-lain sebagainya,” terangnya. ”Disamping itu, kami dari pemerintah bakal mencarikan investor atau calon pembeli lainnya. Bila perlu kita datangkan sendiri untuk bekerja sama,” imbuhnya.

Permasalahan ini juga mendapatkan perhatian dari Anggota Komisi III DPRD Berau, Warsito. Ia mengatakan bahwa kendala peningkatan bisnis terasi karena akses minim, menjadi penyebab utama.  “Nah, mereka harus secepatnya membuka akses, menggunakan ADK maupun Dana Desa yang bersumber dari APBN. Apalagi, pemerintah telah mempermudah dengan menyediakan unit alat berat yang telah standby di pesisir,” terangnya. “Jadi, biasanya pemerintah kampung mengeluarklan ratusan juta hanya mendapatkan jalan sepanjang satu kilometer, kini mereka bisa dapatkan sekira tiga kilometer. Karena, mereka hanya perlu membeli bahan bakar dan menyewa operator. Itupun, operator juga telah disiapkan pemerintah,” tandasnya. (*/jun/rio)


BACA JUGA

Sabtu, 26 Mei 2018 00:38

Puncak Kunjungan Wisata Diprediksi usai Lebaran

TANJUNG REDEB - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau memprediksi wisatawan yang berkunjung…

Jumat, 25 Mei 2018 00:41

Penerbangan Perdana dari Berau

SAMARINDA - Bandara Aji Pangeran Temenggung Pranoto (APT Pranoto) Samarinda, resmi beroperasi, Kamis…

Jumat, 25 Mei 2018 00:22

Usulkan Jaringan Listrik dan Pengaspalan Jalan

TABALAR- Kebutuhan infrastruktur dasar, seperti peningkatan jalan, listrik, maupun jaringan telekomunikasi…

Jumat, 25 Mei 2018 00:20

KPU Berau Kedatangan Surat Suara Pilgub

TANJUNG REDEB - Komisi Pemilhan Umum (KPU) Berau, memastikan untuk surat suara Pemilihan Gubernur (Pilgub)…

Kamis, 24 Mei 2018 14:56

Ibu Hamil Bisa Manfaatkan RTK

TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, telah menyiapkan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK)…

Kamis, 24 Mei 2018 14:41

Kagum Program Gerbang Pancasila

TANJUNG REDEB – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Mahyudin dalam kunjungannya…

Kamis, 24 Mei 2018 14:36

Dewan Tunggu Surat Partai Demokrat

TANJUNG REDEB – Sudah sekitar dua pekan setelah kepergian Wakil Ketua II DPRD Berau Anwar, pihak…

Rabu, 23 Mei 2018 00:16

Bawah Jembatan Lempake Jadi Tempat Sampah

BIATAN - Minimnya kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan, bagi sebagian oknum warga sepertinya…

Rabu, 23 Mei 2018 00:15

Bisnis Sarang Burung Walet Kian Menggiurkan

TALISAYAN- Menggiurkannya investasi sarang burung walet rumahan, membuat para pengusaha maupun masyarakat…

Rabu, 23 Mei 2018 00:14

Kuota Bright Gas 5,5 Kg Dianggap Kurang

TANJUNG REDEB – Keberadaan Bright Gas 5,5 Kg di Bumi Batiwakkal, belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .