MANAGED BY:
KAMIS
30 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 20 Maret 2017 10:42
Produsen Terasi Resah, Kerap Dipermainkan Tengkulak, Diklaim Produk Unggulan NTT
BUTUH SOLUSI: Pjs Kepala Kampung Tabalar Muara, Rahman menyampaikan keluhan mengenai produk terasi yang diklaim produk unggulan NNT kepada Bupati Muharram dan Wabup Agus Tantomo saat rapat musrenbang beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, TABALAR – Pejabat sementara (Pjs) Kepala Kampung Tabalar Muara, Rahman menyampaikan keluhan masyarakatnya kepada Bupati Berau Muharram dan Wakil Bupati Agus Tantomo saat pelaksanaan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) beberapa waktu lalu.

Keluhan yang disampaikan yakni masalah harga jual terasi yang kerap dipermainkan oleh tengkulak dan calon pembeli.

Calon pembeli menawar harga rendah terasi dengan alasan karena sulitnya akses jalan untuk mengambil.

“Seperti yang saya sampaikan saat musrenbang, saya meminta pemerintah bisa menyikapi masalah harga pasaran yang kerap di permainkan oleh tengkulak,” katanya.

Bahkan, diungkapkan Rahman, terasi yang merupakan produk asli di Kampung Tabalar Muara, diklaim oleh produk dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal itu ujarnya membuat para produsen terasi kampungnya resah.

“Padahal terasi berasal dari sini (Tabalar Muara, Red). Tapi mereka mengakui itu produk unggulan mereka. Inilah yang kami minta solusinya kepada pak bupati dan wabub,” terangnya.

Wabup Agus Tantomo dalam pidato singkatnya, turut menanggapi hal tersebut. Ia mengatakan, dirinya juga sudah mengetahui permasalahan yang telah disampaikan Pjs Kepala Kampung Tablar Muara, Rahman. Bahkan, belum lama ini pihaknya didatangi Dinas Kebersihan Lombok yang mengatakan bahan terasi yang dikirim dari Berau ke Lombok telah dicampur dengan bahan lain.

Sedangkan mengenai solusi dari keseluruhan yang disampaikannya, Agus Tantomo mengatakan, pentingnya mengubah pola pikir masyarakat. Yakni agar tidak mengolah bahan mentah, tapi membuat menjadi produk siap jadi. Untuk mendapatkan ini, perlu dilakukan pemberdayaan masyarakat yang dialokasikan melalui dana kampung.

“Menyisipkan sedikit alokasi dana kampung (ADK), untuk mendatangkan pelatihan atau studi banding ke luar daerah, seperti Pulau Jawa yang sudah berkembang,” terangnya.

Dengan memproduksi produk siap jual, maka tengkulak ujar Agus Tantomo tidak akan lagi berani memainkan harga. ”Karena, jika dikemas dengan baik dan rapi, kita juga bisa cantumkan asal daerah dan lain-lain sebagainya,” terangnya. ”Disamping itu, kami dari pemerintah bakal mencarikan investor atau calon pembeli lainnya. Bila perlu kita datangkan sendiri untuk bekerja sama,” imbuhnya.

Permasalahan ini juga mendapatkan perhatian dari Anggota Komisi III DPRD Berau, Warsito. Ia mengatakan bahwa kendala peningkatan bisnis terasi karena akses minim, menjadi penyebab utama.  “Nah, mereka harus secepatnya membuka akses, menggunakan ADK maupun Dana Desa yang bersumber dari APBN. Apalagi, pemerintah telah mempermudah dengan menyediakan unit alat berat yang telah standby di pesisir,” terangnya. “Jadi, biasanya pemerintah kampung mengeluarklan ratusan juta hanya mendapatkan jalan sepanjang satu kilometer, kini mereka bisa dapatkan sekira tiga kilometer. Karena, mereka hanya perlu membeli bahan bakar dan menyewa operator. Itupun, operator juga telah disiapkan pemerintah,” tandasnya. (*/jun/rio)


BACA JUGA

Rabu, 29 Maret 2017 13:24

Rayakan Nyepi dengan Pensucian Diri

TANJUNG REDEB – Seluruh umat Hindu di Berau, merayakan Hari Raya Nyepi tahun baru Saka 1939, Selasa…

Rabu, 29 Maret 2017 13:23

Sering Dijadikan Lintasan Off Road, Masyarakat Pasang Ranjau Paku dan Jerat Babi

TANJUNG REDEB – Masyarakat Jalan Durian II, Tanjung Redeb, Sony Widjajanto, mengeluhkan aktivitas…

Rabu, 29 Maret 2017 13:15

Kasus Rabies Meningkat sejak 2015

TANJUNG REDEB - Rabies atau umumnya dikenal sebagai penyakit anjing gila, adalah penyakit serius yang…

Rabu, 29 Maret 2017 13:04

Waspada Peredaran Narkoba di Sekolah

TALISAYAN – Masih maraknya peredaran narkoba, menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Kapolsek Talisayan…

Rabu, 29 Maret 2017 13:03

Merasa Jadi Anak Tiri Pemprov

BIATAN – Rusaknya sejumlah titik ruas jalan poros Kecamatan Biatan, bahkan beberapa nyaris longsor…

Rabu, 29 Maret 2017 13:02

Tertib Berkendara dan Hindari Narkoba

TANJUNG REDEB – Sosialisasi tentang lalu lintas dan bahaya narkoba digelar di Perumahan Berau…

Rabu, 29 Maret 2017 12:58

Ingin Ciptakan Pembangunan yang Merata

Menjadi seorang ketua Rukun Tetangga (RT) bagi Wagimo lebih banyak susahnya ketimbang enaknya. Namun,…

Selasa, 28 Maret 2017 12:23

Kenalkan Budaya Negeri Sakura

TANJUNG REDEB – Untuk memperkenalkan kebudayaan Negara Jepang, SMA 2 Berau menggelar Festival…

Selasa, 28 Maret 2017 12:04

Bawa Sabu, Petani Diamankan Polisi

TALISAYAN – Nasib sial dialami Hairullah alias Acok (36) warga RT 01 Kampung Manunggal Jaya, Kecamatan…

Selasa, 28 Maret 2017 12:02

Talisayan Dapat Tambahan 1 MW

TALISAYAN – Untuk memenuhi kebutuhan listrik di Kecamatan Talisayan dan Biatan, PT PLN (Persero)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .