MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Senin, 20 Maret 2017 10:48
Andalkan Pasokan Petani Lokal

Harga Cabai Tiung Kembali Mahal, Omzet Menurun

PEDAS DAN MAHAL: Harga cabai tiung di Pasar Sanggam Adji Dilayas dalam sepekan terakhir berkisar Rp 100 ribu per kilogram.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Seperti roller coaster, cabai membuat para pedagang hingga masyarakat selaku konsumen pun, tak henti-hentinya mengeluh karena harganya yang mahal.

Dalam sepekan terakhir, harga cabai tiung di Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD) berkisar Rp 100 ribu per kilogram (kg). Harga itu tergolong mahal, mengingat rata-rata harga normal hanya Rp 30-40 ribu per kg.

Lonjakan harga cabai tersebut, sejatinya telah terjadi dalam tiga bulan terakhir. Nah, karena hal tersebut, pedangang hingga kini tak kunjung mengeluh. Nasarudin salah seorang pedagang di pasar induk Berau tersebut mengaku, tingginya harga cabai saat ini akibat tidak ada pasokan dari Pulau Jawa dan Sulawesi. Sehingga para pedagang hanya mengandalkan hasil panen cabai petani lokal.

”Berbeda jika dibandingkan jenis cabai yang lain seperti rawit dan keriting, pasokan masih bisa didapat dari luar daerah seperti Samarinda atau Palu. Selain itu cabai tiung cepat busuk apalagi saat ini cuaca sedang dalam keadaan buruk, ” kata Nasarudin kepada Berau Post, Minggu (19/3).

Berdasakan pantauan media ini, harga beberapa bahan komiditi yakni cabai jenis rawit berkisar Rp 70 ribu per kg, cabai besar Rp 40 ribu per kg, cabai keriting Rp 45 per kg dan bawang putih dan merah mengalami kenaikan berkisar Rp 40 ribu per kg.

“Dari saya sendiri enggan untuk menjual cabai tiung dan lebih memilih menjual cabai jenis lain akibat harga yang terlalu mahal dan pasokan juga kurang,”tambahnya

Tingginya harga bebrapa bahan pokok yang terjadi beberapa hari terakhir, membuat para pedagang harus berputar otak agar tetap mendapatkan laba dari hasil penjulan. Pedagang pasar Sanggam mengeluh semakin kurangnya para pembeli dan tidak lagi ramai.

“Harga kadang tidak stabil apalgi sampai melonjak apalagi kami ahrus mengelurkan modal untuk tetap berjualan, selain itu pasar induk Berau ini semakin kurang pembeli,”ujarnya.

Akibat dari kenaikan harga cabai tiung itu, omzetnya pun menurun hingga 50 persen. Hal tersebut imbas dari semakin sedikit pembeli, lantaran harga cabai yang mahal

Pedagang lain, Iksan membenarkan harga cabai tiung yang masih sangat mahal. Namun, ia menjelaskan harga cabai tiung Rp 100 ribu per kg untuk kualitas bagus. Namun untuk cabai tiung hijau atau putih dijual berkisar Rp 50 ribu per kg.

“Memang dari cabai tiung putih masih murah, namun tentunya konsumen akan membeli cabai yang merah karena rasanya berbeda,” pungkasnya. (*/nar/rio)


BACA JUGA

Jumat, 04 Mei 2018 13:41

Tangkapan Nelayan Terus Alami Peningkatan

TANJUNG REDEB - Jumlah tangkapan nelayan Kabupaten Berau, terus mengalami peningkatan setiap…

Jumat, 04 Mei 2018 13:40

Okupansi Hotel Capai 90 Persen

TANJUNG REDEB – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Berau, menyebutkan tingkat…

Selasa, 01 Mei 2018 00:16

Hasil Laut Berlimpah, Perikanan Masih Andalan

TALISAYAN - Sektor perikanan masih menjadi salah satu andalan bagi masyarakat di Kampung Talisayan,…

Sabtu, 28 April 2018 00:34

Porsi APBN Banyak untuk Berau

TANJUNG REDEB - Program pengembangan  komoditas jagung di Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten…

Jumat, 27 April 2018 09:45

Harga Masih Anjlok, Petani Telantarkan Kebun Lada

TALISAYAN - Masih anjloknya harga komoditas lada yang kini bertahan diharga Rp 55 ribu per kilogramnya,…

Kamis, 26 April 2018 13:00

Petani Sebut Tanam Sawit Lebih Menguntungkan

BIATAN – Sektor perkebunan kelapa sawit masih paling diminati dikembangkan di wilayah pesisir…

Rabu, 25 April 2018 00:14

Dinilai Menguntungkan, Kembangkan Sawit lewat BUMK

TALISAYAN – Pemerintah Kampung Eka Sapta, terus menggali dan mengoptimalkan potensi dalam menggerakkan…

Senin, 23 April 2018 10:26

Tingkatkan Hasil Produksi, Petani Muda Mulai Bermunculan

BATU PUTIH - Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Berau, terus berupaya memecut semangat petani…

Minggu, 22 April 2018 12:30

Sistem Diubah, Dispora Pesimistis

TANJUNG REDEB – Jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau, pesimistis target retribusi…

Minggu, 22 April 2018 12:29

GELIAT PERTANIAN !!! Berau Programkan 10 Ribu Ha Jagung

TANJUNG REDEB - Meskipun perkebunan kelapa sawit semakin eksis, namun tak mempengaruhi sektor pertanian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .