MANAGED BY:
SABTU
19 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Senin, 20 Maret 2017 10:48
Andalkan Pasokan Petani Lokal

Harga Cabai Tiung Kembali Mahal, Omzet Menurun

PEDAS DAN MAHAL: Harga cabai tiung di Pasar Sanggam Adji Dilayas dalam sepekan terakhir berkisar Rp 100 ribu per kilogram.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Seperti roller coaster, cabai membuat para pedagang hingga masyarakat selaku konsumen pun, tak henti-hentinya mengeluh karena harganya yang mahal.

Dalam sepekan terakhir, harga cabai tiung di Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD) berkisar Rp 100 ribu per kilogram (kg). Harga itu tergolong mahal, mengingat rata-rata harga normal hanya Rp 30-40 ribu per kg.

Lonjakan harga cabai tersebut, sejatinya telah terjadi dalam tiga bulan terakhir. Nah, karena hal tersebut, pedangang hingga kini tak kunjung mengeluh. Nasarudin salah seorang pedagang di pasar induk Berau tersebut mengaku, tingginya harga cabai saat ini akibat tidak ada pasokan dari Pulau Jawa dan Sulawesi. Sehingga para pedagang hanya mengandalkan hasil panen cabai petani lokal.

”Berbeda jika dibandingkan jenis cabai yang lain seperti rawit dan keriting, pasokan masih bisa didapat dari luar daerah seperti Samarinda atau Palu. Selain itu cabai tiung cepat busuk apalagi saat ini cuaca sedang dalam keadaan buruk, ” kata Nasarudin kepada Berau Post, Minggu (19/3).

Berdasakan pantauan media ini, harga beberapa bahan komiditi yakni cabai jenis rawit berkisar Rp 70 ribu per kg, cabai besar Rp 40 ribu per kg, cabai keriting Rp 45 per kg dan bawang putih dan merah mengalami kenaikan berkisar Rp 40 ribu per kg.

“Dari saya sendiri enggan untuk menjual cabai tiung dan lebih memilih menjual cabai jenis lain akibat harga yang terlalu mahal dan pasokan juga kurang,”tambahnya

Tingginya harga bebrapa bahan pokok yang terjadi beberapa hari terakhir, membuat para pedagang harus berputar otak agar tetap mendapatkan laba dari hasil penjulan. Pedagang pasar Sanggam mengeluh semakin kurangnya para pembeli dan tidak lagi ramai.

“Harga kadang tidak stabil apalgi sampai melonjak apalagi kami ahrus mengelurkan modal untuk tetap berjualan, selain itu pasar induk Berau ini semakin kurang pembeli,”ujarnya.

Akibat dari kenaikan harga cabai tiung itu, omzetnya pun menurun hingga 50 persen. Hal tersebut imbas dari semakin sedikit pembeli, lantaran harga cabai yang mahal

Pedagang lain, Iksan membenarkan harga cabai tiung yang masih sangat mahal. Namun, ia menjelaskan harga cabai tiung Rp 100 ribu per kg untuk kualitas bagus. Namun untuk cabai tiung hijau atau putih dijual berkisar Rp 50 ribu per kg.

“Memang dari cabai tiung putih masih murah, namun tentunya konsumen akan membeli cabai yang merah karena rasanya berbeda,” pungkasnya. (*/nar/rio)


BACA JUGA

Kamis, 10 Agustus 2017 09:51

Hewan Kurban Belum Diburu Warga

TANJUNG REDEB – Hari Raya Iduladha masih beberapa minggu lagi, tetapi sejumlah pedagang hewan…

Sabtu, 05 Agustus 2017 13:43

Pembahasan UMSK Molor Dua Bulan

TANJUNG REDEB – Geliat pertambangan “emas hitam” belum sepenuhnya pulih. Di tengah…

Sabtu, 05 Agustus 2017 13:19

Pekerja Sejahtera, Pengusaha Sukses

DINAS Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau, mengharapkan Dewan Pengupahan yang terdiri…

Selasa, 01 Agustus 2017 11:18

Permasalahan Pertanian Tak Kunjung Tuntas

TALISAYAN – Pemasaran masih menjadi momok bagi petani. Belum lagi ditambah rendahnya nilai jual.…

Selasa, 01 Agustus 2017 11:13

Harga Garam Naik, Ikan Asin Juga Ikut Naik

TANJUNG REDEB - Kurangnya stok garam membuat harganya di Pasar Sanggam Adji Dilayas, mengalami kenaikan.…

Selasa, 25 Juli 2017 09:35

Masyarakat Mulai Tinggalkan Premium

TANJUNG REDEB – Pengguna premium di Kabupaten Berau mulai beralih ke pertalite. Hal ini terlihat…

Sabtu, 22 Juli 2017 11:35

Badai Defisit Tak Berpengaruh, Bisnis Perhotelan dan Rumah Makan Tetap Menggeliat

TANJUNG REDEB – Kondisi keuangan daerah yang masih dilanda badai defisit, dinilai tidak terlalu…

Jumat, 21 Juli 2017 11:12

Harga Lada Terjun Bebas

BIATAN - Harga jual lada di wilayah pesisir selatan Berau terus mengalami penurunan signifikan sejak…

Rabu, 19 Juli 2017 10:23

Garuda dan Kalstar Bakal ke Maratua

TANJUNG REDEB – Pesona Kepulauan Maratua, di Kecamatan Maratua cukup menjanjikan, selain keasrian…

Rabu, 19 Juli 2017 10:11

Sriwijaya Tambah Penerbangan, Kalstar Tak Terbang

TANJUNG REDEB – Walau masa libur sekolah telah usai, tak membuat kunjungan ke Berau surut. Itu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .