MANAGED BY:
SENIN
18 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Senin, 20 Maret 2017 10:48
Andalkan Pasokan Petani Lokal

Harga Cabai Tiung Kembali Mahal, Omzet Menurun

PEDAS DAN MAHAL: Harga cabai tiung di Pasar Sanggam Adji Dilayas dalam sepekan terakhir berkisar Rp 100 ribu per kilogram.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Seperti roller coaster, cabai membuat para pedagang hingga masyarakat selaku konsumen pun, tak henti-hentinya mengeluh karena harganya yang mahal.

Dalam sepekan terakhir, harga cabai tiung di Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD) berkisar Rp 100 ribu per kilogram (kg). Harga itu tergolong mahal, mengingat rata-rata harga normal hanya Rp 30-40 ribu per kg.

Lonjakan harga cabai tersebut, sejatinya telah terjadi dalam tiga bulan terakhir. Nah, karena hal tersebut, pedangang hingga kini tak kunjung mengeluh. Nasarudin salah seorang pedagang di pasar induk Berau tersebut mengaku, tingginya harga cabai saat ini akibat tidak ada pasokan dari Pulau Jawa dan Sulawesi. Sehingga para pedagang hanya mengandalkan hasil panen cabai petani lokal.

”Berbeda jika dibandingkan jenis cabai yang lain seperti rawit dan keriting, pasokan masih bisa didapat dari luar daerah seperti Samarinda atau Palu. Selain itu cabai tiung cepat busuk apalagi saat ini cuaca sedang dalam keadaan buruk, ” kata Nasarudin kepada Berau Post, Minggu (19/3).

Berdasakan pantauan media ini, harga beberapa bahan komiditi yakni cabai jenis rawit berkisar Rp 70 ribu per kg, cabai besar Rp 40 ribu per kg, cabai keriting Rp 45 per kg dan bawang putih dan merah mengalami kenaikan berkisar Rp 40 ribu per kg.

“Dari saya sendiri enggan untuk menjual cabai tiung dan lebih memilih menjual cabai jenis lain akibat harga yang terlalu mahal dan pasokan juga kurang,”tambahnya

Tingginya harga bebrapa bahan pokok yang terjadi beberapa hari terakhir, membuat para pedagang harus berputar otak agar tetap mendapatkan laba dari hasil penjulan. Pedagang pasar Sanggam mengeluh semakin kurangnya para pembeli dan tidak lagi ramai.

“Harga kadang tidak stabil apalgi sampai melonjak apalagi kami ahrus mengelurkan modal untuk tetap berjualan, selain itu pasar induk Berau ini semakin kurang pembeli,”ujarnya.

Akibat dari kenaikan harga cabai tiung itu, omzetnya pun menurun hingga 50 persen. Hal tersebut imbas dari semakin sedikit pembeli, lantaran harga cabai yang mahal

Pedagang lain, Iksan membenarkan harga cabai tiung yang masih sangat mahal. Namun, ia menjelaskan harga cabai tiung Rp 100 ribu per kg untuk kualitas bagus. Namun untuk cabai tiung hijau atau putih dijual berkisar Rp 50 ribu per kg.

“Memang dari cabai tiung putih masih murah, namun tentunya konsumen akan membeli cabai yang merah karena rasanya berbeda,” pungkasnya. (*/nar/rio)


BACA JUGA

Sabtu, 25 November 2017 12:51

Stok Aman hingga Natal

Jelang Natal dan tahun baru, konsumsi daging ternak di Berau diperkirakan tak mengalami peningkatan…

Jumat, 24 November 2017 11:05

Tekan Inflasi dengan Kerja Sama

KEBUTUHAN pangan bisa menjadi sarana pemersatu bangsa. Saat seluruh daerah saling mendukung untuk…

Selasa, 21 November 2017 11:28

Tingkatkan PAD dari Beberapa Sektor Potensi

TANJUNG REDEB – Memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dianggap menjadi solusi tepat untuk…

Senin, 20 November 2017 09:54

PAD Harus Didobrak

TANJUNG REDEB – Rendahnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dalam kurun 2 tahun ini, jika…

Sabtu, 18 November 2017 12:15

Khawatir Harga Kebutuhan Pokok Melambung

TANJUNG REDEB – Masih tingginya harga BBM eceran di Kecamatan Talisayan dikhawatirkan berdampak…

Sabtu, 18 November 2017 12:06

Pengusaha Optimistis Ekonomi Membaik, Kenaikan UMK Rangsang Daya Beli Masyarakat

TANJUNG REDEB – Keputusan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Berau 2018 ditetapkan sebesar Rp 2.889.009,…

Jumat, 17 November 2017 10:24

Kucurkan Dana Bergulir

TANJUNG REDEB – Sejak tahun 2009 lalu, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop)…

Rabu, 15 November 2017 00:33

Miskin Pengetahuan dan Alat Pertanian

TALISAYAN – Petani di Kampung Sumber Mulya, Kecamatan Talisayan masih terkendala dalam mengembangkan…

Selasa, 14 November 2017 09:46

Kampung Diminta Fokus Pembangunan Ekonomi

TALISAYAN - Camat Talisayan David Pamuji inginkan pemerintah kampung di wilayahnya tidak hanya fokus…

Senin, 13 November 2017 10:45

Gelontorkan Rp 421 Juta untuk BUMK

BIATAN - Pemerintah Kampung Biatan Ilir terus melakukan terobosan guna memajukan pembangunan berbasis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .