MANAGED BY:
KAMIS
30 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Senin, 20 Maret 2017 10:48
Andalkan Pasokan Petani Lokal

Harga Cabai Tiung Kembali Mahal, Omzet Menurun

PEDAS DAN MAHAL: Harga cabai tiung di Pasar Sanggam Adji Dilayas dalam sepekan terakhir berkisar Rp 100 ribu per kilogram.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Seperti roller coaster, cabai membuat para pedagang hingga masyarakat selaku konsumen pun, tak henti-hentinya mengeluh karena harganya yang mahal.

Dalam sepekan terakhir, harga cabai tiung di Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD) berkisar Rp 100 ribu per kilogram (kg). Harga itu tergolong mahal, mengingat rata-rata harga normal hanya Rp 30-40 ribu per kg.

Lonjakan harga cabai tersebut, sejatinya telah terjadi dalam tiga bulan terakhir. Nah, karena hal tersebut, pedangang hingga kini tak kunjung mengeluh. Nasarudin salah seorang pedagang di pasar induk Berau tersebut mengaku, tingginya harga cabai saat ini akibat tidak ada pasokan dari Pulau Jawa dan Sulawesi. Sehingga para pedagang hanya mengandalkan hasil panen cabai petani lokal.

”Berbeda jika dibandingkan jenis cabai yang lain seperti rawit dan keriting, pasokan masih bisa didapat dari luar daerah seperti Samarinda atau Palu. Selain itu cabai tiung cepat busuk apalagi saat ini cuaca sedang dalam keadaan buruk, ” kata Nasarudin kepada Berau Post, Minggu (19/3).

Berdasakan pantauan media ini, harga beberapa bahan komiditi yakni cabai jenis rawit berkisar Rp 70 ribu per kg, cabai besar Rp 40 ribu per kg, cabai keriting Rp 45 per kg dan bawang putih dan merah mengalami kenaikan berkisar Rp 40 ribu per kg.

“Dari saya sendiri enggan untuk menjual cabai tiung dan lebih memilih menjual cabai jenis lain akibat harga yang terlalu mahal dan pasokan juga kurang,”tambahnya

Tingginya harga bebrapa bahan pokok yang terjadi beberapa hari terakhir, membuat para pedagang harus berputar otak agar tetap mendapatkan laba dari hasil penjulan. Pedagang pasar Sanggam mengeluh semakin kurangnya para pembeli dan tidak lagi ramai.

“Harga kadang tidak stabil apalgi sampai melonjak apalagi kami ahrus mengelurkan modal untuk tetap berjualan, selain itu pasar induk Berau ini semakin kurang pembeli,”ujarnya.

Akibat dari kenaikan harga cabai tiung itu, omzetnya pun menurun hingga 50 persen. Hal tersebut imbas dari semakin sedikit pembeli, lantaran harga cabai yang mahal

Pedagang lain, Iksan membenarkan harga cabai tiung yang masih sangat mahal. Namun, ia menjelaskan harga cabai tiung Rp 100 ribu per kg untuk kualitas bagus. Namun untuk cabai tiung hijau atau putih dijual berkisar Rp 50 ribu per kg.

“Memang dari cabai tiung putih masih murah, namun tentunya konsumen akan membeli cabai yang merah karena rasanya berbeda,” pungkasnya. (*/nar/rio)


BACA JUGA

Senin, 20 Maret 2017 10:50

DPMPTSP Masih Menunggu

TANJUNG REDEB – Terkait kebijakan penghapusan perpanjangan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)…

Senin, 20 Maret 2017 10:49

Peternak dan Pedagang Telur Untung

TANJUNG REDEB - Harga telur ayam beberapa minggu belakangan mengalami penurunan dari yang biasanya harga…

Jumat, 17 Maret 2017 11:59

Rekrutmen Tenaga Kerja di Pesisir, Prioritaskan Putra dan Putri Daerah

TALISAYAN – Tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk lebih memprioritaskan putra…

Kamis, 16 Maret 2017 10:16

DJP Berburu Penunggak Pajak

TANJUNG REDEB – Program tax amnesty (TA) di KPP Pratama Tanjung Redeb telah memasuki tahap terakhir.…

Rabu, 15 Maret 2017 11:20

Hasil Produksi Meningkat, Diminta Tidak Berkecil Hati

Para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Berau terus meningkatkan daya saing dan kualitas dari…

Rabu, 15 Maret 2017 11:18

APBMI Bersikap Netral

SEBAGAI perpanjangan tangan dari perusahaan pertambangan, Perusahaan Bongkar Muat (PBM) di Berau, lebih…

Rabu, 15 Maret 2017 11:14

GPEI Ajukan 3,58 Persen, TKBM Menolak

TANJUNG REDEB – Peningkatan harga komoditas batu bara, menjadi pemicu perbaikan pada bidang usaha…

Rabu, 15 Maret 2017 10:57

Rencanakan Pasar Ikan

TANJUNG REDEB - Dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), Kepala Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI)…

Senin, 13 Maret 2017 10:02

Diserang Hama Tikus, Produksi Padi Terancam

SAMBALIUNG – Dianugerahi sumber daya alam, serta tanah yang subur membuat Berau menjadi tempat…

Senin, 13 Maret 2017 10:01

Bisnis Menjanjikan, Jaga Kelestarian Lingkungan

TANJUNG REDEB – Banyak cara yang bisa dipilih untuk mempersiapkan kebutuhan masa depan. Seperti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .