MANAGED BY:
JUMAT
20 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Senin, 20 Maret 2017 10:48
Andalkan Pasokan Petani Lokal

Harga Cabai Tiung Kembali Mahal, Omzet Menurun

PEDAS DAN MAHAL: Harga cabai tiung di Pasar Sanggam Adji Dilayas dalam sepekan terakhir berkisar Rp 100 ribu per kilogram.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Seperti roller coaster, cabai membuat para pedagang hingga masyarakat selaku konsumen pun, tak henti-hentinya mengeluh karena harganya yang mahal.

Dalam sepekan terakhir, harga cabai tiung di Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD) berkisar Rp 100 ribu per kilogram (kg). Harga itu tergolong mahal, mengingat rata-rata harga normal hanya Rp 30-40 ribu per kg.

Lonjakan harga cabai tersebut, sejatinya telah terjadi dalam tiga bulan terakhir. Nah, karena hal tersebut, pedangang hingga kini tak kunjung mengeluh. Nasarudin salah seorang pedagang di pasar induk Berau tersebut mengaku, tingginya harga cabai saat ini akibat tidak ada pasokan dari Pulau Jawa dan Sulawesi. Sehingga para pedagang hanya mengandalkan hasil panen cabai petani lokal.

”Berbeda jika dibandingkan jenis cabai yang lain seperti rawit dan keriting, pasokan masih bisa didapat dari luar daerah seperti Samarinda atau Palu. Selain itu cabai tiung cepat busuk apalagi saat ini cuaca sedang dalam keadaan buruk, ” kata Nasarudin kepada Berau Post, Minggu (19/3).

Berdasakan pantauan media ini, harga beberapa bahan komiditi yakni cabai jenis rawit berkisar Rp 70 ribu per kg, cabai besar Rp 40 ribu per kg, cabai keriting Rp 45 per kg dan bawang putih dan merah mengalami kenaikan berkisar Rp 40 ribu per kg.

“Dari saya sendiri enggan untuk menjual cabai tiung dan lebih memilih menjual cabai jenis lain akibat harga yang terlalu mahal dan pasokan juga kurang,”tambahnya

Tingginya harga bebrapa bahan pokok yang terjadi beberapa hari terakhir, membuat para pedagang harus berputar otak agar tetap mendapatkan laba dari hasil penjulan. Pedagang pasar Sanggam mengeluh semakin kurangnya para pembeli dan tidak lagi ramai.

“Harga kadang tidak stabil apalgi sampai melonjak apalagi kami ahrus mengelurkan modal untuk tetap berjualan, selain itu pasar induk Berau ini semakin kurang pembeli,”ujarnya.

Akibat dari kenaikan harga cabai tiung itu, omzetnya pun menurun hingga 50 persen. Hal tersebut imbas dari semakin sedikit pembeli, lantaran harga cabai yang mahal

Pedagang lain, Iksan membenarkan harga cabai tiung yang masih sangat mahal. Namun, ia menjelaskan harga cabai tiung Rp 100 ribu per kg untuk kualitas bagus. Namun untuk cabai tiung hijau atau putih dijual berkisar Rp 50 ribu per kg.

“Memang dari cabai tiung putih masih murah, namun tentunya konsumen akan membeli cabai yang merah karena rasanya berbeda,” pungkasnya. (*/nar/rio)


BACA JUGA

Rabu, 04 Oktober 2017 10:40

Pembudidaya Ikan Sulit Pasarkan Hasil Panen

TANJUNG REDEB – Pembudidaya ikan di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Bedungun mengeluh. Mereka sulit…

Selasa, 03 Oktober 2017 09:40

COCOK DAH..!! Demi Pertanian, Daerah Ini Tolak Kelapa Sawit

TALISAYAN – Pemerintah Kecamatan Talisayan berkomitmen tidak akan merekomendasikan perizinan baru…

Jumat, 29 September 2017 00:23

HET Beras di Berau Belum Diterapkan

TANJUNG REDEB – Diberlakukannya Peraturan Menteri  Perdagangan (Permendag) Nomor 47 Tahun…

Kamis, 28 September 2017 09:22

Petani Keluhkan Minimnya Sarpras

TALISAYAN - Kabupaten Berau menjadi daerah penghasil jagung terbesar di Kaltim. Kontribusi daerah berjulukan…

Kamis, 28 September 2017 09:19

Disperindagkop Klaim Persediaan Elpiji Aman

TANJUNG REDEB – Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Berau klaim persediaan…

Rabu, 27 September 2017 18:05

Kerja Sama dengan Pemerintah Tiongkok

BELAJAR bisa di mana saja, kapan pun dengan berbagai orang. Tanpa terkecuali dengan negara tetangga.…

Rabu, 27 September 2017 10:13

Target 1.800 Hektar Lahan Persawahan

BIATAN - Pemerintah Kampung Biatan Ilir terus memperluas lahan persawahan di daerahnya menuju daerah…

Selasa, 26 September 2017 09:49

Petani Berharap Harga Lada Naik

BIATAN – Petani lada di wilayah pesisir selatan Berau, terutama yang berada di Kecamatan Biatan…

Senin, 25 September 2017 09:58

Ada Apa Ini..? Kok Warga Sulit Dapat Gas Melon

TALISAYAN – Masyarakat Kecamatan Talisayan dan sekitarnya kembali kesulitan menemukan elpiji ukuran…

Senin, 25 September 2017 09:56

Cuaca Buruk, Petani Cabai Merugi

BIATAN – Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah di bagian pesisir selatan Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .