MANAGED BY:
JUMAT
20 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 14 April 2017 02:56
Tenaga Kerja Lokal Minim Kesempatan

Banyak Digugurkan Perusahaan Batu Bara pada Pemeriksaan Kesehatan

TEKAN PENGANGGURAN: Bupati Muharram bersama wakilnya Agus Tantomo memimpin pertemuan dengan beberapa perwakilan perusahaan di Balai Mufakat, Kamis (13/4).

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Geliat industri pertambangan batu bara di Bumi Batiwakkal, ternyata belum berkontribusi maksimal dalam menekan angka pengangguran. Ini tentu tidak sebanding dengan ongkos kerusakan lingkungan akibat pembukaan areal tambang yang menyisakan lubang-lubang abadi.

Hal itu diutarakan Bupati Berau Muharram, langsung di hadapan beberapa perwakilan perusahaan pertambangan pada pertemuan persiapan mengikuti deklarasi pemagangan di Balai Mufakat, Kamis (13/4). Muharram bersama Wakil Bupati Agus Tantomo dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Berau Munawar Halil, menyebut perusahaan-perusahaan tambang batu bara di Berau lebih banyak mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah, dibanding memberdayakan tenaga kerja lokal.

Beberapa fakta diutarakan Muharram. Ia kerap mendapati rombongan pekerja yang datang di Bandara Kalimarau dan langsung dijemput bus perusahaan. “Itu semua tenaga kerja yang didatangkan dari luar. Enggak mungkin kalau tenaga kerja lokal, datang berombongan dan dijemput bus perusahaan. Dan itu sudah beberapa kali saya temukan. Memang sengaja saya menunggu siapa yang menjemput mereka,” ujarnya ketika memimpin pertemuan.

Selain melihat langsung kedatangan rombongan pekerja tersebut, Muharram juga sering mendapat keluhan masyarakat yang mengaku sulit untuk menembus seleksi penerimaan di perusahaan tambang. Bukan karena tidak mampu bersaing, tetapi karena tidak transparannya proses seleksi penerimaan di perusahaan-perusahaan tambang tersebut.

“Rata-rata gugur di medical check up (tes kesehatan). Tapi begitu diminta hasil medical check up-nya, katanya itu rahasia perusahaan. Dan itu bukan satu kasus yang saya terima aduannya,” ungkapnya.

Muharram juga dengan tegas meminta praktik-praktik kecurangan dalam perekrutan tenaga kerja dihapuskan. Terutama yang melibatkan lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) di kampung-kampung yang menjadi lokasi operasional perusahaan. Pasalnya, banyak temuan praktik kotor yang melibatkan LPM dan ditengarai juga melibatkan orang dalam perusahaan, dengan menyerahkan proses rekrutmen tenaga kerja melalui LPM.

“Seperti ada kerja sama. LPM mengancam kalau tidak lewat LPM dalam menerima tenaga kerja, perusahaan tidak akan tenang. Tapi LPM-nya juga tidak jujur. Yang mau masuk kerja harus bayar ke LPM. Saya tidak sependapat dengan konsep ini,” jelas mantan anggota DPRD Berau dan Kaltim ini.

“Maksud saya, berikanlah kesempatan. Kalau memang tenaga kerja lokal ini tidak mampu nantinya, silakan dipecat. Jangan kami warga Berau jadi penonton saja, hanya kebagian debu dan lubangnya saja,” sambungnya.

Foto udara yang dilakukan Berau Post menunjukkan tingkat kerusakan lingkungan akibat pertambangan batu bara.

 

Muharram melanjutkan, Pemkab Berau di era kepemimpinan Makmur HAPK sebenarnya sudah memberikan imbauan kepada seluruh perusahaan untuk mengutamakan perekrutan tenaga kerja lokal. “Nah, mulai hari ini saya ubah imbauan itu jadi MoU (nota kesepahaman, red.) supaya perusahaan juga punya tanggung jawab,” katanya.

Pemkab Berau, terangnya, bukannya anti dengan tenaga kerja dari luar daerah. Namun Pemkab juga punya tanggung jawab untuk menekan angka pengangguran. “Pemkab harus bisa menjaga warganya untuk bisa mencari nafkah, bukan mencari kekayaan, hanya untuk sesuap nasi saja,” terangnya.

Muharram juga berpesan kepada masyarakat Berau yang sudah berhasil menduduki posisi setingkat manajer di perusahaan-perusahaan pertambangan batu bara, agar menumbuhkan rasa cinta kedaerahannya dengan membantu memperjuangkan perekrutan tenaga kerja lokal di perusahaan tempat mereka bekerja. “Tolonglah, rasa nasionalisme kabupatennya ditumbuhkan,” pesannya.

Untuk itu, Muharram yang sudah menyusun draf MoU masalah perekrutan tenaga kerja lokal tersebut, segera mengagendakan pertemuan dengan jajaran direksi perusahaan guna penyamaan persepsi terkait poin-poin yang akan disepakati, sebelum dilakukannya penandatanganan nota kesepahaman.

“Ini saya bikin draf juga meniru dari apa yang sudah diinstruksikan Pak Makmur (mantan bupati Berau, red.) dulu. Yang kita tekankan, proses rekrutmen nanti melibatkan Disnakertrans. Jadi tidak boleh tanpa melalui Disnakertrans,” katanya.

Wakil Bupati Berau Agus Tantomo menambahkan, Pemkab Berau juga akan memberi perhatian serius pada rencana rekrutmen pekerja secara besar-besaran salah satu perusahaan pertambangan yang menjadi sub kontraktor PT Berau Coal, yang akan menggantikan sub kontraktor sebelumnya. Agus meminta, para pekerja yang sebelumnya ikut dengan sub kontraktor terdahulu, tetap bisa diberdayakan oleh sub kontraktor baru tersebut.

“Jangan sampai investor yang baru malah menciptakan pengangguran baru. Jadi saya dengan Pak Bupati keras dalam hal ini. Kita tidak mau gara-gara itu (peralihan sub kontraktor, red.) malah muncul pengangguran baru,” tegasnya.

Agus juga memperjelas persepsi tenaga kerja lokal yang harus diutamakan perusahaan dalam perekrutan tenaga kerja. “Itu yang harus disamakan persepsinya. Apakah lokal ini lokal kampung, kecamatan atau kabupaten,” terangnya.

Terkait penyamaan persepsi tersebut, Muharram menyontohkan, misal perusahaan membutuhkan sopir. Maka perusahaan harus memberikan peluang besar kepada tenaga kerja di kampung tempat mereka beroperasi. “Nanti jika di kampung memang tidak ada, baru dicari di level kecamatan. Kalau tidak ada juga, naik ke lingkup kabupaten. Begitu tidak ada juga, baru bisa mencari di luar daerah, tetapi tetap harus seizin Disnakertrans,” pungkas Muharram. (udi/rjp)


BACA JUGA

Jumat, 20 Oktober 2017 10:13

Padamkan Api tanpa Pemadam

TANJUNG REDEB – Teriknya cuaca dalam beberapa hari, dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk membersihkan…

Jumat, 20 Oktober 2017 10:11

Tiga Kampung Batal Gelar Pilkakam

TANJUNG REDEB – Pelaksanaan pemilihan kepala kampung (Pilkakam) Serentak 2017 pada Rabu (25/10)…

Jumat, 20 Oktober 2017 10:08

Libatkan Kejaksaan sejak Perencanaan

TANJUNG REDEB – Upaya pencegahan pelanggaran hukum dalam pelaksanaan pembangunan di daerah, terus…

Jumat, 20 Oktober 2017 10:05

Junaidi Pastikan Tanggalkan Jabatan

TANJUNG REDEB – Bukan sekadar kabar burung jika salah satu kepala kampung di Berau yang masih…

Jumat, 20 Oktober 2017 10:01

Bugis Village, Jejak Sejarah yang Akan Dibangun Ulang

Suku Bugis memiliki sejarah sendiri di Singapura. Jejaknya terekam pada sebuah kawasan yang diberi nama…

Kamis, 19 Oktober 2017 10:35

Berpolitik, Kakam Terancam Dicopot

TANJUNG REDEB – Kewajiban seluruh partai politik (parpol) mendaftarkan keanggotaannya jika ingin…

Kamis, 19 Oktober 2017 10:34

Listrik Dijadwalkan Padam Sepekan

TANJUNG REDEB – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Berau berencana melakukan pemadaman listrik…

Kamis, 19 Oktober 2017 10:22

Trotoar Nyaman yang Diprakarsai Warga Skotlandia

Selain transportasi publik yang sangat pesat, keunggulan Singapura adalah kenyamanan bagi pejalan kaki.…

Rabu, 18 Oktober 2017 11:43

Jangan Main-Main soal Isu SARA

TANJUNG REDEB – Usai dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta periode tahun 2017-2022, Anies Rasyid…

Rabu, 18 Oktober 2017 11:40

Benarkan Dugaan Mark Up, Inspektorat Tunggu Perbaikan LPj Kampung Giring-Giring

TANJUNG REDEB – Adanya dugaan mark up anggaran pembangunan gapura dari Alokasi Dana Kampung (ADK)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .