MANAGED BY:
SABTU
26 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 17 April 2017 10:11
Berau Kaya, tapi Miskin

Dana CSR PT Berau Coal Dinilai Terlalu Kecil

DARI DANA CSR: Jembatan Birang, Gunung Tabur salah satu bangunan yang pembangunannya didanai CSR Berau Coal.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Tak hanya dinilai tak transparan soal dana Corporate Social Responsibility (CSR), kontribusi CSR PT Berau Coal juga dinilai kecil, yakni 0,25 dolar per metrik ton.

Wakil Bupati Berau Agus Tantomo, menilai tidak tepat jika Berau Coal berlindung sebagai status objek vital nasional, besaran dana CSR yang dialokasikan PT Berau Coal sangat kecil dan jauh jika dibandingkan hasil kekayaan alam atau batu bara di Bumi Batiwakkal yang diambil setiap tahunnya.

Selama ini, lanjut Agus, CSR yang diberikan untuk Berau, hanya berdasarkan pada nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara PT Berau Coal dengan pemerintahan terdahulu. Besarannya, hanya sekitar 0,25 dolar per metrik ton dan dikalkulasikan dengan jumlah produksi perusahaan tambang batu bara terbesar di Berau itu.

“Di undang-undang ada besarannya, tapi kalau kita (kesepakatan dengan Berau Coal) berdasarkan MoU,” terangnya kepada Berau Post.

Disebutkannya, rencana produksi PT Berau Coal jika mengacu pada blok-blok yang ada bisa mencapai 38 juta metrik ton per tahunnya, dan jika dikalkulasikan dengan harga batu bara acuan (sumber website ESDM April) sekitar 82,5 dolar (kurs Rp 13.289) per ton, PT Berau Coal bisa meraup Rp 41.661.015.000.000 atau Rp 41 triliun. ”Bayangkan hasil tambang kita yang diraup mencapai puluhan triliun, sementara kita pusing dengan APBD kita (Berau, Red.) yang kurang untuk pembangunan,” tegas Agus.

Sementara, CSR yang diberikan PT Berau Coal tahun 2016 mencapai lebih dari Rp 80 miliar dan untuk tahun 2017 sekitar Rp 110 miliar.

Jika dihitung pembagian CSR berdasarkan MoU sebesar 0,25 dolar per ton dikalkulkasikan dengan jumlah produksi dan kurs dolar, dari rencana produksi yang disebutkan Agus Tantomo sekitar 38 juta ton maka didapatkan hasil Rp 126.245.500.000 atau sekitar Rp 126 miliar.

“Nilai ini lah yang saya maksud terlalu kecil jika dibandingkan dengan apa yang didapatkan PT Berau Coal hingga puluhan triliun,” ujarnya.

Seharusnya, kata Agus, Berau bisa mendapatkan lebih besar dari itu. Menurutnya, angka 2,5 persen dari total produksi jadi angka yang layak. Apalagi, ungkap mantan anggota DPRD Kaltim ini, dengan kondisi defisit keuangan yang terjadi.

“Kita ini kaya tapi seperti orang miskin. Saya contohkan, kita punya PDRB (Pendapatan Regional Brutto) sampai (Rp) 85 triliun sementara bisa belanja hanya (Rp) 1,8 triliun,” tegasnya.

Dikonfirmasi kembali, PR Manager PT Berau Coal Arief Hadianto tidak dapat dihubungi Berau Post.

Diberitakan sebelumnya, Arief mengatakan PT Berau Coal menjadi salah satu objek vital nasional yang beroperasi dengan mengacu pada aturan yang berlaku.

Lanjut dia, keberadaan PT Berau Coal, telah memberi manfaat langsung, berupa pemasukan bagi negara melalui royalti bagi hasil, pajak dan terbukanya kesempatan kerja bagi 15.206 orang.

Selain manfaat ekonomi langsung, PT Berau Coal juga berusaha memberi manfaat positif bagi masyarakat seputar tambang melalui program CSR.

“Terkait dengan transparansi comdev (community development), saran dan masukan Wabup sangat baik dan menjadi bahan kami untuk perbaikan agar menjadi lebih baik dalam pelaksanaan dan pelaporan Comdev BC (Berau Coal) 2016,” tuturnya.

Terkait laporan Comdev tentang dana CSR, kata Arif, secara resmi sudah diberikan kepada Bupati Berau, dan tim comdev berencana memaparkan laporan tersebut di depan Bupati Muharram, Wabup Agus Tantomo maupun instansi terkait.

Sementara realisasi CSR 2016, sesuai program comdev tahun 2016 telah mencapai 77 persen dari rencana anggaran. Dan sisa dana yang belum terserap digunakan untuk membiayai program comdev tahun berikutnya.

Disebutkan Arif, program CSR sebagian besar terserap pada pembangunan infrastruktur dan bidang yang lain. Beberapa contohnya, pembangunan Jembatan Birang, pembangunan masjid, pembangunan sarana air bersih, beasiswa, pengobatan gratis dan sebagainya.(app/rjp)

 


BACA JUGA

Jumat, 25 Mei 2018 00:17

Keputusan Diserahkan ke Bupati

TANJUNG REDEB – Penyelesaian batas-batas wilayah antarkampung masih menjadi pekerjaan rumah (PR)…

Jumat, 25 Mei 2018 00:16

Darah di Hidung karena Mimisan

TANJUNG REDEB – Pemeriksaan psikologis yang tengah dilakukan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan…

Jumat, 25 Mei 2018 00:14

Utamakan Syiar Agama, Juara Jadi Bonusnya

Setelah dua tahun pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kaltim hanya mencicipi juara dua…

Jumat, 25 Mei 2018 00:13

Belum Tuntas karena Anggaran Terbatas

TANJUNG REDEB – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau mengakui jika proyek penataan…

Kamis, 24 Mei 2018 14:33

Qiraat Mujawwad Remaja Terbaik, Hadiah untuk Modal Kuliah

Sukses mengharumkan nama Berau di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-40 Tingkat Provinsi Kalimantan…

Kamis, 24 Mei 2018 14:27

Dekat dengan Pelaku, Korban Tidak Terlihat Trauma

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Berau, Fika Yuliana…

Kamis, 24 Mei 2018 14:23

Polisi Periksa Kejiwaan OF

TANJUNG REDEB – Aparat kepolisian bergerak cepat mengusut dugaan tindakan kekerasan kepada balita…

Kamis, 24 Mei 2018 14:21

Nelayan Rakit Bom di Laut

TANJUNG REDEB – Aksi pengeboman ikan belum sepenuhnya bisa dituntaskan. Hal itu diakui Kapolsek…

Rabu, 23 Mei 2018 00:37

Kenaikan THR PNS Tinggal Diteken Presiden

KEPASTIAN besaran kenaikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) segera diketahui.…

Rabu, 23 Mei 2018 00:26

Gerebek Sahur di Kediaman Bupati Berau Muharram

Gerebek sahur sudah menjadi agenda rutin Berau Post selama bulan Ramadan. Dan di Ramadan tahun ini,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .