MANAGED BY:
KAMIS
29 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Selasa, 18 April 2017 10:33
Diambil dari Nama Penemu, Hidupkan Ekonomi Masyarakat

Tulung Ni’ Lenggo, Telaga Uni di Pesisir Selatan Berau

DAYA PIKAT: Objek wisata Tulung Ni’ Lenggo di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih, jadi salah satu objek wisata di pesisir selatan Berau yang ramai dikunjungi wisatawan.

PROKAL.CO, Hampir setiap daerah di wilayah pesisir selatan Berau, dianugerahi beragam objek wisata yang mempesona. Hal itu membuat pemerintah kampung berlomba-lomba mengembangkannya demi menarik wisatawan. Pemberian nama yang menarik menjadi salah satu upaya tersebut.

 

ARJUNA MAWARDI, Batu Putih

 

OBJEK wisata Tulung Ni’ Lenggo tentu tidak asing terdengar di telinga masyarakat di Bumi Batiwakkal. Objek wisata yang terletak di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih, ini memiliki memiliki pesona alam yang memanjakan mata pengunjungnya. Nama Tulung Ni’ Lenggo sendiri memiliki cerita dibaliknya.

Sekretaris Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Tembudan, Hendi Syaputra, menceritakan pemberian nama Tulung Ni’ Lenggo yang awalnya Telaga Biru itu, diambil dari bahasa Dayak Ahe. Tulung artinya telaga (mata air), sedangkan Ni’ Lenggo adalah nenek Lenggo atau wanita dayak pertama penemu telaga beberapa tahun silam.

“Jadi ceritanya, telaga itu pemiliknya nenek Lenggo. Makanya diberi nama Tulung Ni’ Lenggo. Ini lebih kepada tanda masyarakat setempat menghormati atau mengingat penemu pertama telaga itu,” katanya kepada Berau Post, Senin (17/4).

Pria yang akrab disapa Hendi ini menuturkan, objek wisata dengan luas sekitar  8 hektare ini memiliki keunikan sendiri. Sebab, terdapat beberapa mata air dalam Tulung Ni’ Lenggo, satu yang terbesar berada di tengah telaga.

Yang unik, kata dia, saat musim kemarau panjang telaga tidak kering sama sekali. Air tawar segar yang tampak berwarna biru, selalu keluar dari mata air tersebut.

“Yang menakjubkannya lagi meski terik matahari menyengat, air tetap sejuk dan dingin,” katanya lagi.

Selain itu, pemberian nama Tulung Ni’ Lenggo juga tujuannya untuk menarik wisatawan agar berkunjung. Sebab, dengan nama tersebut akan ada nilai tambah terhadap pengembangan wisata yang digalakkan masyarakat.

“Ya pasti juga sebagai daya tarik wisatawan. Pasti bertanya-tanya dan menimbulkan rasa penasaran apa sih Tulung Ni’ Lenggo itu? Inilah yang membuat wisatawan mau untuk berkunjung,” imbuhnya.

Keberadaan Tulung Ni’ lenggo ini, diyakininya, sangat membantu pergerakan ekonomi kampung di sektor pariwisata. Meskipun saat ini pengunjung masih didominasi masyarakat lokal. Masyarakat bisa memanfaatkan lokasi tersebut untuk membuka usaha sebagai pemasukan mereka. Seperti menjual makanan, kerajinan tangan dan lainnya.

“Jadi tidak hanya sebagai pemasukan kampung. Ini juga melibatkan masyarakat untuk membantu pemasukan mereka juga,” jelasnya.

Ia pun mengakui masih banyak yang perlu dibenahi dalam mengembangkan objek wisata tersebut. Terutama kelengkapan fasilitas maupun sarana pendukung yang kerap dikeluhkan pengunjung.

“Keluhan itulah yang kami tampung untuk menjadi bahan dalam proses pembenahan. Ya sebagai pembelajaran untuk ke depannya,” pungkasnya. (rus)


BACA JUGA

Kamis, 29 Juni 2017 10:22

Penginapan di Derawan Penuh

TANJUNG REDEB – Setiap musim libur panjang, seperti libur Lebaran tahun ini, Pulau Derawan selalu…

Kamis, 29 Juni 2017 10:20

Jumlah Pendonor Menurun saat Ramadan

TANJUNG REDEB – Pada bulan ramadan lalu, saat seluruh umat Islam melaksanakan puasa. Antusias…

Kamis, 29 Juni 2017 10:19

Maksimalkan CSR untuk Perbaiki Jalan

TALISAYAN - Maksimalkan corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang beroperasi di Kecamatan…

Sabtu, 24 Juni 2017 00:15

PHBI Talisayan Gelar Pawai Takbir

TALISAYAN – Memeriahkan Hari Raya Idulfitri satu Syawal 1438 Hijriah pada Minggu (25/6), Panitia…

Sabtu, 24 Juni 2017 00:13

Pedagang Kekurangan Air Bersih

TELUK BAYUR – Keluhan para pedagang Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) memang sering terdengar dan…

Jumat, 23 Juni 2017 12:10

Modal Sepeda Motor dan Cangkul

TABALAR – Warga di Kampung Semurut, Kecamatan Tabalar, melakukan inisiatif dengan bergotong royong…

Jumat, 23 Juni 2017 12:08

Temukan Makanan dan Minuman Kedaluwarsa

TALISAYAN – Mengantisipasi beredarnya makanan maupun minuman yang rusak dan kedaluwarsa menjelang…

Jumat, 23 Juni 2017 12:07

SD 026 Sambaliung Butuh Ruang UKS

SAMBALIUNG – SD 026 Sambaliung yang menjadi satu-satunya sekolah dasar di Rantau Panjang Kecamatan…

Jumat, 23 Juni 2017 12:05

Ingin Menyejahterakan Warganya

Meskipun berasal dari Tana Toraja, Sulawesi Selatan dan bukan warga asli Kampung Pegat Bukur. Namun,…

Kamis, 22 Juni 2017 11:28

Illegal Fishing Marak di Perairan Bidukbiduk

BIDUKBIDUK– Praktik penangkapan ikan tak ramah lingkungan atau illegal fhising masih marak terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .