MANAGED BY:
JUMAT
23 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Rabu, 19 April 2017 10:12
The Power of Susenas
Oleh: Agus Haryanto

PROKAL.CO, BADAN Pusat Statistik (BPS) dalam menyediakan data memiliki berbagai macam survei dalam pengumpulannya. Salah satu survei yang dilaksanakan oleh BPS adalah Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional), sebuah survei yang ketika pelaksanaannya cukup menguras tenaga segenap insan BPS.

Susenas merupakan salah satu survei rutin BPS yang menjadi sumber data utama untuk kegiatan pembangunan di bidang sosial dan ekonomi. Data dan informasi yang dihasilkan susenas selalu ditunggu dan menjadi rujukan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta.

Susenas juga menjadi rujukan utama untuk memantau perkembangan pencapaian sustainable development goals (SDGs) setiap tahunnya hingga 2030. Sebuah survei yang mengemban amanah cukup berat di dalamnya.

Rumah tangga responden susenas pasti akan merasa sedikit terganggu dengan kehadiran petugas survei, karena pertanyaan yang diajukan petugas sangat banyak yang tentu memakan waktu sekitar dua jam saat melaksanakannya. Bisa dibayangkan bagaimana keponya survei ini ketika responden ditanya berapa beras yang dihabiskan selama seminggu untuk keperluan rumah tangganya? Makan ikan apa saja? Ada membeli perabotan rumah tangga apa tidak dalam sebulan terakhir? Balita yang berada di rumah tangga tersebut sudah mendapat imunisasi apa belum? Menggunakan alat kontrasepsi apa wanita yang berstatus kawin atau pernah kawin? Sampai berapa batang rokok yang dihabiskan dalam seminggu?

Pada susenas yang dilaksanakan Maret 2017 lalu, juga ada pertanyaan mengenai akses terhadap makanan. Di mana tujuan pertanyaan ini adalah untuk memperkirakan prevalensi food insecurity. Food security adalah ketika semua orang, setiap saat, memiliki akses fisik, sosial dan ekonomi terhadap makanan yang cukup, aman dan bergizi, yang memenuhi kebutuhan makanan mereka dan preferensi makanan untuk hidup aktif dan sehat.

Salah satu target pada SDG’s adalah mengakhiri kelaparan dan menjamin akses bagi semua orang, khususnya orang miskin dan rentan, termasuk bayi, untuk memperoleh makanan yang aman, bergizi dan cukup sepanjang tahun pada tahun 2030.

Survei Sosial Ekonomi Nasional yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) dua kali dalam setahun adalah satu-satunya survei yang mampu menangkap pola pengeluaran penduduk Indonesia, termasuk kelompok penduduk miskin. Dalam beberapa tahun terakhir, susenas telah menangkap fakta menarik terkait pola pengeluaran penduduk miskin, yakni tingginya konsumsi rokok filter dan kretek. Sebagian besar pengeluaran atau pendapatan penduduk miskin, ternyata selain dialokasikan untuk membeli beras juga dialokasikan untuk membeli rokok. Hal ini tercermin dari kontribusi pengeluaran untuk rokok dalam perhitungan garis kemiskinan (GK).

GK adalah batas rupiah minimum yang mesti dikeluarkan oleh setiap orang dalam sebulan agar tidak terkategori miskin. Penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan lebih kecil dari GK disebut miskin.

Susenas begitu banyak meracik indikator sosial dan ekonomi, komponen penuyusun Indeks Pembangunan Manusia (IPM), seperti rata-rata lama sekolah, harapan lama sekolah, serta komponen standar hidup layak berupa pengeluaran riil yang disesuaikan dengan paritas daya beli bersumber dari susenas.

Begitu luar biasa banyaknya data yang dapat dihasilkan oleh survei ini, kumpulan data yang dapat menjadi acuan dalam menggerakkan roda pembangunan negeri ini. Perjuangan rekan-rekan pengumpul data juga perlu mendapat apresiasi, bagaimana ketika mereka harus menahan teriknya sengatan matahari atau dinginnya guyuran air hujan yang menemani mereka saat mengumpulkan data di lapangan. Sebuah kesungguhan dalam mengemban amanah untuk menyediakan data yang berkualitas.

Hingga tidaklah berlebihan jika kita katakan apabila ada the power of love dalam cerita Romeo and Juliet atau Rama dan Shinta, maka juga ada the power of susenas dalam menentukan kebijakan pembangunan di bidang sosial ekonomi negeri ini. (*/udi)

*) Statistisi Pertama BPS Berau


BACA JUGA

Jumat, 23 Juni 2017 11:55

Perpecahan demi Monumen sang Ayah

MENGAPA perpecahan keluarga Lee Kuan Yew terjadi sekarang? Bukan tahun lalu? Bukan tahun depan? Saya…

Selasa, 20 Juni 2017 00:15

Hongyi dan Shangwu di Balik Hsien Loong dan Hsien Yang

APAKAH perpecahan di keluarga Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong terkait dengan suksesi? Mengapa…

Minggu, 18 Juni 2017 00:13

Wasiat Terakhir yang Bikin Perpecahan

PERPECAHAN keluarga Perdana Menteri Singapura terus melebar. Pangkalnya adalah surat wasiat ayah mereka,…

Sabtu, 17 Juni 2017 00:05

Mengukur Kebahagiaan

JIKA ditanya, seberapa bahagiakah anda? Maka jawaban yang kita dapat pasti akan sangat beragam. Karena…

Selasa, 13 Juni 2017 00:37

Kegilaan Rusdi Kirana

Tiongkok itu ibarat vacuum cleaner. Kita bisa kesedot. Tiongkok tidak bermaksud menyedot pun, negara…

Rabu, 07 Juni 2017 00:36

Memotivasi Anak untuk Menguasai Bahasa

ANAK kecil cenderung lebih cepat belajar dan menguasai suatu bahasa. Apalagi kalau mereka berada…

Selasa, 06 Juni 2017 00:11

Ingat Ayah di Senam Puasa

PADA bulan puasa ini, peserta senam saya menurun drastis. Dari 50 tinggal 15 orang. Untung saya tidak…

Senin, 05 Juni 2017 10:57

Pintu Hidayah dari Wanita Muslimah

MENDAPATKAN wanita sholeha, tentu jadi kebahagiaan yang luar bagi setiap laki-laki. Karena wanita yang…

Sabtu, 03 Juni 2017 00:15

Peran Masyarakat dalam Membudayakan Minat Baca

BULAN lalu, tepatnya pada tanggal 23 April kita telah merayakan Hari Buku Sedunia yang ditetapkan oleh…

Jumat, 02 Juni 2017 00:36

Alhamdulillah, Saya Bisa Naik Pesawat Gara-Gara Pancasila

BAGI orang lain, Pancasila mungkin hanya dianggap lambang negara tanpa makna yang mendalam untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .