MANAGED BY:
JUMAT
20 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 20 April 2017 09:40
Akui Ada Unsur Monopoli

Pemkab Sebut Mahalnya Pengiriman Penyebab Tingginya Harga Barang

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Tingginya harga bahan pokok maupun bahan bangunan di Berau jika dibanding daerah lain di Kaltim, disebut Kepala Seksi Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau, Abdul Kadir, karena tingginya biaya angkut atau jasa pengiriman.

Dijelaskannya, biaya pengiriman punya peran vital yang mempengaruhi harga suatu barang. Tingginya tarif yang dikenakan, memaksa para pengusaha menaikkan harga jual barang agar bisa mendapat untung.

“Apalagi kami juga dengar bahwa di Berau ini paling tinggi harga pengirimannya jika dibandingkan di daerah-daerah lain, baik di Kalimantan Timur maupun di Pulau Jawa,” ungkapnya ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (18/4).

Menurutnya, hal itu disebabkan karena tidak adanya persaingan bisnis, karena hanya ada satu perusahaan yang memberikan jasa pengiriman barang menggunakan kontainer di Bumi Batiwakkal, termasuk jasa buruh bongkar muatnya. Sehingga para penyedia jasa bisa mematok tarif seenaknya kepada pelanggannya.

Andai dalam melakukan pengiriman para konsumen memiliki opsi, tentu para penyedia jasa akan berpikir untuk menentukan tarif yang besar, jika tidak ingin kehilangan konsumennya.

“Kami (Disperindagkop) sudah imbau untuk menambah penyedia jasa di pelabuhan (Tanjung Redeb) agar tidak ada aksi monopoli. Karena aksi monopoli itu juga memang tidak diperbolehkan dalam Undang-Undang nomor 5 tahun 1999 tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat,” jelasnya.

Menurutnya, untuk menekan tingginya harga barang di Berau, harus ada persaingan sehat dalam jasa pengiriman barang di Bumi Batiwakkal. Jika masalah jasa pengiriman terus dimonopoli PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) sebagai satu-satunya penyedia jasa pengiriman barang menggunakan kontainer, maka tingginya harga kebutuhan pokok dan material bangunan yang didatangkan menggunakan kontainar, tidak akan bisa ditekan. (sam/udi)


BACA JUGA

Jumat, 20 Oktober 2017 10:13

Padamkan Api tanpa Pemadam

TANJUNG REDEB – Teriknya cuaca dalam beberapa hari, dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk membersihkan…

Jumat, 20 Oktober 2017 10:11

Tiga Kampung Batal Gelar Pilkakam

TANJUNG REDEB – Pelaksanaan pemilihan kepala kampung (Pilkakam) Serentak 2017 pada Rabu (25/10)…

Jumat, 20 Oktober 2017 10:08

Libatkan Kejaksaan sejak Perencanaan

TANJUNG REDEB – Upaya pencegahan pelanggaran hukum dalam pelaksanaan pembangunan di daerah, terus…

Jumat, 20 Oktober 2017 10:05

Junaidi Pastikan Tanggalkan Jabatan

TANJUNG REDEB – Bukan sekadar kabar burung jika salah satu kepala kampung di Berau yang masih…

Jumat, 20 Oktober 2017 10:01

Bugis Village, Jejak Sejarah yang Akan Dibangun Ulang

Suku Bugis memiliki sejarah sendiri di Singapura. Jejaknya terekam pada sebuah kawasan yang diberi nama…

Kamis, 19 Oktober 2017 10:35

Berpolitik, Kakam Terancam Dicopot

TANJUNG REDEB – Kewajiban seluruh partai politik (parpol) mendaftarkan keanggotaannya jika ingin…

Kamis, 19 Oktober 2017 10:34

Listrik Dijadwalkan Padam Sepekan

TANJUNG REDEB – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Berau berencana melakukan pemadaman listrik…

Kamis, 19 Oktober 2017 10:22

Trotoar Nyaman yang Diprakarsai Warga Skotlandia

Selain transportasi publik yang sangat pesat, keunggulan Singapura adalah kenyamanan bagi pejalan kaki.…

Rabu, 18 Oktober 2017 11:43

Jangan Main-Main soal Isu SARA

TANJUNG REDEB – Usai dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta periode tahun 2017-2022, Anies Rasyid…

Rabu, 18 Oktober 2017 11:40

Benarkan Dugaan Mark Up, Inspektorat Tunggu Perbaikan LPj Kampung Giring-Giring

TANJUNG REDEB – Adanya dugaan mark up anggaran pembangunan gapura dari Alokasi Dana Kampung (ADK)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .