MANAGED BY:
RABU
26 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 21 April 2017 11:07
Jangan Sekadar Wacana, Rencana Pemanggilan Unsur Kepelabuhanan oleh DPRD Berau
PELABUHAN PETI KEMAS: Barang yang dikirim ke luar daerah lebih kecil dibandingkan barang yang masuk, diduga hal tersebut yang membuat tingginya ongkos pengiriman dari luar ke Berau.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Rencana DPRD Berau memanggil beberapa unsur kepelabuhanan, terkait tingginya biaya pengiriman barang ke Kabupaten Berau dan adanya dugaan monopoli di Pelabuhan Tanjung Redeb, diminta tidak hanya sekadar wacana belaka.

Disampaikan Direktur Eksekutif LSM Bela Negara Anti Korupsi (Benak) Berau, Alfian, persoalan tersebut memang sangat penting dilakukan mengingat hal itu demi kepentingan orang banyak khususnya masyarakat Berau.

“Saya harap DPRD tidak hanya sekadar mewacakan hal itu, tapi benar-benar dilaksanakan. Karena ini juga demi kepentingan masyarakat,” singkat dia.

Menyikapi permasalahan ini, Bupati Berau Muharram menganggap perlu dilakukan komunikasi atau koordinasi, khususnya terhadap penyedia jasa kontainer. Dengan komunikasi tersebut, diyakininya bisa mencari penyebab sesungguhnya kenapa penyedia jasa peti kemas lain tidak masuk di Berau.

“Perlu dipertanyakan ke investor alasan tidak berinvestasi di sini (Berau, Red.). Apa karena dianggap tidak memiliki potensi besar atau ada yang sengaja menghambat sampai tidak memberi izin investor masuk,” ungkapnya ditemui Berau Post, kemarin (20/4).

Muharram menganggap, jika tingginya harga barang di Kabupaten Berau dikarenakan mahalnya biaya transportasi oleh penyedia jasa pengiriman, itu persoalan yang cukup rumit untuk diselesaikan.

Secara teori ekonomi, dijelaskannya, penyedia jasa mematok harga tinggi saat konsumen mendatangkan barang ke Kabupaten Berau untuk menutupi biaya yang dikeluarkan saat kapalnya kembali ke daerah sebelumnya.

Berdasarkan informasi yang ia terima, barang yang dikirim dari Kabupaten Berau ke luar daerah sangat kecil. “Oleh karena itu, untuk menggantikan biaya yang dikeluarkan saat meninggalkan Berau penyedia jasa menaikkan tarif pengiriman ke Berau,” jelasnya.

menurutnya barang yang di kirim ke luar Berau harus lebih besar dari saat ini, sehingga penyedia jasa tidak membebankannya saat pengusaha hendak mendatangkan barang ke Kabupaten Berau.

“Tentu untuk melakukan hal itu harus ada pengusaha yang rutin mengirim barang keluar Berau, sedangkan pengusaha yang dimaksud juga tidak bisa dipaksakan. Padahal selama itu tidak bisa dipenuhi, cukup berat menyelesaikan persoalan ini,” singkatnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tingginya harga bahan pokok maupun bahan bangunan di Berau jika dibanding daerah lain di Kaltim, disebut Kepala Seksi Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau, Abdul Kadir, karena tingginya biaya angkut atau jasa pengiriman.

Dijelaskannya, biaya pengiriman punya peran vital yang memengaruhi harga suatu barang. Tingginya tarif yang dikenakan, memaksa para pengusaha menaikkan harga jual barang agar bisa mendapat untung.

“Apalagi kami juga dengar bahwa di Berau ini paling tinggi harga pengirimannya jika dibandingkan di daerah-daerah lain, baik di Kalimantan Timur maupun di Pulau Jawa,” ungkapnya ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (18/4). (sam/app)


BACA JUGA

Selasa, 25 April 2017 16:07
BREAKING NEWS

Suami Dilaporkan Hilang, Keluarga Temukan Mobil Dalam Keadaan Kosong

TANJUNG REDEB - Hendak menemui orang yang mau menyewa alat berat miliknya, Sabtu (22/4) sekitar pukul…

Selasa, 25 April 2017 10:26

Tak Masalah APBD Dibagi Dua

RENCANA pembentukan Kabupaten Berau Pesisir Selatan (BPS) sebagai daerah otonomi baru (DOB) hingga kini…

Selasa, 25 April 2017 10:20

Tingkatkan Keterampilan, Bangun Etos Mental Kerja

Lingkungan Berau Training Center (BTC) masih tampak asri dan jauh dari suara deru kendaraan bermotor.…

Selasa, 25 April 2017 10:19

Jangan Sakit saat Libur, Dokter Praktik Tutup, RSUD Hanya Buka Pelayanan IGD

TANJUNG REDEB – Pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di Berau, harus terus…

Selasa, 25 April 2017 10:18

Benak Bakal Lapor ke BPK RI

TANJUNG REDEB – Wacana pembentukan panitia khusus (pansus) Corporate Social Responsibility (CSR)…

Senin, 24 April 2017 11:28

Ditemukan Nelayan Setelah Mengapung Semalam

PULAU DERAWAN – Kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan dari Labuan Cermin, Bidukbiduk, menuju…

Senin, 24 April 2017 11:27

Jaga Kekompakan dan Silaturahmi Perguruan Silat

Membina olahraga perlu kebersamaan dan saling menyatukan tujuan. Hal itu yang benar-benar dipahami Puguh…

Senin, 24 April 2017 11:26

Beri Bekal untuk Calon Duta Wisata

TANJUNG REDEB – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau mulai mempersiapkan pemilihan…

Senin, 24 April 2017 11:25

Kagumi Dua Kesultanan, Berpesan Jaga Budaya dan Tradisi

TANJUNG REDEB – Masyarakat Bumi Batiwakkal terdiri dari beragam suku. Selain suku aslinya yakni…

Senin, 24 April 2017 11:24

Dewan Belum Satu Suara, Terkait Wacana Pembentukan Pansus CSR

TANJUNG REDEB – Setelah Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Burhan Bakran menyatakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .