MANAGED BY:
MINGGU
20 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 21 April 2017 11:07
Jangan Sekadar Wacana, Rencana Pemanggilan Unsur Kepelabuhanan oleh DPRD Berau
PELABUHAN PETI KEMAS: Barang yang dikirim ke luar daerah lebih kecil dibandingkan barang yang masuk, diduga hal tersebut yang membuat tingginya ongkos pengiriman dari luar ke Berau.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Rencana DPRD Berau memanggil beberapa unsur kepelabuhanan, terkait tingginya biaya pengiriman barang ke Kabupaten Berau dan adanya dugaan monopoli di Pelabuhan Tanjung Redeb, diminta tidak hanya sekadar wacana belaka.

Disampaikan Direktur Eksekutif LSM Bela Negara Anti Korupsi (Benak) Berau, Alfian, persoalan tersebut memang sangat penting dilakukan mengingat hal itu demi kepentingan orang banyak khususnya masyarakat Berau.

“Saya harap DPRD tidak hanya sekadar mewacakan hal itu, tapi benar-benar dilaksanakan. Karena ini juga demi kepentingan masyarakat,” singkat dia.

Menyikapi permasalahan ini, Bupati Berau Muharram menganggap perlu dilakukan komunikasi atau koordinasi, khususnya terhadap penyedia jasa kontainer. Dengan komunikasi tersebut, diyakininya bisa mencari penyebab sesungguhnya kenapa penyedia jasa peti kemas lain tidak masuk di Berau.

“Perlu dipertanyakan ke investor alasan tidak berinvestasi di sini (Berau, Red.). Apa karena dianggap tidak memiliki potensi besar atau ada yang sengaja menghambat sampai tidak memberi izin investor masuk,” ungkapnya ditemui Berau Post, kemarin (20/4).

Muharram menganggap, jika tingginya harga barang di Kabupaten Berau dikarenakan mahalnya biaya transportasi oleh penyedia jasa pengiriman, itu persoalan yang cukup rumit untuk diselesaikan.

Secara teori ekonomi, dijelaskannya, penyedia jasa mematok harga tinggi saat konsumen mendatangkan barang ke Kabupaten Berau untuk menutupi biaya yang dikeluarkan saat kapalnya kembali ke daerah sebelumnya.

Berdasarkan informasi yang ia terima, barang yang dikirim dari Kabupaten Berau ke luar daerah sangat kecil. “Oleh karena itu, untuk menggantikan biaya yang dikeluarkan saat meninggalkan Berau penyedia jasa menaikkan tarif pengiriman ke Berau,” jelasnya.

menurutnya barang yang di kirim ke luar Berau harus lebih besar dari saat ini, sehingga penyedia jasa tidak membebankannya saat pengusaha hendak mendatangkan barang ke Kabupaten Berau.

“Tentu untuk melakukan hal itu harus ada pengusaha yang rutin mengirim barang keluar Berau, sedangkan pengusaha yang dimaksud juga tidak bisa dipaksakan. Padahal selama itu tidak bisa dipenuhi, cukup berat menyelesaikan persoalan ini,” singkatnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tingginya harga bahan pokok maupun bahan bangunan di Berau jika dibanding daerah lain di Kaltim, disebut Kepala Seksi Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau, Abdul Kadir, karena tingginya biaya angkut atau jasa pengiriman.

Dijelaskannya, biaya pengiriman punya peran vital yang memengaruhi harga suatu barang. Tingginya tarif yang dikenakan, memaksa para pengusaha menaikkan harga jual barang agar bisa mendapat untung.

“Apalagi kami juga dengar bahwa di Berau ini paling tinggi harga pengirimannya jika dibandingkan di daerah-daerah lain, baik di Kalimantan Timur maupun di Pulau Jawa,” ungkapnya ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (18/4). (sam/app)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Agustus 2017 13:05

Harus Lapar saat Belajar, Didiagnosa Penyakit Maag

Ada-ada saja. Ketika beberapa orang harus dalam keadaan kenyang agar bisa berpikir jernih, Hilda justru…

Sabtu, 19 Agustus 2017 13:03

Hujan hingga Pekan Depan

POTENSI hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan…

Sabtu, 19 Agustus 2017 13:02

Lelang Jangan Dibuat Rumit

BANJIR yang melanda Tanjung Redeb dan sekitarnya, juga jadi sorotan Ketua DPRD Berau Syarifatul Syadiah.…

Sabtu, 19 Agustus 2017 13:01

Jangan Seperti Samarinda

SEPERTI benang kusut, persoalan drainase di Tanjung Redeb butuh perhatian khusus. Duit miliaran rupiah…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:58

Habiskan Uang Miliaran Rupiah, Drainase Masih Mampet

TANJUNG REDEB – Hujan deras mengguyur Tanjung Redeb dan sekitarnya sejak pukul 03.00 hingga 11.00…

Jumat, 18 Agustus 2017 10:42

Dua WNA asal Denmark Ikut Upacara Bendera

MARATUA - Ada momen unik dalam pelaksanaan upacara peringatan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia…

Jumat, 18 Agustus 2017 10:42

Berlumuran Oli, Larut dalam Kebahagiaan

TANJUNG REDEB – Setelah beristirahat beberapa hari para pemuda dari beberapa lingkungan RT di…

Jumat, 18 Agustus 2017 10:40

MEMBANGGAKAN ! Deo Terpilih Jadi Pembentang, Inspirasi Remaja Lainnya

TANJUNG REDEB – Kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-72 sangat…

Jumat, 18 Agustus 2017 10:39

Drama Kolosal Bikin Bupati Tergugah

TANJUNG REDEB – Upacara bendera dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-72 di…

Jumat, 18 Agustus 2017 10:32

Tahan Sakit 21 Jam, Dua Bayi Dilahirkan Tak Sesuai Prediksi

Kemarin, (17/8) tiga orang perempuan berjuang antara hidup dan mati melawan sakit. Ketiganya berjuang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .