MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Jumat, 21 April 2017 11:10
Berterima Kasihlah pada Tubuh
Endro S. Efendi, C.Ht., CT.

PROKAL.CO, BERAPA usia Anda saat ini? Lalu, sepanjang berada di dunia ini, sudah berapa kali Anda berterima kasih kepada tubuh Anda sendiri? Kedengarannya memang aneh. Tapi, tentu tidak ada salahnya jika berterima kasih kepada tubuh Anda yang sudah melakukan banyak hal. Inilah salah satu wujud syukur nyata atas kehidupan yang sedang Anda jalani.

Coba dibayangkan, sejak berada di dalam rahim ibu, semua organ tubuh yang tumbuh dan terbentuk, terus-menerus bekerja tanpa henti. Jam dinding masih ada macetnya, Anda pun masih ada tidurnya. Namun organ tubuh Anda terus-menerus melakukan aktivitasnya secara otomatis.

Bisa dipastikan, jika ada organ yang berhenti sekejap saja melakukan aktivitasnya, maka semua sistem tubuh akan terganggu. Maka, sangat tidak elok jika membiarkan tubuh sampai ngambek alias sakit.

Sekadar mengingat masa lalu. Dulu, di awal-awal menjadi wartawan, saya sangat produktif sekali. Liputan apa pun saya sambar. Merasa muda dan enerjik, semua saya kerjakan. Saya pun bangga dengan kondisi itu, dan tentu perusahaan tempat saya bekerja sangat menyukainya.

Bahkan suatu ketika, staf penarik berita bertanya kepada saya. “Kamu ngetik berita pakai tangan kan?” tanyanya. Saya pun kaget dengan maksud pertanyaannya itu. Saya jawab, sudah tentu pakai tangan. Saya sendiri tidak menyangka, ternyata ketika itu, dalam satu hari, saya sudah membuat dan mengirimkan 13 berita. Dari mulai berita olahraga, politik, pemerintahan, hingga berita kriminal.

Ya, namanya juga sedang semangat, terus-menerus bekerja, tak peduli pagi, siang, malam, bahkan dini hari. Sampai-sampai, tetangga pun bertanya-tanya, apa yang saya kerjakan, karena jarang berada di rumah.

Jujur, ketika itu sejatinya tubuh saya sering ngambek. Punggung terasa sakit, bahkan mudah terkena flu. Hingga puncaknya, mata pun tak bisa diajak kompromi ketika saya masih dalam perjalanan dari Tenggarong ke Samarinda menggunakan motor. Mata sempat menutup beberapa detik, hingga membuat motor yang saya kendarai menabrak tumpukan material batu yang sedianya untuk perbaikan jalan di kawasan Desa Bukit Pinang.

Saya terpental. Entah bagaimana kejadiannya. Sebab saya tidak sadarkan diri. Begitu sadar, kepala saya sudah berada di pangkuan seorang ibu. Usianya sedikit lebih tua dibanding ibu kandung saya. Berkali-kali dia menepuk pipi saya agar segera sadar.

Tubuh saya pun dikerumuni banyak orang. Mata saya tak bisa melihat dengan jelas. Rupanya, kaca mata saya pecah, sehingga sengaja dilepas. Beruntung, ketika itu saya sudah mengenakan helm full face, walau saat itu belum ada ketentuan untuk mengenakan helm standar seperti sekarang ini.

Tidak ada cedera yang mengkhawatirkan di bagian kepala. Namun, setelah di rumah sakit, tulang selangka sebelah kiri saya retak, akibat terkena benturan stang motor. Tak ingin dioperasi, saya memilih penyembuhan alternatif yakni diurut di Berau. Hanya satu minggu, tulang retak itu bisa kembali normal.

Bagi saya, itu merupakan teguran keras dari tubuh agar tidak menzalimi mereka. Sejak kejadian itu, saya bekerja sesuai kemampuan. Setiap kali ingin mengerjakan sesuatu, selalu saya izin dengan tubuh saya sendiri. Ketika perasaan nyaman, maka saya pun mengerjakannya. Jika tidak, maka saya biasanya mengatur jadwal untuk diundur atau meminta bantuan rekan lain untuk mengerjakannya. Yang penting, tugas pokok saya tetap terpenuhi.

Setelahnya, tak lupa selalu menyampaikan ucapan terima kasih kepada tubuh yang selalu berfungsi dengan sehat. Karena itu, tidak ada salahnya, sebelum beristirahat pada malam hari, ucapkan terima kasih kepada triliunan sel di dalam tubuh yang sudah bekerja tanpa henti sejak kita terlahir di dunia ini.

Alhamdulillah atas semua organ tubuh yang memelihara hidup, menyaring, membersihkan, hingga memperbaharui segala hal yang ada di dalam tubuh. Semua bekerja tanpa henti dan tanpa menunggu perintah. Yakinlah, saat berterima kasih kepada mereka semua, maka sejatinya mereka akan senang dan akan melakukan aktivitasnya lebih baik lagi.Demikianlah kenyataannya. (*)

*)Direktur Berau Post


BACA JUGA

Senin, 11 September 2017 00:23

Airi Sawah dengan Pompa Tenaga Solar Cell

SUDAH sebulan ini saya melakukan uji coba: pasang panel surya untuk pengairan. Listrik yang dihasilkan…

Selasa, 29 Agustus 2017 10:38

Perjuangan agar Dolly Tak Kembali

SAYA lagi asyik menulis sore itu. ’’Ada tamu dari Gang Dolly,’’ ujar istri saya…

Senin, 21 Agustus 2017 00:37

Cahaya Mobil Listrik dari Sosok Nur

PEMECAH telur kendaraan listrik nasional adalah Surabaya. ITS. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.…

Jumat, 18 Agustus 2017 10:37

Berau Tanpa Jaringan Internet

KABUPATEN Berau yang merupakan salah satu kabupaten dengan pesona pariwisata, kekayaan budaya dan hayati…

Minggu, 13 Agustus 2017 00:16

Memaknai Kemerdekaan

TAK terasa ruang dan roda waktu berputar silih berganti. Tak terasa tanggal 17 Agustus 2017 bangsa…

Selasa, 08 Agustus 2017 10:40

Memang Tidak Semua Laki-Laki seperti Basofi

DIA jenderal. Dia ulama. Dia artis. Dia birokrat. Dia petani. Dia olahragawan. Pak Basofi Sudirman adalah…

Senin, 07 Agustus 2017 10:26

Tamu-Tamu dengan Persoalan Keluarga

DI antara tamu-tamu saya, hari itu ada dua yang membawa masalah keluarga. Pertama seorang perjaka. Umur…

Senin, 31 Juli 2017 00:48

Ekonomi Menunggu Obat Ayam Stres

SAYA bersyukur kedatangan ahli yang satu ini. Yang bisa jadi teman diskusi untuk persoalan berat saat…

Rabu, 19 Juli 2017 10:06

Isi Masa Muda dengan Hal Positif

MASA muda merupakan masa yang indah bagi setiap manusia. Apalagi dihadapi dengan era globalisasi dan…

Rabu, 12 Juli 2017 09:44

Berau, Kaltara, Rumah Kita

WACANA kabupaten Berau bergabung ke Provinsi Kaltara yang dilontarkan salah seorang anggota DPRD Berau,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .