MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Jumat, 21 April 2017 11:10
Berterima Kasihlah pada Tubuh
Endro S. Efendi, C.Ht., CT.

PROKAL.CO, BERAPA usia Anda saat ini? Lalu, sepanjang berada di dunia ini, sudah berapa kali Anda berterima kasih kepada tubuh Anda sendiri? Kedengarannya memang aneh. Tapi, tentu tidak ada salahnya jika berterima kasih kepada tubuh Anda yang sudah melakukan banyak hal. Inilah salah satu wujud syukur nyata atas kehidupan yang sedang Anda jalani.

Coba dibayangkan, sejak berada di dalam rahim ibu, semua organ tubuh yang tumbuh dan terbentuk, terus-menerus bekerja tanpa henti. Jam dinding masih ada macetnya, Anda pun masih ada tidurnya. Namun organ tubuh Anda terus-menerus melakukan aktivitasnya secara otomatis.

Bisa dipastikan, jika ada organ yang berhenti sekejap saja melakukan aktivitasnya, maka semua sistem tubuh akan terganggu. Maka, sangat tidak elok jika membiarkan tubuh sampai ngambek alias sakit.

Sekadar mengingat masa lalu. Dulu, di awal-awal menjadi wartawan, saya sangat produktif sekali. Liputan apa pun saya sambar. Merasa muda dan enerjik, semua saya kerjakan. Saya pun bangga dengan kondisi itu, dan tentu perusahaan tempat saya bekerja sangat menyukainya.

Bahkan suatu ketika, staf penarik berita bertanya kepada saya. “Kamu ngetik berita pakai tangan kan?” tanyanya. Saya pun kaget dengan maksud pertanyaannya itu. Saya jawab, sudah tentu pakai tangan. Saya sendiri tidak menyangka, ternyata ketika itu, dalam satu hari, saya sudah membuat dan mengirimkan 13 berita. Dari mulai berita olahraga, politik, pemerintahan, hingga berita kriminal.

Ya, namanya juga sedang semangat, terus-menerus bekerja, tak peduli pagi, siang, malam, bahkan dini hari. Sampai-sampai, tetangga pun bertanya-tanya, apa yang saya kerjakan, karena jarang berada di rumah.

Jujur, ketika itu sejatinya tubuh saya sering ngambek. Punggung terasa sakit, bahkan mudah terkena flu. Hingga puncaknya, mata pun tak bisa diajak kompromi ketika saya masih dalam perjalanan dari Tenggarong ke Samarinda menggunakan motor. Mata sempat menutup beberapa detik, hingga membuat motor yang saya kendarai menabrak tumpukan material batu yang sedianya untuk perbaikan jalan di kawasan Desa Bukit Pinang.

Saya terpental. Entah bagaimana kejadiannya. Sebab saya tidak sadarkan diri. Begitu sadar, kepala saya sudah berada di pangkuan seorang ibu. Usianya sedikit lebih tua dibanding ibu kandung saya. Berkali-kali dia menepuk pipi saya agar segera sadar.

Tubuh saya pun dikerumuni banyak orang. Mata saya tak bisa melihat dengan jelas. Rupanya, kaca mata saya pecah, sehingga sengaja dilepas. Beruntung, ketika itu saya sudah mengenakan helm full face, walau saat itu belum ada ketentuan untuk mengenakan helm standar seperti sekarang ini.

Tidak ada cedera yang mengkhawatirkan di bagian kepala. Namun, setelah di rumah sakit, tulang selangka sebelah kiri saya retak, akibat terkena benturan stang motor. Tak ingin dioperasi, saya memilih penyembuhan alternatif yakni diurut di Berau. Hanya satu minggu, tulang retak itu bisa kembali normal.

Bagi saya, itu merupakan teguran keras dari tubuh agar tidak menzalimi mereka. Sejak kejadian itu, saya bekerja sesuai kemampuan. Setiap kali ingin mengerjakan sesuatu, selalu saya izin dengan tubuh saya sendiri. Ketika perasaan nyaman, maka saya pun mengerjakannya. Jika tidak, maka saya biasanya mengatur jadwal untuk diundur atau meminta bantuan rekan lain untuk mengerjakannya. Yang penting, tugas pokok saya tetap terpenuhi.

Setelahnya, tak lupa selalu menyampaikan ucapan terima kasih kepada tubuh yang selalu berfungsi dengan sehat. Karena itu, tidak ada salahnya, sebelum beristirahat pada malam hari, ucapkan terima kasih kepada triliunan sel di dalam tubuh yang sudah bekerja tanpa henti sejak kita terlahir di dunia ini.

Alhamdulillah atas semua organ tubuh yang memelihara hidup, menyaring, membersihkan, hingga memperbaharui segala hal yang ada di dalam tubuh. Semua bekerja tanpa henti dan tanpa menunggu perintah. Yakinlah, saat berterima kasih kepada mereka semua, maka sejatinya mereka akan senang dan akan melakukan aktivitasnya lebih baik lagi.Demikianlah kenyataannya. (*)

*)Direktur Berau Post


BACA JUGA

Rabu, 16 Mei 2018 00:51

Islam Melawan Terorisme

JAGAT media kembali memberitakan aksi terorisme. Menurut keterangan juru bicara Kepolisian Daerah Jawa…

Selasa, 08 Mei 2018 00:28

Ekonomi Syukur

BERSYUKUR adalah salah satu ajaran terpenting dalam Islam. Bersyukur sebanding dengan bersabar.…

Senin, 07 Mei 2018 11:18

“Ya Allah, muliakan dan bahagiakanlah Pak Jokowi.”

SAAT membaca kalimat doa di atas, bagaimana tanggapan Anda? Ingat, respons Anda yang paling pertama…

Rabu, 02 Mei 2018 00:28

Ketika Hak “Dilayani” Terabaikan

MASIH terlintas di benak saya, sebanyak 42 kepala daerah mendapat penghargaan berupa piala dan piagam…

Senin, 30 April 2018 00:16

Kenapa Harus Sekolah Alam?

“Pak, saya doakan semoga Bapak terpilih nanti, dan harapan saya hanya satu. Saya ingin anak saya…

Sabtu, 21 April 2018 10:28

Kartini Kesehatan

RADEN Adjeng Kartini, sosok yang sangat menginspirasi. Tokoh emansipasi yang  menuntut persamaan…

Selasa, 03 April 2018 12:19

Heboh Pulau Bakungan

KEMARIN malam salah satu TV nasional memberitakan tentang tidak diperbolehkannya wisatawan lokal masuk…

Senin, 26 Maret 2018 12:19

Dari Haul Sekumpul, hingga Mendadak Dekat Ulama

HAUL Sekumpul ke-13 diadakan pada 25 Maret 2018. Haul Sekumpul merupakan agenda tahunan yang diadakan…

Sabtu, 17 Maret 2018 00:23

Meneropong Visi dan Misi Calon Kepala Daerah

TAHUN 2018 sejumlah daerah di Indonesia akan melaksanakan Pemilu kepala daerah secara serentak. Di Kalimantan…

Kamis, 15 Maret 2018 11:09

Surabaya Pertama, Bali Berikutnya

SAYA penasaran dengan kepeloporan Surabaya di bidang persewaan sepeda listrik Migo. Sambil menjemput…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .