MANAGED BY:
KAMIS
25 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Jumat, 21 April 2017 11:10
Berterima Kasihlah pada Tubuh
Endro S. Efendi, C.Ht., CT.

PROKAL.CO, BERAPA usia Anda saat ini? Lalu, sepanjang berada di dunia ini, sudah berapa kali Anda berterima kasih kepada tubuh Anda sendiri? Kedengarannya memang aneh. Tapi, tentu tidak ada salahnya jika berterima kasih kepada tubuh Anda yang sudah melakukan banyak hal. Inilah salah satu wujud syukur nyata atas kehidupan yang sedang Anda jalani.

Coba dibayangkan, sejak berada di dalam rahim ibu, semua organ tubuh yang tumbuh dan terbentuk, terus-menerus bekerja tanpa henti. Jam dinding masih ada macetnya, Anda pun masih ada tidurnya. Namun organ tubuh Anda terus-menerus melakukan aktivitasnya secara otomatis.

Bisa dipastikan, jika ada organ yang berhenti sekejap saja melakukan aktivitasnya, maka semua sistem tubuh akan terganggu. Maka, sangat tidak elok jika membiarkan tubuh sampai ngambek alias sakit.

Sekadar mengingat masa lalu. Dulu, di awal-awal menjadi wartawan, saya sangat produktif sekali. Liputan apa pun saya sambar. Merasa muda dan enerjik, semua saya kerjakan. Saya pun bangga dengan kondisi itu, dan tentu perusahaan tempat saya bekerja sangat menyukainya.

Bahkan suatu ketika, staf penarik berita bertanya kepada saya. “Kamu ngetik berita pakai tangan kan?” tanyanya. Saya pun kaget dengan maksud pertanyaannya itu. Saya jawab, sudah tentu pakai tangan. Saya sendiri tidak menyangka, ternyata ketika itu, dalam satu hari, saya sudah membuat dan mengirimkan 13 berita. Dari mulai berita olahraga, politik, pemerintahan, hingga berita kriminal.

Ya, namanya juga sedang semangat, terus-menerus bekerja, tak peduli pagi, siang, malam, bahkan dini hari. Sampai-sampai, tetangga pun bertanya-tanya, apa yang saya kerjakan, karena jarang berada di rumah.

Jujur, ketika itu sejatinya tubuh saya sering ngambek. Punggung terasa sakit, bahkan mudah terkena flu. Hingga puncaknya, mata pun tak bisa diajak kompromi ketika saya masih dalam perjalanan dari Tenggarong ke Samarinda menggunakan motor. Mata sempat menutup beberapa detik, hingga membuat motor yang saya kendarai menabrak tumpukan material batu yang sedianya untuk perbaikan jalan di kawasan Desa Bukit Pinang.

Saya terpental. Entah bagaimana kejadiannya. Sebab saya tidak sadarkan diri. Begitu sadar, kepala saya sudah berada di pangkuan seorang ibu. Usianya sedikit lebih tua dibanding ibu kandung saya. Berkali-kali dia menepuk pipi saya agar segera sadar.

Tubuh saya pun dikerumuni banyak orang. Mata saya tak bisa melihat dengan jelas. Rupanya, kaca mata saya pecah, sehingga sengaja dilepas. Beruntung, ketika itu saya sudah mengenakan helm full face, walau saat itu belum ada ketentuan untuk mengenakan helm standar seperti sekarang ini.

Tidak ada cedera yang mengkhawatirkan di bagian kepala. Namun, setelah di rumah sakit, tulang selangka sebelah kiri saya retak, akibat terkena benturan stang motor. Tak ingin dioperasi, saya memilih penyembuhan alternatif yakni diurut di Berau. Hanya satu minggu, tulang retak itu bisa kembali normal.

Bagi saya, itu merupakan teguran keras dari tubuh agar tidak menzalimi mereka. Sejak kejadian itu, saya bekerja sesuai kemampuan. Setiap kali ingin mengerjakan sesuatu, selalu saya izin dengan tubuh saya sendiri. Ketika perasaan nyaman, maka saya pun mengerjakannya. Jika tidak, maka saya biasanya mengatur jadwal untuk diundur atau meminta bantuan rekan lain untuk mengerjakannya. Yang penting, tugas pokok saya tetap terpenuhi.

Setelahnya, tak lupa selalu menyampaikan ucapan terima kasih kepada tubuh yang selalu berfungsi dengan sehat. Karena itu, tidak ada salahnya, sebelum beristirahat pada malam hari, ucapkan terima kasih kepada triliunan sel di dalam tubuh yang sudah bekerja tanpa henti sejak kita terlahir di dunia ini.

Alhamdulillah atas semua organ tubuh yang memelihara hidup, menyaring, membersihkan, hingga memperbaharui segala hal yang ada di dalam tubuh. Semua bekerja tanpa henti dan tanpa menunggu perintah. Yakinlah, saat berterima kasih kepada mereka semua, maka sejatinya mereka akan senang dan akan melakukan aktivitasnya lebih baik lagi.Demikianlah kenyataannya. (*)

*)Direktur Berau Post


BACA JUGA

Selasa, 23 Mei 2017 09:29

Pelajaran Menikmati Diri Sendiri

INILAH salah satu kesibukan utama saya selama diperkarakan oleh Kejati Jatim: nonton Dangdut Academy…

Senin, 22 Mei 2017 09:36

Bahasa Banua Jadi Identitas

KAREKTERISTIK satu daerah semakin diperlukan seiring semakin mencuatnya politik identitas pada hampir…

Minggu, 21 Mei 2017 01:01

Refleksi dari Omelan Ibu Misterius

TENGAH pekan lalu, tiba-tiba, saat siang bolong, Gedung Biru Berau Post di Jalan Bukit Ria seketika…

Sabtu, 13 Mei 2017 00:59

Mengurai Masalah Rangkap Jabatan

PERMASALAHAN rangkap jabatan kerap mencuat dan muncul di permukaan sebagai buah simalakama, khususnya…

Senin, 08 Mei 2017 09:46

Ibarat Kehamilan yang Aneh

MEREALISASIKAN ide Presiden SBY agar “Yang mampu menjadi populer dan kemudian terpilih”…

Minggu, 07 Mei 2017 10:39

Bagaimana Menjaring Orang Mampu

MESKI  di belakang hari banyak yang kecewa, saya akui ide awal Presiden SBY ini sangat brilian.…

Sabtu, 06 Mei 2017 10:36

Mampu Belum Tentu Terpilih, Terpilih Belum Tentu Mampu

DIA tampak sering gelisah. Terutama pada dua tahun terakhir masa kepresidenannya. Jenderal TNI Prof…

Selasa, 02 Mei 2017 10:55

Agar Masalah Tuntas, Empat Hal Harus Dibayar

PERLAHAN namun pasti, sebagai terapi komplementer, hipnoterapi semakin dikenal dan semakin dibutuhkan…

Minggu, 30 April 2017 07:01

Pudarnya Pesona Cleopatra

PUDARNYA pesona Cleopatra merupakan salah satu novel karya Habiburrahman El Shirazy yang menceritakan…

Kamis, 27 April 2017 10:29

Pendidikan Gratis Itu Mustahil

PENDIDIKAN itu gratis? Banyaknya omongan-omongan dan janji pendidikan gratis itu seperti mimpi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .