MANAGED BY:
SENIN
23 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Jumat, 21 April 2017 11:10
Berterima Kasihlah pada Tubuh
Endro S. Efendi, C.Ht., CT.

PROKAL.CO, BERAPA usia Anda saat ini? Lalu, sepanjang berada di dunia ini, sudah berapa kali Anda berterima kasih kepada tubuh Anda sendiri? Kedengarannya memang aneh. Tapi, tentu tidak ada salahnya jika berterima kasih kepada tubuh Anda yang sudah melakukan banyak hal. Inilah salah satu wujud syukur nyata atas kehidupan yang sedang Anda jalani.

Coba dibayangkan, sejak berada di dalam rahim ibu, semua organ tubuh yang tumbuh dan terbentuk, terus-menerus bekerja tanpa henti. Jam dinding masih ada macetnya, Anda pun masih ada tidurnya. Namun organ tubuh Anda terus-menerus melakukan aktivitasnya secara otomatis.

Bisa dipastikan, jika ada organ yang berhenti sekejap saja melakukan aktivitasnya, maka semua sistem tubuh akan terganggu. Maka, sangat tidak elok jika membiarkan tubuh sampai ngambek alias sakit.

Sekadar mengingat masa lalu. Dulu, di awal-awal menjadi wartawan, saya sangat produktif sekali. Liputan apa pun saya sambar. Merasa muda dan enerjik, semua saya kerjakan. Saya pun bangga dengan kondisi itu, dan tentu perusahaan tempat saya bekerja sangat menyukainya.

Bahkan suatu ketika, staf penarik berita bertanya kepada saya. “Kamu ngetik berita pakai tangan kan?” tanyanya. Saya pun kaget dengan maksud pertanyaannya itu. Saya jawab, sudah tentu pakai tangan. Saya sendiri tidak menyangka, ternyata ketika itu, dalam satu hari, saya sudah membuat dan mengirimkan 13 berita. Dari mulai berita olahraga, politik, pemerintahan, hingga berita kriminal.

Ya, namanya juga sedang semangat, terus-menerus bekerja, tak peduli pagi, siang, malam, bahkan dini hari. Sampai-sampai, tetangga pun bertanya-tanya, apa yang saya kerjakan, karena jarang berada di rumah.

Jujur, ketika itu sejatinya tubuh saya sering ngambek. Punggung terasa sakit, bahkan mudah terkena flu. Hingga puncaknya, mata pun tak bisa diajak kompromi ketika saya masih dalam perjalanan dari Tenggarong ke Samarinda menggunakan motor. Mata sempat menutup beberapa detik, hingga membuat motor yang saya kendarai menabrak tumpukan material batu yang sedianya untuk perbaikan jalan di kawasan Desa Bukit Pinang.

Saya terpental. Entah bagaimana kejadiannya. Sebab saya tidak sadarkan diri. Begitu sadar, kepala saya sudah berada di pangkuan seorang ibu. Usianya sedikit lebih tua dibanding ibu kandung saya. Berkali-kali dia menepuk pipi saya agar segera sadar.

Tubuh saya pun dikerumuni banyak orang. Mata saya tak bisa melihat dengan jelas. Rupanya, kaca mata saya pecah, sehingga sengaja dilepas. Beruntung, ketika itu saya sudah mengenakan helm full face, walau saat itu belum ada ketentuan untuk mengenakan helm standar seperti sekarang ini.

Tidak ada cedera yang mengkhawatirkan di bagian kepala. Namun, setelah di rumah sakit, tulang selangka sebelah kiri saya retak, akibat terkena benturan stang motor. Tak ingin dioperasi, saya memilih penyembuhan alternatif yakni diurut di Berau. Hanya satu minggu, tulang retak itu bisa kembali normal.

Bagi saya, itu merupakan teguran keras dari tubuh agar tidak menzalimi mereka. Sejak kejadian itu, saya bekerja sesuai kemampuan. Setiap kali ingin mengerjakan sesuatu, selalu saya izin dengan tubuh saya sendiri. Ketika perasaan nyaman, maka saya pun mengerjakannya. Jika tidak, maka saya biasanya mengatur jadwal untuk diundur atau meminta bantuan rekan lain untuk mengerjakannya. Yang penting, tugas pokok saya tetap terpenuhi.

Setelahnya, tak lupa selalu menyampaikan ucapan terima kasih kepada tubuh yang selalu berfungsi dengan sehat. Karena itu, tidak ada salahnya, sebelum beristirahat pada malam hari, ucapkan terima kasih kepada triliunan sel di dalam tubuh yang sudah bekerja tanpa henti sejak kita terlahir di dunia ini.

Alhamdulillah atas semua organ tubuh yang memelihara hidup, menyaring, membersihkan, hingga memperbaharui segala hal yang ada di dalam tubuh. Semua bekerja tanpa henti dan tanpa menunggu perintah. Yakinlah, saat berterima kasih kepada mereka semua, maka sejatinya mereka akan senang dan akan melakukan aktivitasnya lebih baik lagi.Demikianlah kenyataannya. (*)

*)Direktur Berau Post


BACA JUGA

Minggu, 11 Maret 2018 00:14

Tebak-tebakan Tak Berhadiah

SAYA lagi bertaruh dengan beberapa aktivis green energy. Tentang berapa banyak pembangkit listrik tenaga…

Sabtu, 03 Maret 2018 11:28

Menebus Dosa Proyek Raksasa

PERSAHABATAN saya dengan Robert Lai sudah berlangsung lebih 20 tahun. Sudah seperti saudara. Robert…

Selasa, 27 Februari 2018 10:52

Tujuh Bulan di Lemhannas, Sanggupkah?

SUDAH satu minggu, saya harus beradaptasi dengan hal baru. Orang baru, suasana baru, juga ilmu baru.…

Selasa, 20 Februari 2018 09:27

Menanti Angpao di Hari Imlek

TENTU saya tidak sabar menunggu waktu satu bulan. Saya sudah berusaha bersikap tenang. Saya tenang-tenangkan.…

Senin, 19 Februari 2018 10:57

Bahagia walau Gagal Gemuk

BERAT badan saya turun terus. Tinggal 66 kilogram (kg). Dari 70 kg sebelum operasi. Saya harus melawannya.…

Minggu, 18 Februari 2018 11:07

Selang Rp 500 Juta di Pembuluh Saya

KEMBALI opname, saya langsung diinfus delapan botol. Dokter Mohammed Tauqeer Ahmad, ahli syaraf itu,…

Sabtu, 17 Februari 2018 00:43

Tergoda Lanzhou Lamian Satu-satunya

ROBERT Lai mengabarkan kesuksesan operasi itu ke keluarga saya di Surabaya yang sedang menata barang…

Jumat, 16 Februari 2018 10:40

Valentine Berdarah

SEPERTIsudah menjadi tradisi bagi para pemuda mengadakan pagelaran bernuansa “cinta” pada…

Jumat, 16 Februari 2018 10:20

Pisau di Tangan Benjamin Chua dan Manish

TIBALAH saat operasi itu. Tempat tidur saya didorong dari kamar 803. Menuju ruang operasi di Rumah Sakit…

Kamis, 15 Februari 2018 10:11

Trauma Pilih Kasih dan Harta Warisan

PILIH kasih bisa menyebabkan trauma. Sikap orang tua yang pilih kasih pada anak pada akhirnya memang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .