MANAGED BY:
KAMIS
29 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 20 Mei 2017 00:47
Warga Enam Kampung Tolak Pembangunan Pabrik Semen
Semua Izin di Karst Sangkulirang-Mangkalihat Harus Dicabut

Gubernur Harus Mendengar Aspirasi Warga

MENOLAK SEMEN: Pembangunan pabrik semen di Kecamatan Bidukbiduk mendapatkan penolakan dari warga enam kampung.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Rencana pembangunan pabrik semen di Kecamatan Bidukbiduk masih menemui pro dan kontra, meskipun lebih banyak yang menyuarakan penolakan. Pasalnya, pembangunan pabrik semen di kawasan pesisir selatan Berau yang membentang pegunungan karst tersebut dinilai akan merusak lingkungan.

Warga di enam kampung di Kecamatan Bidukbiduk pun tegas menolak pembangunan pabrik semen tersebut. Hal ini disampaikan dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim Pradarma Rupang usai melakukan pertemuan dengan Komisi III DPRD Kaltim, beberapa waktu lalu.

Enam kampung yang dimaksudnya yakni Kampung Teluk Sumbang, Teluk Sulaiman, Bidukbiduk, Giring-giring, Pantai Harapan, dan Tanjung Perepat. “Kami memenuhi undangan hearing dengan Komisi III DPRD Kaltim soal sikap warga enam kampung yang menolak kehadiran tambang dan pabrik semen di kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat. Perwakilan yang hadir warga juga menyerahkan komunike bersama 200 warga dari enam kampung di Bidukbiduk. Mereka menandatangani komunike bersama tersebut dan jumlahnya terus bertambah,” terangnya kepada Berau Post, Jumat (19/5) kemarin.

Terkait banyaknya warga dan masyarakat yang menolak kehadiran pabrik semen, terang Rupang, seharusnya didengar oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Dia menyebut berbagai aspirasi masyarakat yang menolak dikarenakan kebutuhan masyarakat selama ini telah terpenuhi.

“Air melimpah. Nelayan yang melaut selalu pulang dengan tangkapan ikannya. Belum lagi, ditambah adanya ekowisata Labuan Cermin yang hanya ada dua di dunia, salah satunya di Bidukbiduk. Itu sudah cukup buat mereka,” paparnya.

Kemudian, ditanya informasi mengenai pihak aparat kampung yang setuju masuknya semen dan tambang, Rupang mengatakan para kepala kampung harus bisa menerima bahwa tidak semua warganya mendukung pabrik dan tambang semen. Dia menyebut sebagian besar warga Bidukbiduk yang ikut bertemu anggota dewan menyatakan sudah cukup dengan apa yang dimiliki saat ini.

“Mereka mengatakan apa yang tidak ada di desa lain, ada di desa mereka. Itu sudah cukup dan itu yang mereka mau. Bukan membongkar habis kawasan karst yang menjadi sumber kehidupan enam kampung,” jelasnya.

Dikatakannya, dalam Perda Nomor 1 Tahun 2016 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kaltim 2016-2036, 307.337 hektare karst di kawasan Sangkulirang-Mangkalihat ditetapkan sebagai kawasan lindung geologi karst Kaltim. Namun ironisnya, ada sekitar 57 izin tambang dan puluhan izin lainnya yang masuk di kawasan itu.

Lebih lanjut, dijelaskannya, Aliansi Masyarakat Peduli Karst (AMPK) mendesak semua izin yang ada di kawasan geologi karst Sangkulirang-Mangkalihat harus dicabut dan dikeluarkan. “Catatan kami setelah melakukan overlay di kawasan tersebut, ada 27 izin perkebunan, 57 izin pertambangan, 30 IUPHHKHA (Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Alam), dan 17 IUPHHKHT (Hutan Tanaman). Hanya menyisakan 8,6 persen wilayah yang tak terkonsesi,” lanjutnya.

Selain itu, dia juga mempertanyakan surat edaran Gubernur Kaltim Nomor 180/1375-HK/2013 tanggal 25 Januari 2013 yang ditujukan kepada bupati dan wali kota se-Kaltim untuk melakukan moratorium izin pertambangan, perkebunan dan kehutanan.  Namun dalam kenyataannya, lanjutnya, gubernur sendiri yang melanggar dengan menerbitkan izin PT Semen Kaltim. “Konsistensi dalam menerapkan regulasi sepertinya masih sebatas di mulut saja,” pungkasnya. (rus/app)


BACA JUGA

Kamis, 29 Juni 2017 16:09
BREAKING NEWS

JAHAT!! Burung di Hutan Tangap Terkurung dan Dibiarkan Mati Kelaparan

TANJUNG REDEB - Kondisi memprihatinkan terlihat di kawasan hutan tangap yang berada di Kecamatan Teluk…

Kamis, 29 Juni 2017 10:13

Tipikor atau Penggelapan, Soal Pengadaan Boiler 4 PLTU Lati yang Belum Terealisasi

TANJUNG REDEB – Perkara proyek boiler unit #4 PLTU Lati terus diselidiki, meski demikian Unit…

Kamis, 29 Juni 2017 10:11

243 Napi Terima Remisi Idulfitri

DARI 615 warga binaan atau narapidana (Napi) yang menghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung…

Kamis, 29 Juni 2017 10:10

Pulau Kaniungan dan Labuan Cermin Paling Diserbu

Keindahan alam di Pesisir Selatan Berau selalu mengundang siapa saja untuk singgah menikmatinya. Pasir…

Selasa, 27 Juni 2017 17:47
BREAKING NEWS

Lepas Kendali, Fortuner Junaidi Terbalik

TELUK BAYUR - Selasa (27/6) pagi, terjadi kecelakaan di Jalan Poros Labanan, tepatnya di daerah Lamin.…

Selasa, 27 Juni 2017 15:45

Wisatawan Minta Pengelola Labuan Cermin Tambah Loket

BIDUKBIDUK - Ramainya kunjungan wisatawan di objek wisata labuan cermin selalu terjadi setiap libur…

Selasa, 27 Juni 2017 14:04
BREAKING NEWS

Ratusan Pelancong Sesaki Labuan Cermin

BIDUKBIDUK - Sejak Selasa (27/6) pagi, ratusan pengunjung sudah memadati objek wisata labuan cermin.…

Selasa, 27 Juni 2017 09:43
BREAKING BEWS

Pulau Kaniungan Diserbu Wisatawan

BIDUKBIDUK - Masa libur Lebaran, objek-objek wisata di pesisir selatan Berau, seperti di Kecamatan Bidukbiduk,…

Senin, 26 Juni 2017 15:29
BREAKING NEWS

Ada Calo, Tarif Speedboat ke Derawan Naik

PULAU DERAWAN - Momen libur Lebaran membuat objek-objek wisata mengalami peningkatan jumlah wisatawan,…

Minggu, 25 Juni 2017 18:28
BREAKING NEWS

Yang Mau Bepergian, Baca Perkiraan Cuaca Ini

TANJUNG REDEB - Masyarakat di Bumi Batiwakkal yang hendak bepergian sebaiknya memperhatikan kondisi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .