MANAGED BY:
SABTU
16 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 20 Mei 2017 00:47
Warga Enam Kampung Tolak Pembangunan Pabrik Semen
Semua Izin di Karst Sangkulirang-Mangkalihat Harus Dicabut

Gubernur Harus Mendengar Aspirasi Warga

MENOLAK SEMEN: Pembangunan pabrik semen di Kecamatan Bidukbiduk mendapatkan penolakan dari warga enam kampung.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Rencana pembangunan pabrik semen di Kecamatan Bidukbiduk masih menemui pro dan kontra, meskipun lebih banyak yang menyuarakan penolakan. Pasalnya, pembangunan pabrik semen di kawasan pesisir selatan Berau yang membentang pegunungan karst tersebut dinilai akan merusak lingkungan.

Warga di enam kampung di Kecamatan Bidukbiduk pun tegas menolak pembangunan pabrik semen tersebut. Hal ini disampaikan dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim Pradarma Rupang usai melakukan pertemuan dengan Komisi III DPRD Kaltim, beberapa waktu lalu.

Enam kampung yang dimaksudnya yakni Kampung Teluk Sumbang, Teluk Sulaiman, Bidukbiduk, Giring-giring, Pantai Harapan, dan Tanjung Perepat. “Kami memenuhi undangan hearing dengan Komisi III DPRD Kaltim soal sikap warga enam kampung yang menolak kehadiran tambang dan pabrik semen di kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat. Perwakilan yang hadir warga juga menyerahkan komunike bersama 200 warga dari enam kampung di Bidukbiduk. Mereka menandatangani komunike bersama tersebut dan jumlahnya terus bertambah,” terangnya kepada Berau Post, Jumat (19/5) kemarin.

Terkait banyaknya warga dan masyarakat yang menolak kehadiran pabrik semen, terang Rupang, seharusnya didengar oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Dia menyebut berbagai aspirasi masyarakat yang menolak dikarenakan kebutuhan masyarakat selama ini telah terpenuhi.

“Air melimpah. Nelayan yang melaut selalu pulang dengan tangkapan ikannya. Belum lagi, ditambah adanya ekowisata Labuan Cermin yang hanya ada dua di dunia, salah satunya di Bidukbiduk. Itu sudah cukup buat mereka,” paparnya.

Kemudian, ditanya informasi mengenai pihak aparat kampung yang setuju masuknya semen dan tambang, Rupang mengatakan para kepala kampung harus bisa menerima bahwa tidak semua warganya mendukung pabrik dan tambang semen. Dia menyebut sebagian besar warga Bidukbiduk yang ikut bertemu anggota dewan menyatakan sudah cukup dengan apa yang dimiliki saat ini.

“Mereka mengatakan apa yang tidak ada di desa lain, ada di desa mereka. Itu sudah cukup dan itu yang mereka mau. Bukan membongkar habis kawasan karst yang menjadi sumber kehidupan enam kampung,” jelasnya.

Dikatakannya, dalam Perda Nomor 1 Tahun 2016 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kaltim 2016-2036, 307.337 hektare karst di kawasan Sangkulirang-Mangkalihat ditetapkan sebagai kawasan lindung geologi karst Kaltim. Namun ironisnya, ada sekitar 57 izin tambang dan puluhan izin lainnya yang masuk di kawasan itu.

Lebih lanjut, dijelaskannya, Aliansi Masyarakat Peduli Karst (AMPK) mendesak semua izin yang ada di kawasan geologi karst Sangkulirang-Mangkalihat harus dicabut dan dikeluarkan. “Catatan kami setelah melakukan overlay di kawasan tersebut, ada 27 izin perkebunan, 57 izin pertambangan, 30 IUPHHKHA (Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Alam), dan 17 IUPHHKHT (Hutan Tanaman). Hanya menyisakan 8,6 persen wilayah yang tak terkonsesi,” lanjutnya.

Selain itu, dia juga mempertanyakan surat edaran Gubernur Kaltim Nomor 180/1375-HK/2013 tanggal 25 Januari 2013 yang ditujukan kepada bupati dan wali kota se-Kaltim untuk melakukan moratorium izin pertambangan, perkebunan dan kehutanan.  Namun dalam kenyataannya, lanjutnya, gubernur sendiri yang melanggar dengan menerbitkan izin PT Semen Kaltim. “Konsistensi dalam menerapkan regulasi sepertinya masih sebatas di mulut saja,” pungkasnya. (rus/app)


BACA JUGA

Jumat, 15 Desember 2017 00:17

Penyidik Diminta Periksa 2 Saksi Lagi

TANJUNG REDEB – Kasus dugaan korupsi pengadaan kapal pariwisata di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata…

Jumat, 15 Desember 2017 00:16

Dua Kali Kemalingan, Betah walau Tak Ada Sinyal

Namanya juga amanah, mau bagaimanapun harus ditunaikan. Apalagi sebagai petugas kesehatan yang selalu…

Jumat, 15 Desember 2017 00:12

Dua Kakam Diduga Bermasalah Dilantik

TANJUNG REDEB – Walau sempat dikabarkan diminta untuk mengundurkan diri, namun dua kepala kampung…

Jumat, 15 Desember 2017 00:10

NAH !!! PLN Bisa Terkena Maladministrasi

TANJUNG REDEB – Molornya operasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Bayur dengan kapasitas…

Kamis, 14 Desember 2017 09:41

Pengadilan Peringatkan JPU

TANJUNG REDEB – Setelah sempat tertunda dua pekan, hari ini (13/12) Pengadian Negeri (PN) Tanjung…

Kamis, 14 Desember 2017 09:39

PEGANG KENDALI !!! Orang Tua Wajib Batasi Penggunaan Gawai

KEMAJUAN teknologi yang begitu pesat bisa memberikan nilai positif atau negatif bagi penggunanya. Seperti…

Kamis, 14 Desember 2017 09:37

Jadikan Tantangan, Kuncinya Bekerja Tulus dan Ikhlas

Diberi amanah sebagai bidan yang bertugas di perkampungan, dianggap sebagai tantangan oleh Ina Ratul…

Kamis, 14 Desember 2017 09:35

Rijal: PLN, Capek Deh

TANJUNG REDEB – Operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Bayur sudah bisa dipastikan…

Rabu, 13 Desember 2017 00:09

Boiler Unit 3 “Kelelahan" Suplai Daya Berkurang, Padam Bergilir hingga Natal

TANJUNG REDEB – Pemadaman listrik bergilir terpaksa dilakukan lagi. Kali ini, pemadaman dijadwalkan…

Rabu, 13 Desember 2017 00:08

Tinggalkan Tarakan karena Kerusuhan, Tak Betah di Eka Sapta

Macam-macam suka duka menjadi petugas kesehatan di kampung. Seperti yang dialami Istriyani, bidan di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .