MANAGED BY:
JUMAT
15 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 20 Mei 2017 00:50
Angkutan Umum Makin Terlupakan
SEPI: Angkutan umum kini semakin sepi penumpang karena masyarakat kebanyakan memilih menggunakan kendaraan pribadi.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Sejak beberapa tahun terakhir, penumpang angkutan umum memang tampak sepi. Kebanyakan masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dan membuat angkutan umum semakin terlupakan.

Sopir angkutan umum, Asrani mengungkapkan, dirinya telah bekerja sebagai sopir selama 18 tahun.  Saat ini diakuinya,  penumpang angkutan umum sudah sepi tidak sama seperti dulu.

Saat ini, dikatakannya, yang rutin menjadi langganan angkutannya adalah anak sekolah, sebab masyarakat lebih memilih menggunakan sepeda motor untuk berpergian.

"Klaau anak sekolah ini rutin setiap hari saya tunggu, seperti SMP 15 di Gang Jeruk Jalan Gatot Subroto,  anak-anak yang jauh dari tempat tinggalnya lebih memilih angkutan umum," ujarnya.

Sementara,  kebanyakan Ibu Rumah Tangga (IRT) yang menumpangi angkutannya merupakan IRT yang ingin berbelanja ke Pasar Sanggam Adji Dilayas. Biasanya Asrani memasang tarif Rp 10 ribu untuk satu kali jalan.

"Sebenarnya tergantung tempat tujuannya, nanti akan disesuaikan dengan harga, " katanya.

Dikatakannya dalam satu hari biasanya dia mendapat penghasilan Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu. Hal tersebut jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dalam satu hari biasanya dia bisa mendapat Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu.

Menurutnya masa-masa kejayaan angkutan kini telah tergantikan oleh kendaraan pribadi. "Ya bisa dikatakan kami angkutan seperti ini sudah mulai tenggelam," ungkapnya.

“Mau bagaimana lagi, sekarang ini kendaraan pribadi telah banyak dan mendominasi. Cukup tidak cukup ya harus cukup, saya kan narik wilayah kota saja, tidak sampai ke kampung-kampung, jadi ya syukuri saja, yang penting dikasih kesehatan dan keselamatan dalam bekerja,” pungkasnya. (*/sin/app)


BACA JUGA

Senin, 20 November 2017 09:54

PAD Harus Didobrak

TANJUNG REDEB – Rendahnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dalam kurun 2 tahun ini, jika…

Sabtu, 18 November 2017 12:15

Khawatir Harga Kebutuhan Pokok Melambung

TANJUNG REDEB – Masih tingginya harga BBM eceran di Kecamatan Talisayan dikhawatirkan berdampak…

Sabtu, 18 November 2017 12:06

Pengusaha Optimistis Ekonomi Membaik, Kenaikan UMK Rangsang Daya Beli Masyarakat

TANJUNG REDEB – Keputusan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Berau 2018 ditetapkan sebesar Rp 2.889.009,…

Jumat, 17 November 2017 10:24

Kucurkan Dana Bergulir

TANJUNG REDEB – Sejak tahun 2009 lalu, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop)…

Rabu, 15 November 2017 00:33

Miskin Pengetahuan dan Alat Pertanian

TALISAYAN – Petani di Kampung Sumber Mulya, Kecamatan Talisayan masih terkendala dalam mengembangkan…

Selasa, 14 November 2017 09:46

Kampung Diminta Fokus Pembangunan Ekonomi

TALISAYAN - Camat Talisayan David Pamuji inginkan pemerintah kampung di wilayahnya tidak hanya fokus…

Senin, 13 November 2017 10:45

Gelontorkan Rp 421 Juta untuk BUMK

BIATAN - Pemerintah Kampung Biatan Ilir terus melakukan terobosan guna memajukan pembangunan berbasis…

Minggu, 12 November 2017 12:01

Pasokan Semen Mulai Normal

TANJUNG REDEB - Distribusi material bangunan semen kini kembali normal, setelah sebelumnya sempat langka karena…

Kamis, 09 November 2017 12:48

Penerapan Larangan Penggunaan LPG 3 Kg bagi Pelaku Usaha

TANJUNG REDEB – Adanya wacana untuk melarang penggunaan LPG 3 kilogram bagi pelaku usaha yang…

Senin, 06 November 2017 10:24

Empat Kecamatan Masuk Zona Merah

DINAS Pangan Kabupaten Berau, menyebut empat kecamatan di Bumi Batiwakkal, dipetakan sebagai kawasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .