MANAGED BY:
MINGGU
22 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 20 Mei 2017 00:50
Angkutan Umum Makin Terlupakan
SEPI: Angkutan umum kini semakin sepi penumpang karena masyarakat kebanyakan memilih menggunakan kendaraan pribadi.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Sejak beberapa tahun terakhir, penumpang angkutan umum memang tampak sepi. Kebanyakan masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dan membuat angkutan umum semakin terlupakan.

Sopir angkutan umum, Asrani mengungkapkan, dirinya telah bekerja sebagai sopir selama 18 tahun.  Saat ini diakuinya,  penumpang angkutan umum sudah sepi tidak sama seperti dulu.

Saat ini, dikatakannya, yang rutin menjadi langganan angkutannya adalah anak sekolah, sebab masyarakat lebih memilih menggunakan sepeda motor untuk berpergian.

"Klaau anak sekolah ini rutin setiap hari saya tunggu, seperti SMP 15 di Gang Jeruk Jalan Gatot Subroto,  anak-anak yang jauh dari tempat tinggalnya lebih memilih angkutan umum," ujarnya.

Sementara,  kebanyakan Ibu Rumah Tangga (IRT) yang menumpangi angkutannya merupakan IRT yang ingin berbelanja ke Pasar Sanggam Adji Dilayas. Biasanya Asrani memasang tarif Rp 10 ribu untuk satu kali jalan.

"Sebenarnya tergantung tempat tujuannya, nanti akan disesuaikan dengan harga, " katanya.

Dikatakannya dalam satu hari biasanya dia mendapat penghasilan Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu. Hal tersebut jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dalam satu hari biasanya dia bisa mendapat Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu.

Menurutnya masa-masa kejayaan angkutan kini telah tergantikan oleh kendaraan pribadi. "Ya bisa dikatakan kami angkutan seperti ini sudah mulai tenggelam," ungkapnya.

“Mau bagaimana lagi, sekarang ini kendaraan pribadi telah banyak dan mendominasi. Cukup tidak cukup ya harus cukup, saya kan narik wilayah kota saja, tidak sampai ke kampung-kampung, jadi ya syukuri saja, yang penting dikasih kesehatan dan keselamatan dalam bekerja,” pungkasnya. (*/sin/app)


BACA JUGA

Rabu, 04 Oktober 2017 10:43

Pasokan Menurun, Harga Sayuran Naik

TANJUNG REDEB – Menurunnya pasokan sayuran dari petani kepada pedagang sayur-mayur di Pasar SanggamAdjiDilayas,…

Rabu, 04 Oktober 2017 10:40

Pembudidaya Ikan Sulit Pasarkan Hasil Panen

TANJUNG REDEB – Pembudidaya ikan di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Bedungun mengeluh. Mereka sulit…

Selasa, 03 Oktober 2017 09:40

COCOK DAH..!! Demi Pertanian, Daerah Ini Tolak Kelapa Sawit

TALISAYAN – Pemerintah Kecamatan Talisayan berkomitmen tidak akan merekomendasikan perizinan baru…

Jumat, 29 September 2017 00:23

HET Beras di Berau Belum Diterapkan

TANJUNG REDEB – Diberlakukannya Peraturan Menteri  Perdagangan (Permendag) Nomor 47 Tahun…

Kamis, 28 September 2017 09:22

Petani Keluhkan Minimnya Sarpras

TALISAYAN - Kabupaten Berau menjadi daerah penghasil jagung terbesar di Kaltim. Kontribusi daerah berjulukan…

Kamis, 28 September 2017 09:19

Disperindagkop Klaim Persediaan Elpiji Aman

TANJUNG REDEB – Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Berau klaim persediaan…

Rabu, 27 September 2017 18:05

Kerja Sama dengan Pemerintah Tiongkok

BELAJAR bisa di mana saja, kapan pun dengan berbagai orang. Tanpa terkecuali dengan negara tetangga.…

Rabu, 27 September 2017 10:13

Target 1.800 Hektar Lahan Persawahan

BIATAN - Pemerintah Kampung Biatan Ilir terus memperluas lahan persawahan di daerahnya menuju daerah…

Selasa, 26 September 2017 09:49

Petani Berharap Harga Lada Naik

BIATAN – Petani lada di wilayah pesisir selatan Berau, terutama yang berada di Kecamatan Biatan…

Senin, 25 September 2017 09:58

Ada Apa Ini..? Kok Warga Sulit Dapat Gas Melon

TALISAYAN – Masyarakat Kecamatan Talisayan dan sekitarnya kembali kesulitan menemukan elpiji ukuran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .