MANAGED BY:
MINGGU
25 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Rabu, 07 Juni 2017 00:36
Memotivasi Anak untuk Menguasai Bahasa
Oleh: Sauvita Elly Saputri

PROKAL.CO, ANAK kecil cenderung lebih cepat belajar dan menguasai suatu bahasa. Apalagi kalau mereka berada dalam lingkungan bahasa ibunya. Bahasa kedua terjadi dalam komunikasi sehari-hari, bebas dari pengajaran dan anak memperoleh bahasa kedua dengan caranya sendiri-sendiri.

Komunikasi yang ingin dia sampaikan adalah bertanya dan meminta. Keterampilan berbicara pada lingkungan dimulai dengan penguasaan kemampuan berbahasa. Melalui bahasa, anak dapat mengekspresikan pikiran, sehingga orang lain memahaminya dan menciptakan suatu hubungan sosial. Jadi, tidaklah mengherankan bahwa bahasa dianggap sebagai salah satu indikator kesuksesan seorang anak. Anak yang dianggap banyak berbicara, kadang merupakan cerminan anak yang cerdas. Sebelum mempelajari pengetahuan lain, anak perlu menggunakan bahasa agar memahami dengan baik. Mengetahui bahasa dan mampu menggunakanya seperti penutur asli, benar-benar mencangkup banyak kompetensi linguistik, ketrampilan verbal dan sistem pengetahuan. Bagi orangtua, pemahaman terhadap konsep kecakapan merupakan pertimbangan penting untuk menetapkan tujuan program untuk perkembangan bahasa anak.

Pada periode ini, si anak terampil melontarkan kombinasi antara informasi lama dan baru. Keterampilan tersebut muncul pada anak, dikarenakan makin bertambahnya kata yang diperoleh dari lingkungannya. Bahasa kedua merupakan bahasa yang didapatkan dari lingkungan di luar rumah, seperti lingkungan sekolah, tempat bermain, dan lingkungan. Bahasa digunakan untuk mengkarakterisasikan pengetahuan penutur yang mendasari sistem bahasa untuk menghasilkan kalimat gramatikal.

Strategi belajar merupakan suatu cara yang digunakan pembelajar dalam pemerolehan, penyimpanan, percobaan, dan pemanfaatan atas informasi yang didapat. Strategi belajar merupakan tahapan dalam menjadikan mereka agar aktif dan terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Tahap ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan komunikasi. Dengan strategi belajar yang tepat akan menghasilkan kemampuan berbahasa kedua yang lebih baik dan meningkatkan percaya diri. Strategi pemerolehan bahasa kedua dibagi menjadi dua, yaitu strategi belajar dan strategi berkomunikasi. Strategi belajar merupakan strategi yang digunakan untuk meningkatkan hasil belajar bahasa kedua. Sementara itu, strategi berkomunikasi merupakan strategi yang digunakan penutur asli untuk saling memahami ketika terjadi kesalahan di dalam berkomunikasi, karena kurangnya akses terhadap bahasa yang benar.

Oleh karena itu, si belajar harus mempunyai apa yang dia perlukan, agar dia mudah melaksanakan tugas kebahasaanya dengan baik, dengan cara ini dapat memahamai teks yang dibacanya, memahami teks lisan  yang di dengarnya  dan dapat mengutarakan  isi hatinya dengan baik.

Pemerolehan bahasa kedua merupakan proses yang bersamaan dengan cara anak-anak mengembangkan kemampuan dalam bahasa pertama mereka, karena pemerolehan bahasa kedua merupakan proses bawah sadar. Para pemeroleh bahasa kedua tidak selalu sadar akan kenyataan bahwa mereka memakai bahasa untuk berkomunikasi. Pemerolehan bahasa kedua melibatkan dua keterampilan, yaitu kemampuan untuk menghasilkan tuturan secara spontan dan kemampuan memahami tuturan orang lain. Oleh karena itu, yang dimaksud dengan pemerolehan bahasa adalah proses pemilikan kemampuan berbahasa, baik berupa pemahaman atau pengungkapan secara alami tanpa melalui kegiatan pembelajaran formal. Pemrolehan bahasa kedua dapat terjadi dengan bermacam-macam cara, pada usia berapa saja, untuk tujuan bermacam-macam dan pada tingkat kebahasaan yang berlainan.

Berdasarkan fakta ini, dapat memebedakan beberapa tipe pemrolehan bahasa kedua, yaitu pemrolehan bahasa kedua yang terpimpin dan secara ilmiah.

Pemrolehan bahasa kedua secara alamiah merupakan pemerolehan bahasa kedua yang terjadi dalam komunikasi sehari-hari, bebas dari pengajaran atau pimpinan guru. Pemerolehan ini tidak ada keseragaman dalam caranya, sebab setiap individu memperoleh bahasa kedua dengan caranya sendiri, seperti seorang imigran dari luar negeri yang menetap di negara lain, maka mereka akan belajar bahasa kedua dengan cara berinteraksi dengan penduduk asli, pergi ke sekolah, bertemu di temapat umum.

Seperti yang kita ketahui bermukim di luar negeri, belajar bahasa kedua itu belum tentu menjamin penguasaan bahasa kedua, yang paling penting adalah berinteraksi yang menuntut komunikasi bahasa dan mendorong pemrolehan bahasa.

Kemampuan berbahasa merupakan suatu potensi yang dimiliki semua anak manusia yang normal. Kemampuan itu perolehanya tanpa melalui pembelajaran khusus. Dalam waktu yang relatif singkat, anak sudah dapat berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya. Bahkan sebelum bersekolah, ia telah mampu bertutur seperti orang dewasa untuk berbagai keperluan dan dalam bermacam situasi.

Jika kita amati, ternyata pemerolehan bahasa anak itu tidaklah tiba-tiba atau sekaligus, tetapi bertahap. Kemajuan kemampuan berbahasa mereka berjalan seiring dengan perkembangan fisik, mental, intelektual, dan sosialnya. Oleh karena itu, perkembangan bahasa anak ditandai oleh keseimbangan dinamis atau suatu rangkaian kesatuan yang bergerak dari bunyi-bunyi, atau ucapan yang sederhana menuju tuturan yang lebih kompleks. Kemampuan itu diperolehnya tanpa melalui pembelajaran khusus.

Anak yang perkembanganya cepat meskipun tidak tampak nyata, dia memperlihatkan lingkungan yang kondusif dalam arti emosioal yang positif. Setiap hambatan dalam perkembangan bahasa tersebut menunjuk pada gangguan emosional yang mungkin terjadi engan rasa takut, marah, atau kesedihan. Oleh karena itu, orangtua atau guru hendak membantu anak dalam perkemabangan bahasanya, maka pertama-tama ia harus membelajarkan anak memahami perasaanya sendiri. Artinya anak harus diajarkan keberanian untuk tidak lari dari kenyataanya yang berkenaan dengan perasaanya, melainkan mendalami pemahaman perasaanya.

Perkembangan bahasa anak terjadi dengan baik dalam suasana di mana orang yang penting bagi anak memiliki pemahaman tentang emosi anak itu, maupun emosinya anak itu sendiri.

Tangisan, bunyi-bunyi atau ucapan yang sederhana tak bermakna, dan celotehan bayi merupakan jembatan yang lebih sempurna. Bagi anak, celoteh merupakan semacam latihan untuk menguasai gerak artikulatoris (alat ucap) yang lama-kelamaan dikaitkan dengan kebermanknaan bentuk bunyi yang diujarkannya. Kata pertama merupakan kemampuan mengucapkan kata pertama yang sangat ditentukan oleh penguasaan artikulasi, dan kemampuan mengaitkan kata dengan benda yang menjadi rujukkan.

Pengaitan ada hubungan anatara kata yang bersangkutan dengan benda tertentu secara konsisten dapat membantu anak dalam mengucapkan kata tanpa adanya pengaitan dan menjadi kendala bagi anak dalam mengucapkan kata itu. Anak belajar mengucapkan kata sebagai keseluruhan, tanpa memperhatikan fonem kata-kata satu persatu. Anak hanya bisa menangkap ciri-ciri tertentu dari kata yang diucapkan oleh orang dewasa dan pengucapanya terbatas pada kemampuan artikulasinya, jadi pada tahap ini anak cenderung menyederhanakan pengucapannya yang dilakukan secara sistematis.

Tahap menjelang sekolah, merupakan tahap masuk sekolah dasar yaitu pada waktu mereka berusia antara lima sampai enam tahun. Pendidikan di taman kanak-kanak, apalagi kelompok bermain belum dapat dianggap sebagai sekolah, sebab sifatnya hanya menolong anak untuk siap memesuki pendidikan dasar. Ketika memasuski taman kanak-kanak, anak sudah menguasai hampir semua kaidah dasar gramatikal bahasanya. Dia sudah dapat membuat kalimat berita dan kalimat tanya. Anak pada prasekolah ini telah mempelajari hal-hal yang di luar kosakata dan tata bahasa. Mereka sudah dapat menggunakan bahasa dalam konteks sosial yang bermacam-macam.

Bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Perkembangan bahasa selalu meningkat sesuai dengan meningkatnya usia anak. Pada gilirannya anak akan berkembang dan tumbuh menjadi pribadi yang bisa memulai berkomunikasi dengan lingkungan, dan dapat memberi dan menerima segala sesuatu yang terjadi di lingkungannya. Bahasa erat kaitannya dengan perekembangan berfikir individu. Perkembangan bahasa pada anak sangatlah penting karena melalui bahasa, anak dapat mengekspresikan pikiran, sehingga orang lain memahaminya dan menciptakan suatu hubungan sosial. Jadi, tidaklah mengherankan jika bahasa dianggap sebagai salah satu indikator kesuksesan seorang anak. (*/udi)

*) Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang

 


BACA JUGA

Sabtu, 24 Juni 2017 00:05

Budaya Bersedekah

RAMADAN setelah umrah 2014 lalu, baru Ramadan tahun ini saya sempat umrah kembali. Tiga tahun jadi jarak…

Jumat, 23 Juni 2017 11:55

Perpecahan demi Monumen sang Ayah

MENGAPA perpecahan keluarga Lee Kuan Yew terjadi sekarang? Bukan tahun lalu? Bukan tahun depan? Saya…

Selasa, 20 Juni 2017 00:15

Hongyi dan Shangwu di Balik Hsien Loong dan Hsien Yang

APAKAH perpecahan di keluarga Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong terkait dengan suksesi? Mengapa…

Minggu, 18 Juni 2017 00:13

Wasiat Terakhir yang Bikin Perpecahan

PERPECAHAN keluarga Perdana Menteri Singapura terus melebar. Pangkalnya adalah surat wasiat ayah mereka,…

Sabtu, 17 Juni 2017 00:05

Mengukur Kebahagiaan

JIKA ditanya, seberapa bahagiakah anda? Maka jawaban yang kita dapat pasti akan sangat beragam. Karena…

Selasa, 13 Juni 2017 00:37

Kegilaan Rusdi Kirana

Tiongkok itu ibarat vacuum cleaner. Kita bisa kesedot. Tiongkok tidak bermaksud menyedot pun, negara…

Selasa, 06 Juni 2017 00:11

Ingat Ayah di Senam Puasa

PADA bulan puasa ini, peserta senam saya menurun drastis. Dari 50 tinggal 15 orang. Untung saya tidak…

Senin, 05 Juni 2017 10:57

Pintu Hidayah dari Wanita Muslimah

MENDAPATKAN wanita sholeha, tentu jadi kebahagiaan yang luar bagi setiap laki-laki. Karena wanita yang…

Sabtu, 03 Juni 2017 00:15

Peran Masyarakat dalam Membudayakan Minat Baca

BULAN lalu, tepatnya pada tanggal 23 April kita telah merayakan Hari Buku Sedunia yang ditetapkan oleh…

Jumat, 02 Juni 2017 00:36

Alhamdulillah, Saya Bisa Naik Pesawat Gara-Gara Pancasila

BAGI orang lain, Pancasila mungkin hanya dianggap lambang negara tanpa makna yang mendalam untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .