MANAGED BY:
MINGGU
20 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 08 Juni 2017 00:32
Peserta Asuransi Merasa Ditipu, Setoran Jutaan Diduga Dibawa Kabur Agen
MERASA TERTIPU: Herwin Rakasiwi menunjukkan berkas-berkas polis asuransi pendidikan yang diikutinya, saat ditemui di kediamannya kemarin (7/6).

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Program asuransi pendidikan di Bumi Putera, menuai komplain beberapa pesertanya. Salah satunya, Herwin Rakasiwi yang merasa telah ditipu oleh program asuransi tersebut.

Saat ditemui di kediamannya, Jalan AKB Sanipah II, Tanjung Redeb, Herwin menjelaskan jika dirinya telah mengikuti program asuransi pendidikan tersebut sejak 2011 lalu. Dari keikutsertaannya tersebut, Herwin harus membayar premi asuransi sebesar Rp 3.496.450 per enam bulan.

Herwin mengikuti program asuransi dari agen Bumi Putera. Awalnya dirinya tak menaruh curiga dengan program yang kini merugikannya. Pembayaran premi sejak 2011 berjalan lancar hingga dirinya melakukan pembayaran premi yang ke-12, April 2017 lalu. “Saya bayarnya rutin, orangnya (agen Bumi Putera) datang ke rumah, karena dalam kontrak memang ada poin yang menjelaskan pembayaran bisa dilakukan di rumah melalui agen yang ditunjuk perusahaan asuransi itu,” jelasnya didampingi istrinya, kemarin.

Walau mengaku sudah 12 kali melakukan pembayaran premi asuransi, Herwin dibuat terkejut ketika awal April lalu mengecek langsung kepesertaannya di kantor cabang Bumi Putera, Jalan SM Aminuddin, Tanjung Redeb. Sebab, petugas di kantor tersebut menyebut kepesertaannya sudah tak aktif lagi, karena sudah lama tak melakukan pembayaran premi asuransi. “Katanya saya baru tiga kali bayar,” ungkapnya.

Padahal, selama melakukan pembayaran ke agen asuransi tersebut, Herwin selalu menerima kuitansi pembayaran resmi berlogo Bumi Putera dan bermaterai Rp 6 ribu. “Berarti yang saya setorkan selama ini ke agen, tidak sampai ke Bumi Putera,” terangnya.

Walau demikian, Herwin tetap menuntut pertanggungjawaban pihak Bumi Putera, karena teledor dalam mempekerjakan agen asuransi. “Ini masalah di internal mereka. Artinya pembinaan dari mereka ke agen seperti apa,” tegasnya.

Yang lebih parah, informasi korban dari agen asuransi tersebut bukan cuma dirinya. Tetapi ada empat orang lain yang kemarin berkumpul di kediamannya. Dari situ, Herwin mengetahui jika pihak Bumi Putera sebenarnya sudah mengetahui jika salah satu agen asuransinya tersebut ternyata sudah menggelapkan uang setoran peserta asuransi. Pasalnya, salah satu korban lainnya, mengaku sudah sejak tahun lalu melaporkan hal yang sama ke Bumi Putera, tapi tetap belum ada tindak yang diambil perusahaan asuransi tersebut. “Malah saya yang baru tahu April kemarin, masih sempat membayar. Artinya kan ada pembiaran juga dari Bumi Putera,” ungkapnya.

Herwin sebenarnya sudah dua kali berupaya mengurus persoalan tersebut ke Bumi Putera. Namun dua kali dirinya mengurus ke kantor cabang tersebut, dua kali pula upayanya tak membuahkan hasil. “Yang temuin Pak Jamaluddin, karena Pak Jamaluddin ini yang selama ini berkoordinasi dengan agen yang menagih ke rumah saya,” jelasnya.

Dirinya juga tidak ingin menuntut macam-macam. Dirinya hanya ingin kepesertaannya dalam program asuransi pendidikan Bumi Putera tetap dilanjutkan, sesuai dengan pembayaran premi yang selama ini disetorkannya ke agen tersebut.

“Saya juga ingin ini menjadi perhatian dan pelajaran bagi Bumi Putera, supaya tidak ada lagi orang yang menjadi korban seperti saya,” pungkasnya.

Berau Post yang berusaha mengonfirmasi, kemarin siang mendatangi kantor cabang Bumi Putera di Jalan SM Aminuddin. Sayang, saat Berau Post tiba, pimpinan cabang Bumi Putera serta Jamaluddin sudah tidak berada di tempat. Karena tak bertemu, Berau Post meminta nomor telepon Jamaluddin ke salah satu staf Bumi Putera yang saat itu berada di kantor. Namun beberapa kali dihubungi, yang bersangkutan tak pernah merespons panggilan dari Berau Post. Hingga malam tadi, telepon dan pesan singkat yang dikirim Berau Post juga tak kunjung direspons. (udi)

 


BACA JUGA

Sabtu, 19 Agustus 2017 13:05

Harus Lapar saat Belajar, Didiagnosa Penyakit Maag

Ada-ada saja. Ketika beberapa orang harus dalam keadaan kenyang agar bisa berpikir jernih, Hilda justru…

Sabtu, 19 Agustus 2017 13:03

Hujan hingga Pekan Depan

POTENSI hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan…

Sabtu, 19 Agustus 2017 13:02

Lelang Jangan Dibuat Rumit

BANJIR yang melanda Tanjung Redeb dan sekitarnya, juga jadi sorotan Ketua DPRD Berau Syarifatul Syadiah.…

Sabtu, 19 Agustus 2017 13:01

Jangan Seperti Samarinda

SEPERTI benang kusut, persoalan drainase di Tanjung Redeb butuh perhatian khusus. Duit miliaran rupiah…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:58

Habiskan Uang Miliaran Rupiah, Drainase Masih Mampet

TANJUNG REDEB – Hujan deras mengguyur Tanjung Redeb dan sekitarnya sejak pukul 03.00 hingga 11.00…

Jumat, 18 Agustus 2017 10:42

Dua WNA asal Denmark Ikut Upacara Bendera

MARATUA - Ada momen unik dalam pelaksanaan upacara peringatan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia…

Jumat, 18 Agustus 2017 10:42

Berlumuran Oli, Larut dalam Kebahagiaan

TANJUNG REDEB – Setelah beristirahat beberapa hari para pemuda dari beberapa lingkungan RT di…

Jumat, 18 Agustus 2017 10:40

MEMBANGGAKAN ! Deo Terpilih Jadi Pembentang, Inspirasi Remaja Lainnya

TANJUNG REDEB – Kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-72 sangat…

Jumat, 18 Agustus 2017 10:39

Drama Kolosal Bikin Bupati Tergugah

TANJUNG REDEB – Upacara bendera dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-72 di…

Jumat, 18 Agustus 2017 10:32

Tahan Sakit 21 Jam, Dua Bayi Dilahirkan Tak Sesuai Prediksi

Kemarin, (17/8) tiga orang perempuan berjuang antara hidup dan mati melawan sakit. Ketiganya berjuang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .