MANAGED BY:
SABTU
16 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 08 Juni 2017 00:32
Peserta Asuransi Merasa Ditipu, Setoran Jutaan Diduga Dibawa Kabur Agen
MERASA TERTIPU: Herwin Rakasiwi menunjukkan berkas-berkas polis asuransi pendidikan yang diikutinya, saat ditemui di kediamannya kemarin (7/6).

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Program asuransi pendidikan di Bumi Putera, menuai komplain beberapa pesertanya. Salah satunya, Herwin Rakasiwi yang merasa telah ditipu oleh program asuransi tersebut.

Saat ditemui di kediamannya, Jalan AKB Sanipah II, Tanjung Redeb, Herwin menjelaskan jika dirinya telah mengikuti program asuransi pendidikan tersebut sejak 2011 lalu. Dari keikutsertaannya tersebut, Herwin harus membayar premi asuransi sebesar Rp 3.496.450 per enam bulan.

Herwin mengikuti program asuransi dari agen Bumi Putera. Awalnya dirinya tak menaruh curiga dengan program yang kini merugikannya. Pembayaran premi sejak 2011 berjalan lancar hingga dirinya melakukan pembayaran premi yang ke-12, April 2017 lalu. “Saya bayarnya rutin, orangnya (agen Bumi Putera) datang ke rumah, karena dalam kontrak memang ada poin yang menjelaskan pembayaran bisa dilakukan di rumah melalui agen yang ditunjuk perusahaan asuransi itu,” jelasnya didampingi istrinya, kemarin.

Walau mengaku sudah 12 kali melakukan pembayaran premi asuransi, Herwin dibuat terkejut ketika awal April lalu mengecek langsung kepesertaannya di kantor cabang Bumi Putera, Jalan SM Aminuddin, Tanjung Redeb. Sebab, petugas di kantor tersebut menyebut kepesertaannya sudah tak aktif lagi, karena sudah lama tak melakukan pembayaran premi asuransi. “Katanya saya baru tiga kali bayar,” ungkapnya.

Padahal, selama melakukan pembayaran ke agen asuransi tersebut, Herwin selalu menerima kuitansi pembayaran resmi berlogo Bumi Putera dan bermaterai Rp 6 ribu. “Berarti yang saya setorkan selama ini ke agen, tidak sampai ke Bumi Putera,” terangnya.

Walau demikian, Herwin tetap menuntut pertanggungjawaban pihak Bumi Putera, karena teledor dalam mempekerjakan agen asuransi. “Ini masalah di internal mereka. Artinya pembinaan dari mereka ke agen seperti apa,” tegasnya.

Yang lebih parah, informasi korban dari agen asuransi tersebut bukan cuma dirinya. Tetapi ada empat orang lain yang kemarin berkumpul di kediamannya. Dari situ, Herwin mengetahui jika pihak Bumi Putera sebenarnya sudah mengetahui jika salah satu agen asuransinya tersebut ternyata sudah menggelapkan uang setoran peserta asuransi. Pasalnya, salah satu korban lainnya, mengaku sudah sejak tahun lalu melaporkan hal yang sama ke Bumi Putera, tapi tetap belum ada tindak yang diambil perusahaan asuransi tersebut. “Malah saya yang baru tahu April kemarin, masih sempat membayar. Artinya kan ada pembiaran juga dari Bumi Putera,” ungkapnya.

Herwin sebenarnya sudah dua kali berupaya mengurus persoalan tersebut ke Bumi Putera. Namun dua kali dirinya mengurus ke kantor cabang tersebut, dua kali pula upayanya tak membuahkan hasil. “Yang temuin Pak Jamaluddin, karena Pak Jamaluddin ini yang selama ini berkoordinasi dengan agen yang menagih ke rumah saya,” jelasnya.

Dirinya juga tidak ingin menuntut macam-macam. Dirinya hanya ingin kepesertaannya dalam program asuransi pendidikan Bumi Putera tetap dilanjutkan, sesuai dengan pembayaran premi yang selama ini disetorkannya ke agen tersebut.

“Saya juga ingin ini menjadi perhatian dan pelajaran bagi Bumi Putera, supaya tidak ada lagi orang yang menjadi korban seperti saya,” pungkasnya.

Berau Post yang berusaha mengonfirmasi, kemarin siang mendatangi kantor cabang Bumi Putera di Jalan SM Aminuddin. Sayang, saat Berau Post tiba, pimpinan cabang Bumi Putera serta Jamaluddin sudah tidak berada di tempat. Karena tak bertemu, Berau Post meminta nomor telepon Jamaluddin ke salah satu staf Bumi Putera yang saat itu berada di kantor. Namun beberapa kali dihubungi, yang bersangkutan tak pernah merespons panggilan dari Berau Post. Hingga malam tadi, telepon dan pesan singkat yang dikirim Berau Post juga tak kunjung direspons. (udi)

 


BACA JUGA

Sabtu, 16 Desember 2017 15:03
BREAKING NEWS

Remas Payudara Pengendara, Pelaku Dipukul Massa

TANJUNG REDEB - Aksi pelecehan terhadap wanita menggegerkan warga di Jalan Niaga I, Tanjung Redeb, sekitar…

Sabtu, 16 Desember 2017 13:03

Sodikin Tewas Tertembak Senjata Sendiri

TALISAYAN – Senjata makan tuan. Itulah yang terjadi pada Sodikin (30), warga Jalan Kenangan RT…

Sabtu, 16 Desember 2017 12:59

Jauh dari Suami, Pelayanan Juga untuk Wisatawan

Pulau Derawan menjadi salah satu destinasi wisata andalan Berau dan Kaltim yang sudah mendunia. Sebagian…

Sabtu, 16 Desember 2017 12:57

Sibuk Urus Proyek, DPUPR Belum Tinjau Jembatan Sei Lempake

TANJUNG REDEB – Bukan menjadi tanggung jawab Pemkab Berau, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan…

Sabtu, 16 Desember 2017 12:56

Proyek U-Gutter Persempit Saluran

TANJUNG REDEB – Pengerjaan proyek pemasangan u-gutter untuk normalisasi drainase di Kecamatan…

Jumat, 15 Desember 2017 00:16

Dua Kali Kemalingan, Betah walau Tak Ada Sinyal

Namanya juga amanah, mau bagaimanapun harus ditunaikan. Apalagi sebagai petugas kesehatan yang selalu…

Jumat, 15 Desember 2017 00:15

Getaran Tak Sampai Perkotaan, Gempa 3,9 SR di Pesisir Biatan

TANJUNG REDEB – Wilayah bawah laut di Pesisir Selatan Berau, mengalami gempa sekitar pukul 13.40…

Jumat, 15 Desember 2017 00:12

Dua Kakam Diduga Bermasalah Dilantik

TANJUNG REDEB – Walau sempat dikabarkan diminta untuk mengundurkan diri, namun dua kepala kampung…

Jumat, 15 Desember 2017 00:10

NAH !!! PLN Bisa Terkena Maladministrasi

TANJUNG REDEB – Molornya operasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Bayur dengan kapasitas…

Kamis, 14 Desember 2017 09:42

Ada Sembilan Bekas Galian, BJU Sebut Hutan Tangap Digarap Perusahaan asal Balikpapan

TELUK BAYUR – Dugaan Hutan Tangap di Kecamatan Teluk Bayur digarap salah satu perusahaan tambang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .