MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Selasa, 13 Juni 2017 00:37
Kegilaan Rusdi Kirana
Oleh: Dahlan Iskan

PROKAL.CO, Tiongkok itu ibarat vacuum cleaner. Kita bisa kesedot. Tiongkok tidak bermaksud menyedot pun, negara sekitarnya bisa kesedot sendiri. Ekonominya.

Sekarang Tiongkok lagi kelebihan kapasitas. Barang-barang mereka menjadi murah. Pabrik-pabriknya sudah terlalu banyak. Dan terlalu besar. Pabrik apa pun. Bidang apa pun. Benar-benar kelebihan pabrik. Kebesaran pabrik. Tanpa bermaksud membanjiri negara lain pun, banjir produk Tiongkok terjadi dengan sendirinya.

Apa yang harus kita perbuat? Marah? Menghancurkan mesin vacuum cleaner itu? Menyumbat slangnya? Agar kita tidak kesedot?

Rasanya akan sia-sia. Bahkan destruktif. Untuk kedua belah pihak. Terutama untuk kita sendiri. Tidak realistis. Ibarat membuat asap dengan cara membakar diri sendiri.

Kita harus menyesal. Dulu. Dulu sekali. Sekitar tahun 2005. Kita tidak mau memanfaatkan kebijakan “rukun tetangga” dari Tiongkok Malaysia-lah, dan terutama Thailand, yang panen raya.

Pejabat kita waktu itu tidak tahu bahwa ada kebijakan ini: Tiongkok membuka diri secara khusus untuk menerima produk pertanian dari negara tetangga. Tarif pajaknya khusus. Seperti sayur dan buah tertentu.

Kebijakan itu disebut early harvest policy. Sayang, kita melewatkannya begitu saja. Justru kita kebanjiran buah dari Tiongkok.

Kita terlambat. Tapi, kesempatan masih luas. Penduduk Tiongkok terlalu besar: 1,3 miliar. Nafsu makannya terlalu baik: perlu makanan apa saja. Mereka pun mampu membelinya.

Semua orang kuat punya titik lemahnya sendiri. Tiongkok sekalipun. Ia tidak bisa menghasilkan ”buah tropik” atau ”sayur tropik”.

Titik itulah yang harus kita totok dengan kekuatan totok yang telak. Perkebunan buah tropik harus menjadi kekuatan utama kita. Harus jadi senjata totok yang kuat.

Entah siapa yang akan bisa jadi panglima di sektor itu. BUMN? Yang dulu sudah mulai tanam pisang, manggis, jambu, dan durian secara besar-besaran? Apa kabar perkembangannya?

Titik lemah lainnya adalah ini: Orang Tiongkok senang bepergian. Seperti kita juga. Berarti turisme. Bisa jadi senjata totok berikutnya. Kita tidak perlu bercocok tanam. Cukup tersenyum-senyum sepanjang tahun. Apa susahnya tersenyum? Ups, jangan-jangan tersenyum lebih sulit daripada bercocok tanam. Sebab, senyum yang diperlukan adalah senyum yang tulus. Dari bibir sampai ke hati. Bukan senyum plastik.

Panglima di sektor itu sudah ketahuan: swasta. Lion Air. Sudah teruji melakukan terobosan selama hampir satu tahun terakhir.

Terobosan Lion ini tidak main-main. Sulit dilakukan siapa pun: membuka penerbangan langsung ke jantung-jantung Tiongkok dari dan ke Manado.

Adakah orang gila yang mau membuka penerbangan dari kota seperti Chongqing ke Manado? Selain Rusdi Kirana? Si pemilik Lion? Di mana itu Chongqing? Jangankan letaknya. Bagaimana mengucapkan nama kota itu saja tidak mudah.

Kota tersebut adalah kota pedalaman yang paling pedalaman. Dulu kota itu bagian dari Provinsi Sichuan. Lebih miskin daripada NTT. Kini Chongqing berdiri sendiri. Sebagai kota besar langsung di bawah pemerintah pusat. Penduduknya lebih dari 52 juta. Hampir dua kali penduduk Jatim.

Gedung bertingkatnya melebihi gedung bertingkat di Surabaya, Bandung, Semarang, dan Medan yang dijadikan satu. Kotanya bergunung-gunung. Indah. Dibelah Bengawan Chang Jiang, sungai terpanjang ketiga di dunia.

Mungkin awalnya penduduk Chongqing juga tidak tahu di mana itu Manado.

Lion juga buka penerbangan langsung Manado-Wuhan. Kota pedalaman Tiongkok yang lain lagi. Ibu kota Hubei. Provinsi yang berpenduduk sekitar 100 juta.

Gila. Empat kali seminggu Lion Air menerbangi Manado-Tiongkok. Itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang kelebihan kapasitas.

Singapura yang dulu dikenal pandai menyedot penumpang dari negara lain. Kini Lion dengan kelebihan kapasitasnya mencoba menyedot penumpang negara lain.

Tahun lalu saja, selama setengah tahun Lion bisa menyedot 40 ribu penumpang Tiongkok dibawa ke Manado. Kota kecil itu sampai terkaget-kaget.

Tahun ini, menurut perkiraan Dino Gobel dari North Sulawesi Tourims Board, bisa dua kali lipatnya. Ternyata mereka menyukai Pulau Lihaga yang masih perawan. Bukan Bunaken.

Saya kagum pada langkah Lion tersebut. Itulah usaha nyata untuk “melawan” Tiongkok secara benar. (*/kpg/udi)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 20 Februari 2018 09:27

Menanti Angpao di Hari Imlek

TENTU saya tidak sabar menunggu waktu satu bulan. Saya sudah berusaha bersikap tenang. Saya tenang-tenangkan.…

Senin, 19 Februari 2018 10:57

Bahagia walau Gagal Gemuk

BERAT badan saya turun terus. Tinggal 66 kilogram (kg). Dari 70 kg sebelum operasi. Saya harus melawannya.…

Minggu, 18 Februari 2018 11:07

Selang Rp 500 Juta di Pembuluh Saya

KEMBALI opname, saya langsung diinfus delapan botol. Dokter Mohammed Tauqeer Ahmad, ahli syaraf itu,…

Sabtu, 17 Februari 2018 00:43

Tergoda Lanzhou Lamian Satu-satunya

ROBERT Lai mengabarkan kesuksesan operasi itu ke keluarga saya di Surabaya yang sedang menata barang…

Jumat, 16 Februari 2018 10:40

Valentine Berdarah

SEPERTIsudah menjadi tradisi bagi para pemuda mengadakan pagelaran bernuansa “cinta” pada…

Jumat, 16 Februari 2018 10:20

Pisau di Tangan Benjamin Chua dan Manish

TIBALAH saat operasi itu. Tempat tidur saya didorong dari kamar 803. Menuju ruang operasi di Rumah Sakit…

Kamis, 15 Februari 2018 10:11

Trauma Pilih Kasih dan Harta Warisan

PILIH kasih bisa menyebabkan trauma. Sikap orang tua yang pilih kasih pada anak pada akhirnya memang…

Selasa, 13 Februari 2018 00:04

Mengandalkan Kreativitas Bubur Remas

SETELAH anak-menantu-cucu ke Makkah, tinggal saya dan istri di Madinah. Kesakitan. Tergolek di tempat…

Senin, 12 Februari 2018 09:51

Lambatnya Pertumbuhan Ekonomi Suatu Daerah

PERTUMBUHAN ekonomi suatu daerah sangat dipengaruhi oleh permasalahan ekonomi yang dihadapi daerah tersebut.…

Senin, 12 Februari 2018 09:36

Rakus Lentil dan Kurma Mentah Beku

SEMUA itu bermula di hari kedua saya berada di Madinah. Sehari sebelumnya kami tiba dari Surabaya setelah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .