MANAGED BY:
SENIN
23 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 14 Juni 2017 01:10
Chairuddin Penuhi Panggilan Polisi

Soal Pengadaan Boiler 4 PLTU Lati yang Belum Terealisasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Penyelidikan kasus proyek boiler unit #4 PLTU Lati, terus berlanjut. Senin (12/6) lalu, mantan Direktur Utama PT Indo Pusaka Berau (IPB) Chairuddin Noor, telah dimintai keterangan di Unit Tipikor Satreskrim Polres Berau.

Kanit Tipikor Satreskrim Polres Berau, Iptu Agus Priyanto, mengungkapkan, Chairuddin Noor diundang untuk klarifikasi terkait dicetuskannya proyek boiler unit #4 di PLTU Lati yang bermula pada masa kepemimpinannya.

“Kemarin (Senin, red) beliau memang datang dan memberikan keterangan, saya tanya mulai hulu hingga hilir dicetuskannya pengadaan tersebut,” terang Agus di ruang kerjanya kepada Berau Post, Selasa (13/6) kemarin.

Berdasarkan keterangan Chairuddin, proyek pengadaan boiler unit #4 dicetuskan pada tahun 2014 di rapat dewan komisaris PT IPB. Walau demikian, Agus menyatakan keterangan Chairuddin belum maksimal.

Dikatakan belum maksimal, karena yang bersangkutan tidak membawa seluruh dokumen yang berkaitan dengan proyek yang belum terlaksana hingga sekarang.

Belum lengkapnya dokumen yang ditunjukkan pada Unit Tipikor, dikatakan Agus, sedikit menghambat pemeriksaan. Pasalnya, dalam penanganan sebuah kasus dugaan korupsi, dokumen menjadi bukti hingga acuan pemeriksaan.

“Kan saya minta dokumen dari mulanya terbit pekerjaan, termasuk notulen rapat komisaris yang mencetuskan pengadaan pembangkit baru,” tegasnya.

Chairuddin, disebutkan Agus, hanya membawa kontrak proyek saja. “Kalau soal yang lain-lain, kami belum sampai situ pemeriksaannya. Intinya tunggu dokumen,” tuturnya.

Lanjut perwira berpangkat dua balok ini, Chairuddin, diundang kembali dan diminta membawa seluruh dokumen yang berkaitan kegiatan proyek, pekan depan. “Kami minta siapkan semuanya, dan seminggu lagi, insya Allah beliau datang ke sini (Tipikor, red). Beliau kooperatif,” jelas Agus.

Kasus ini, ditegaskannya, masih dalam tahap penyelidikan. Pihaknya telah meminta keterangan 13 orang yang berkaitan dengan protek tersebut (lihat grafis).

Chairuddin yang ditemui saat memenuhi panggilan polisi, belum bisa memberi keterangan. Namun dirinya berjanji setelah menjalani pemeriksaan akan memberikan keterangan rinci kepada wartawan.

Diberitakan sebelumnya, Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati unit #4 senilai Rp 49,5 miliar diduga fiktif. Jelang masa pengerjaan berakhir pada Juni 2017, pembangunan tak kunjung terealisasi.

Kasat Reskrim Polres Berau AKP Damus Asa mengungkapkan, pihaknya telah menerima laporan masalah ini sejak akhir April lalu, dari PT Indo Pusaka Berau (IPB) selaku pengelola PLTU Lati.

“Direktur Utama Najemuddin yang melaporkan kegiatan (proyek, red.) tersebut untuk ditelusuri, apalagi ada uang sebesar Rp 14,8 miliar yang tak jelas alirannya,” terangnya kepada sejumlah awak media di ruang kerjanya, Selasa (30/5) LALU.

Lanjut Damus, uang sebesar Rp 14,8 miliar itu merupakan uang muka untuk pembangunan pembangkit listrik yang dimenangkan oleh Perusahaan Listrik Nusantara (PLN). Untuk nilai proyek sendiri mencapai Rp 49,5 miliar dan dikerjakan selama 18 bulan, terhitung sejak Desember 2015 hingga Juni 2017. Tapi fakta di lapangan, tak ada satupun kegiatan proyek yang berjalan.

“Uang Rp 14,8 miliar itu merupakan uang muka sebesar 30 persen untuk memulai pekerjaan,” imbuhnya.

Yang dilaporkan PT IBP, kata Damus, lebih pada kegiatan proyek yang fiktif dan minta ditelusuri aliran dana belasan miliar tersebut.

“Belum ada yang tersangka,” tegasnya. (app/udi)

 

 

 


BACA JUGA

Minggu, 22 April 2018 12:18

IMB di RT 13, Bangunan di RT 11

TANJUNG REDEB – Bangunan penampungan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di kawasan Lamin,…

Minggu, 22 April 2018 12:18

SDM Berau Bisa Jadi Kekuatan Baru di Indonesia

Persoalan pendidikan di Indonesia tak hanya karena kurangnya fasilitas, tapi lebih kepada sistem pendidikan…

Minggu, 22 April 2018 12:17

Ada 40 TKI Terancam Hukuman Mati

Selama satu jam, Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi memberikan ceramah di Lembaga Ketahanan Nasional…

Minggu, 22 April 2018 12:16

Bupati Minta PU Tegur Kontraktor

TANJUNG REDEB – Tak ingin malu saat menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat…

Minggu, 22 April 2018 12:15

Jika Tidak Melaporkan Pelanggaran yang Dibuat Jajarannya, Pimpinan OPD yang Diberi Sanksi

TANJUNG REDEB – Wakil Ketua DPRD Berau Anwar, menyebut pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)…

Sabtu, 21 April 2018 10:35

Bayang-Bayang Kekerasan terhadap Perempuan

DI tengah gencarnya beberapa pihak memperjuangkan kesetaraan gender secara nasional, tampaknya belum…

Sabtu, 21 April 2018 10:30

Pakai Dana Pribadi, Tahun Ini Dua Kampung Dulu

Tak hanya Balikukup di Kecamatan Batu Putih yang menjadi sasaran pendirian Sekolah Alam tingkat SMP.…

Jumat, 20 April 2018 00:28

Maksimalkan Pajak Daerah dari THM

TANJUNG REDEB – Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan jajaran Pemkab Berau dipimpin Wakil Bupati…

Jumat, 20 April 2018 00:27

Soal Pengecatan Pasar yang Mendahului Proyek, Bupati: Itu Menyalahi Aturan

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram memastikan akan melakukan evaluasi dalam jajaran Dinas Perindustrian…

Jumat, 20 April 2018 00:26

Pendanaan dari Tiga Sumber

PELAKSANAAN Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kaltim pada Mei 2018 nanti, sudah kian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .