MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Rabu, 14 Juni 2017 01:14
Kadisdik Bakal Kumpulkan Kepala SD dan SMP

Soal Rencana Kebijakan Lima Hari Sekolah

PROSES BELAJAR MENGAJAR: Para siswa SMP 1 Berau memperhatikan guru yang sedang menjelaskan materi pelajaran di depan kelas.Kementerian terkait bakal menerapkan kebijakan hanya lima hari bersekolah.

PROKAL.CO, KEPALA Dinas Pendidikan (Disdik) Berau Armyn Zulkiflie akan menggelar pertemuan dengan kepala SD dan SMP sederajat. Hal tersebut, terkait adanya rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menerapkan kebjiakan delapan jam belajar dengan lima hari sekolah pada tahun ajaran 2017/2018.

Dikatakan Armyn, pertemuan dengan kepala SD dan SMP sederajat akan dilaksanakan setelah dirinya pulang dari Jakarta untuk menghadiri sosialisasi peraturan dan kebijakan pendidikan dasar dan menengah. Sosialisasi tersebut dihadiri seluruh instansi pendidikan seluruh Indonesia baik provinsi maupun kabupaten/kota.

“Insya Allah besok (Hari ini, red) saya sendiri akan berangkat ke Jakarta untuk menghadiri sosialisasi itu. Setelah pulang dari sana baru saya akan menggelar pertemuan dengan seluruh kepala SD dan SMP yang kemungkinan dilaksanakan pada tanggal 20 nanti,” katanya saat diwawancara awak media ini, Senin (12/6).

Selain akan membicarakan kebijakan yang merupakan implementasi dari program Penguatan Pendidikan Karakter Kemendikbud, Armyn juga akan turut mensosialisasikan wajib baca dan nulis Alquran untuk siswa SMP yang beragama Islam.

Dirinya juga menerangkan, untuk memberi dasar hukum mengenai wajib baca dan nulis Alquran, nantinya akan ada terbit peraturan bupati (Perbup) yang mengatur hal tersebut.

“Saya juga ingin kedepannya ada peraturan wajib belajar membaca dan nulis Alquran di malam hari. Dimana untuk itu kami juga berencana bekerja sama dengan Satpol PP untuk membantu menyisir anak-anak SMP yang masih berada di jalanan pada saat jam belajar malam diterapkan,” ujarnya.

“Sedangkan untuk siswa non-Islam, nantinya akan disesuaikan dengan ajaran agamanya masing-masing dan kami harapkan orangtua siswa juga bisa membantu untuk mensuskseskan peraturan ini nantinya,” tandasnya. (*/arp/app)


BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 14:20

Pelajar Jadi Sasaran

TABALAR - Guna mengantisipasi peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Tabalar,…

Senin, 21 Januari 2019 14:19

Dinilai Rawan saat Malam

BATU PUTIH - Masyarakat di RT 1 Kampung Tembudan, Kecamatan…

Senin, 21 Januari 2019 14:18

DLHK Berharap Dukungan Provinsi

TANJUNG REDEB - Tempat Pembuang Akhir (TPA) Talisayan, kondisinya dinilai…

Senin, 21 Januari 2019 14:17

Stadion Mini Jadi Solusi

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau telah menyiapkan lahan…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:17

Supermoon, Warga Pesisir Diminta Waspada

TANJUNG REDEB – Fenomena supermoon yang akan terjadi hari ini…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:15

Bos Pasar Minta Alat Pengolah Limbah

TELUK BAYUR – Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD) pernah menyabet…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:14

Uji Coba Berhasil, Kakam Desak PLN

BIDUKBIDUK – Pelayanan listrik di Kabupaten Berau belum merata, seperti…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:12

Perhatikan Kodisi Kendaraan Sebelum Berkendara

BIDUKBIDUK – Kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa di Kampung Batu…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:11

Setarakan Gaji Guru Honorer

TANJUNG REDEB – Tahun ini, Bupati Berau Muharram pastikan gaji…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:11

Biar Ngga Rusak, Tata Ruang Maratua Mendesak

TANJUNG REDEB – Perkembangan pariwisata di Pulau Maratua dalam beberapa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*