MANAGED BY:
MINGGU
20 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 15 Juni 2017 10:08
Buat Regulasi untuk Ciptakan Petani Berdasi

Setengah Perjalanan Anggota DPRD Berau Periode 2014-2019: Rudi P Mangunsong (28)

DI PEDALAMAN: Rudi P Mangunsong berfoto bersama masyarakat Dayak di Kampung Long Laai, Kecamatan Segah, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, Meningkatkan kesejahteraan masyarakat selalu menjadi cita-cita pemerintahan. Tapi peningkatan kesejahteraan masyarakat, tak bisa diukur dengan perbaikan perekonomian masyarakat perkotaan. Terciptanya kesejahteraan masyarakat perkampungan harus jadi tolok ukurnya.

YUDHI PERDANA, Tanjung Redeb

MEMILIKI luas wilayah sekitar 34.127,47 kilometer persegi, dengan 13 wilayah kecamatan dan sekitar 110 kampung dan kelurahan, menjadi tantangan besar bagi Pemkab Berau dalam hal pemerataan pembangunan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain sebagai pekerja di perusahaan, sebagian besar masyarakat Berau juga bermata pencaharian sebagai petani. Dalam tingkat kesejahteraan, masyarakat di perkampungan khususnya petani, bisa menjadi acuannya.

Menurut anggota Komisi III DPRD Berau Rudi Parasian Mangunsong, upaya meningkatkan kesejahteraan petani, harus ditunjang dengan pemenuhan sarana dan prasarananya. Pemberian bantuan alat pertanian, membangun jalan penghubung dari sawah ke sawah, bangun jalan dari sawah ke kampung, kampung ke kecamatan hingga kawasan perkotaan. Selain itu, juga dibutuhkan regulasi yang bisa menjamin peningkatan kesejahteraan petani.

Menurut Rudi, mengapa jumlah petani di Berau selama ini terus berkurang setiap tahunnya, karena tidak terjadi kaderisasi pada petani. Masyarakat lebih banyak memilih bekerja di perusahaan, karena jaminan kesejahteraan belum terlihat jika hanya menjadi petani.

“Ini menjadi tugas pemerintah untuk memberi jaminan bahwa dengan bertani juga akan sejahtera, jadi petani berdasi,” katanya ketika ditemui di kediamannya, beberapa waktu lalu.

Jaminan kesejahteraan bisa diatur melalui regulasi yang ditetapkan pemerintah. Bahkan, pihaknya juga sudah mengusulkan penyusuan rancangan peraturan daerah (raperda) perlindungan lahan pertanian kepada Dinas Pertanian dan Peternakan Berau.

Dalam raperda tersebut, akan diatur hak dan kewajiban petani. Sebab, lahan pertanian milik petani, tidak boleh dialihfungsikan untuk diubah pemanfaatannya. “Kompensasinya, misalnya pemerintah bisa memberi kemudahan mendapatkan kredit usaha. Artinya, ketika para petani benar-benar menjalankan kewajibannya untuk menjaga lahan pertanian tetap produktif, mereka juga punya hak yang didapat dari pemerintah,” jelasnya.

Usulan raperda tersebut, sudah disampaikan pihaknya dalam rapat sinkronisasi program legislasi daerah (prolegda) 2017, beberapa waktu lalu. “Tapi saat itu, mereka (Dinas Pertanian) belum siap,” jelasnya.

Selain itu, Pemkab Berau harus berani mewajibkan seluruh aparatur pemerintah di Bumi Batiwakkal untuk mengonsumsi beras dari petani sendiri, seperti yang sudah dilakukan jajaran TNI.

“Kalau saya jujur, selama ini konsumsi beras dari petani di Labanan dan Segah,” ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Apalagi, lanjut dia, kualitas beras dari petani Berau, tak kalah dengan beras yang didatangkan dari luar daerah. “Tapi memang harus ada target untuk memenuhi kebutuhan beras dari petani sendiri. Itu juga salah satunya yang kita usulkan dalam raperda,” terangnya.

Selanjutnya, ada jaminan pemasaran beras dari petani lokal. Setidaknya, Perum Bulog Berau bisa membeli semua beras dari petani lokal. Jika itu semua terwujud, Rudi yakin kesejahteraan petani di Bumi Batiwakkal akan mengalami perbaikan.

Sebagai Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Baperda) DPRD Berau, Rudi dan rekan-rakannya juga cukup produktif. Rata-rata ujar dia, Baperda DPRD Berau bisa menetapkan 80 persen raperda yang masuk dalam prolegda tiap tahunnya. “Kalau kita lihat di daerah-daerah lain, bisa mencapai 50 persen dari prolegda saja, itu sudah cukup susah. Jadi kalau kita yang rata-rata 80 persen, itu sudah sangat produktif,” pungkas Rudi. (udi)  


BACA JUGA

Sabtu, 19 Agustus 2017 13:05

Harus Lapar saat Belajar, Didiagnosa Penyakit Maag

Ada-ada saja. Ketika beberapa orang harus dalam keadaan kenyang agar bisa berpikir jernih, Hilda justru…

Sabtu, 19 Agustus 2017 13:03

Hujan hingga Pekan Depan

POTENSI hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan…

Sabtu, 19 Agustus 2017 13:02

Lelang Jangan Dibuat Rumit

BANJIR yang melanda Tanjung Redeb dan sekitarnya, juga jadi sorotan Ketua DPRD Berau Syarifatul Syadiah.…

Sabtu, 19 Agustus 2017 13:01

Jangan Seperti Samarinda

SEPERTI benang kusut, persoalan drainase di Tanjung Redeb butuh perhatian khusus. Duit miliaran rupiah…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:58

Habiskan Uang Miliaran Rupiah, Drainase Masih Mampet

TANJUNG REDEB – Hujan deras mengguyur Tanjung Redeb dan sekitarnya sejak pukul 03.00 hingga 11.00…

Jumat, 18 Agustus 2017 10:42

Dua WNA asal Denmark Ikut Upacara Bendera

MARATUA - Ada momen unik dalam pelaksanaan upacara peringatan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia…

Jumat, 18 Agustus 2017 10:42

Berlumuran Oli, Larut dalam Kebahagiaan

TANJUNG REDEB – Setelah beristirahat beberapa hari para pemuda dari beberapa lingkungan RT di…

Jumat, 18 Agustus 2017 10:40

MEMBANGGAKAN ! Deo Terpilih Jadi Pembentang, Inspirasi Remaja Lainnya

TANJUNG REDEB – Kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-72 sangat…

Jumat, 18 Agustus 2017 10:39

Drama Kolosal Bikin Bupati Tergugah

TANJUNG REDEB – Upacara bendera dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-72 di…

Jumat, 18 Agustus 2017 10:32

Tahan Sakit 21 Jam, Dua Bayi Dilahirkan Tak Sesuai Prediksi

Kemarin, (17/8) tiga orang perempuan berjuang antara hidup dan mati melawan sakit. Ketiganya berjuang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .