MANAGED BY:
RABU
18 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 15 Juni 2017 10:08
Buat Regulasi untuk Ciptakan Petani Berdasi

Setengah Perjalanan Anggota DPRD Berau Periode 2014-2019: Rudi P Mangunsong (28)

DI PEDALAMAN: Rudi P Mangunsong berfoto bersama masyarakat Dayak di Kampung Long Laai, Kecamatan Segah, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, Meningkatkan kesejahteraan masyarakat selalu menjadi cita-cita pemerintahan. Tapi peningkatan kesejahteraan masyarakat, tak bisa diukur dengan perbaikan perekonomian masyarakat perkotaan. Terciptanya kesejahteraan masyarakat perkampungan harus jadi tolok ukurnya.

YUDHI PERDANA, Tanjung Redeb

MEMILIKI luas wilayah sekitar 34.127,47 kilometer persegi, dengan 13 wilayah kecamatan dan sekitar 110 kampung dan kelurahan, menjadi tantangan besar bagi Pemkab Berau dalam hal pemerataan pembangunan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain sebagai pekerja di perusahaan, sebagian besar masyarakat Berau juga bermata pencaharian sebagai petani. Dalam tingkat kesejahteraan, masyarakat di perkampungan khususnya petani, bisa menjadi acuannya.

Menurut anggota Komisi III DPRD Berau Rudi Parasian Mangunsong, upaya meningkatkan kesejahteraan petani, harus ditunjang dengan pemenuhan sarana dan prasarananya. Pemberian bantuan alat pertanian, membangun jalan penghubung dari sawah ke sawah, bangun jalan dari sawah ke kampung, kampung ke kecamatan hingga kawasan perkotaan. Selain itu, juga dibutuhkan regulasi yang bisa menjamin peningkatan kesejahteraan petani.

Menurut Rudi, mengapa jumlah petani di Berau selama ini terus berkurang setiap tahunnya, karena tidak terjadi kaderisasi pada petani. Masyarakat lebih banyak memilih bekerja di perusahaan, karena jaminan kesejahteraan belum terlihat jika hanya menjadi petani.

“Ini menjadi tugas pemerintah untuk memberi jaminan bahwa dengan bertani juga akan sejahtera, jadi petani berdasi,” katanya ketika ditemui di kediamannya, beberapa waktu lalu.

Jaminan kesejahteraan bisa diatur melalui regulasi yang ditetapkan pemerintah. Bahkan, pihaknya juga sudah mengusulkan penyusuan rancangan peraturan daerah (raperda) perlindungan lahan pertanian kepada Dinas Pertanian dan Peternakan Berau.

Dalam raperda tersebut, akan diatur hak dan kewajiban petani. Sebab, lahan pertanian milik petani, tidak boleh dialihfungsikan untuk diubah pemanfaatannya. “Kompensasinya, misalnya pemerintah bisa memberi kemudahan mendapatkan kredit usaha. Artinya, ketika para petani benar-benar menjalankan kewajibannya untuk menjaga lahan pertanian tetap produktif, mereka juga punya hak yang didapat dari pemerintah,” jelasnya.

Usulan raperda tersebut, sudah disampaikan pihaknya dalam rapat sinkronisasi program legislasi daerah (prolegda) 2017, beberapa waktu lalu. “Tapi saat itu, mereka (Dinas Pertanian) belum siap,” jelasnya.

Selain itu, Pemkab Berau harus berani mewajibkan seluruh aparatur pemerintah di Bumi Batiwakkal untuk mengonsumsi beras dari petani sendiri, seperti yang sudah dilakukan jajaran TNI.

“Kalau saya jujur, selama ini konsumsi beras dari petani di Labanan dan Segah,” ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Apalagi, lanjut dia, kualitas beras dari petani Berau, tak kalah dengan beras yang didatangkan dari luar daerah. “Tapi memang harus ada target untuk memenuhi kebutuhan beras dari petani sendiri. Itu juga salah satunya yang kita usulkan dalam raperda,” terangnya.

Selanjutnya, ada jaminan pemasaran beras dari petani lokal. Setidaknya, Perum Bulog Berau bisa membeli semua beras dari petani lokal. Jika itu semua terwujud, Rudi yakin kesejahteraan petani di Bumi Batiwakkal akan mengalami perbaikan.

Sebagai Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Baperda) DPRD Berau, Rudi dan rekan-rakannya juga cukup produktif. Rata-rata ujar dia, Baperda DPRD Berau bisa menetapkan 80 persen raperda yang masuk dalam prolegda tiap tahunnya. “Kalau kita lihat di daerah-daerah lain, bisa mencapai 50 persen dari prolegda saja, itu sudah cukup susah. Jadi kalau kita yang rata-rata 80 persen, itu sudah sangat produktif,” pungkas Rudi. (udi)  


BACA JUGA

Selasa, 17 Oktober 2017 09:53

KPU Mulai Teliti Berkas Parpol

TANJUNG REDEB – Hingga pukul 21.00 Wita malam tadi (16/10), sebanyak 12 partai politik (parpol)…

Selasa, 17 Oktober 2017 09:52

Telusuri Dugaan Penyelewengan ADK Giring-Giring, Bupati Serahkan ke Inspektorat

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram telah menerima laporan dugaan penyelewengan atau mark up…

Selasa, 17 Oktober 2017 09:52

Api Hanguskan Dua Kamar Indekos dan Satu Kios

TANJUNG REDEB – Tiga bangunan di Gang 4, Jalan Aminudin, RT 19, Kelurahan Bugis, Tanjung Redeb,…

Senin, 16 Oktober 2017 10:26

Pekerjaan Harus Sesuai Standar

TANJUNG REDEB – Kritikan terhadap pembangunan ruang kelas baru (RKB) SD 011 Tanjung Redeb di Jalan…

Senin, 16 Oktober 2017 10:26

Polisi Amankan Pelaku Penggelapan Dana Koperasi

TANJUNG REDEB – Pelarian Daniel Siringo Ringo, tersangka penipuan dan pengelapan dana koperasi…

Senin, 16 Oktober 2017 10:25

Alat Bukti Cukup, Proses Hukum Jalan

TANJUNG REDEB – Polres Berau memastikan telah menerima laporan warga Kampung Giring-Giring Kecamatan…

Senin, 16 Oktober 2017 10:24

“Ini Pencemaran Nama Baik”

KEPALA Kampung Giring-Giring, Kecamatan Bidukbiduk, Irvand Kiay, nampaknya sudah kehabisan kesabaran.…

Senin, 16 Oktober 2017 10:23

Pemilik Warung Dilarang Jual Obat

TANJUNG REDEB – Penjualan bebas obat-obatan di Kabupaten Berau sudah sangat memprihatinkan, tak…

Minggu, 15 Oktober 2017 10:23

RSUD Atur Jam Besuk Pasien

TANJUNG REDEB – Demi menjaga keamanan dan kenyamanan pasien, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr…

Minggu, 15 Oktober 2017 10:23

Kepala Kampung Giring-Giring Dilaporkan ke Polisi

TANJUNG REDEB – Kepala Kampung Giring-Giring Irvand Kiay bakal berurusan dengan pihak berwajib.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .