MANAGED BY:
MINGGU
27 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 15 Juni 2017 10:08
Buat Regulasi untuk Ciptakan Petani Berdasi

Setengah Perjalanan Anggota DPRD Berau Periode 2014-2019: Rudi P Mangunsong (28)

DI PEDALAMAN: Rudi P Mangunsong berfoto bersama masyarakat Dayak di Kampung Long Laai, Kecamatan Segah, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, Meningkatkan kesejahteraan masyarakat selalu menjadi cita-cita pemerintahan. Tapi peningkatan kesejahteraan masyarakat, tak bisa diukur dengan perbaikan perekonomian masyarakat perkotaan. Terciptanya kesejahteraan masyarakat perkampungan harus jadi tolok ukurnya.

YUDHI PERDANA, Tanjung Redeb

MEMILIKI luas wilayah sekitar 34.127,47 kilometer persegi, dengan 13 wilayah kecamatan dan sekitar 110 kampung dan kelurahan, menjadi tantangan besar bagi Pemkab Berau dalam hal pemerataan pembangunan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain sebagai pekerja di perusahaan, sebagian besar masyarakat Berau juga bermata pencaharian sebagai petani. Dalam tingkat kesejahteraan, masyarakat di perkampungan khususnya petani, bisa menjadi acuannya.

Menurut anggota Komisi III DPRD Berau Rudi Parasian Mangunsong, upaya meningkatkan kesejahteraan petani, harus ditunjang dengan pemenuhan sarana dan prasarananya. Pemberian bantuan alat pertanian, membangun jalan penghubung dari sawah ke sawah, bangun jalan dari sawah ke kampung, kampung ke kecamatan hingga kawasan perkotaan. Selain itu, juga dibutuhkan regulasi yang bisa menjamin peningkatan kesejahteraan petani.

Menurut Rudi, mengapa jumlah petani di Berau selama ini terus berkurang setiap tahunnya, karena tidak terjadi kaderisasi pada petani. Masyarakat lebih banyak memilih bekerja di perusahaan, karena jaminan kesejahteraan belum terlihat jika hanya menjadi petani.

“Ini menjadi tugas pemerintah untuk memberi jaminan bahwa dengan bertani juga akan sejahtera, jadi petani berdasi,” katanya ketika ditemui di kediamannya, beberapa waktu lalu.

Jaminan kesejahteraan bisa diatur melalui regulasi yang ditetapkan pemerintah. Bahkan, pihaknya juga sudah mengusulkan penyusuan rancangan peraturan daerah (raperda) perlindungan lahan pertanian kepada Dinas Pertanian dan Peternakan Berau.

Dalam raperda tersebut, akan diatur hak dan kewajiban petani. Sebab, lahan pertanian milik petani, tidak boleh dialihfungsikan untuk diubah pemanfaatannya. “Kompensasinya, misalnya pemerintah bisa memberi kemudahan mendapatkan kredit usaha. Artinya, ketika para petani benar-benar menjalankan kewajibannya untuk menjaga lahan pertanian tetap produktif, mereka juga punya hak yang didapat dari pemerintah,” jelasnya.

Usulan raperda tersebut, sudah disampaikan pihaknya dalam rapat sinkronisasi program legislasi daerah (prolegda) 2017, beberapa waktu lalu. “Tapi saat itu, mereka (Dinas Pertanian) belum siap,” jelasnya.

Selain itu, Pemkab Berau harus berani mewajibkan seluruh aparatur pemerintah di Bumi Batiwakkal untuk mengonsumsi beras dari petani sendiri, seperti yang sudah dilakukan jajaran TNI.

“Kalau saya jujur, selama ini konsumsi beras dari petani di Labanan dan Segah,” ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Apalagi, lanjut dia, kualitas beras dari petani Berau, tak kalah dengan beras yang didatangkan dari luar daerah. “Tapi memang harus ada target untuk memenuhi kebutuhan beras dari petani sendiri. Itu juga salah satunya yang kita usulkan dalam raperda,” terangnya.

Selanjutnya, ada jaminan pemasaran beras dari petani lokal. Setidaknya, Perum Bulog Berau bisa membeli semua beras dari petani lokal. Jika itu semua terwujud, Rudi yakin kesejahteraan petani di Bumi Batiwakkal akan mengalami perbaikan.

Sebagai Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Baperda) DPRD Berau, Rudi dan rekan-rakannya juga cukup produktif. Rata-rata ujar dia, Baperda DPRD Berau bisa menetapkan 80 persen raperda yang masuk dalam prolegda tiap tahunnya. “Kalau kita lihat di daerah-daerah lain, bisa mencapai 50 persen dari prolegda saja, itu sudah cukup susah. Jadi kalau kita yang rata-rata 80 persen, itu sudah sangat produktif,” pungkas Rudi. (udi)  


BACA JUGA

Sabtu, 26 Mei 2018 00:36

Berkas Perkara Sudah di Kejaksaan

TANJUNG REDEB – Perkara kasus atraksi maut di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Kholil, Jalan Limunjan,…

Sabtu, 26 Mei 2018 00:34

Tahun Ini, Beasiswa SMA dan S1 Bisa Cair

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau Basri Sahrin mengakui anggaran beasiswa…

Jumat, 25 Mei 2018 00:18

Warga Sebut TPA Tak Lagi Menyengat

TANJUNG REDEB – Upaya Pemkab dalam hal ini Bupati Berau Muharram untuk memastikan dan melakukan…

Jumat, 25 Mei 2018 00:17

Keputusan Diserahkan ke Bupati

TANJUNG REDEB – Penyelesaian batas-batas wilayah antarkampung masih menjadi pekerjaan rumah (PR)…

Jumat, 25 Mei 2018 00:16

Darah di Hidung karena Mimisan

TANJUNG REDEB – Pemeriksaan psikologis yang tengah dilakukan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan…

Jumat, 25 Mei 2018 00:13

Belum Tuntas karena Anggaran Terbatas

TANJUNG REDEB – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau mengakui jika proyek penataan…

Kamis, 24 Mei 2018 14:27

Dekat dengan Pelaku, Korban Tidak Terlihat Trauma

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Berau, Fika Yuliana…

Kamis, 24 Mei 2018 14:23

Polisi Periksa Kejiwaan OF

TANJUNG REDEB – Aparat kepolisian bergerak cepat mengusut dugaan tindakan kekerasan kepada balita…

Kamis, 24 Mei 2018 14:21

Nelayan Rakit Bom di Laut

TANJUNG REDEB – Aksi pengeboman ikan belum sepenuhnya bisa dituntaskan. Hal itu diakui Kapolsek…

Rabu, 23 Mei 2018 00:37

Kenaikan THR PNS Tinggal Diteken Presiden

KEPASTIAN besaran kenaikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) segera diketahui.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .