MANAGED BY:
MINGGU
25 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Jumat, 16 Juni 2017 12:10
PT SPIL Dapat Pesaing, PT Temas Bisa Jadi Opsi Jasa Pengiriman Peti Kemas
Abdurrahman

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Aktivitas pengiriman barang menggunakan peti kemas yang selama ini dikuasai satu perusahaan, bisa jadi tak akan bertahan lama. Pasalnya, menurut Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Berau Abdurrahman, pihaknya sudah menerima permohonan rekomendasi dari PT Pelayaran Tempuran Emas (Temas) Line, guna mengurus perizinan pembukaan usaha pengiriman menggunakan peti kemas di Bumi Batiwakkal.

Dijelaskannya, kendala luas lahan di Pelabuhan Tanjung Redeb untuk menumpuk peti kemas sangat terbatas, PT Temas juga meminta rekomendasi untuk menggunakan lahan di kawasan Jalan dr Murjani III, Tanjung Redeb, sebagai tempat penumpukan peti kemas. “Itu sambil menunggu pembangunan pelabuhan di Gurimbang rampung. Jadi nanti kalau dapat izin, mereka sementara menumpuk peti kemasnya di kawasan Murjani,” jelas Abdurrahman, ditemui di ruang kerjanya kemarin (15/6).

Walau mendukung, pihaknya tetap menyarankan agar PT Temas mengurus izin gangguan terlebih dahulu jika nantinya telah beroperasi di Bumi Batiwakkal. Sebab, jika penumpukan peti kemas dilakukan di kawasan Jalan Murjani, berpotensi menimbulkan gangguan di lingkungan masyarakat sekitarnya. 

“Kalau kita sarankan, operasional mereka dari malam sampai subuh. Jadi tidak mengganggu aktivitas lalu lintas dan aktivitas masyarakat lainnya,” ungkapnya.

Masuknya PT Temas juga akan memberi opsi kepada masyarakat Berau yang ingin menggunakan jasa pengiriman menggunakan peti kemas. “Mudah-mudahan, harga pengiriman barang yang selama ini dikeluhkan karena terlalu mahal, juga bisa ditekan karena ada persaingan,” jelasnya.

Walau demikian, untuk proses perizinan, Abdurrahman tidak bisa terlalu jauh mencampurinya. Pihaknya hanya memberikan rekomendasi sesuai kewenangan yang dimiliki pihaknya. “Tapi rekomendasi Dishub dibutuhkan untuk mengurus izinnya di perizinan,” pungkasnya.

Diketahui, tarif pengiriman barang menggunakan peti kemas dari Surabaya ke Berau, sempat mencapai Rp 17 juta. Karena menjadi sorotan, tarif pengiriman melalui PT Samudera Pacific Indonesia Lines (SPIL), akhirnya diturunkan Rp 1 juta yang diambil dari tarif pengiriman di PT SPIL.

Namun, menurut Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Berau M Syarkawi HAB, total biaya pengiriman barang di dari Surabaya ke Berau yang diturunkan hanya Rp 1 juta, dinilai masih sangat besar. Harga kebutuhan pangan yang didatangkan menggunakan pengiriman peti kemas, tetap akan tinggi nilai jualnya hingga ke tangan masyarakat.

“Kalau berkurang mungkin bisa, tapi tidak signifikan. Karena masalahnya juga ada di biaya angkut yang masih besar. Kecuali tadi tarif SPIL turunnya lumayan atau mendekati tarif di daerah lain, harga barang juga akan turun lebih besar,” ungkapnya kepada Berau Post, kemarin (4/6).

Saat ini, pihaknya menyerahkan upaya penyesuaian biaya pengiriman dan angkut barang kepada DPRD Berau.

Pihaknya pun mendukung perjuangan DPRD Berau, agar PT SPIL kembali melakukan evaluasi untuk menurunkan tarif pengirimannya lagi, begitu juga dengan pihak-pihak terkait lain yang berkaitan pada proses pengiriman, hingga membuat harga barang di Bumi Batiwakkal cukup tinggi.

“Kami dukung penuh DPRD Berau yang meminta agar ada penurunan lagi. Dan untuk saat ini, kami serahkan ke DPRD dulu. Bisa jadi nanti kami akan siapkan sedikit hitung-hitungan tarif ideal, agar harga barang di Berau bisa tidak mahal lagi tapi sama-sama menguntungkan,” singkat Syarkawi. (udi2)


BACA JUGA

Jumat, 16 Juni 2017 12:26

Karena Uang Rp 20 Ribu, Derawan Diburu Wisatawan

TANJUNG REDEB – Adanya gambar Pulau Derawan di uang Rp 20 ribu terbaru, nama Pulau Derawan kian…

Kamis, 08 Juni 2017 00:39

Kembangkan Gula Aren dan Tuak Manis

BIATAN - Terbitnya surat keputusan (SK) hak pengelolaan hutan desa (HPHD) dari Kementrian Lingkungan…

Selasa, 06 Juni 2017 00:20

Kunjungan Wisata Hiu Paus Menurun

TALISAYAN – Kunjungan wisatawan di Talisayan selama pekan pertama Ramadan mengalami penurunan,…

Selasa, 06 Juni 2017 00:20

Kakam Siap Berikan 1000 Ha Lahan

BIATAN – Potensi lahan pertanian yang ada di Kampung Biatan Ilir, Kecamatan Biatan, menarik investor…

Minggu, 04 Juni 2017 13:43

Kerap Hujan, Produksi Ikan Asin Menurun

TALISAYAN – Hujan yang kerap mengguyur Kecamatan Talisayan belakangan berdampak pada kualitas…

Minggu, 04 Juni 2017 13:29

Penurunan Tarif Belum Memuaskan, Dewan Kembali Panggil PT SPIL

TANJUNG REDEB – Walau PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) sudah mengumumkan penurunan tarif…

Sabtu, 03 Juni 2017 00:26

Harga Sayuran di Berau Mulai Melonjak

TANJUNG REDEB – Harga bahan kebutuhan pokok selama Ramadan di Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD)…

Sabtu, 03 Juni 2017 00:21

PT SPIL Turunkan Tarif Pengiriman

TANJUNG REDEB – Setelah mendapat desakan DPRD Berau, PT Samudera Pacific Indonesia Lines (SPIL),…

Kamis, 01 Juni 2017 00:46

Stok Pangan Masih Aman

TANJUNG REDEB – Menjelang satu minggu bulan ramadan, stok pangan di Kabupaten Berau masih aman…

Rabu, 31 Mei 2017 00:12

Penghitungan Inflasi Terkendala Anggaran

TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau hingga kini belum bisa menghitung laju inflasi sendiri. Meski…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .