MANAGED BY:
SABTU
18 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Jumat, 16 Juni 2017 12:10
PT SPIL Dapat Pesaing, PT Temas Bisa Jadi Opsi Jasa Pengiriman Peti Kemas
Abdurrahman

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Aktivitas pengiriman barang menggunakan peti kemas yang selama ini dikuasai satu perusahaan, bisa jadi tak akan bertahan lama. Pasalnya, menurut Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Berau Abdurrahman, pihaknya sudah menerima permohonan rekomendasi dari PT Pelayaran Tempuran Emas (Temas) Line, guna mengurus perizinan pembukaan usaha pengiriman menggunakan peti kemas di Bumi Batiwakkal.

Dijelaskannya, kendala luas lahan di Pelabuhan Tanjung Redeb untuk menumpuk peti kemas sangat terbatas, PT Temas juga meminta rekomendasi untuk menggunakan lahan di kawasan Jalan dr Murjani III, Tanjung Redeb, sebagai tempat penumpukan peti kemas. “Itu sambil menunggu pembangunan pelabuhan di Gurimbang rampung. Jadi nanti kalau dapat izin, mereka sementara menumpuk peti kemasnya di kawasan Murjani,” jelas Abdurrahman, ditemui di ruang kerjanya kemarin (15/6).

Walau mendukung, pihaknya tetap menyarankan agar PT Temas mengurus izin gangguan terlebih dahulu jika nantinya telah beroperasi di Bumi Batiwakkal. Sebab, jika penumpukan peti kemas dilakukan di kawasan Jalan Murjani, berpotensi menimbulkan gangguan di lingkungan masyarakat sekitarnya. 

“Kalau kita sarankan, operasional mereka dari malam sampai subuh. Jadi tidak mengganggu aktivitas lalu lintas dan aktivitas masyarakat lainnya,” ungkapnya.

Masuknya PT Temas juga akan memberi opsi kepada masyarakat Berau yang ingin menggunakan jasa pengiriman menggunakan peti kemas. “Mudah-mudahan, harga pengiriman barang yang selama ini dikeluhkan karena terlalu mahal, juga bisa ditekan karena ada persaingan,” jelasnya.

Walau demikian, untuk proses perizinan, Abdurrahman tidak bisa terlalu jauh mencampurinya. Pihaknya hanya memberikan rekomendasi sesuai kewenangan yang dimiliki pihaknya. “Tapi rekomendasi Dishub dibutuhkan untuk mengurus izinnya di perizinan,” pungkasnya.

Diketahui, tarif pengiriman barang menggunakan peti kemas dari Surabaya ke Berau, sempat mencapai Rp 17 juta. Karena menjadi sorotan, tarif pengiriman melalui PT Samudera Pacific Indonesia Lines (SPIL), akhirnya diturunkan Rp 1 juta yang diambil dari tarif pengiriman di PT SPIL.

Namun, menurut Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Berau M Syarkawi HAB, total biaya pengiriman barang di dari Surabaya ke Berau yang diturunkan hanya Rp 1 juta, dinilai masih sangat besar. Harga kebutuhan pangan yang didatangkan menggunakan pengiriman peti kemas, tetap akan tinggi nilai jualnya hingga ke tangan masyarakat.

“Kalau berkurang mungkin bisa, tapi tidak signifikan. Karena masalahnya juga ada di biaya angkut yang masih besar. Kecuali tadi tarif SPIL turunnya lumayan atau mendekati tarif di daerah lain, harga barang juga akan turun lebih besar,” ungkapnya kepada Berau Post, kemarin (4/6).

Saat ini, pihaknya menyerahkan upaya penyesuaian biaya pengiriman dan angkut barang kepada DPRD Berau.

Pihaknya pun mendukung perjuangan DPRD Berau, agar PT SPIL kembali melakukan evaluasi untuk menurunkan tarif pengirimannya lagi, begitu juga dengan pihak-pihak terkait lain yang berkaitan pada proses pengiriman, hingga membuat harga barang di Bumi Batiwakkal cukup tinggi.

“Kami dukung penuh DPRD Berau yang meminta agar ada penurunan lagi. Dan untuk saat ini, kami serahkan ke DPRD dulu. Bisa jadi nanti kami akan siapkan sedikit hitung-hitungan tarif ideal, agar harga barang di Berau bisa tidak mahal lagi tapi sama-sama menguntungkan,” singkat Syarkawi. (udi2)


BACA JUGA

Sabtu, 04 November 2017 12:07

Investasi Meningkat walau Ekonomi Melambat

TANJUNG REDEB – Naiknya harga kelapa sawit, ditambah semakin banyak perusahaan yang ingin berinvestasi…

Jumat, 03 November 2017 11:13

Produksi Menurun, Bukan karena Petani

TALISAYAN – Menurunnya produksi beras, bukan disebabkan karena menurutnya minat masyarakat menjadi…

Kamis, 02 November 2017 00:26

Produksi Padi Menurun Setiap Tahun

TANJUNG REDEB – Pertumbuhan produksi padi di Kabupaten Berau sampai saat ini belum sejalan dengan…

Kamis, 02 November 2017 00:16

Harga Kebutuhan Pokok Stabil

TANJUNG REDEB - Sejumlah bahan pangan di Pasar Sanggam Adji Dilayas mengalami fluktuasi atau ketidak…

Rabu, 01 November 2017 10:31

Antrean Pengangkutan, Semen Langka Beberapa Pekan

TANJUNG REDEB – Kelangkaan semen kembali terjadi di Kabupaten Berau. Penyebabnya, dijelaskan Kepala…

Selasa, 31 Oktober 2017 11:24

Harga Lada Masih Terpuruk

BIATAN – Rendahnya harga jual lada yang kini bertahan di angka Rp 60 ribu per kilogram (kg), menjadi…

Senin, 30 Oktober 2017 11:01

Minim Regenerasi Petani

WALAU punya potensi lahan pertanian yang masih sangat luas, ditambah peralatan serba mesin untuk…

Jumat, 27 Oktober 2017 11:18

Lahan Tersedia, Bibit Belum Siap

TANJUNG REDEB – Informasi Berau ditunjuk Kementerian Pertanian mendapat bantuan untuk ekstensifikasi…

Kamis, 26 Oktober 2017 10:58

Pertanian Kian Mengeliat di Biatan Ilir

TALISAYAN – Pemerintah Kampung Biatan Ilir terus meningkatkan sektor pertanian. Tak hanya infrastuktur…

Kamis, 26 Oktober 2017 10:45

Berau Coal Jamin Nasib Karyawan

TANJUNG REDEB – Penghapusan emiten saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) dari lantai perdagangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .