MANAGED BY:
MINGGU
22 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Jumat, 16 Juni 2017 12:10
PT SPIL Dapat Pesaing, PT Temas Bisa Jadi Opsi Jasa Pengiriman Peti Kemas
Abdurrahman

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Aktivitas pengiriman barang menggunakan peti kemas yang selama ini dikuasai satu perusahaan, bisa jadi tak akan bertahan lama. Pasalnya, menurut Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Berau Abdurrahman, pihaknya sudah menerima permohonan rekomendasi dari PT Pelayaran Tempuran Emas (Temas) Line, guna mengurus perizinan pembukaan usaha pengiriman menggunakan peti kemas di Bumi Batiwakkal.

Dijelaskannya, kendala luas lahan di Pelabuhan Tanjung Redeb untuk menumpuk peti kemas sangat terbatas, PT Temas juga meminta rekomendasi untuk menggunakan lahan di kawasan Jalan dr Murjani III, Tanjung Redeb, sebagai tempat penumpukan peti kemas. “Itu sambil menunggu pembangunan pelabuhan di Gurimbang rampung. Jadi nanti kalau dapat izin, mereka sementara menumpuk peti kemasnya di kawasan Murjani,” jelas Abdurrahman, ditemui di ruang kerjanya kemarin (15/6).

Walau mendukung, pihaknya tetap menyarankan agar PT Temas mengurus izin gangguan terlebih dahulu jika nantinya telah beroperasi di Bumi Batiwakkal. Sebab, jika penumpukan peti kemas dilakukan di kawasan Jalan Murjani, berpotensi menimbulkan gangguan di lingkungan masyarakat sekitarnya. 

“Kalau kita sarankan, operasional mereka dari malam sampai subuh. Jadi tidak mengganggu aktivitas lalu lintas dan aktivitas masyarakat lainnya,” ungkapnya.

Masuknya PT Temas juga akan memberi opsi kepada masyarakat Berau yang ingin menggunakan jasa pengiriman menggunakan peti kemas. “Mudah-mudahan, harga pengiriman barang yang selama ini dikeluhkan karena terlalu mahal, juga bisa ditekan karena ada persaingan,” jelasnya.

Walau demikian, untuk proses perizinan, Abdurrahman tidak bisa terlalu jauh mencampurinya. Pihaknya hanya memberikan rekomendasi sesuai kewenangan yang dimiliki pihaknya. “Tapi rekomendasi Dishub dibutuhkan untuk mengurus izinnya di perizinan,” pungkasnya.

Diketahui, tarif pengiriman barang menggunakan peti kemas dari Surabaya ke Berau, sempat mencapai Rp 17 juta. Karena menjadi sorotan, tarif pengiriman melalui PT Samudera Pacific Indonesia Lines (SPIL), akhirnya diturunkan Rp 1 juta yang diambil dari tarif pengiriman di PT SPIL.

Namun, menurut Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Berau M Syarkawi HAB, total biaya pengiriman barang di dari Surabaya ke Berau yang diturunkan hanya Rp 1 juta, dinilai masih sangat besar. Harga kebutuhan pangan yang didatangkan menggunakan pengiriman peti kemas, tetap akan tinggi nilai jualnya hingga ke tangan masyarakat.

“Kalau berkurang mungkin bisa, tapi tidak signifikan. Karena masalahnya juga ada di biaya angkut yang masih besar. Kecuali tadi tarif SPIL turunnya lumayan atau mendekati tarif di daerah lain, harga barang juga akan turun lebih besar,” ungkapnya kepada Berau Post, kemarin (4/6).

Saat ini, pihaknya menyerahkan upaya penyesuaian biaya pengiriman dan angkut barang kepada DPRD Berau.

Pihaknya pun mendukung perjuangan DPRD Berau, agar PT SPIL kembali melakukan evaluasi untuk menurunkan tarif pengirimannya lagi, begitu juga dengan pihak-pihak terkait lain yang berkaitan pada proses pengiriman, hingga membuat harga barang di Bumi Batiwakkal cukup tinggi.

“Kami dukung penuh DPRD Berau yang meminta agar ada penurunan lagi. Dan untuk saat ini, kami serahkan ke DPRD dulu. Bisa jadi nanti kami akan siapkan sedikit hitung-hitungan tarif ideal, agar harga barang di Berau bisa tidak mahal lagi tapi sama-sama menguntungkan,” singkat Syarkawi. (udi2)


BACA JUGA

Sabtu, 14 April 2018 12:02

HBA Stabil, Ekonomi Membaik

TANJUNG REDEB – Kestabilan harga batu bara membuat sejumlah pengusaha kembali bergairah untuk…

Jumat, 13 April 2018 11:50

Faktor Kondisi Tanah, Setara dengan Kelapa Sawit

Ada banyak cara untuk mendongkrak perekonomian. Salah satu yang dapat dicontoh seperti mengikuti langkah…

Jumat, 13 April 2018 11:48

Tumbuhkan Motivasi UMKM

TANJUNG REDEB - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hingga kini masih menjadi salah satu sektor unggulan…

Jumat, 13 April 2018 11:47

Intensitas Hujan Tinggi, Pengusaha Bata Merugi

TANJUNG REDEB – Hujan dalam beberapa pekan terakhir, menghambat  proses pengeringan bata.…

Kamis, 12 April 2018 12:57

Siapkan Sistem Distribusi dan Pengawasan

TALISAYAN – Pembahasan pendistribusian dan pengawasan tabung elpiji tiga kilogram (3 kg) dengan…

Kamis, 12 April 2018 12:39

Stok Beras Bulog Aman hingga Ramadan

TANJUNG REDEB – Badan Urusan Logistik (Bulog) Berau memastikan stok beras aman untuk memenuhi…

Kamis, 12 April 2018 12:37

Pedagang Resah, Kerugian Menghantui

TANJUNG REDEB – Harga kebutuhan bahan pokok, terutama bumbu dapur mengalami fluktuasi dalam beberapa…

Rabu, 11 April 2018 11:55

Akui Kelapa Sawit Lebih Menguntungkan

BATU PUTIH – Polemik sektor pertanian masih terjadi. Bahkan, di Kecamatan Batu Putih, para petani…

Selasa, 10 April 2018 00:09

Penyaluran Elpiji Dinilai Tak Tepat Sasaran

TALISAYAN – Pengambilan elpiji tiga kilogram (3 kg) menggunakan Kartu Berau Sejahtera (KBS) atau…

Minggu, 08 April 2018 00:36

BANTU Modal UMKM

TANJUNG REDEB – Mengatasi persoalan kebutuhan modal usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM), pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .