MANAGED BY:
JUMAT
15 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 17 Juni 2017 00:15
ADUH PAYAH..!! Lima Perusahaan di Berau Dapat Proper Merah

Hasil Penilaian Pengelolaan Lingkungan DLH Kaltim

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Pengelolaan lingkungan oleh perusahaan di Berau, masih ada yang belum maksimal. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Kaltim Nomor 660.2/K.240/2017 tentang Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup 2016-2017, tercatat ada lima perusahaan dapat proper merah, satu diantaranya merupakan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Berau.

Disampaikan Kepala Bidang Pemantauan Pengendalian dan Kerusakan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau Masrani, berdasarkan hasil pemantauan tim dari DLH Kaltim, dari 19 perusahaan di Kabupaten Berau ada lima yang mendapat proper merah. Empat diantaranya perusahaan di sektor pertambangan batu bara, sedangkan satu diantaranya BLUD yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai. (lihat grafis)

“Pemantauan sendiri dilakukan tim dua kali, jadi ada lima perusahaan yang ditetapkan mendapat nilai merah,” ungkapnya kepada Berau Post, kemarin (16/6).

Dari informasi yang pihaknya terima, salah satu faktor yang membuat perusahaan pada bidang pertambangan batu bara mendapat nilai rendah akibat tidak adanya produksi oleh perusahaan, yang merupakan imbas anjloknya harga batu bara.

Adapun penilaian yang dilakukan terdiri dari pengendalian pencemaran air, udara, maupun pada lahan untuk melakukan rehabilitasi.

Namun dikatakannya, tidak adanya produksi bukanlah alasan yang tepat perusahaan tidak memperhatikan pengelolaan lingkungan. Mengingat di tengah jatuhnya harga batu bara, masih ada perusahaan yang berhasil mendapat penilaian emas.

“Sebenarnya konsisten perusahaan ada atau tidak, itu saja. Karena sepanjang IUP (Izin Usaha Pertambangan) masih berlaku itu masih menjadi kewajiban perusahaan,” ujarnya.

Berdasarkan penilaian tim proper oleh DLH Kaltim tersebut, dalam waktu dekat ditegaskannya Pemkab Berau melalui pihaknya bakal melayangkan surat peringatan kepada perusahaan terkait agar segera membenahi apa yang mendapat nilai rendah dari hasil pemantauan tim.

“Nanti akan ada batas waktu sesuai dengan pelanggaran perusahaan, kalau surat dari kami diabaikan maka kami akan melaporkan ke bupati untuk membuat surat teguran. Kalau hingga batas waktu surat bupati juga tidak direspons, maka bisa diambil tindakan untuk pemberhentian sementara kegiatan,” jelasnya.

Dibeberkannya juga, terkait penyebab satu BLUD mendapat proper merah yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, ialah pemilahan limbah medis dan non medis yang belum dikelola dengan baik.

Contoh lain yang dapat dilihat dengan kasat mata ialah pengelolaan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). “Kita lihat RS belum maksimal menjalankan itu,” imbuhnya.

Oleh karena itu sambung Masrani, perlu ada tenaga ahli yang membidangi pengelolaan lingkungan di RSUD dr Abdul Rivai. Itu dikatakannya, untuk mencegah berubah fungsinya RSUD yang sebenarnya menjadi tempat masyarakat berobat menjadi sumber penyakit.

“Sebenarnya RSUD ini sudah langganan merah, ini harus diperhatikan manajemen RS, jangan disepelekan. Sama seperti perusahaan swasta, RSUD pun akan kami berikan surat,” tegasnya. (sam/app)


BACA JUGA

Jumat, 15 Desember 2017 00:17

Penyidik Diminta Periksa 2 Saksi Lagi

TANJUNG REDEB – Kasus dugaan korupsi pengadaan kapal pariwisata di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata…

Jumat, 15 Desember 2017 00:16

Dua Kali Kemalingan, Betah walau Tak Ada Sinyal

Namanya juga amanah, mau bagaimanapun harus ditunaikan. Apalagi sebagai petugas kesehatan yang selalu…

Jumat, 15 Desember 2017 00:12

Dua Kakam Diduga Bermasalah Dilantik

TANJUNG REDEB – Walau sempat dikabarkan diminta untuk mengundurkan diri, namun dua kepala kampung…

Jumat, 15 Desember 2017 00:10

NAH !!! PLN Bisa Terkena Maladministrasi

TANJUNG REDEB – Molornya operasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Bayur dengan kapasitas…

Kamis, 14 Desember 2017 09:41

Pengadilan Peringatkan JPU

TANJUNG REDEB – Setelah sempat tertunda dua pekan, hari ini (13/12) Pengadian Negeri (PN) Tanjung…

Kamis, 14 Desember 2017 09:39

PEGANG KENDALI !!! Orang Tua Wajib Batasi Penggunaan Gawai

KEMAJUAN teknologi yang begitu pesat bisa memberikan nilai positif atau negatif bagi penggunanya. Seperti…

Kamis, 14 Desember 2017 09:37

Jadikan Tantangan, Kuncinya Bekerja Tulus dan Ikhlas

Diberi amanah sebagai bidan yang bertugas di perkampungan, dianggap sebagai tantangan oleh Ina Ratul…

Kamis, 14 Desember 2017 09:35

Rijal: PLN, Capek Deh

TANJUNG REDEB – Operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Bayur sudah bisa dipastikan…

Rabu, 13 Desember 2017 00:09

Boiler Unit 3 “Kelelahan" Suplai Daya Berkurang, Padam Bergilir hingga Natal

TANJUNG REDEB – Pemadaman listrik bergilir terpaksa dilakukan lagi. Kali ini, pemadaman dijadwalkan…

Rabu, 13 Desember 2017 00:08

Tinggalkan Tarakan karena Kerusuhan, Tak Betah di Eka Sapta

Macam-macam suka duka menjadi petugas kesehatan di kampung. Seperti yang dialami Istriyani, bidan di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .