MANAGED BY:
JUMAT
18 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Minggu, 18 Juni 2017 00:13
Wasiat Terakhir yang Bikin Perpecahan
Oleh: Dahlan Iskan

PROKAL.CO, PERPECAHAN keluarga Perdana Menteri Singapura terus melebar. Pangkalnya adalah surat wasiat ayah mereka, bapak pendiri Singapura, Lee Kuan Yew. Tepatnya wasiat mengenai warisan rumah besar di Jalan Oxley Nomor 38 Singapura. Di rumah itulah Lee Kuan Yew tinggal sejak 1945 sampai meninggal dunia 5 Maret 2015.

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong sangat marah atas pernyataan terbuka kedua adiknya yang mengatakan keduanya tidak akan mau tinggal di Singapura lagi. Mereka akan pindah ke negara lain.

Perdana Menteri Lee Hsien Loong ganti memberikan penjelasan terbuka yang sangat panjang. Sampai 46 pasal. Isinya menceritakan secara kronologis lahirnya surat wasiat ayahanda mereka.

Surat wasiat Lee Kuan Yew tersebut ternyata berubah sampai enam kali. Ini karena Lee Kuan Yew ternyata berumur sangat panjang sehingga dia terus menyempurnakan surat wasiatnya. Lee Kuan Yew meninggal pada usia 91 tahun.

Wasiat pertama ditulis Lee Kuan Yew tanggal 20 Agustus 2011, setahun setelah istri tercintanya Kwo Geok Choo meninggal dunia. Saat itu, Lee Kuan Yew masih menjabat Menteri Mentor dalam kabinet yang dipimpin anak sulungnya.

Isi surat wasiat tersebut sangat pribadi. Tapi, salah satunya kini menjadi pengetahuan publik lantaran perpecahan di antara tiga bersaudara ini. Yakni wasiat mengenai rumah di Jalan Oxley 38 yang dikenal sebagai rumah Perdana Menteri Lee Kuan Yew.

Luas pekarangan rumah tersebut sekitar 5.000 meter persegi di jalan yang tidak jauh dari pusat kota Orchard Road. Nama Jalan Oxley itu sendiri diambil dari nama asli pemilik perkebunan yang dulu broke in di situ, Thomas Oxley, orang Inggris. Oxley kemudian menjualnya ke orang Yahudi. Pembeli itulah yang membangun rumah di situ dilengkapi dengan sinagog, rumah ibadah Yahudi.

Lee Kuan Yew menempati rumah tersebut pada 1945 ketika umurnya 22 tahun. Di situlah dia mendirikan partai PAP yang kelak berkuasa di Singapura selama lebih 60 tahun sampai hari ini.

Lee menjadi Perdana Menteri Singapura selama 31 tahun. Lalu, jadi Menteri Senior selama 14 tahun dan Menteri Mentor selama 7 tahun. Total, Lee Kuan Yew berkuasa selama 56 tahun. Selama itu pula Lee Kuan Yew tinggal di Oxley 38. Perpecahan keluarga ini terjadi saat anak perempuan Lee Kuan Yew, Lee Wei Ling, akan melaksanakan isi surat wasiat ayahnya: membongkar total rumah tersebut.

Di surat wasiat pertama memang disebutkan bahwa sang ayah menghendaki agar segera sepeninggalan dia, rumah tersebut diratakan dengan tanah. Sepanjang anak perempuannya yang tidak mau menikah itu tidak mau lagi tinggal di situ. Si anak perempuan memang tinggal bersama orangtuanya sampai kedua orangtuanya meninggal dunia.

Si anak sulung yang sekarang jadi Perdana Menteri tidak setuju. Wasiat pembongkaran itu sudah dicabut pada wasiat yang kelima. Tapi, si adik bisa membuktikan bahwa klausul pembongkaran tersebut masuk lagi di wasiat yang keenam, alias wasiat terakhir tahun 2013.

Saudara sulung itu tidak terang-terangan menolak pembongkaran. Dia hanya menegaskan bahwa yang berniat membongkar itu harus membeli tanah tersebut dengan harga komersial ditambah kenaikan sebesar 50 pct untuk sumbangan sosial. Sang adik menganggap aturan itu sebagai akal-akalan sang kakak sulung. Dengan cara menyalahgunakan kekuasaan. “Kalau kepada saudara sendiri saja berlaku seperti ini bagaimana kepada rakyat,” tulis sang adik.

Yang lebih menyakitkan sang adik adalah tuduhan bahwa istri saudara laki-lakinyalah yang berusaha memasukkan kembali pasal pembongkaran yang sudah dicabut itu ke wasiat terakhir. Tuduhan ini semakin memperuncing perpecahan keluarga paling terhormat di Singapura itu. (rom/k8/kpg/udi)


BACA JUGA

Minggu, 13 Agustus 2017 00:16

Memaknai Kemerdekaan

TAK terasa ruang dan roda waktu berputar silih berganti. Tak terasa tanggal 17 Agustus 2017 bangsa…

Senin, 07 Agustus 2017 10:26

Tamu-Tamu dengan Persoalan Keluarga

DI antara tamu-tamu saya, hari itu ada dua yang membawa masalah keluarga. Pertama seorang perjaka. Umur…

Senin, 31 Juli 2017 00:48

Ekonomi Menunggu Obat Ayam Stres

SAYA bersyukur kedatangan ahli yang satu ini. Yang bisa jadi teman diskusi untuk persoalan berat saat…

Rabu, 19 Juli 2017 10:06

Isi Masa Muda dengan Hal Positif

MASA muda merupakan masa yang indah bagi setiap manusia. Apalagi dihadapi dengan era globalisasi dan…

Rabu, 12 Juli 2017 09:44

Berau, Kaltara, Rumah Kita

WACANA kabupaten Berau bergabung ke Provinsi Kaltara yang dilontarkan salah seorang anggota DPRD Berau,…

Senin, 10 Juli 2017 09:08

Berakhir yang Belum, Jelas yang Kabur

INILAH urusan murni keluarga yang menjadi urusan penuh negara. Sampai dibahas selama dua hari di DPR.…

Minggu, 09 Juli 2017 00:42

Investasi Anti Rugi

TAK semua orang punya mental bisnis. Butuh experience (pengalaman) yang malang melintang untuk jadi…

Rabu, 05 Juli 2017 10:59

Keluarga Lee Antara Sabtu Pahing dan Senin Wage

TIDAK ada maaf lahir dan batin. Kelihatannya. Sabtu sore lalu, justru sikap Lee Hsien Yang, adik…

Senin, 03 Juli 2017 10:43

Mencita-citakan Kesalehan Anak

PARA orangtua selayaknya memiliki cita-cita agar anak-anak mereka menjadi anak-anak yang saleh dan saleha.…

Sabtu, 24 Juni 2017 00:05

Budaya Bersedekah

RAMADAN setelah umrah 2014 lalu, baru Ramadan tahun ini saya sempat umrah kembali. Tiga tahun jadi jarak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .