MANAGED BY:
JUMAT
18 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 18 Juni 2017 00:15
Incinerator RSUD Mubazir, Sudah Dua Tahun Tak Digunakan, Jadi Biang Proper Merah
Nurmin Baso

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai Nurmin Baso, mengakui masalah pengelolaan limbah rumah sakit plat merah tersebut masih di bawah standar kelayakan. Itu juga menurutnya yang membuat RSUD menerima proper merah dalam penilaian pengelolaan lingkungan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim 2016-2017.

“Saya juga sudah terima suratnya terkait hasil penilaian itu, memang kita dapat merah lagi,” ungkapnya kepada Berau Post, kemarin (17/6).

Dirinya mengakui jika RSUD dr Abdul Rivai menjadi langganan nilai merah. Bahkan sebelum dirinya menjabat sebagai direktur. Padahal lanjut dia, rumah sakit memiliki incinerator atau alat pemusnah limbah medis yang diadakan dua tahun lalu. Namun alat tersebut terkesan mubazir karena tak kunjung digunakan. Sehingga membuat penilaian pengelolaan lingkungan di rumah sakit anjlok.

“Saya tidak tahu apa kendala manajemen lama belum menyelesaikan izin pengelolaan incinerator,” katanya.

Nurmin yang baru beberapa bulan menjadi direktur definitif RSUD, sudah mengurus izin tersebut di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Walau belum mengantongi izin pengolahan limbah tersebut, pihaknya juga sudah melakukan penjajakan kerja sama dengan beberapa pihak, untuk membuang limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) hasil pengolahan incinerator RSUD.

“Kami upayakan tahun ini izin incinerator sudah terbit,” katanya.

Saat ini pihaknya juga melakukan upaya go green di sekitar lingkungan Rumah Sakit. Namun ada satu kendala, yakni membenahi saluran drainase rumah sakit agar tidak ada genangan yang dapat menjadi salah satu sumber penyakit. “Kalau drainase ini terkendala dana untuk meningkatkan salah satu sisinya agar air bisa mengalir,” lanjut Nurmin.

Jika persoalan pengolahan limbah B3 bisa teratasi, dirinya yakin pengelolaan lingkungan di RSUD dr Abdul Rivai bisa mendapat nilai lebih baik. “Untuk sementara kami fokus pada limbahnya, karena kalau itu sudah selesai, kami yakin nilainya akan membaik. Kalau drainase kan masih menunggu anggaran dulu,” tutupnya.

Diketahui, RSUD dr Abdul Rivai jadi salah satu dari lima perusahaan di Berau yang mendapat proper merah dari Gubernur Kaltim, sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Kaltim Nomor 660.2/K.240/2017 tentang Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup 2016-2017.

Disampaikan Kepala Bidang Pemantauan Pengendalian dan Kerusakan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau Masrani, berdasarkan hasil pemantauan tim DLH Kaltim, dari 19 perusahaan di Berau ada lima yang mendapat proper merah. Empat di antaranya perusahaan di sektor pertambangan batu bara, sedangkan satunya BLUD, yakni RSUD dr Abdul Rivai.

“Pemantauan sendiri dilakukan tim dua kali, jadi ada lima perusahaan yang ditetapkan mendapat nilai merah,” ungkapnya kepada Berau Post, Jumat (16/6).

Dari informasi yang diterimanya, salah satu faktor yang membuat perusahaan pada bidang pertambangan batu bara mendapat nilai rendah akibat tidak adanya produksi oleh perusahaan, yang merupakan imbas anjloknya harga batu bara.

Adapun penilaian yang dilakukan terdiri dari pengendalian pencemaran air, udara, maupun pada lahan untuk melakukan rehabilitasi.

Namun dikatakannya, tidak adanya produksi bukanlah alasan yang tepat perusahaan tidak memperhatikan pengelolaan lingkungan. Mengingat di tengah jatuhnya harga batu bara, masih ada perusahaan yang berhasil mendapat penilaian emas.

“Sebenarnya konsisten perusahaan ada atau tidak, itu saja. Karena sepanjang IUP (Izin Usaha Pertambangan) masih berlaku itu masih menjadi kewajiban perusahaan,” ujarnya.

Sementara, penyebab satu RSUD mendapat proper merah, ialah pemilahan limbah medis dan non medis yang belum dikelola dengan baik.

“Sebenarnya RSUD ini sudah langganan merah, ini harus diperhatikan manajemen RS, jangan disepelekan. Sama seperti perusahaan swasta, RSUD pun akan kami berikan surat,” tegasnya. (sam/udi)

 

(sam/udi)


BACA JUGA

Jumat, 18 Agustus 2017 10:42

Dua WNA asal Denmark Ikut Upacara Bendera

MARATUA - Ada momen unik dalam pelaksanaan upacara peringatan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia…

Jumat, 18 Agustus 2017 10:42

Berlumuran Oli, Larut dalam Kebahagiaan

TANJUNG REDEB – Setelah beristirahat beberapa hari para pemuda dari beberapa lingkungan RT di…

Jumat, 18 Agustus 2017 10:40

MEMBANGGAKAN ! Deo Terpilih Jadi Pembentang, Inspirasi Remaja Lainnya

TANJUNG REDEB – Kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-72 sangat…

Jumat, 18 Agustus 2017 10:39

Drama Kolosal Bikin Bupati Tergugah

TANJUNG REDEB – Upacara bendera dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-72 di…

Kamis, 17 Agustus 2017 11:26

Dari Berau untuk Indonesia

LAYAR telah berhasil membawa remaja putri bernama Nur Fatin Syafika dan Farah Asyima dari Kampung Tanjung…

Kamis, 17 Agustus 2017 11:24

Merdeka di Atas Bahtera

INDONESIA adalah negeri maritim. Tak kurang 17.000 pulau menyatu dalam bingkai Merah Putih. Kebanggaan…

Kamis, 17 Agustus 2017 11:23
BREAKING NEWS

Warga di Pulau Terluar Merayakan Kemerdekaan dengan Cara Ini

MARATUA - Peringatan HUT ke-72 RI juga dilaksanakan di Pulau Maratua. Wakil Bupati Berau Agus Tantomo…

Rabu, 16 Agustus 2017 15:08

Dua Hari Berau “Tanpa” Internet

TANJUNG REDEB – Dua hari terakhir, kesabaran warga Berau kembali diuji. Setelah urusan listrik…

Selasa, 15 Agustus 2017 10:26

Jemaah Haji Berau Masih di Madinah

TANJUNG REDEB – Para jemaah haji asal Berau sudah berada di Madinah sejak Jumat (11/8) pukul 20.00…

Selasa, 15 Agustus 2017 10:21

Semua Travel Umrah Diminta Melapor ke Kemenag

TANJUNG REDEB – Kisruh calon jemaah umrah yang gagal berangkat ke Makah lantaran dikibuli First…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .