MANAGED BY:
MINGGU
22 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 18 Juni 2017 00:15
Incinerator RSUD Mubazir, Sudah Dua Tahun Tak Digunakan, Jadi Biang Proper Merah
Nurmin Baso

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai Nurmin Baso, mengakui masalah pengelolaan limbah rumah sakit plat merah tersebut masih di bawah standar kelayakan. Itu juga menurutnya yang membuat RSUD menerima proper merah dalam penilaian pengelolaan lingkungan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim 2016-2017.

“Saya juga sudah terima suratnya terkait hasil penilaian itu, memang kita dapat merah lagi,” ungkapnya kepada Berau Post, kemarin (17/6).

Dirinya mengakui jika RSUD dr Abdul Rivai menjadi langganan nilai merah. Bahkan sebelum dirinya menjabat sebagai direktur. Padahal lanjut dia, rumah sakit memiliki incinerator atau alat pemusnah limbah medis yang diadakan dua tahun lalu. Namun alat tersebut terkesan mubazir karena tak kunjung digunakan. Sehingga membuat penilaian pengelolaan lingkungan di rumah sakit anjlok.

“Saya tidak tahu apa kendala manajemen lama belum menyelesaikan izin pengelolaan incinerator,” katanya.

Nurmin yang baru beberapa bulan menjadi direktur definitif RSUD, sudah mengurus izin tersebut di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Walau belum mengantongi izin pengolahan limbah tersebut, pihaknya juga sudah melakukan penjajakan kerja sama dengan beberapa pihak, untuk membuang limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) hasil pengolahan incinerator RSUD.

“Kami upayakan tahun ini izin incinerator sudah terbit,” katanya.

Saat ini pihaknya juga melakukan upaya go green di sekitar lingkungan Rumah Sakit. Namun ada satu kendala, yakni membenahi saluran drainase rumah sakit agar tidak ada genangan yang dapat menjadi salah satu sumber penyakit. “Kalau drainase ini terkendala dana untuk meningkatkan salah satu sisinya agar air bisa mengalir,” lanjut Nurmin.

Jika persoalan pengolahan limbah B3 bisa teratasi, dirinya yakin pengelolaan lingkungan di RSUD dr Abdul Rivai bisa mendapat nilai lebih baik. “Untuk sementara kami fokus pada limbahnya, karena kalau itu sudah selesai, kami yakin nilainya akan membaik. Kalau drainase kan masih menunggu anggaran dulu,” tutupnya.

Diketahui, RSUD dr Abdul Rivai jadi salah satu dari lima perusahaan di Berau yang mendapat proper merah dari Gubernur Kaltim, sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Kaltim Nomor 660.2/K.240/2017 tentang Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup 2016-2017.

Disampaikan Kepala Bidang Pemantauan Pengendalian dan Kerusakan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau Masrani, berdasarkan hasil pemantauan tim DLH Kaltim, dari 19 perusahaan di Berau ada lima yang mendapat proper merah. Empat di antaranya perusahaan di sektor pertambangan batu bara, sedangkan satunya BLUD, yakni RSUD dr Abdul Rivai.

“Pemantauan sendiri dilakukan tim dua kali, jadi ada lima perusahaan yang ditetapkan mendapat nilai merah,” ungkapnya kepada Berau Post, Jumat (16/6).

Dari informasi yang diterimanya, salah satu faktor yang membuat perusahaan pada bidang pertambangan batu bara mendapat nilai rendah akibat tidak adanya produksi oleh perusahaan, yang merupakan imbas anjloknya harga batu bara.

Adapun penilaian yang dilakukan terdiri dari pengendalian pencemaran air, udara, maupun pada lahan untuk melakukan rehabilitasi.

Namun dikatakannya, tidak adanya produksi bukanlah alasan yang tepat perusahaan tidak memperhatikan pengelolaan lingkungan. Mengingat di tengah jatuhnya harga batu bara, masih ada perusahaan yang berhasil mendapat penilaian emas.

“Sebenarnya konsisten perusahaan ada atau tidak, itu saja. Karena sepanjang IUP (Izin Usaha Pertambangan) masih berlaku itu masih menjadi kewajiban perusahaan,” ujarnya.

Sementara, penyebab satu RSUD mendapat proper merah, ialah pemilahan limbah medis dan non medis yang belum dikelola dengan baik.

“Sebenarnya RSUD ini sudah langganan merah, ini harus diperhatikan manajemen RS, jangan disepelekan. Sama seperti perusahaan swasta, RSUD pun akan kami berikan surat,” tegasnya. (sam/udi)

 

(sam/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 11:24

Dinas Tunggu Proposal Nelayan

TANJUNG REDEB – Larangan penggunaan pukat trawl, pukat hela dan alat tangkap lainya yang tak ramah…

Sabtu, 21 Oktober 2017 11:23

Bupati Pastikan Tegas, Soal Kepala Kampung yang Bergabung ke Parpol

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram, memastikan akan tegas atas keputusan Kepala Kampung Sambakungan…

Sabtu, 21 Oktober 2017 11:22

Camat Bisa Usulan Pj Kakam

DITUNDANYA pelaksanaan pemilihan kepala kampung (Pilkakam) di Kampung Mapulu dan Long Suluy, Kecamatan…

Sabtu, 21 Oktober 2017 11:20

Gelombang Laut Capai 1,5 Meter

TANJUNG REDEB – Masyarakat maupun nelayan yang hendak melaut atau berwisata ke wilayah kepulauan,…

Sabtu, 21 Oktober 2017 11:19

15 Menit, Empat Bangunan Hangus

TANJUNG REDEB – Untuk kesekian kalinya, kebakaran kembali terjadi di wilayah perkotaan Bumi Batiwakkal.…

Sabtu, 21 Oktober 2017 11:13

Gabungan Artifisial dan Alami yang Menakjubkan

Kemajuan teknologi, memberi dampak positif jika dimanfaatkan dengan baik. Di Singapura, teknologi dimanfaatkan…

Jumat, 20 Oktober 2017 22:17
BREAKING NEWS

Si Jago Merah Lahap 1 Bengkel dan 3 Rumah Warga

TANJUNG REDEB - Empat bangunan terdiri dari satu bengkel dan tiga rumah di Jalan Dahlia, RT 07, Kelurahan…

Jumat, 20 Oktober 2017 10:21

Pohon Tumbang, Talisayan-Biatan Macet Dua Jam

BIATAN – Satu pohon tumbang melintang di jalan poros kawasan Tungkuan, Kampung Biatan Ilir pukul…

Jumat, 20 Oktober 2017 10:13

Padamkan Api tanpa Pemadam

TANJUNG REDEB – Teriknya cuaca dalam beberapa hari, dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk membersihkan…

Jumat, 20 Oktober 2017 10:11

Tiga Kampung Batal Gelar Pilkakam

TANJUNG REDEB – Pelaksanaan pemilihan kepala kampung (Pilkakam) Serentak 2017 pada Rabu (25/10)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .