MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 22 Juni 2017 11:17
Kerusakan Mesin, Sriwijaya Delay 10 Jam
DELAY: Ratusan penumpang mengantre di depan konter Sriwijaya Air di Bandara Kalimarau, mengurus kompensasi akibat keterlambatan pesawat lebih dari 10 jam, Rabu (21/6).

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Arus mudik jelang Hari Raya Idulfitri semakin terasa di Bumi Batiwakkal, khususnya yang menggunakan moda transportasi udara. Seperti diketahui, hingga 24 Juni mendatang, seluruh penerbangan yang berangkat dari Bandara Kalimarau sudah penuh di-booking masyarakat.

Di tengah padatnya penumpang di Bandara Kalimarau, Rabu (21/6) kemarin, penerbangan maskapai Sriwijaya Air mengalami gangguan mesin. Penerbangan yang sedianya berangkat pada pukul 07.45 mengalami delay hingga pukul 17.30, atau terlambat hingga 10 jam.

Akibat kejadian ini, penumpang yang sudah check-in sejak pagi terpaksa harus bersabar. Pasalnya, tidak ada pilihan lain untuk mengganti penerbangan karena semua maskapai sudah penuh.

Andri Restuni, salah seorang penumpang Sriwijaya Air yang akan pulang kampung ke Lampung, mengatakan sebelumnya penerbangan juga terlambat sekitar lebih satu jam. Dari jadwal pukul 07.45, penumpang baru masuk ke pesawat sekitar pukul 09.00. “Jadi, kami sudah sempat masuk ke kabin,” tuturnya kepada Berau Post, kemarin.

Namun, setelah masuk ke kabin, oleh awak pesawat dirinya dan penumpang lainnya diberi tahu bahwa pesawat mengalami kerusakan teknis di bagian mesin. Andri mengatakan penumpang kemudian diminta kembali turun dan menunggu di ruang tunggu.

“Tapi kami tidak diberi tahu kenapa pesawatnya, karena lama menunggu saya inisiatif menanyakan ke petugas, namun mereka juga tidak bisa memberi kepastian sampai kapan penundaan dan perbaikan pesawatnya,” jelasnya.

Pantauan Berau Post, hingga pukul 16.00 penumpang masih harus menunggu perbaikan pesawat. Karena kejadian ini, pihak maskapai memberikan kompensasi kepada penumpang dengan memberikan voucher senilai Rp 300 ribu yang bisa dicairkan di Bank Mandiri.

Karena jumlah penumpang lebih dari 100 orang, konter maskapai Sriwijaya Air pun dipenuhi penumpang yang melakukan pendataan pemberian kompensasi. Sehingga para penumpang masih harus antre mendapatkan giliran.

“Yang disayangkan adalah dari pihak mereka tidak memberikan penjelasan kepada penumpang. Kalau ada penjelasan, mungkin para penumpang bisa lebih dingin kepalanya,” keluhnya.

Sementara, seorang penumpang tujuan Jogjakarta yang tidak mau disebut namanya, mengaku tidak ada pilihan lain dengan kejadian ini karena sudah tidak ada lagi pesawat. Sehingga, dirinya yang membawa istri dan dua anaknya pasrah menunggu pesawat pengganti.

“Ya mau bagaimana lagi, tidak ada pilihan lain,” ujar pria yang akan mudik ke Magelang, Jawa Tengah, ini.

Ditambahkan, dirinya juga harus menerima penerbangannya ke Jogjakarta terpaksa harus dialihkan melalui Surabaya. Kemudian, dari Surabaya harus menggunakan travel yang disiapkan maskapai. Padahal, perjalanan dari Surabaya ke Jogjakarta cukup jauh, sekitar 10-12 jam di hari biasa. Jika di saat musim mudik seperti saat ini, bisa lebih lama.

“Ya, tidak apalah asal bisa pulang kampung. Karena kita juga harus memahami kondisi seperti ini, apalagi memang sedang musim mudik Lebaran,” terangnya.

Banyaknya penumpang yang mengurus kompensasi, membuat seluruh pegawai Sriwijaya Air sibuk melayani. Tak ada satupun yang bersedia memberi penjelasan detail perihal keterlambatan penerbangan tersebut. Hanya menyebut karena gangguan mesin yang membuat pesawat baru bisa berangkat pukul 17.30 Wita. (rus/udi)


BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 00:14

Warga Tak Tahu Bakal Caleg 2019, Sosialisasi KPU Tak Beres?

TANJUNG REDEB – Minimnya sosialisasi, membuat warga Kecamatan Maratua ‘buta’ akan…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:12

Suharto Jadi Tersangka

TANJUNG REDEB – Setelah membenarkan adanya penangkapan oleh pihaknya terhadap Kepala Kampung (Kakam)…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:12

Dapat Bingkisan, Kaget Dikunjungi Istri Bupati

17 Agustus merupakan momen berharga bagi seluruh masyarakat Indonesia, tak terkecuali Nina. Namun, tahun…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:11

Pembebasan Lahan Dibatalkan, Khawatir Kinerja Dinilai Menurun

TANJUNG REDEB - Adanya pembatalan usulan pembebasan lahan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:10

Bupati Bakal Evaluasi Dewan Pengawas PDAM

TANJUNG REDEB – Tak hanya direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah, Bupati Berau…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:09

Lagi, Kibarkan Bendera di Laut Maratua

MARATUA – Pengibaran bendera Merah Putih di bawah laut Maratua, kembali dilaksanakan Berau Jurnalis…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:12

Sosialisasi DCS “Hanya” di Perkotaan

TALISAYAN – Tahapan pemilihan legislatif sudah masuk penetapan daftar caleg sementara. Namun DCS…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:06

Upacara Diwarnai Putusnya Tali Bendera

TANJUNG REDEB – Ada kejadian tak terduga pada upacara bendera memperingati Hari Kemerdekaan ke-73…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:04

Auditor Bantah Ada Kongkalikong

SALAH satu auditor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah, Tenni Ginting, menegaskan jika pihaknya…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:02

Gara-Gara Ini, Kepala Kampung Biatan Ulu Dipolisikan

BIATAN - Diduga menerbitkan izin garapan di hutan lindung, Kepala Kampung Biatan Ulu Suharto, harus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .