MANAGED BY:
JUMAT
28 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Sabtu, 24 Juni 2017 00:05
Budaya Bersedekah
Oleh: Agus Tantomo

PROKAL.CO, RAMADAN setelah umrah 2014 lalu, baru Ramadan tahun ini saya sempat umrah kembali.

Tiga tahun jadi jarak yang terasa lama bagi saya. Betul, kata orang bahwa akan selalu ada kerinduan melihat Baitullah bagi yang sudah terlanjur sering ke sana.

Umrah walau sudah sering, selalu menawarkan pengalaman yang berbeda. Masjidil Haram dan Nabawi masih tetap never ending projects, proyek yang tidak pernah selesai dikerjakan. Selalu saja ada crane, ada pekerja yang seolah-olah dikejar dateline. Selalu saja ada pekerjaan penambahan. Selalu saja ada proyek perluasan. Anehnya, penambahan kapasitas daya tampung malah membuat semakin sesak. Kemungkinan, penambahan kuota jemaah lebih besar dibandingkan penambahan kapasitas.

Fisik boleh berubah, tapi ada “nilai-nilai” yang tidak berubah dan tidak akan pernah berubah. Ada budaya dan kebijakan di kedua mesjid itu yang bisa kita tiru. Paling tidak coba untuk kita tiru, dalam rangka menyukseskan usaha kita memakmurkan mesjid-mesjid di Indonesia.

Yang pertama dan yang paling menonjol selama bulan Ramadan, adalah semangat berbagi. Seolah-olah sedang ada perlombaan bersedekah. Rebutan memberi. Jutaan manusia ke mesjid untuk sahur dan berbuka puasa tanpa perlu membawa makanan dan minuman. Tidak perlu khawatir karena begitu banyak dermawan yang datang membawa makanan dan minuman. Dan budaya ini sudah berlangsung sejak dulu. Buka puasa bersama pastinya di mesjid. Tidak pernah ada undangan buka puasa bersama di rumah, restoran atau kantor. Dengan buka puasa bersama di mesjid, maka salat Magribnya pasti di mesjid. Walau sebenarnya dalam kasus kedua mesjid itu, jamaah ke mesjid karena niat salat Magrib, bukan karena semata-mata buka puasa.

Di Indonesia, bisa kita modifikasi menjadi; karena buka puasa di mesjid, jadinya salat Magribnya juga di masjid. Insya Allah setelah Ramadan bisa jadi kebiasaan salat di masjid. Usaha ini bisa dimulai dengan mendorong para dermawan dan perusahaan-perusahaan untuk menyumbang secara rutin takjil-takjil ke masjid-masjid. Apabila takjil gratis sudah tersedia di masjid, ini akan mendorong masyarakat untuk berbuka puasa di masjid. Pada akhirnya, salat Magrib di masjid.

Saya membayangkan; suatu waktu nanti tidak perlu lagi pejabat mengundang buka puasa di rumah dinas atau di kantor karena setiap hari dapat berbuka puasa dengan masyarakat di masjid.

Yang kedua, waktu salat Isya. Di Masjidil Haram dan Nabawi, pada saat musim panas seperti saat ini, salat Isya mulai sekitar pukul 21.00 waktu setempat, langsung lanjut salat Tarawih. Selesai paling cepat pukul 23.00. Karena salat Magrib pukul 19.00, yang berarti ada jarak 2 jam sebelum Isya, maka selesai salat Magrib, jamaah masih sempat pulang ke rumah atau hotel untuk makan malam sebelum salat Isya dan Tarawih. Tapi ketika Ramadan bertepatan dengan musim dingin, maka jarak antara Magrib dan Isya menjadi pendek seperti kita di Indonesia. Tidak akan cukup waktu jamaah pulang, Magrib di mesjid, makan malam di rumah atau hotel, kemudian kembali ke mesjid untuk Isya dan Tarawih. Maka, ada kebijakan, di bulan Ramadan, ketika jarak antara Magrib dan Isya berdekatan, Salat Isya ditunda satu jam untuk memberi waktu kepada jamaah makan malam di rumah masing-masing atau hotel. Ini kebijakan yang mungkin bisa kita tiru. Menggeser waktu salat Isya agar lebih banyak jamaah yang sempat datang ke mesjid.

Mungkin nga ya? Selamat berpuasa, selamat Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin. (*/udi)

*) Wakil Bupati Berau 


BACA JUGA

Rabu, 19 Juli 2017 10:06

Isi Masa Muda dengan Hal Positif

MASA muda merupakan masa yang indah bagi setiap manusia. Apalagi dihadapi dengan era globalisasi dan…

Rabu, 12 Juli 2017 09:44

Berau, Kaltara, Rumah Kita

WACANA kabupaten Berau bergabung ke Provinsi Kaltara yang dilontarkan salah seorang anggota DPRD Berau,…

Senin, 10 Juli 2017 09:08

Berakhir yang Belum, Jelas yang Kabur

INILAH urusan murni keluarga yang menjadi urusan penuh negara. Sampai dibahas selama dua hari di DPR.…

Minggu, 09 Juli 2017 00:42

Investasi Anti Rugi

TAK semua orang punya mental bisnis. Butuh experience (pengalaman) yang malang melintang untuk jadi…

Rabu, 05 Juli 2017 10:59

Keluarga Lee Antara Sabtu Pahing dan Senin Wage

TIDAK ada maaf lahir dan batin. Kelihatannya. Sabtu sore lalu, justru sikap Lee Hsien Yang, adik…

Senin, 03 Juli 2017 10:43

Mencita-citakan Kesalehan Anak

PARA orangtua selayaknya memiliki cita-cita agar anak-anak mereka menjadi anak-anak yang saleh dan saleha.…

Sabtu, 24 Juni 2017 00:05

Budaya Bersedekah

RAMADAN setelah umrah 2014 lalu, baru Ramadan tahun ini saya sempat umrah kembali. Tiga tahun jadi jarak…

Selasa, 20 Juni 2017 00:15

Hongyi dan Shangwu di Balik Hsien Loong dan Hsien Yang

APAKAH perpecahan di keluarga Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong terkait dengan suksesi? Mengapa…

Minggu, 18 Juni 2017 00:13

Wasiat Terakhir yang Bikin Perpecahan

PERPECAHAN keluarga Perdana Menteri Singapura terus melebar. Pangkalnya adalah surat wasiat ayah mereka,…

Sabtu, 17 Juni 2017 00:05

Mengukur Kebahagiaan

JIKA ditanya, seberapa bahagiakah anda? Maka jawaban yang kita dapat pasti akan sangat beragam. Karena…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .