MANAGED BY:
JUMAT
28 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 30 Juni 2017 12:43
Khasiat Penyu Hanya Mitos
Ilustrasi

PROKAL.CO, PENYU diketahui merupakan salah satu satwa yang memiliki umur panjang. Bisa mencapai ratusan tahun usianya. Dikutip dari berbagai sumber, untuk mencapai kematangan seksual, penyu membutuhkan waktu hingga 20-30 tahun lamanya.

Ada mitos di kalangan masyarakat yang menyebutkan penyu memiliki manfaat bagi kesehatan manusia. Di antaranya untuk kesehatan kulit dan vitalitas.

Menurut Maulid Dio Suhendra, mahasiswa magister Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Denpasar, Bali, penyu memiliki banyak manfaat kesehatan. Tapi, untuk kesehatan laut bukan manusia. Dia menjelaskan peran penyu untuk alam salah satunya sebagai penetralisir cemaran yang ada di laut.

Penyu mampu mengakumulasi cemaran tersebut di dalam tubuhnya. Sehingga, laut menjadi sehat dan penyu juga tetap sehat sesuai kadarnya. Manusia akan keracunan jika mengonsumsi penyu yang sudah terakumulasi banyak cemaran.

“Cemaran tersebut biasanya dapat dilihat pada telur penyu,” kata Dio, sapaan Maulid Dio Suhendra.

Menurut Joseph (2004), di Trengganu, Malaysia, cemaran logam banyak terdapat pada telur penyu. Di antaranya, mangan (Mn), cuprum/tembaga (Cu), Zinc/besi (Zn), dan plumbum/timbal (Pb). Menurut Aguirre (2006), di dalam daging penyu terdapat kandugan logam organoclorin yang bisa menyebabkan neurotoxicity, yakni penyakit ginjal, hati dan gangguan janin.

Disebutkan Dio, pada 2013 lalu, di Mentawai, Sumatra Barat, dilaporkan 4 orang meninggal akibat mengonsumsi daging penyu. Hal serupa juga sempat terjadi di beberapa negara tetangga, seperti Filipina, Malaysia, India, Madagaskar dan Australia.

“Pernah juga dilaporkan (Silas dan Fernando, 1984) anjing peliharaannya mati setelah memakan atau tertelan daging penyu. Yasumoto (1998) juga mengungkap kematian di Madagaskar berasal dari toksin yang disebabkan oleh Cyanobacterium (Ingbacterium). Penyu sebenarnya banyak sekali penyakitnya, baik itu virus, bakteri maupun parasit,” jelasnya.

Bakteri di antaranya Salmonella, Leptospira, Brucella, Chlamydophila, Mycobacterium. Untuk virus termasuk Papiloma Virus, sedangkan parasit antara lain toxoplasma gondi, cestoda dan semua jenis nematoda.

Terkait mitos yang berkembang di masyarakat manfaat daging penyu untuk kesehatan, Dio berasumsi, bahwa ketika satwa tersebut langka atau susah didapatkan, orang-orang akan memiliki persepsi untuk obat kuat. Hampir semua, kata dia, alasan satwa yang diperdagangkan dan terancam punah adalah untuk obat kuat.

“Masyarakat awam mungkin tertipu dengan hal tersebut, tapi bisa saja ini modus orang-orang besar karena memiliki nilai historis dan unsur seni yang tinggi. Jika membaca artikel telur penyu untuk obat kuat, ketika diuji kandungan kolesterolnya lebih tinggi dibandingkan telur puyuh. Dan, proteinnya tidak lebih tinggi dibandingkan ayam biasa,” bebernya.

Menurut data WWF Indonesia, dari 1969 hingga 1999, pemanfaatan penyu di Pulau Bali per tahun mencapai 30 ribu ekor. Kala itu, lanjut Dio, daging penyu di Bali sudah seperti daging ayam yang diperjualbelikan di pasar karena jumlahnya yang melimpah. Namun, sejak 2000 hingga 2016 hanya satu ekor yang naik untuk bertelur. Masyarakat Bali, kata dia, menggunakan penyu sebagai adat Upakara umat Hindu Bali.

“Karena populasinya semakin menurun dan guna kepentingan adat, dibentuk regulasi baik UU Nomor 5 Tahun 1990 maupun dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), mengaturnya dalam Bhisama Nomor V Tahun 2005 agar tidak ada lagi pemanfaatan secara ilegal yang bermoduskan upacara adat,” paparnya.

Informasi terkait khasiat penyu juga ditepis oleh Koordinator Profauna Borneo Bayu Sandi. Menurutnya, penyu merupakan satwa yang hidupnya bermigrasi sejauh ribuan kilometer melewati beragam perairan. Dalam bermigrasi, kata Bayu, penyu juga terkadang keluar perairan Indonesia kemudian makan di ruaya pakan perairan lain.

“Misalnya migrasi ke Thailand, di sana apakah tercemar atau tidak. Paling banyak tercemar itu logam berat, seperti merkuri,” ujarnya.

Merkuri ini diserap oleh lamun yang jadi makanan penyu hijau. Bila dimakan penyu, maka kandungan merkuri ini tersimpan di daging dan telurnya. Jika dimakan tentu merkuri itu akan masuk ke tubuh manusia dan tersimpan di organ seperti otak. “Intinya, konsumsi daging penyu merugikan kesehatan,” terangnya. (rus/app)


BACA JUGA

Kamis, 27 Juli 2017 10:11

Potensi Wisata Religi

TANJUNG REDEB – Haul Akbar ke-74 Syech H Muhammad Ali Djunaidi Al-Banjari pada Sabtu (22/7) lalu,…

Kamis, 27 Juli 2017 10:10

Tawarkan Pembangunan pada Pihak Ketiga

TANJUNG REDEB – Rencana hibah lahan dari PT Berau Coal untuk pembangunan Sport Center, mendapat…

Kamis, 27 Juli 2017 10:08

Besaran APBD Berau 2018, Rp 1,3 T Diduga Keliru

TANJUNG REDEB – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau Tahun 2018, berdasarkan Peraturan…

Kamis, 27 Juli 2017 10:07

Bangga saat Tampil di Istana Merdeka

Kemahirannya memainkan sampe dan alat musik tradisional lainnya, mengantarkan Muhammad Budhi Setiyawan…

Kamis, 27 Juli 2017 10:07

Masalah Keselamatan Transportasi Laut Jadi Perhatian Dishub

TANJUNG REDEB – Kecelakaan yang menimpa speedboat SB Rejeki Baru Karisma di Tarakan, turut menjadi…

Rabu, 26 Juli 2017 10:06

Diduga Korsleting Listrik, Satu Kamar Indekos Hangus

TANJUNG REDEB – Masyarakat Jalan Durian III, Tanjung Redeb, dibuat panik saat terjadi kebakaran…

Rabu, 26 Juli 2017 10:05

Hadiahkan Lukisan Wajah untuk Presiden

Apakah menjadi anak berkebutuhan khusus akan menutup semua kemungkinan untuk berkarya dan berprestasi?…

Rabu, 26 Juli 2017 10:03

Bupati Kaji Usulan Tinjau Ulang Proyek MYC, Sebagian Besar Usulan Dewan

TANJUNG REDEB – Usulan legislatif agar bupati dan jajarannya meninjau kembali pelaksanaan proyek-proyek…

Rabu, 26 Juli 2017 10:02

Hibah Aset Terminal Bandara Kalimarau, Tinggal Tunggu Bupati

TANJUNG REDEB – Hibah aset Terminal Bandara Kalimarau, selangkah lagi tuntas. Unit Penyelenggara…

Selasa, 25 Juli 2017 09:36

APBD 2018 Kian Menyusut

MARATUA – Wakil Bupati (Wabup) Berau Agus Tantomo beserta istri Fika Yuliana Tantomo dan sejumlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .