MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 30 Juni 2017 12:43
Khasiat Penyu Hanya Mitos
Ilustrasi

PROKAL.CO, PENYU diketahui merupakan salah satu satwa yang memiliki umur panjang. Bisa mencapai ratusan tahun usianya. Dikutip dari berbagai sumber, untuk mencapai kematangan seksual, penyu membutuhkan waktu hingga 20-30 tahun lamanya.

Ada mitos di kalangan masyarakat yang menyebutkan penyu memiliki manfaat bagi kesehatan manusia. Di antaranya untuk kesehatan kulit dan vitalitas.

Menurut Maulid Dio Suhendra, mahasiswa magister Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Denpasar, Bali, penyu memiliki banyak manfaat kesehatan. Tapi, untuk kesehatan laut bukan manusia. Dia menjelaskan peran penyu untuk alam salah satunya sebagai penetralisir cemaran yang ada di laut.

Penyu mampu mengakumulasi cemaran tersebut di dalam tubuhnya. Sehingga, laut menjadi sehat dan penyu juga tetap sehat sesuai kadarnya. Manusia akan keracunan jika mengonsumsi penyu yang sudah terakumulasi banyak cemaran.

“Cemaran tersebut biasanya dapat dilihat pada telur penyu,” kata Dio, sapaan Maulid Dio Suhendra.

Menurut Joseph (2004), di Trengganu, Malaysia, cemaran logam banyak terdapat pada telur penyu. Di antaranya, mangan (Mn), cuprum/tembaga (Cu), Zinc/besi (Zn), dan plumbum/timbal (Pb). Menurut Aguirre (2006), di dalam daging penyu terdapat kandugan logam organoclorin yang bisa menyebabkan neurotoxicity, yakni penyakit ginjal, hati dan gangguan janin.

Disebutkan Dio, pada 2013 lalu, di Mentawai, Sumatra Barat, dilaporkan 4 orang meninggal akibat mengonsumsi daging penyu. Hal serupa juga sempat terjadi di beberapa negara tetangga, seperti Filipina, Malaysia, India, Madagaskar dan Australia.

“Pernah juga dilaporkan (Silas dan Fernando, 1984) anjing peliharaannya mati setelah memakan atau tertelan daging penyu. Yasumoto (1998) juga mengungkap kematian di Madagaskar berasal dari toksin yang disebabkan oleh Cyanobacterium (Ingbacterium). Penyu sebenarnya banyak sekali penyakitnya, baik itu virus, bakteri maupun parasit,” jelasnya.

Bakteri di antaranya Salmonella, Leptospira, Brucella, Chlamydophila, Mycobacterium. Untuk virus termasuk Papiloma Virus, sedangkan parasit antara lain toxoplasma gondi, cestoda dan semua jenis nematoda.

Terkait mitos yang berkembang di masyarakat manfaat daging penyu untuk kesehatan, Dio berasumsi, bahwa ketika satwa tersebut langka atau susah didapatkan, orang-orang akan memiliki persepsi untuk obat kuat. Hampir semua, kata dia, alasan satwa yang diperdagangkan dan terancam punah adalah untuk obat kuat.

“Masyarakat awam mungkin tertipu dengan hal tersebut, tapi bisa saja ini modus orang-orang besar karena memiliki nilai historis dan unsur seni yang tinggi. Jika membaca artikel telur penyu untuk obat kuat, ketika diuji kandungan kolesterolnya lebih tinggi dibandingkan telur puyuh. Dan, proteinnya tidak lebih tinggi dibandingkan ayam biasa,” bebernya.

Menurut data WWF Indonesia, dari 1969 hingga 1999, pemanfaatan penyu di Pulau Bali per tahun mencapai 30 ribu ekor. Kala itu, lanjut Dio, daging penyu di Bali sudah seperti daging ayam yang diperjualbelikan di pasar karena jumlahnya yang melimpah. Namun, sejak 2000 hingga 2016 hanya satu ekor yang naik untuk bertelur. Masyarakat Bali, kata dia, menggunakan penyu sebagai adat Upakara umat Hindu Bali.

“Karena populasinya semakin menurun dan guna kepentingan adat, dibentuk regulasi baik UU Nomor 5 Tahun 1990 maupun dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), mengaturnya dalam Bhisama Nomor V Tahun 2005 agar tidak ada lagi pemanfaatan secara ilegal yang bermoduskan upacara adat,” paparnya.

Informasi terkait khasiat penyu juga ditepis oleh Koordinator Profauna Borneo Bayu Sandi. Menurutnya, penyu merupakan satwa yang hidupnya bermigrasi sejauh ribuan kilometer melewati beragam perairan. Dalam bermigrasi, kata Bayu, penyu juga terkadang keluar perairan Indonesia kemudian makan di ruaya pakan perairan lain.

“Misalnya migrasi ke Thailand, di sana apakah tercemar atau tidak. Paling banyak tercemar itu logam berat, seperti merkuri,” ujarnya.

Merkuri ini diserap oleh lamun yang jadi makanan penyu hijau. Bila dimakan penyu, maka kandungan merkuri ini tersimpan di daging dan telurnya. Jika dimakan tentu merkuri itu akan masuk ke tubuh manusia dan tersimpan di organ seperti otak. “Intinya, konsumsi daging penyu merugikan kesehatan,” terangnya. (rus/app)


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 00:09

KASIHAN..!! Ruangan Terbatas, Pasien Dirawat di Lorong

TANJUNG REDEB –Ruang Dahlia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai kembali penuh. Bahkan…

Jumat, 20 Juli 2018 00:08

Pembahasan Kompensasi Floating Crane Diundur

TANJUNG REDEB - Setelah dua bulan sejak aksi buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) menuntut pembagian…

Jumat, 20 Juli 2018 00:07

Dipaksa ‘Tinggalkan’ Anak dan Istri

Tak sekalipun Helman pernah bercita-cita untuk menjadi seorang hakim. Bahkan Helman sempat menjadi pengajar…

Kamis, 19 Juli 2018 01:14

Hakim Tolak Eksepsi Bupati

TANJUNG REDEB - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb menolak eksepsi terdakwa pelanggaran…

Kamis, 19 Juli 2018 01:12

Disdik Tunggu Laporan PPDB

TANJUNG REDEB – Dinas Pendidikan (Disdik) Berau tengah menunggu laporan dari seluruh sekolah jenjang…

Kamis, 19 Juli 2018 01:10

Perkara Jadi Pembelajaran Menjaga Keutuhan Rumah Tangga

Berprofesi sama dengan sang ayah sebenarnya tidak pernah menjadi cita-cita Muhammad Iqbal saat kecil.…

Kamis, 19 Juli 2018 01:05

PKPI Juga Tak Lapor Kesbangpol

TANJUNG REDEB – Bukan sekadar tidak mendaftarkan bakal calon legislatif (bacaleg) ke Komisi Pemilihan…

Rabu, 18 Juli 2018 13:36
Bupati Jalani Sidang Perdana Pidana Kampanye Pilgub Kaltim 2018

Nyatakan Keberatan atas Dakwaan JPU

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram menjalani sidang perdana atas dugaan pelanggaran pidana…

Rabu, 18 Juli 2018 13:32

Hanura Berau Ikut Kepengurusan OSO-Herry

Mendaftar di hari terakhir penyerahan berkas, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat…

Rabu, 18 Juli 2018 13:29

PKPI dan Garuda Tak Mendaftar

TANJUNG REDEB – Hingga penutupan pengajuan daftar calon anggota legislatif tadi malam (17/7),…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .