MANAGED BY:
RABU
27 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 11 Juli 2017 09:48
Tenun Tumpar Paling Rumit, Tas Tudung Menangis Paling Laris

Produk-Produk Daerah pada Festival Tari Nusantara 2017: Kerajinan Khas Kubar (1)

DARI KUTAI BARAT: Lia dan Nur menunjukkan tas dan kain khas Kubar kepada pengunjungan pameran dan Festival Tari Nusantara 2017 di Lapangan Pemuda, Jalan Mangga 1, Senin (10/7).

PROKAL.CO, Festival Tari Nusantara dengan gelar Koreografer Indonesia 2017 memang baru dimulai hari ini. Namun, pameran yang menjajakan segala jenis kuliner hingga suvenir khas berbagai daerah, banyak dijajakan di stan-stan pameran yang terpusat di Lapangan Pemuda, sejak beberapa hari lalu.

 

ARI PUTRA UTAMA, Tanjung Redeb

 

TERIK matahari pada pukul 13.00 Wita, Senin (10/7) kemarin, masih sangat menyengat kulit. Beberapa stan dengan tenda berwarna kuning dan putih, belum semuanya siap dalam menjajakan barang-barang kerajinan dan produk lainnya. Hanya beberapa pedagang kuliner dan suvenir-suvenir khas dayak saja yang mulai menjajakkan dagangannya. Salah satunya stan milik Lia dan Nur.

Kedua wanita asal Kutai Barat (Kubar) ini sengaja datang ke Berau untuk mencoba peruntungan dengan menjual suvenir-suvenir khas daerah asal mereka.

Dikatakan Lia, untuk mencapai kabupaten paling utara di Kaltim ini, mereka harus menempuh perjalanan selama satu hari dua malam melalui jalur darat. Perjalanan yang melelahkan tersebut diakui Lia, cukup terbayarkan dengan tingginya antusias pengunjung pada pameran Koreografi Indonesia 2017 ini.

“Kami tahu kalau di sini ada pameran karena dikasih tahu teman. Dan kami juga merupakan satu-satunya dari Kubar yang ikut pameran ini,” katanya kepada Berau Post, Senin (10/7).

Selama mengikuti pameran, keduanya hanya menjual barang-barang khas Kubar. Salah satunya tas tudung menangis dan kain tenun tumpar. Dengan bentuk dan motif yang cukup khas ditonjolkan, Lia yang merupakan anak dari Nur mengaku barang dagangannya banyak diminati pengunjung.

Nur mengungkapkan, tas tudung menangis yang terbuat dari rotan dan dilapis manik-manik yang dijualnya, merupakan barang yang paling banyak diincar pengunjung saat ini. “Tas tudung menangis ini memang memiliki motif yang khas dan cukup sulit membuatnya. Karena, apabila sekali saja salah dalam menganyamnya, maka sudah pasti motif khas tudung menangis tidak akan jadi. Jadi tidak heran juga harganya cukup mahal,” ucapnya sembari menunjukkan tas tudung menangis tersebut.

Selain motif yang khas, permukaan tas juga cukup lembut untuk sekelas tas yang terbuat dari rotan. “Itu juga turut menjadi salah satu ciri khas dari Kubar,” ujarnya.

Selain menjajakan tas dan topi yang kebanyakan terbuat dari rotan, wanita yang sebenarnya adalah seorang guru dan mengisi waktu liburnya dengan mengikuti pameran di Berau, turut menjual kain tenun tumpar yang merupakan kain khas suku Dayak Tunjung Benuaq asal Kubar. “Kebetulan nenek saya merupakan pembuat kain tenun, dan salah satunya juga kain tenun doyo,” tandasnya. (bersambung/udi)


BACA JUGA

Senin, 25 September 2017 09:50

Buat Standarisasi Kegiatan

TANJUNG REDEB – Antisipasi pemborosan hingga mark up anggaran saat melakukan kegiatan baik itu…

Senin, 25 September 2017 09:49

Renovasi Ruang Kedatangan, Plafon Runtuh

TANJUNG REDEB – Masyarakat Kabupaten Berau sempat digegerkan dengan beredarnya foto-foto kerusakan…

Senin, 25 September 2017 09:48

Polisi Bakal Gelar Perkara Proyek Boiler Unit #4 PLTU Lati

TANJUNG REDEB – Gelar perkara proyek boiler unit #4 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati,…

Senin, 25 September 2017 09:47

Akhirnya, Northern Illinois University Amerika

Jangan pernah berhenti mencoba. Karena suatu hari, kamu akan berada di tempat yang selalu kamu impikan.…

Senin, 25 September 2017 09:46

Penetapan Konservasi di Pusat Terkendala Kepemilikan Lahan

TANJUNG REDEB – Pulau Kakaban sudah ditetapkan pemerintah daerah sebagai kawasan konservasi, untuk…

Minggu, 24 September 2017 00:03

Data Ulang Spot dan Jual yang Unggulan

KEPULAUAN Derawan cukup terkenal dengan banyak spot diving-nya, khususnya di perairan Pulau Maratua.…

Minggu, 24 September 2017 00:02

Ini Dia Surganya Wisata Utara Kaltim

SEKTOR batu bara di Kabupaten Berau, menjadi penyumbang pendapatan terbesar hingga saat ini. Tapi, dalam…

Sabtu, 23 September 2017 11:22

Perdalam Ilmu Agama Islam, Ingin Jadi Pendidik

Harus diakui bahwa Kabupaten Berau memiliki bibit-bibit muda generasi berprestasi. Jika sebelumnya penceramah…

Sabtu, 23 September 2017 11:20

Polres Masih Kumpulkan Data, Dugaan Ijazah Palsu Mantan Kakam Talisayan

TANJUNG REDEB – Polres Berau telah menerima laporan terkait dugaan penggunaan ijazah palsu paket…

Sabtu, 23 September 2017 11:18

Hanya Perpanjangan, Mudahkan Pekerja di Perusahaan

Surat Izin Mengemudi (SIM) penting dimiliki pengendara maupun pengemudi kendaraan bermotor. Tak jarang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .