MANAGED BY:
JUMAT
28 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 11 Juli 2017 09:48
Tenun Tumpar Paling Rumit, Tas Tudung Menangis Paling Laris

Produk-Produk Daerah pada Festival Tari Nusantara 2017: Kerajinan Khas Kubar (1)

DARI KUTAI BARAT: Lia dan Nur menunjukkan tas dan kain khas Kubar kepada pengunjungan pameran dan Festival Tari Nusantara 2017 di Lapangan Pemuda, Jalan Mangga 1, Senin (10/7).

PROKAL.CO, Festival Tari Nusantara dengan gelar Koreografer Indonesia 2017 memang baru dimulai hari ini. Namun, pameran yang menjajakan segala jenis kuliner hingga suvenir khas berbagai daerah, banyak dijajakan di stan-stan pameran yang terpusat di Lapangan Pemuda, sejak beberapa hari lalu.

 

ARI PUTRA UTAMA, Tanjung Redeb

 

TERIK matahari pada pukul 13.00 Wita, Senin (10/7) kemarin, masih sangat menyengat kulit. Beberapa stan dengan tenda berwarna kuning dan putih, belum semuanya siap dalam menjajakan barang-barang kerajinan dan produk lainnya. Hanya beberapa pedagang kuliner dan suvenir-suvenir khas dayak saja yang mulai menjajakkan dagangannya. Salah satunya stan milik Lia dan Nur.

Kedua wanita asal Kutai Barat (Kubar) ini sengaja datang ke Berau untuk mencoba peruntungan dengan menjual suvenir-suvenir khas daerah asal mereka.

Dikatakan Lia, untuk mencapai kabupaten paling utara di Kaltim ini, mereka harus menempuh perjalanan selama satu hari dua malam melalui jalur darat. Perjalanan yang melelahkan tersebut diakui Lia, cukup terbayarkan dengan tingginya antusias pengunjung pada pameran Koreografi Indonesia 2017 ini.

“Kami tahu kalau di sini ada pameran karena dikasih tahu teman. Dan kami juga merupakan satu-satunya dari Kubar yang ikut pameran ini,” katanya kepada Berau Post, Senin (10/7).

Selama mengikuti pameran, keduanya hanya menjual barang-barang khas Kubar. Salah satunya tas tudung menangis dan kain tenun tumpar. Dengan bentuk dan motif yang cukup khas ditonjolkan, Lia yang merupakan anak dari Nur mengaku barang dagangannya banyak diminati pengunjung.

Nur mengungkapkan, tas tudung menangis yang terbuat dari rotan dan dilapis manik-manik yang dijualnya, merupakan barang yang paling banyak diincar pengunjung saat ini. “Tas tudung menangis ini memang memiliki motif yang khas dan cukup sulit membuatnya. Karena, apabila sekali saja salah dalam menganyamnya, maka sudah pasti motif khas tudung menangis tidak akan jadi. Jadi tidak heran juga harganya cukup mahal,” ucapnya sembari menunjukkan tas tudung menangis tersebut.

Selain motif yang khas, permukaan tas juga cukup lembut untuk sekelas tas yang terbuat dari rotan. “Itu juga turut menjadi salah satu ciri khas dari Kubar,” ujarnya.

Selain menjajakan tas dan topi yang kebanyakan terbuat dari rotan, wanita yang sebenarnya adalah seorang guru dan mengisi waktu liburnya dengan mengikuti pameran di Berau, turut menjual kain tenun tumpar yang merupakan kain khas suku Dayak Tunjung Benuaq asal Kubar. “Kebetulan nenek saya merupakan pembuat kain tenun, dan salah satunya juga kain tenun doyo,” tandasnya. (bersambung/udi)


BACA JUGA

Kamis, 27 Juli 2017 10:11

Potensi Wisata Religi

TANJUNG REDEB – Haul Akbar ke-74 Syech H Muhammad Ali Djunaidi Al-Banjari pada Sabtu (22/7) lalu,…

Kamis, 27 Juli 2017 10:10

Tawarkan Pembangunan pada Pihak Ketiga

TANJUNG REDEB – Rencana hibah lahan dari PT Berau Coal untuk pembangunan Sport Center, mendapat…

Kamis, 27 Juli 2017 10:08

Besaran APBD Berau 2018, Rp 1,3 T Diduga Keliru

TANJUNG REDEB – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau Tahun 2018, berdasarkan Peraturan…

Kamis, 27 Juli 2017 10:07

Bangga saat Tampil di Istana Merdeka

Kemahirannya memainkan sampe dan alat musik tradisional lainnya, mengantarkan Muhammad Budhi Setiyawan…

Kamis, 27 Juli 2017 10:07

Masalah Keselamatan Transportasi Laut Jadi Perhatian Dishub

TANJUNG REDEB – Kecelakaan yang menimpa speedboat SB Rejeki Baru Karisma di Tarakan, turut menjadi…

Rabu, 26 Juli 2017 10:06

Diduga Korsleting Listrik, Satu Kamar Indekos Hangus

TANJUNG REDEB – Masyarakat Jalan Durian III, Tanjung Redeb, dibuat panik saat terjadi kebakaran…

Rabu, 26 Juli 2017 10:05

Hadiahkan Lukisan Wajah untuk Presiden

Apakah menjadi anak berkebutuhan khusus akan menutup semua kemungkinan untuk berkarya dan berprestasi?…

Rabu, 26 Juli 2017 10:03

Bupati Kaji Usulan Tinjau Ulang Proyek MYC, Sebagian Besar Usulan Dewan

TANJUNG REDEB – Usulan legislatif agar bupati dan jajarannya meninjau kembali pelaksanaan proyek-proyek…

Rabu, 26 Juli 2017 10:02

Hibah Aset Terminal Bandara Kalimarau, Tinggal Tunggu Bupati

TANJUNG REDEB – Hibah aset Terminal Bandara Kalimarau, selangkah lagi tuntas. Unit Penyelenggara…

Selasa, 25 Juli 2017 09:36

APBD 2018 Kian Menyusut

MARATUA – Wakil Bupati (Wabup) Berau Agus Tantomo beserta istri Fika Yuliana Tantomo dan sejumlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .