MANAGED BY:
RABU
22 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 11 Juli 2017 09:48
Tenun Tumpar Paling Rumit, Tas Tudung Menangis Paling Laris

Produk-Produk Daerah pada Festival Tari Nusantara 2017: Kerajinan Khas Kubar (1)

DARI KUTAI BARAT: Lia dan Nur menunjukkan tas dan kain khas Kubar kepada pengunjungan pameran dan Festival Tari Nusantara 2017 di Lapangan Pemuda, Jalan Mangga 1, Senin (10/7).

PROKAL.CO, Festival Tari Nusantara dengan gelar Koreografer Indonesia 2017 memang baru dimulai hari ini. Namun, pameran yang menjajakan segala jenis kuliner hingga suvenir khas berbagai daerah, banyak dijajakan di stan-stan pameran yang terpusat di Lapangan Pemuda, sejak beberapa hari lalu.

 

ARI PUTRA UTAMA, Tanjung Redeb

 

TERIK matahari pada pukul 13.00 Wita, Senin (10/7) kemarin, masih sangat menyengat kulit. Beberapa stan dengan tenda berwarna kuning dan putih, belum semuanya siap dalam menjajakan barang-barang kerajinan dan produk lainnya. Hanya beberapa pedagang kuliner dan suvenir-suvenir khas dayak saja yang mulai menjajakkan dagangannya. Salah satunya stan milik Lia dan Nur.

Kedua wanita asal Kutai Barat (Kubar) ini sengaja datang ke Berau untuk mencoba peruntungan dengan menjual suvenir-suvenir khas daerah asal mereka.

Dikatakan Lia, untuk mencapai kabupaten paling utara di Kaltim ini, mereka harus menempuh perjalanan selama satu hari dua malam melalui jalur darat. Perjalanan yang melelahkan tersebut diakui Lia, cukup terbayarkan dengan tingginya antusias pengunjung pada pameran Koreografi Indonesia 2017 ini.

“Kami tahu kalau di sini ada pameran karena dikasih tahu teman. Dan kami juga merupakan satu-satunya dari Kubar yang ikut pameran ini,” katanya kepada Berau Post, Senin (10/7).

Selama mengikuti pameran, keduanya hanya menjual barang-barang khas Kubar. Salah satunya tas tudung menangis dan kain tenun tumpar. Dengan bentuk dan motif yang cukup khas ditonjolkan, Lia yang merupakan anak dari Nur mengaku barang dagangannya banyak diminati pengunjung.

Nur mengungkapkan, tas tudung menangis yang terbuat dari rotan dan dilapis manik-manik yang dijualnya, merupakan barang yang paling banyak diincar pengunjung saat ini. “Tas tudung menangis ini memang memiliki motif yang khas dan cukup sulit membuatnya. Karena, apabila sekali saja salah dalam menganyamnya, maka sudah pasti motif khas tudung menangis tidak akan jadi. Jadi tidak heran juga harganya cukup mahal,” ucapnya sembari menunjukkan tas tudung menangis tersebut.

Selain motif yang khas, permukaan tas juga cukup lembut untuk sekelas tas yang terbuat dari rotan. “Itu juga turut menjadi salah satu ciri khas dari Kubar,” ujarnya.

Selain menjajakan tas dan topi yang kebanyakan terbuat dari rotan, wanita yang sebenarnya adalah seorang guru dan mengisi waktu liburnya dengan mengikuti pameran di Berau, turut menjual kain tenun tumpar yang merupakan kain khas suku Dayak Tunjung Benuaq asal Kubar. “Kebetulan nenek saya merupakan pembuat kain tenun, dan salah satunya juga kain tenun doyo,” tandasnya. (bersambung/udi)


BACA JUGA

Senin, 20 November 2017 09:52

Jabatan Kadisdukcapil Kosong, BKPP Bakal Konsultasi ke Kemendagri

TANJUNG REDEB – Meninggalnya Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Fredy Suryadie,…

Senin, 20 November 2017 09:51

Boiler 3 Kerap Rusak, Ganti Baru Perlu Dana Besar

TANJUNG REDEB – Kondisi boiler unit 3 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati, kian memprihatinkan.…

Minggu, 19 November 2017 00:08

BMKG Berau Minta Warga Waspada

TANJUNG REDEB – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau, membenarkan siaran pers…

Minggu, 19 November 2017 00:07

Kepala Disdukcapil Berau Tutup Usia

TANJUNG REDEB – Kabar duka menyelimuti jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Berau. Kepala…

Minggu, 19 November 2017 00:06

Pendaftaran JPTP Diperpanjang

PEMBUKAAN seleksi terbuka untuk pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di Pemerintah Kabuputen…

Minggu, 19 November 2017 00:05

Kantor Maskapai Tutup dan Dijual

TANJUNG REDEB – Masa pembenahan maskapai Kalstar Aviation oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub)…

Minggu, 19 November 2017 00:03

APBD 2018 untuk Apa?

TANJUNG REDEB – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Berau 2018 sebentar lagi…

Sabtu, 18 November 2017 22:46
BREAKING NEWS

Innalillahi.. Kepala Disdukcapil Berau Fredy Suryadie Embuskan Napas Terakhir

TANJUNG REDEB – Kabar duka menyelimuti jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Berau. Kepala Dinas…

Sabtu, 18 November 2017 12:21

Bupati dan Wabup Tak Hadir Buang Nahas, Warga Talisayan Kembali Kecewa

TALISAYAN – Pelaksanaan pesta adat tulak bala atau buang nahas, terasa kurang lengkap. Pasalnya,…

Sabtu, 18 November 2017 12:12

DPUPR Optimistis Selesai Tepat Waktu

TANJUNG REDEB – Sedikitnya waktu yang tersisa untuk melaksanakan kegiatan di Anggaran Pendapatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .