MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 11 Juli 2017 09:48
Tenun Tumpar Paling Rumit, Tas Tudung Menangis Paling Laris

Produk-Produk Daerah pada Festival Tari Nusantara 2017: Kerajinan Khas Kubar (1)

DARI KUTAI BARAT: Lia dan Nur menunjukkan tas dan kain khas Kubar kepada pengunjungan pameran dan Festival Tari Nusantara 2017 di Lapangan Pemuda, Jalan Mangga 1, Senin (10/7).

PROKAL.CO, Festival Tari Nusantara dengan gelar Koreografer Indonesia 2017 memang baru dimulai hari ini. Namun, pameran yang menjajakan segala jenis kuliner hingga suvenir khas berbagai daerah, banyak dijajakan di stan-stan pameran yang terpusat di Lapangan Pemuda, sejak beberapa hari lalu.

 

ARI PUTRA UTAMA, Tanjung Redeb

 

TERIK matahari pada pukul 13.00 Wita, Senin (10/7) kemarin, masih sangat menyengat kulit. Beberapa stan dengan tenda berwarna kuning dan putih, belum semuanya siap dalam menjajakan barang-barang kerajinan dan produk lainnya. Hanya beberapa pedagang kuliner dan suvenir-suvenir khas dayak saja yang mulai menjajakkan dagangannya. Salah satunya stan milik Lia dan Nur.

Kedua wanita asal Kutai Barat (Kubar) ini sengaja datang ke Berau untuk mencoba peruntungan dengan menjual suvenir-suvenir khas daerah asal mereka.

Dikatakan Lia, untuk mencapai kabupaten paling utara di Kaltim ini, mereka harus menempuh perjalanan selama satu hari dua malam melalui jalur darat. Perjalanan yang melelahkan tersebut diakui Lia, cukup terbayarkan dengan tingginya antusias pengunjung pada pameran Koreografi Indonesia 2017 ini.

“Kami tahu kalau di sini ada pameran karena dikasih tahu teman. Dan kami juga merupakan satu-satunya dari Kubar yang ikut pameran ini,” katanya kepada Berau Post, Senin (10/7).

Selama mengikuti pameran, keduanya hanya menjual barang-barang khas Kubar. Salah satunya tas tudung menangis dan kain tenun tumpar. Dengan bentuk dan motif yang cukup khas ditonjolkan, Lia yang merupakan anak dari Nur mengaku barang dagangannya banyak diminati pengunjung.

Nur mengungkapkan, tas tudung menangis yang terbuat dari rotan dan dilapis manik-manik yang dijualnya, merupakan barang yang paling banyak diincar pengunjung saat ini. “Tas tudung menangis ini memang memiliki motif yang khas dan cukup sulit membuatnya. Karena, apabila sekali saja salah dalam menganyamnya, maka sudah pasti motif khas tudung menangis tidak akan jadi. Jadi tidak heran juga harganya cukup mahal,” ucapnya sembari menunjukkan tas tudung menangis tersebut.

Selain motif yang khas, permukaan tas juga cukup lembut untuk sekelas tas yang terbuat dari rotan. “Itu juga turut menjadi salah satu ciri khas dari Kubar,” ujarnya.

Selain menjajakan tas dan topi yang kebanyakan terbuat dari rotan, wanita yang sebenarnya adalah seorang guru dan mengisi waktu liburnya dengan mengikuti pameran di Berau, turut menjual kain tenun tumpar yang merupakan kain khas suku Dayak Tunjung Benuaq asal Kubar. “Kebetulan nenek saya merupakan pembuat kain tenun, dan salah satunya juga kain tenun doyo,” tandasnya. (bersambung/udi)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 14:27

Dekat dengan Pelaku, Korban Tidak Terlihat Trauma

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Berau, Fika Yuliana…

Kamis, 24 Mei 2018 14:23

Polisi Periksa Kejiwaan OF

TANJUNG REDEB – Aparat kepolisian bergerak cepat mengusut dugaan tindakan kekerasan kepada balita…

Kamis, 24 Mei 2018 14:21

Nelayan Rakit Bom di Laut

TANJUNG REDEB – Aksi pengeboman ikan belum sepenuhnya bisa dituntaskan. Hal itu diakui Kapolsek…

Rabu, 23 Mei 2018 00:37

Kenaikan THR PNS Tinggal Diteken Presiden

KEPASTIAN besaran kenaikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) segera diketahui.…

Rabu, 23 Mei 2018 00:28

Perusahaan dan Kapten Kapal Terancam Sanksi

TANJUNG REDEB – Persoalan nyaris tenggelamnya tongkang pembawa batu bara milik PT Rantaupanjang…

Rabu, 23 Mei 2018 00:27

Relokasi Sulit, Bupati Minta Redam Aroma Tak Sedap TPA

TANJUNG REDEB – Banyaknya keluhan masyarakat terkait keberadaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)…

Rabu, 23 Mei 2018 00:25

Aniaya Anak, OF Dijemput Polisi

TANJUNG REDEB – Video penganiayaan yang diduga dilakukan seorang ibu kepada anak kandungnya, viral…

Selasa, 22 Mei 2018 14:24
BREAKING NEWS

Video Pukul Anak Viral, Si Ibu Berhasil Diamankan. Ini Penyebabnya

TANJUNG REDEB - Masyarakat Berau dibuat heboh dengan viralnya video penyiksaan balita oleh wanita yang…

Selasa, 22 Mei 2018 09:02

XpressAir Buka Rute Kalimarau-APT Pranoto

PARA penumpang XpressAir dengan rute penerbangan Tanjung Redeb-Samarinda pada Kamis (24/5) nanti, bakal…

Selasa, 22 Mei 2018 09:00

DLHK Panggil PT RUB

TANJUNG REDEB – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau memanggil manajemen PT Rantaupanjang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .