MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Rabu, 12 Juli 2017 09:44
Berau, Kaltara, Rumah Kita
Oleh: Datu Kesuma

PROKAL.CO, WACANA kabupaten Berau bergabung ke Provinsi Kaltara yang dilontarkan salah seorang anggota DPRD Berau, menurut saya adalah langkah mundur. Kita setback lagi, justru pada saat kabupaten Berau sedang dalam tahap menuju proses kemandirian.

Hanya karena melihat sepintas pesatnya pembangunan di daerah tetangga yang telah mekar menjadi provinsi tersendiri dan beragam program pembangunan yang digagas oleh sang gubernur Kaltara Pak Irianto Lambrie, ada wakil rakyat kita langsung kepincut ingin bergabung dengan provinsi muda ini.

Pertanyaannya, betulkah kabupaten Berau akan lebih maju jika bergabung dengan provinsi Kaltara? Pertanyaan ini juga yang telah lama mengemuka pada saat pertama kali wacana provinsi Kaltara dimunculkan sekitar tahun 2005. Kabupaten Berau di bawah kepemimpinan Pak Makmur HAPK ketika itu, setelah melihat kondisi objektif secara tegas menyatakan mendukung tapi tidak bergabung.

Setidak-tidaknya ada tiga alasan yang tidak berkorelasi manakala Kabupaten Berau bergabung dengan provinsi Kaltara.

Pertama dari aspek historis. Semua wilayah yang berada dalam administrasi pemerintahan Provinsi Kaltara adalah  eks wilayah Kesultanan Bulungan. Pada awalnya nama Provinsi Kaltara yang dimunculkan ke publik adalah Bulungan Raya. Sementara kalau kita lihat dari sisi sejarahnya, Kabupaten Bulungan adalah wilayah yang pernah menjadi bagian dari Kerajaan Berau. Jika Kabupaten Berau bergabung dengan provinsi yang nota bene adalah wilayah eks Kesultanan Bulungan, lantas di mana dan ke mana nama Kabupaten Berau.

Dalam konteks ini sempat muncul suara di masyarakat Berau, boleh saja Berau bergabung dengan Provinsi Bulungan Raya, tapi dengan syarat ibu kotanya berkedudukan di Tanjung Redeb atau nama provinsinya diganti dengan nama Provinsi Berau Bulungan. Nama ini terilhami dengan nama Provinsi Bangka Belitung. Aspirasi ini sebagai bentuk penolakan secara halus. Dan tentu saja pemikiran masyarakat Berau ini tidak mungkin  diakomodir oleh para penggagas Provinsi Kaltara.

Kedua, dari aspek dukungan anggaran pembangunan. Hitung-hitungannya, jika kabupaten Berau bergabung dengan Provinsi Kaltara, maka dana bagi hasil yang diperoleh jauh lebih kecil dibandingkan dengan tetap berada dalam Kalimantan Timur. Bahkan dalam tahun tahun pertama berdirinya Kaltara, laju pembangunan Kabupaten Berau jika ikut dengan Kaltara, dipastikan tersendat. Saat ini, manakala APBD Kabupaten Berau sedang dalam kondisi “sesak napas”, kucuran DBH Kaltim terasa lebih realistis dibandingkan dengan dukungan DBH Kaltara.

Ketiga, dari sisi ketersediaan sumber daya dan fasilitas publik. Kabupaten Berau masih berada di atas Kabupaten Bulungan yang menjadi induk Provinsi Kaltara. Prospek pertumbuhan ekonomi untuk menunjang pembangunan daerah lebih banyak berada di Berau, seperti pariwisata dan dukungan fasilitas bandara serta infrastruktur lainnya.

Kabupaten Berau dan Kabupaten Bulungan (dalam konteks Kaltara) untuk maju dalam pembangunan, tidak perlu harus bergabung dalam satu administrasi pemerintahan. Tapi bisa bergandengan tangan dan menjalin kerja sama yang saling menguntungkan. Kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh Berau bisa dimanfaatkan oleh wilayah sekitar Kaltara.

Terobosan pembangunan yang digagas Pak Gubernur yang energik dan memiliki visi untuk kemajuan Kaltara, kita dukung bersama. Misalnya wacana pembangunan freeway atau jalan tol Tanjung Redeb-Tanjung Selor. Pengembangan Kawasan Ekonomi Tanah Kuning bisa terintegrasi dengan kawasan pengembangan wisata bahari Kepulauan Derawan.

Rencana Pengembangan Kawasan Ekonomi Mantaritip sebagai pelabuhan samudra, juga bisa berkontribusi sebagai trigger wilayah sekitarnya. Menjalin kerja sama antarwilayah justru lebih mempercepat akselerasi pertumbuhan, karena masing-masing wilayah memiliki keunggulan sendiri yang perlu bersinergi.

Mari maju bersama, untuk kepentingan bersama, tanpa harus dalam satu rumah. Berau dan Kaltara adalah rumah kita semua. (udi)

*) Kepala DPMPTSP Kabupaten Berau.

loading...

BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 09:56

Mutiara Syawal

TIDAK terasa sebulan penuh kita berpuasa di bulan Ramadan menahan lapar dan dahaga. Kaum Muslimin meninggalkan…

Selasa, 12 Juni 2018 14:40

Konsumerisme di Bulan Ramadan

BULAN Ramadan adalah bulan di mana umat Islam berbondong-bondong untuk menggenggam keberkahan dan rahmat…

Sabtu, 09 Juni 2018 00:24

FILANTROPISME RAMADAN

SECARA bahasa, filantropisme adalah kedermawanan. Kemurahatian, atau sumbangan sosial, sesuatu yang…

Jumat, 01 Juni 2018 12:08

Atasi Kram saat Menstruasi

DI sela aktivitas yang cukup padat sebagai siswa Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 57 Lembaga…

Sabtu, 26 Mei 2018 00:59

Terapi Emosi dalam Sekejap

SAAT berada pada kondisi yang tidak menyenangkan atau ditimpa persoalan, pilihannya sebenarnya hanya…

Jumat, 25 Mei 2018 00:42

Inokulasi Bakteri Probiotik Atasi Bau Sampah

POLUSI berupa bau sampah yang tidak sedap di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bujangga Berau, sempat menjadi…

Kamis, 24 Mei 2018 14:30

Ibu, Kembalilah pada Fitrahmu

Beredarnya video penganiayaan seorang ibu kepada anak kandungnya di media sosial, membuat geram semua…

Senin, 21 Mei 2018 13:50

Ibu Senang, Bayi Girang

BULAN suci Ramadan adalah bulan yang selalu dinantikan. Semua umat Islam bersuka cita atas kehadiran…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:24

SELAMAT DATANG RAMADAN

ALHAMDULILLAH, umat islam sudah memasuki bulan Ramadan, aromanya yang beberapa minggu lalu sudah semerbak…

Jumat, 18 Mei 2018 00:05

Penyegaran atau Balas Dendam?

BAHWA mutasi atau perombakan pejabat di lingkungan pemerintahan, baik di tingkat kabupaten dan kota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .