MANAGED BY:
MINGGU
18 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Rabu, 12 Juli 2017 09:44
Berau, Kaltara, Rumah Kita
Oleh: Datu Kesuma

PROKAL.CO, WACANA kabupaten Berau bergabung ke Provinsi Kaltara yang dilontarkan salah seorang anggota DPRD Berau, menurut saya adalah langkah mundur. Kita setback lagi, justru pada saat kabupaten Berau sedang dalam tahap menuju proses kemandirian.

Hanya karena melihat sepintas pesatnya pembangunan di daerah tetangga yang telah mekar menjadi provinsi tersendiri dan beragam program pembangunan yang digagas oleh sang gubernur Kaltara Pak Irianto Lambrie, ada wakil rakyat kita langsung kepincut ingin bergabung dengan provinsi muda ini.

Pertanyaannya, betulkah kabupaten Berau akan lebih maju jika bergabung dengan provinsi Kaltara? Pertanyaan ini juga yang telah lama mengemuka pada saat pertama kali wacana provinsi Kaltara dimunculkan sekitar tahun 2005. Kabupaten Berau di bawah kepemimpinan Pak Makmur HAPK ketika itu, setelah melihat kondisi objektif secara tegas menyatakan mendukung tapi tidak bergabung.

Setidak-tidaknya ada tiga alasan yang tidak berkorelasi manakala Kabupaten Berau bergabung dengan provinsi Kaltara.

Pertama dari aspek historis. Semua wilayah yang berada dalam administrasi pemerintahan Provinsi Kaltara adalah  eks wilayah Kesultanan Bulungan. Pada awalnya nama Provinsi Kaltara yang dimunculkan ke publik adalah Bulungan Raya. Sementara kalau kita lihat dari sisi sejarahnya, Kabupaten Bulungan adalah wilayah yang pernah menjadi bagian dari Kerajaan Berau. Jika Kabupaten Berau bergabung dengan provinsi yang nota bene adalah wilayah eks Kesultanan Bulungan, lantas di mana dan ke mana nama Kabupaten Berau.

Dalam konteks ini sempat muncul suara di masyarakat Berau, boleh saja Berau bergabung dengan Provinsi Bulungan Raya, tapi dengan syarat ibu kotanya berkedudukan di Tanjung Redeb atau nama provinsinya diganti dengan nama Provinsi Berau Bulungan. Nama ini terilhami dengan nama Provinsi Bangka Belitung. Aspirasi ini sebagai bentuk penolakan secara halus. Dan tentu saja pemikiran masyarakat Berau ini tidak mungkin  diakomodir oleh para penggagas Provinsi Kaltara.

Kedua, dari aspek dukungan anggaran pembangunan. Hitung-hitungannya, jika kabupaten Berau bergabung dengan Provinsi Kaltara, maka dana bagi hasil yang diperoleh jauh lebih kecil dibandingkan dengan tetap berada dalam Kalimantan Timur. Bahkan dalam tahun tahun pertama berdirinya Kaltara, laju pembangunan Kabupaten Berau jika ikut dengan Kaltara, dipastikan tersendat. Saat ini, manakala APBD Kabupaten Berau sedang dalam kondisi “sesak napas”, kucuran DBH Kaltim terasa lebih realistis dibandingkan dengan dukungan DBH Kaltara.

Ketiga, dari sisi ketersediaan sumber daya dan fasilitas publik. Kabupaten Berau masih berada di atas Kabupaten Bulungan yang menjadi induk Provinsi Kaltara. Prospek pertumbuhan ekonomi untuk menunjang pembangunan daerah lebih banyak berada di Berau, seperti pariwisata dan dukungan fasilitas bandara serta infrastruktur lainnya.

Kabupaten Berau dan Kabupaten Bulungan (dalam konteks Kaltara) untuk maju dalam pembangunan, tidak perlu harus bergabung dalam satu administrasi pemerintahan. Tapi bisa bergandengan tangan dan menjalin kerja sama yang saling menguntungkan. Kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh Berau bisa dimanfaatkan oleh wilayah sekitar Kaltara.

Terobosan pembangunan yang digagas Pak Gubernur yang energik dan memiliki visi untuk kemajuan Kaltara, kita dukung bersama. Misalnya wacana pembangunan freeway atau jalan tol Tanjung Redeb-Tanjung Selor. Pengembangan Kawasan Ekonomi Tanah Kuning bisa terintegrasi dengan kawasan pengembangan wisata bahari Kepulauan Derawan.

Rencana Pengembangan Kawasan Ekonomi Mantaritip sebagai pelabuhan samudra, juga bisa berkontribusi sebagai trigger wilayah sekitarnya. Menjalin kerja sama antarwilayah justru lebih mempercepat akselerasi pertumbuhan, karena masing-masing wilayah memiliki keunggulan sendiri yang perlu bersinergi.

Mari maju bersama, untuk kepentingan bersama, tanpa harus dalam satu rumah. Berau dan Kaltara adalah rumah kita semua. (udi)

*) Kepala DPMPTSP Kabupaten Berau.

loading...

BACA JUGA

Minggu, 18 Februari 2018 11:07

Selang Rp 500 Juta di Pembuluh Saya

KEMBALI opname, saya langsung diinfus delapan botol. Dokter Mohammed Tauqeer Ahmad, ahli syaraf itu,…

Sabtu, 17 Februari 2018 00:43

Tergoda Lanzhou Lamian Satu-satunya

ROBERT Lai mengabarkan kesuksesan operasi itu ke keluarga saya di Surabaya yang sedang menata barang…

Jumat, 16 Februari 2018 10:40

Valentine Berdarah

SEPERTIsudah menjadi tradisi bagi para pemuda mengadakan pagelaran bernuansa “cinta” pada…

Jumat, 16 Februari 2018 10:20

Pisau di Tangan Benjamin Chua dan Manish

TIBALAH saat operasi itu. Tempat tidur saya didorong dari kamar 803. Menuju ruang operasi di Rumah Sakit…

Kamis, 15 Februari 2018 10:11

Trauma Pilih Kasih dan Harta Warisan

PILIH kasih bisa menyebabkan trauma. Sikap orang tua yang pilih kasih pada anak pada akhirnya memang…

Selasa, 13 Februari 2018 00:04

Mengandalkan Kreativitas Bubur Remas

SETELAH anak-menantu-cucu ke Makkah, tinggal saya dan istri di Madinah. Kesakitan. Tergolek di tempat…

Senin, 12 Februari 2018 09:51

Lambatnya Pertumbuhan Ekonomi Suatu Daerah

PERTUMBUHAN ekonomi suatu daerah sangat dipengaruhi oleh permasalahan ekonomi yang dihadapi daerah tersebut.…

Senin, 12 Februari 2018 09:36

Rakus Lentil dan Kurma Mentah Beku

SEMUA itu bermula di hari kedua saya berada di Madinah. Sehari sebelumnya kami tiba dari Surabaya setelah…

Minggu, 11 Februari 2018 11:24

Trauma sejak Umur 15 Tahun

“PAK, tolong bantu saya. Saya tidak kuat. Saya sudah tidak sanggup. Rasanya mau mati saja,”…

Minggu, 11 Februari 2018 11:11

Merelakan Ditinggal Anak, Cucu dan Menantu

SAYA sabar menunggu pencernaan saya istirahat. Tidak makan apa pun. Dada dan punggung memang masih sakit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .