MANAGED BY:
RABU
27 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 14 Juli 2017 11:11
Hanya Satu Senar, Digunakan untuk Mendatangkan Roh-Roh Leluhur

Produk-Produk Daerah pada Festival Tari Nusantara 2017: Rebabu (4)

TERUS BERLATIH: Muhammad Ali Djamaluddin tetap fokus berlatih saat rekan-rekannya tengah dirias, agar bisa tampil maksimal di hadapan masyarakat Berau tadi malam (13/7).

PROKAL.CO, Festival Tari Nusantara dengan Gelar Koreografi 2017, bisa sekaligus menjadi ajang promosi untuk memperkenalkan kesenaian daerah dari berbagai pelosok Nusantara. Seperti dari Maluku Utara yang berpartisipasi menampilkan Tari Salai Kadato Raha dengan iringan musik Rebabu.

 

ARI PUTRA UTAMA, Tanjung Redeb

 

Sanggar Folakatu Art Tidore asal Maluku Utara, merupakan salah satu dari sekian banyak peserta Festival Tari Nusantara 2017 yang digelar di Lapangan Pemuda, Jalan Mangga I, Tanjung Redeb.

Festival tahunan garapan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun ini, mengangkat tema tentang tradisi daerah. Sanggar Folakatu Art Tidore yang telah empat kali tampil pada festival ini, tadi malam menyuguhkan tarian Salai Kato Raha yang ditarikan lima orang dan diiringi lima pemain musik.

Ditemui di salah satu hotel tempatnya menginap selama berada di Berau, Muhammad Isnaini Ali, Pimpinan Sanggar Folakatu Art Tidore, menceritakan arti di balik tarian yang mereka bawakan. Dijelaskan, kata Salai berarti tarian, Kadato berarti kesultanan dan Raha berarti empat. “Jadi tarian ini bercerita tentang asal-muasal terbentuknya empat kesultanan di Maluku Utara. Sejak mereka terbentuk, terjadi konflik, dan hingga konflik itu usai,” katanya kepada Berau Post, Kamis (13/7).

Selain makna dari tarian itu sendiri, pria yang kerap disapa Isai ini menerangkan, pada penampilan mereka tadi malam, mereka juga turut menampilkan beberapa alat musik khas dari Maluku Utara, seperti Tifa dan Rebabu.

Kedua alat tersebut merupakan alat musik yang tidak bisa dilepaskan dari masyarakat Maluku Utara. Khususnya Rebabu. Ia mengungkapkan, setiap kali diadakannya acara adat yang bertujuan untuk memanggil roh-roh leluhur, Rebabu merupakan alat musik yang harus disiapkan.

“Kalau acara adat di sana, biasanya hingga tiga hari. Nanti saat Rebabu dimainkan, roh-roh yang masuk ke dalam tubuh orang yang telah disiapkan akan menari. Sedangkan kalau Rebabu tidak dimainkan, maka roh-roh itu tidak akan mau menari,” ucapnya.

Alat musik Rebabu cukup sulit dimainkan. Terbuat dari batang bambu dan batok kelapa, alat musik yang dimainkan dengan cara digesek ini, sulit dipelajari karena hanya memiliki satu senar.

Saking sulitnya alat ini dipelajari, hanya beberapa orang saja yang mahir memainkan Rebabu di Maluku Utara. “Karena dengan hanya memiliki satu senar, makanya alat ini cukup sulit untuk dipelajari. Saya saja belum terlalu mahir tidak bisa memainkannya,” tuturnya sembari tersenyum.

Sementara itu, Muhammad Ali Djamaludin yang mahir memainkan Rebabu, mengaku membutuhkan waktu 3 tahun untuk benar-benar bisa memainkan alat musik khas Maluku Utara itu. Pria yang memiliki perawakan tinggi kurus ini mengungkapkan, dirinya merasa tertantang dengan sedikitnya orang di Maluku Utara yang mahir memainkan Rebabu. “Kebetulan ayah dan kakak juga bisa memainkan Rebabu. Sehingga dengan belajar dari mereka, saya bisa mahir memainkannya,” tutur anak kelima dari enam bersaudara ini. (bersambung/udi)


BACA JUGA

Senin, 25 September 2017 09:50

Buat Standarisasi Kegiatan

TANJUNG REDEB – Antisipasi pemborosan hingga mark up anggaran saat melakukan kegiatan baik itu…

Senin, 25 September 2017 09:49

Renovasi Ruang Kedatangan, Plafon Runtuh

TANJUNG REDEB – Masyarakat Kabupaten Berau sempat digegerkan dengan beredarnya foto-foto kerusakan…

Senin, 25 September 2017 09:48

Polisi Bakal Gelar Perkara Proyek Boiler Unit #4 PLTU Lati

TANJUNG REDEB – Gelar perkara proyek boiler unit #4 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati,…

Senin, 25 September 2017 09:47

Akhirnya, Northern Illinois University Amerika

Jangan pernah berhenti mencoba. Karena suatu hari, kamu akan berada di tempat yang selalu kamu impikan.…

Senin, 25 September 2017 09:46

Penetapan Konservasi di Pusat Terkendala Kepemilikan Lahan

TANJUNG REDEB – Pulau Kakaban sudah ditetapkan pemerintah daerah sebagai kawasan konservasi, untuk…

Minggu, 24 September 2017 00:03

Data Ulang Spot dan Jual yang Unggulan

KEPULAUAN Derawan cukup terkenal dengan banyak spot diving-nya, khususnya di perairan Pulau Maratua.…

Minggu, 24 September 2017 00:02

Ini Dia Surganya Wisata Utara Kaltim

SEKTOR batu bara di Kabupaten Berau, menjadi penyumbang pendapatan terbesar hingga saat ini. Tapi, dalam…

Sabtu, 23 September 2017 11:22

Perdalam Ilmu Agama Islam, Ingin Jadi Pendidik

Harus diakui bahwa Kabupaten Berau memiliki bibit-bibit muda generasi berprestasi. Jika sebelumnya penceramah…

Sabtu, 23 September 2017 11:20

Polres Masih Kumpulkan Data, Dugaan Ijazah Palsu Mantan Kakam Talisayan

TANJUNG REDEB – Polres Berau telah menerima laporan terkait dugaan penggunaan ijazah palsu paket…

Sabtu, 23 September 2017 11:18

Hanya Perpanjangan, Mudahkan Pekerja di Perusahaan

Surat Izin Mengemudi (SIM) penting dimiliki pengendara maupun pengemudi kendaraan bermotor. Tak jarang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .