MANAGED BY:
JUMAT
28 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 14 Juli 2017 11:11
Hanya Satu Senar, Digunakan untuk Mendatangkan Roh-Roh Leluhur

Produk-Produk Daerah pada Festival Tari Nusantara 2017: Rebabu (4)

TERUS BERLATIH: Muhammad Ali Djamaluddin tetap fokus berlatih saat rekan-rekannya tengah dirias, agar bisa tampil maksimal di hadapan masyarakat Berau tadi malam (13/7).

PROKAL.CO, Festival Tari Nusantara dengan Gelar Koreografi 2017, bisa sekaligus menjadi ajang promosi untuk memperkenalkan kesenaian daerah dari berbagai pelosok Nusantara. Seperti dari Maluku Utara yang berpartisipasi menampilkan Tari Salai Kadato Raha dengan iringan musik Rebabu.

 

ARI PUTRA UTAMA, Tanjung Redeb

 

Sanggar Folakatu Art Tidore asal Maluku Utara, merupakan salah satu dari sekian banyak peserta Festival Tari Nusantara 2017 yang digelar di Lapangan Pemuda, Jalan Mangga I, Tanjung Redeb.

Festival tahunan garapan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun ini, mengangkat tema tentang tradisi daerah. Sanggar Folakatu Art Tidore yang telah empat kali tampil pada festival ini, tadi malam menyuguhkan tarian Salai Kato Raha yang ditarikan lima orang dan diiringi lima pemain musik.

Ditemui di salah satu hotel tempatnya menginap selama berada di Berau, Muhammad Isnaini Ali, Pimpinan Sanggar Folakatu Art Tidore, menceritakan arti di balik tarian yang mereka bawakan. Dijelaskan, kata Salai berarti tarian, Kadato berarti kesultanan dan Raha berarti empat. “Jadi tarian ini bercerita tentang asal-muasal terbentuknya empat kesultanan di Maluku Utara. Sejak mereka terbentuk, terjadi konflik, dan hingga konflik itu usai,” katanya kepada Berau Post, Kamis (13/7).

Selain makna dari tarian itu sendiri, pria yang kerap disapa Isai ini menerangkan, pada penampilan mereka tadi malam, mereka juga turut menampilkan beberapa alat musik khas dari Maluku Utara, seperti Tifa dan Rebabu.

Kedua alat tersebut merupakan alat musik yang tidak bisa dilepaskan dari masyarakat Maluku Utara. Khususnya Rebabu. Ia mengungkapkan, setiap kali diadakannya acara adat yang bertujuan untuk memanggil roh-roh leluhur, Rebabu merupakan alat musik yang harus disiapkan.

“Kalau acara adat di sana, biasanya hingga tiga hari. Nanti saat Rebabu dimainkan, roh-roh yang masuk ke dalam tubuh orang yang telah disiapkan akan menari. Sedangkan kalau Rebabu tidak dimainkan, maka roh-roh itu tidak akan mau menari,” ucapnya.

Alat musik Rebabu cukup sulit dimainkan. Terbuat dari batang bambu dan batok kelapa, alat musik yang dimainkan dengan cara digesek ini, sulit dipelajari karena hanya memiliki satu senar.

Saking sulitnya alat ini dipelajari, hanya beberapa orang saja yang mahir memainkan Rebabu di Maluku Utara. “Karena dengan hanya memiliki satu senar, makanya alat ini cukup sulit untuk dipelajari. Saya saja belum terlalu mahir tidak bisa memainkannya,” tuturnya sembari tersenyum.

Sementara itu, Muhammad Ali Djamaludin yang mahir memainkan Rebabu, mengaku membutuhkan waktu 3 tahun untuk benar-benar bisa memainkan alat musik khas Maluku Utara itu. Pria yang memiliki perawakan tinggi kurus ini mengungkapkan, dirinya merasa tertantang dengan sedikitnya orang di Maluku Utara yang mahir memainkan Rebabu. “Kebetulan ayah dan kakak juga bisa memainkan Rebabu. Sehingga dengan belajar dari mereka, saya bisa mahir memainkannya,” tutur anak kelima dari enam bersaudara ini. (bersambung/udi)


BACA JUGA

Kamis, 27 Juli 2017 10:11

Potensi Wisata Religi

TANJUNG REDEB – Haul Akbar ke-74 Syech H Muhammad Ali Djunaidi Al-Banjari pada Sabtu (22/7) lalu,…

Kamis, 27 Juli 2017 10:10

Tawarkan Pembangunan pada Pihak Ketiga

TANJUNG REDEB – Rencana hibah lahan dari PT Berau Coal untuk pembangunan Sport Center, mendapat…

Kamis, 27 Juli 2017 10:08

Besaran APBD Berau 2018, Rp 1,3 T Diduga Keliru

TANJUNG REDEB – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau Tahun 2018, berdasarkan Peraturan…

Kamis, 27 Juli 2017 10:07

Bangga saat Tampil di Istana Merdeka

Kemahirannya memainkan sampe dan alat musik tradisional lainnya, mengantarkan Muhammad Budhi Setiyawan…

Kamis, 27 Juli 2017 10:07

Masalah Keselamatan Transportasi Laut Jadi Perhatian Dishub

TANJUNG REDEB – Kecelakaan yang menimpa speedboat SB Rejeki Baru Karisma di Tarakan, turut menjadi…

Rabu, 26 Juli 2017 10:06

Diduga Korsleting Listrik, Satu Kamar Indekos Hangus

TANJUNG REDEB – Masyarakat Jalan Durian III, Tanjung Redeb, dibuat panik saat terjadi kebakaran…

Rabu, 26 Juli 2017 10:05

Hadiahkan Lukisan Wajah untuk Presiden

Apakah menjadi anak berkebutuhan khusus akan menutup semua kemungkinan untuk berkarya dan berprestasi?…

Rabu, 26 Juli 2017 10:03

Bupati Kaji Usulan Tinjau Ulang Proyek MYC, Sebagian Besar Usulan Dewan

TANJUNG REDEB – Usulan legislatif agar bupati dan jajarannya meninjau kembali pelaksanaan proyek-proyek…

Rabu, 26 Juli 2017 10:02

Hibah Aset Terminal Bandara Kalimarau, Tinggal Tunggu Bupati

TANJUNG REDEB – Hibah aset Terminal Bandara Kalimarau, selangkah lagi tuntas. Unit Penyelenggara…

Selasa, 25 Juli 2017 09:36

APBD 2018 Kian Menyusut

MARATUA – Wakil Bupati (Wabup) Berau Agus Tantomo beserta istri Fika Yuliana Tantomo dan sejumlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .