MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 14 Juli 2017 11:11
Hanya Satu Senar, Digunakan untuk Mendatangkan Roh-Roh Leluhur

Produk-Produk Daerah pada Festival Tari Nusantara 2017: Rebabu (4)

TERUS BERLATIH: Muhammad Ali Djamaluddin tetap fokus berlatih saat rekan-rekannya tengah dirias, agar bisa tampil maksimal di hadapan masyarakat Berau tadi malam (13/7).

PROKAL.CO, Festival Tari Nusantara dengan Gelar Koreografi 2017, bisa sekaligus menjadi ajang promosi untuk memperkenalkan kesenaian daerah dari berbagai pelosok Nusantara. Seperti dari Maluku Utara yang berpartisipasi menampilkan Tari Salai Kadato Raha dengan iringan musik Rebabu.

 

ARI PUTRA UTAMA, Tanjung Redeb

 

Sanggar Folakatu Art Tidore asal Maluku Utara, merupakan salah satu dari sekian banyak peserta Festival Tari Nusantara 2017 yang digelar di Lapangan Pemuda, Jalan Mangga I, Tanjung Redeb.

Festival tahunan garapan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun ini, mengangkat tema tentang tradisi daerah. Sanggar Folakatu Art Tidore yang telah empat kali tampil pada festival ini, tadi malam menyuguhkan tarian Salai Kato Raha yang ditarikan lima orang dan diiringi lima pemain musik.

Ditemui di salah satu hotel tempatnya menginap selama berada di Berau, Muhammad Isnaini Ali, Pimpinan Sanggar Folakatu Art Tidore, menceritakan arti di balik tarian yang mereka bawakan. Dijelaskan, kata Salai berarti tarian, Kadato berarti kesultanan dan Raha berarti empat. “Jadi tarian ini bercerita tentang asal-muasal terbentuknya empat kesultanan di Maluku Utara. Sejak mereka terbentuk, terjadi konflik, dan hingga konflik itu usai,” katanya kepada Berau Post, Kamis (13/7).

Selain makna dari tarian itu sendiri, pria yang kerap disapa Isai ini menerangkan, pada penampilan mereka tadi malam, mereka juga turut menampilkan beberapa alat musik khas dari Maluku Utara, seperti Tifa dan Rebabu.

Kedua alat tersebut merupakan alat musik yang tidak bisa dilepaskan dari masyarakat Maluku Utara. Khususnya Rebabu. Ia mengungkapkan, setiap kali diadakannya acara adat yang bertujuan untuk memanggil roh-roh leluhur, Rebabu merupakan alat musik yang harus disiapkan.

“Kalau acara adat di sana, biasanya hingga tiga hari. Nanti saat Rebabu dimainkan, roh-roh yang masuk ke dalam tubuh orang yang telah disiapkan akan menari. Sedangkan kalau Rebabu tidak dimainkan, maka roh-roh itu tidak akan mau menari,” ucapnya.

Alat musik Rebabu cukup sulit dimainkan. Terbuat dari batang bambu dan batok kelapa, alat musik yang dimainkan dengan cara digesek ini, sulit dipelajari karena hanya memiliki satu senar.

Saking sulitnya alat ini dipelajari, hanya beberapa orang saja yang mahir memainkan Rebabu di Maluku Utara. “Karena dengan hanya memiliki satu senar, makanya alat ini cukup sulit untuk dipelajari. Saya saja belum terlalu mahir tidak bisa memainkannya,” tuturnya sembari tersenyum.

Sementara itu, Muhammad Ali Djamaludin yang mahir memainkan Rebabu, mengaku membutuhkan waktu 3 tahun untuk benar-benar bisa memainkan alat musik khas Maluku Utara itu. Pria yang memiliki perawakan tinggi kurus ini mengungkapkan, dirinya merasa tertantang dengan sedikitnya orang di Maluku Utara yang mahir memainkan Rebabu. “Kebetulan ayah dan kakak juga bisa memainkan Rebabu. Sehingga dengan belajar dari mereka, saya bisa mahir memainkannya,” tutur anak kelima dari enam bersaudara ini. (bersambung/udi)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 14:27

Dekat dengan Pelaku, Korban Tidak Terlihat Trauma

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Berau, Fika Yuliana…

Kamis, 24 Mei 2018 14:23

Polisi Periksa Kejiwaan OF

TANJUNG REDEB – Aparat kepolisian bergerak cepat mengusut dugaan tindakan kekerasan kepada balita…

Kamis, 24 Mei 2018 14:21

Nelayan Rakit Bom di Laut

TANJUNG REDEB – Aksi pengeboman ikan belum sepenuhnya bisa dituntaskan. Hal itu diakui Kapolsek…

Rabu, 23 Mei 2018 00:37

Kenaikan THR PNS Tinggal Diteken Presiden

KEPASTIAN besaran kenaikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) segera diketahui.…

Rabu, 23 Mei 2018 00:28

Perusahaan dan Kapten Kapal Terancam Sanksi

TANJUNG REDEB – Persoalan nyaris tenggelamnya tongkang pembawa batu bara milik PT Rantaupanjang…

Rabu, 23 Mei 2018 00:27

Relokasi Sulit, Bupati Minta Redam Aroma Tak Sedap TPA

TANJUNG REDEB – Banyaknya keluhan masyarakat terkait keberadaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)…

Rabu, 23 Mei 2018 00:25

Aniaya Anak, OF Dijemput Polisi

TANJUNG REDEB – Video penganiayaan yang diduga dilakukan seorang ibu kepada anak kandungnya, viral…

Selasa, 22 Mei 2018 14:24
BREAKING NEWS

Video Pukul Anak Viral, Si Ibu Berhasil Diamankan. Ini Penyebabnya

TANJUNG REDEB - Masyarakat Berau dibuat heboh dengan viralnya video penyiksaan balita oleh wanita yang…

Selasa, 22 Mei 2018 09:02

XpressAir Buka Rute Kalimarau-APT Pranoto

PARA penumpang XpressAir dengan rute penerbangan Tanjung Redeb-Samarinda pada Kamis (24/5) nanti, bakal…

Selasa, 22 Mei 2018 09:00

DLHK Panggil PT RUB

TANJUNG REDEB – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau memanggil manajemen PT Rantaupanjang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .