MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 15 Juli 2017 00:51
Dipukulkan di Lutut, Memainkannya Harus Jongkok

Produk-Produk Daerah pada Festival Tari Nusantara 2017: Tonggobi (5-Habis)

KHAS GORONTALO: Feri Fadli Pomontolo, menjelaskan fungsi dari seluk-beluk bentuk Tonggobi yang menjadi alat musik khas daerah asalnya, Jumat (14/7).

PROKAL.CO, Hanya mengandalkan lima alat musik sederhana yang dibawa dari Gorontalo, rombongan Sanggar Makuta berhasil menjadi salah satu penata musik terbaik di Festival Tari Nusantara dengan Gelar Koreografi 2017 di Lapangan Pemuda, Tanjung Redeb.

 

ARI PUTRA UTAMA, Tanjung Redeb

 

RAUTwajah senang dan bahagia tampak di wajah rombongan sanggar tari asal Gorontalo ini. Jerih payah dan perjuangan yang dirasakan anggota Sanggar Makuta selama melakukan persiapan hingga sampai di Berau, terbayar setelah dewan juri Gelar Koreografi Indonesia 2017 menunjuk mereka bersama rombongan Bali sebagai juara umum.

Mengangkat tarian kontemporer berjudul Polahi serta diiringi alunan musik dari rebana, suling, gambus, gendang dari pipa dan tonggobi, penampilan tim sanggar tari yang telah berdiri sejak 2014 ini, berhasil memukau para pengunjung Gelar Koreografi Indonesia 2017.

Dari beberapa alat musik yang digunakan tersebut, terdapat salah alat musik khas dari provinsi yang mendapat julukan Bumi Serambi Madinah ini, yaitu Tonggobi. Alat musik yang seluruhnya terbuat dari batang bambu ini memiliki ciri khas tersendiri. Yakni hanya memiliki satu nada.

“Bukan hanya itu saja, cara memainkannya juga cukup unik. Pemainnya harus jongkok kemudian memukulkan Tonggobi ini ke lutut supaya keluar suaranya,” kata Feri Fadli Pomontolo, Koreografer Sanggar Makuta saat ditemui di hotel tempatnya menginap, Jumat (14/7).

Memukulkannya ke lutut, dijelaskan Feri, tidak bisa asal-asalan. Harus tahu bagian-bagian Tonggobi yang harus dipukulkan ke lutut. Karena apabila tidak mengetahui bagian yang harus dipertemukan dengan lutut, maka tonggobi pun tidak akan mengeluarkan suara. “Kalau tidak tahu bagiannya, bakalan merasakan sakit di lutut aja,” ucapnya tertawa.

Mengenai asal mula tonggobi, pria yang kini juga menempuh studi jenjang S2 di Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta, mengungkapkan bahwa tonggobi dahulunya digunakan masyarakat untuk mengusir burung dari tanaman padi. Karena suaranya yang nyaring dan cukup khas, tonggobi pun kerap diperlombakan masyarakat Gorontalo saat pesta panen raya.

“Jadi kalau ada lomba tonggobi, harus di lapangan luas. Peserta dan penontonnya pun harus berjauhan, karena yang dinilai dalam lomba itu adalah nyaringnya suara yang dikeluarkan tonggobi,” terang pria berperawakan tinggi besar ini.

Sementara itu, terkait penampilan di Gelar Koreografi 2017, Ketua Sanggar Makuta Kristyanto, mengungkapkan cukup banyak rintangan yang harus dilalui timnya dalam mengikuti event tahunan ini. Salah satunya yaitu hilangnya kostum dan make up para pemain saat berada di bandara.

“Dalam perjalanan ke sini kami harus beberapa kali transit di beberapa daerah dan salah satunya di Manado. Saat itu kami harus menginap dan tidur satu malam di  bandara karena menunggu penerbangan, saat itulah barang-barang kami pada hilang,” terangnya.

Hal itu sontak membuat para pemain sanggarnya cukup panik dan saling menyalahkan. Karena dengan waktu yang sudah mepet, Kris merasa tidak ada waktu untuk membuat ulang kostum mereka.

“Kami di jalan itu harus berpikir berkali-kali bagaimana supaya kami bisa mempunyai kostum. Jadi setelah di Balikpapan, di situlah kami memiliki ide dengan menggunakan kain serbet dan keset, kemudian dipermak agar menjadi kostum,” terangnya.

Bukan hanya kostum, make up pun menjadi ajang kreatif bagi mereka setelah barang-barang tersebut juga hilang di bandara. Di mana dengan menggunakan lipstik sebagai blason dan arang untuk pewarna kelopak mata.

Namun, rintangan yang dirasa cukup berat itupun sirna setelah empat dari lima kategori yang diperlombakan berhasil mereka raih. “Ini pastinya sudah kehendak dari Allah. Di mana setiap kesulitan dan rintangan yang kami lalui, kami selalu yakin pasti ada hal baik yang akan menunggu kami. Dan Alhamdulillah itu semua terbayar tuntas,” tandasnya. (udi)

 


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 14:27

Dekat dengan Pelaku, Korban Tidak Terlihat Trauma

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Berau, Fika Yuliana…

Kamis, 24 Mei 2018 14:23

Polisi Periksa Kejiwaan OF

TANJUNG REDEB – Aparat kepolisian bergerak cepat mengusut dugaan tindakan kekerasan kepada balita…

Kamis, 24 Mei 2018 14:21

Nelayan Rakit Bom di Laut

TANJUNG REDEB – Aksi pengeboman ikan belum sepenuhnya bisa dituntaskan. Hal itu diakui Kapolsek…

Rabu, 23 Mei 2018 00:37

Kenaikan THR PNS Tinggal Diteken Presiden

KEPASTIAN besaran kenaikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) segera diketahui.…

Rabu, 23 Mei 2018 00:28

Perusahaan dan Kapten Kapal Terancam Sanksi

TANJUNG REDEB – Persoalan nyaris tenggelamnya tongkang pembawa batu bara milik PT Rantaupanjang…

Rabu, 23 Mei 2018 00:27

Relokasi Sulit, Bupati Minta Redam Aroma Tak Sedap TPA

TANJUNG REDEB – Banyaknya keluhan masyarakat terkait keberadaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)…

Rabu, 23 Mei 2018 00:25

Aniaya Anak, OF Dijemput Polisi

TANJUNG REDEB – Video penganiayaan yang diduga dilakukan seorang ibu kepada anak kandungnya, viral…

Selasa, 22 Mei 2018 14:24
BREAKING NEWS

Video Pukul Anak Viral, Si Ibu Berhasil Diamankan. Ini Penyebabnya

TANJUNG REDEB - Masyarakat Berau dibuat heboh dengan viralnya video penyiksaan balita oleh wanita yang…

Selasa, 22 Mei 2018 09:02

XpressAir Buka Rute Kalimarau-APT Pranoto

PARA penumpang XpressAir dengan rute penerbangan Tanjung Redeb-Samarinda pada Kamis (24/5) nanti, bakal…

Selasa, 22 Mei 2018 09:00

DLHK Panggil PT RUB

TANJUNG REDEB – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau memanggil manajemen PT Rantaupanjang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .