MANAGED BY:
SENIN
23 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 15 Juli 2017 00:58
Hindari Ancaman Kelapa Sawit, Biatan Ilir Fokus Sektor Pertanian
Ilustrasi

PROKAL.CO, TALISAYAN – Berbagai upaya dilakukan demi menangani alih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan kelapa sawit.

Kepala kampung Biatan Ilir, Abdul Hafid mengatakan, akan memetakan lahan potensi di daerahnya.

“Agar setiap lahan dapat dikembangkan sesuai fungsinya. Terutama yang menjadi program kampung kami saat ini. Yaitu mengembangkan padi sawah untuk mendukung tercapainya swasembada pangan seperti yang dicanangkan pemerintah pusat,” kata Hamid kepada Berau Post, belum lama ini.

Sebab, perkebunan kelapa sawit pribadi, plasma dan inti kian luas dan mengancam lahan pertanian padi sawah di Kampung Biatan Ilir. Selain berkurang, kelapa sawit dinilai sangat mengancam berlangsungnya sumber air, untuk kebutuhan sehari-hari maupun saluran irigasi mengairi persawahan.

“Karena dampak dari perkebunan kelapa sawit, salah satunya menyebabkan sumber air kekeringan. Ini akan menghambat program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung (RPJMK) di sektor pertanian padi sawah yang kini menjadi unggulan kampung,” ujarnya.

Ditegaskannya, dirinya juga tidak membolehkan masyarakatnya melakukan pembukaan maupun penambahan perkebunan sawit disekitar lahan pertanian maupun mata air. Pihaknya juga tidak akan memberikan merekomendasikan masuknya perizinan perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit.

“Selain dapat mengancam keberlangsungan air, kontribusi perusahaan ke kampung kami dinilai sangat kurang. Baik pembangunan maupun peningkatan Sumber Daya manusia (SDM) di Kampung Biatan Ilir. Ya tidak ada timbal baliknya atau menguntungkan kami,” imbuhnya.

Namun, pihaknya bukanlah anti investor perkebunan kelapa sawit. Hanya saja saat ini, fokus pengembangan Kampung Biiatan Ilir bukanlah di sektor tersebut melainkan sektor pertanian. Terutama padi sawah yang saat ini sedang digalakkan di daerahnya.

“Kalau ada investor pertanian masuk akan kami sambut baik. Selama itu menguntungkan kampung dan masyarakat dalam meningkatkan perekonomian,” pungkasnya.(*/jun/rio)


BACA JUGA

Sabtu, 14 April 2018 12:02

HBA Stabil, Ekonomi Membaik

TANJUNG REDEB – Kestabilan harga batu bara membuat sejumlah pengusaha kembali bergairah untuk…

Jumat, 13 April 2018 11:50

Faktor Kondisi Tanah, Setara dengan Kelapa Sawit

Ada banyak cara untuk mendongkrak perekonomian. Salah satu yang dapat dicontoh seperti mengikuti langkah…

Jumat, 13 April 2018 11:48

Tumbuhkan Motivasi UMKM

TANJUNG REDEB - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hingga kini masih menjadi salah satu sektor unggulan…

Jumat, 13 April 2018 11:47

Intensitas Hujan Tinggi, Pengusaha Bata Merugi

TANJUNG REDEB – Hujan dalam beberapa pekan terakhir, menghambat  proses pengeringan bata.…

Kamis, 12 April 2018 12:57

Siapkan Sistem Distribusi dan Pengawasan

TALISAYAN – Pembahasan pendistribusian dan pengawasan tabung elpiji tiga kilogram (3 kg) dengan…

Kamis, 12 April 2018 12:39

Stok Beras Bulog Aman hingga Ramadan

TANJUNG REDEB – Badan Urusan Logistik (Bulog) Berau memastikan stok beras aman untuk memenuhi…

Kamis, 12 April 2018 12:37

Pedagang Resah, Kerugian Menghantui

TANJUNG REDEB – Harga kebutuhan bahan pokok, terutama bumbu dapur mengalami fluktuasi dalam beberapa…

Rabu, 11 April 2018 11:55

Akui Kelapa Sawit Lebih Menguntungkan

BATU PUTIH – Polemik sektor pertanian masih terjadi. Bahkan, di Kecamatan Batu Putih, para petani…

Selasa, 10 April 2018 00:09

Penyaluran Elpiji Dinilai Tak Tepat Sasaran

TALISAYAN – Pengambilan elpiji tiga kilogram (3 kg) menggunakan Kartu Berau Sejahtera (KBS) atau…

Minggu, 08 April 2018 00:36

BANTU Modal UMKM

TANJUNG REDEB – Mengatasi persoalan kebutuhan modal usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM), pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .