MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 17 Juli 2017 10:04
Nikmati Perjalanan, Niatkan Semua untuk Kebaikan

Gagalnya Tari Mustika Savan NTT Tampil di Koreografi 2017 (2-Habis)

TETAP SEMANGAT: Para pemusik dari Sanggar Tari Mustika Savana, saat berlatih di panggung utama Gelar Koreografi 2017, Sabtu (15/7).

PROKAL.CO, Terkendala tempat yang jauh dan transportasi yang sulit, tak meruntuhkan semangat anak-anak SMA Negeri 1 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Walau gagal bersaing dengan peserta dari daerah lain di Gelar Koreografi Indonesia 2017, mereka tetap antusias ketika tiba di Bumi Batiwakkal.

 

EKA RUSDIANA, Tanjung Redeb

 

KEDATANGAN ratusan peserta dari sejumlah provinsi mengikuti serangkaian festival tari yang digelar di Lapangan Pemuda, Jalan Mangga I, Tanjung Redeb, meninggalkan berbagai cerita unik. Seperti peserta dari kontingen NTT yang harus dikalahkan oleh waktu.

“Kami sudah tau kalau kami tidak bisa tampil, panitia juga sudah sampaikan jika kami sampai di Berau, acara sudah penutupan, bahkan mungkin sudah selesai. Tetapi kami tetap datang,” ucap Siti Samiknah, penata tadi dari Sanggar Tari Mustika Savana, saat berbincang dengan Berau Post, beberapa waktu lalu. 

Siti yang membawa 13 orang, sebenarnya punya harapan besar bisa berprestasi di event nasional yang baru pertama kali akan diikuti sanggar tarinya. Namun, karena baru tiba setelah pelaksanaan Gelar Koreografi Indonesia ditutup, Jumat (14/7) lalu, harapannya tak bisa diwujudkan.

Menempuh dua hari perjalanan sejak 13 Juli saat bertolak menggunakan pesawat menuju Jakarta, kemudian transit dan bermalam di Pontianak. Setelah itu tanggal 14 Juli, rombongan melanjutkan perjalanan dengan terbang ke Palangka Raya dan Balikpapan.

Berkali-kali transit hingga akhirnya tiba di Balikpapan, Siti dan rombongan kembali menempuh perjalanan darat selama 15 jam dari Kota Beriman – sebutan Balikpapan – menuju Berau.

Sudah kepalang basah menempuh perjalanan panjang dan mendapat kabar jika rombongannya terancam gagal tampil, Siti dan rekannya tetap bertekad ingin menginjakkan kakinya di Berau dan menikmati perjalanannya.

“Dari satu kota ke kota lain, alhamdulillah NTT on terus. Sempat mampir juga di Bukit Suharto (Samboja, Kukar), liat batu bara yang kena air mungkin. Benar-benar menikmati perjalanan pokoknya,” ujarnya.

“Rasa kecewa pasti ada. Namanya manusia pasti kecewa, tapi tetap optimistis. Kami ingin buktikan kalau NTT itu ada, sehingga apapun yang terjadi kita harus tetap jalan,” ujarnya penuh semangat. Mereka tetap berusaha menampilkan yang terbaik.

Tarian etnis Sumba (NTT) tersebut, mengisahkan betapa indahnya Pulau Sumba yang sangat terkenal dengan kuda sandlewood pony dan padang savana yang luas membentang. Tarian inilah yang mereka bawakan di Bumi Batiwakkal, walau  sudah di luar jadwal pementasan.

Dengan tujuh penari dan tiga pemusik, keindahan padang savana dan kuda-kuda sandlewood pony, digambarkan dengan gerak tari yang energik. Keindahannya makin terasa dengan perpaduan irama dari tambur, gong dan bambu, makin menunjukkan ketangkasan, kelincahan dan ciri khas gambaran sejati tanah Sumba yang eksotis.

“Tentang savana Sumba, tentang kuda-kudanya. Mereka para penari di sini berperan sebagai kuda liar itu, dengan kostum yang benar-benar seperti kuda dengan bulu-bulunya,” ujarnya bercerita.

Proses latihan yang cukup panjang, juga menjadi pertimbangan pihaknya untuk tetap tampil di panggung utama Gelar Koreografi, walau sekadar tampil untuk menghibur masyarakat, sehari setelah penutupan acara.

“Saya selalu bilang kepada anak-anak, dinikmati, disyukuri aja. Tidak semua orang bisa seperti kita yang bisa sampai di sini, keliling-keliling, singgah di beberapa kota. Kalau kita niatkan dengan baik, insya Allahsemua baik-baik saja,” tutupnya. (udi)


BACA JUGA

Kamis, 21 September 2017 10:54

Bangunan SD dan SMP di Kabupaten Berau Sebagian Besar Rusak Ringan

TANJUNG REDEB – Ruang kegiatan belajar di Kabupaten Berau, khususnya untuk Sekolah Dasar (SD)…

Kamis, 21 September 2017 10:49

Camat Akui Terima Laporan Ijazah Calon Kakam Talisayan yang Berbeda

TANJUNG REDEB – Adanya protes penggunaan ijazah berbeda oleh salah satu calon kepala kampung Talisayan,…

Kamis, 21 September 2017 10:47

Kampung Harapan Jaya Akhirnya Dialiri Listrik

TANJUNG REDEB – Masyarakat di Kampung Harapan Jaya, Kecamatan Segah, akhirnya bisa bernafas lega.…

Rabu, 20 September 2017 11:57
BREAKING NEWS

Siang ini Bakal Ada Pemadaman Listrik, Ini Penyebabnya...

TANJUNG REDEB - Jaringan listrik yang mengalami gangguan di daerah Kampung Tanjung Prangat  pada…

Rabu, 20 September 2017 11:27

Total, 112 Kios Disegel UPTD

TANJUNG REDEB – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pasar Sanggam Adji Dilayas menyegel 112 kios…

Rabu, 20 September 2017 11:23

PPK Klaim Proyek Jalan Milono Sesuai Prosedur

TANJUNG REDEB – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek peningkatan Jalan Milono, Ammar Fanani membantah…

Rabu, 20 September 2017 11:20

DPMPTSP Tolak Keluarkan IMB di Pulau Kakaban

TANJUNG REDEB – Adanya kabar rencana pembangunan kafe atau rumah makan di Pulau Kakaban, dibenarkan…

Rabu, 20 September 2017 11:19

Ijazah Calon Kakam di Talisayan Berbeda

TANJUNG REDEB – Tahapan pelaksanaan pemilihan kepala kampung (Pilkakam) di Kecamatan Talisayan,…

Selasa, 19 September 2017 12:29

Proyek Jalan Milono Tak Sesuai Prosedur

TANJUNG REDEB – Proyek Jalan Milono belum tuntas dikerjakan, tapi sudah menjadi sorotanAnggota…

Senin, 18 September 2017 10:58

Bangunan Sekolah Dasar di Kabupaten Berau Masih Belum Memenuhi Syarat

TANJUNG REDEB – Sejumlah bangunan sekolah di Kabupaten Berau, khususnya bangunan Sekolah Dasar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .