MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 17 Juli 2017 10:04
Nikmati Perjalanan, Niatkan Semua untuk Kebaikan

Gagalnya Tari Mustika Savan NTT Tampil di Koreografi 2017 (2-Habis)

TETAP SEMANGAT: Para pemusik dari Sanggar Tari Mustika Savana, saat berlatih di panggung utama Gelar Koreografi 2017, Sabtu (15/7).

PROKAL.CO, Terkendala tempat yang jauh dan transportasi yang sulit, tak meruntuhkan semangat anak-anak SMA Negeri 1 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Walau gagal bersaing dengan peserta dari daerah lain di Gelar Koreografi Indonesia 2017, mereka tetap antusias ketika tiba di Bumi Batiwakkal.

 

EKA RUSDIANA, Tanjung Redeb

 

KEDATANGAN ratusan peserta dari sejumlah provinsi mengikuti serangkaian festival tari yang digelar di Lapangan Pemuda, Jalan Mangga I, Tanjung Redeb, meninggalkan berbagai cerita unik. Seperti peserta dari kontingen NTT yang harus dikalahkan oleh waktu.

“Kami sudah tau kalau kami tidak bisa tampil, panitia juga sudah sampaikan jika kami sampai di Berau, acara sudah penutupan, bahkan mungkin sudah selesai. Tetapi kami tetap datang,” ucap Siti Samiknah, penata tadi dari Sanggar Tari Mustika Savana, saat berbincang dengan Berau Post, beberapa waktu lalu. 

Siti yang membawa 13 orang, sebenarnya punya harapan besar bisa berprestasi di event nasional yang baru pertama kali akan diikuti sanggar tarinya. Namun, karena baru tiba setelah pelaksanaan Gelar Koreografi Indonesia ditutup, Jumat (14/7) lalu, harapannya tak bisa diwujudkan.

Menempuh dua hari perjalanan sejak 13 Juli saat bertolak menggunakan pesawat menuju Jakarta, kemudian transit dan bermalam di Pontianak. Setelah itu tanggal 14 Juli, rombongan melanjutkan perjalanan dengan terbang ke Palangka Raya dan Balikpapan.

Berkali-kali transit hingga akhirnya tiba di Balikpapan, Siti dan rombongan kembali menempuh perjalanan darat selama 15 jam dari Kota Beriman – sebutan Balikpapan – menuju Berau.

Sudah kepalang basah menempuh perjalanan panjang dan mendapat kabar jika rombongannya terancam gagal tampil, Siti dan rekannya tetap bertekad ingin menginjakkan kakinya di Berau dan menikmati perjalanannya.

“Dari satu kota ke kota lain, alhamdulillah NTT on terus. Sempat mampir juga di Bukit Suharto (Samboja, Kukar), liat batu bara yang kena air mungkin. Benar-benar menikmati perjalanan pokoknya,” ujarnya.

“Rasa kecewa pasti ada. Namanya manusia pasti kecewa, tapi tetap optimistis. Kami ingin buktikan kalau NTT itu ada, sehingga apapun yang terjadi kita harus tetap jalan,” ujarnya penuh semangat. Mereka tetap berusaha menampilkan yang terbaik.

Tarian etnis Sumba (NTT) tersebut, mengisahkan betapa indahnya Pulau Sumba yang sangat terkenal dengan kuda sandlewood pony dan padang savana yang luas membentang. Tarian inilah yang mereka bawakan di Bumi Batiwakkal, walau  sudah di luar jadwal pementasan.

Dengan tujuh penari dan tiga pemusik, keindahan padang savana dan kuda-kuda sandlewood pony, digambarkan dengan gerak tari yang energik. Keindahannya makin terasa dengan perpaduan irama dari tambur, gong dan bambu, makin menunjukkan ketangkasan, kelincahan dan ciri khas gambaran sejati tanah Sumba yang eksotis.

“Tentang savana Sumba, tentang kuda-kudanya. Mereka para penari di sini berperan sebagai kuda liar itu, dengan kostum yang benar-benar seperti kuda dengan bulu-bulunya,” ujarnya bercerita.

Proses latihan yang cukup panjang, juga menjadi pertimbangan pihaknya untuk tetap tampil di panggung utama Gelar Koreografi, walau sekadar tampil untuk menghibur masyarakat, sehari setelah penutupan acara.

“Saya selalu bilang kepada anak-anak, dinikmati, disyukuri aja. Tidak semua orang bisa seperti kita yang bisa sampai di sini, keliling-keliling, singgah di beberapa kota. Kalau kita niatkan dengan baik, insya Allahsemua baik-baik saja,” tutupnya. (udi)


BACA JUGA

Selasa, 20 Februari 2018 09:26

Suprianto Yes, Ikut Seleksi Lelang Jabatan Sekkab

TANJUNG REDEB -  Ketertarikan ikut ambil bagian dalam seleksi jabatan Sekretaris Kabupaten (Sekkab)…

Selasa, 20 Februari 2018 09:24

Berau Terbanyak di Kaltim, Penerima Santunan Kecelakaan dari Jasa Raharja

TANJUNG REDEB – Hingga akhir 2017 lalu, PT Jasa Raharja telah menggelontorkan dana santunan untuk…

Selasa, 20 Februari 2018 09:21

Masa Registrasi Nomor Ponsel Tak Bisa Diperpanjang Lagi

TANJUNG REDEB - Beberapa bulan lalu, masyarakat diramaikan dengan aturan registrasi ulang nomor ponsel,…

Senin, 19 Februari 2018 11:18

Setuju Pelarangan Jika Terpaksa

LEMBAGA perlindungan hewan di seluruh Indonesia mendesak pihak kepolisian, untuk melarang penggunaan…

Senin, 19 Februari 2018 10:55

Awasi Kepemilikan dan Penggunaan

DESAKAN organisasi lembaga perlindungan satwa liar kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk…

Senin, 19 Februari 2018 10:54

Tak Akan Memberi Perintah

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram tak ingin menggunakan prerogatifnya sebagai kepala daerah.…

Senin, 19 Februari 2018 10:53

Teror Nyata Senapan Angin

TANJUNG REDEB – Kematian orangutan bernama Kaluhara 2 di Taman Nasional Kutai (TNK) di Kutai Timur…

Minggu, 18 Februari 2018 11:31

PBB Tak Lolos Verifikasi Pemilu 2019

TANJUNG REDEB – Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat telah menetapkan partai-partai yang lolos verifikasi…

Minggu, 18 Februari 2018 11:14

Belajar Ilmu Komunikasi sejak Dini

TANJUNG REDEB – Puluhan anak-anak menyerbu Gedung Biru Berau Post, Jalan Bukit Ria Nomor 3, Tanjung…

Minggu, 18 Februari 2018 11:12

Rentan Jadi Sarang Narkoba

TANJUNG REDEB – Penghuni di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB, Tanjung Redeb yang didominasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .