MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 17 Juli 2017 10:04
Nikmati Perjalanan, Niatkan Semua untuk Kebaikan

Gagalnya Tari Mustika Savan NTT Tampil di Koreografi 2017 (2-Habis)

TETAP SEMANGAT: Para pemusik dari Sanggar Tari Mustika Savana, saat berlatih di panggung utama Gelar Koreografi 2017, Sabtu (15/7).

PROKAL.CO, Terkendala tempat yang jauh dan transportasi yang sulit, tak meruntuhkan semangat anak-anak SMA Negeri 1 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Walau gagal bersaing dengan peserta dari daerah lain di Gelar Koreografi Indonesia 2017, mereka tetap antusias ketika tiba di Bumi Batiwakkal.

 

EKA RUSDIANA, Tanjung Redeb

 

KEDATANGAN ratusan peserta dari sejumlah provinsi mengikuti serangkaian festival tari yang digelar di Lapangan Pemuda, Jalan Mangga I, Tanjung Redeb, meninggalkan berbagai cerita unik. Seperti peserta dari kontingen NTT yang harus dikalahkan oleh waktu.

“Kami sudah tau kalau kami tidak bisa tampil, panitia juga sudah sampaikan jika kami sampai di Berau, acara sudah penutupan, bahkan mungkin sudah selesai. Tetapi kami tetap datang,” ucap Siti Samiknah, penata tadi dari Sanggar Tari Mustika Savana, saat berbincang dengan Berau Post, beberapa waktu lalu. 

Siti yang membawa 13 orang, sebenarnya punya harapan besar bisa berprestasi di event nasional yang baru pertama kali akan diikuti sanggar tarinya. Namun, karena baru tiba setelah pelaksanaan Gelar Koreografi Indonesia ditutup, Jumat (14/7) lalu, harapannya tak bisa diwujudkan.

Menempuh dua hari perjalanan sejak 13 Juli saat bertolak menggunakan pesawat menuju Jakarta, kemudian transit dan bermalam di Pontianak. Setelah itu tanggal 14 Juli, rombongan melanjutkan perjalanan dengan terbang ke Palangka Raya dan Balikpapan.

Berkali-kali transit hingga akhirnya tiba di Balikpapan, Siti dan rombongan kembali menempuh perjalanan darat selama 15 jam dari Kota Beriman – sebutan Balikpapan – menuju Berau.

Sudah kepalang basah menempuh perjalanan panjang dan mendapat kabar jika rombongannya terancam gagal tampil, Siti dan rekannya tetap bertekad ingin menginjakkan kakinya di Berau dan menikmati perjalanannya.

“Dari satu kota ke kota lain, alhamdulillah NTT on terus. Sempat mampir juga di Bukit Suharto (Samboja, Kukar), liat batu bara yang kena air mungkin. Benar-benar menikmati perjalanan pokoknya,” ujarnya.

“Rasa kecewa pasti ada. Namanya manusia pasti kecewa, tapi tetap optimistis. Kami ingin buktikan kalau NTT itu ada, sehingga apapun yang terjadi kita harus tetap jalan,” ujarnya penuh semangat. Mereka tetap berusaha menampilkan yang terbaik.

Tarian etnis Sumba (NTT) tersebut, mengisahkan betapa indahnya Pulau Sumba yang sangat terkenal dengan kuda sandlewood pony dan padang savana yang luas membentang. Tarian inilah yang mereka bawakan di Bumi Batiwakkal, walau  sudah di luar jadwal pementasan.

Dengan tujuh penari dan tiga pemusik, keindahan padang savana dan kuda-kuda sandlewood pony, digambarkan dengan gerak tari yang energik. Keindahannya makin terasa dengan perpaduan irama dari tambur, gong dan bambu, makin menunjukkan ketangkasan, kelincahan dan ciri khas gambaran sejati tanah Sumba yang eksotis.

“Tentang savana Sumba, tentang kuda-kudanya. Mereka para penari di sini berperan sebagai kuda liar itu, dengan kostum yang benar-benar seperti kuda dengan bulu-bulunya,” ujarnya bercerita.

Proses latihan yang cukup panjang, juga menjadi pertimbangan pihaknya untuk tetap tampil di panggung utama Gelar Koreografi, walau sekadar tampil untuk menghibur masyarakat, sehari setelah penutupan acara.

“Saya selalu bilang kepada anak-anak, dinikmati, disyukuri aja. Tidak semua orang bisa seperti kita yang bisa sampai di sini, keliling-keliling, singgah di beberapa kota. Kalau kita niatkan dengan baik, insya Allahsemua baik-baik saja,” tutupnya. (udi)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 14:27

Dekat dengan Pelaku, Korban Tidak Terlihat Trauma

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Berau, Fika Yuliana…

Kamis, 24 Mei 2018 14:23

Polisi Periksa Kejiwaan OF

TANJUNG REDEB – Aparat kepolisian bergerak cepat mengusut dugaan tindakan kekerasan kepada balita…

Kamis, 24 Mei 2018 14:21

Nelayan Rakit Bom di Laut

TANJUNG REDEB – Aksi pengeboman ikan belum sepenuhnya bisa dituntaskan. Hal itu diakui Kapolsek…

Rabu, 23 Mei 2018 00:37

Kenaikan THR PNS Tinggal Diteken Presiden

KEPASTIAN besaran kenaikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) segera diketahui.…

Rabu, 23 Mei 2018 00:28

Perusahaan dan Kapten Kapal Terancam Sanksi

TANJUNG REDEB – Persoalan nyaris tenggelamnya tongkang pembawa batu bara milik PT Rantaupanjang…

Rabu, 23 Mei 2018 00:27

Relokasi Sulit, Bupati Minta Redam Aroma Tak Sedap TPA

TANJUNG REDEB – Banyaknya keluhan masyarakat terkait keberadaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)…

Rabu, 23 Mei 2018 00:25

Aniaya Anak, OF Dijemput Polisi

TANJUNG REDEB – Video penganiayaan yang diduga dilakukan seorang ibu kepada anak kandungnya, viral…

Selasa, 22 Mei 2018 14:24
BREAKING NEWS

Video Pukul Anak Viral, Si Ibu Berhasil Diamankan. Ini Penyebabnya

TANJUNG REDEB - Masyarakat Berau dibuat heboh dengan viralnya video penyiksaan balita oleh wanita yang…

Selasa, 22 Mei 2018 09:02

XpressAir Buka Rute Kalimarau-APT Pranoto

PARA penumpang XpressAir dengan rute penerbangan Tanjung Redeb-Samarinda pada Kamis (24/5) nanti, bakal…

Selasa, 22 Mei 2018 09:00

DLHK Panggil PT RUB

TANJUNG REDEB – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau memanggil manajemen PT Rantaupanjang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .