MANAGED BY:
MINGGU
18 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 17 Juli 2017 10:04
Nikmati Perjalanan, Niatkan Semua untuk Kebaikan

Gagalnya Tari Mustika Savan NTT Tampil di Koreografi 2017 (2-Habis)

TETAP SEMANGAT: Para pemusik dari Sanggar Tari Mustika Savana, saat berlatih di panggung utama Gelar Koreografi 2017, Sabtu (15/7).

PROKAL.CO, Terkendala tempat yang jauh dan transportasi yang sulit, tak meruntuhkan semangat anak-anak SMA Negeri 1 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Walau gagal bersaing dengan peserta dari daerah lain di Gelar Koreografi Indonesia 2017, mereka tetap antusias ketika tiba di Bumi Batiwakkal.

 

EKA RUSDIANA, Tanjung Redeb

 

KEDATANGAN ratusan peserta dari sejumlah provinsi mengikuti serangkaian festival tari yang digelar di Lapangan Pemuda, Jalan Mangga I, Tanjung Redeb, meninggalkan berbagai cerita unik. Seperti peserta dari kontingen NTT yang harus dikalahkan oleh waktu.

“Kami sudah tau kalau kami tidak bisa tampil, panitia juga sudah sampaikan jika kami sampai di Berau, acara sudah penutupan, bahkan mungkin sudah selesai. Tetapi kami tetap datang,” ucap Siti Samiknah, penata tadi dari Sanggar Tari Mustika Savana, saat berbincang dengan Berau Post, beberapa waktu lalu. 

Siti yang membawa 13 orang, sebenarnya punya harapan besar bisa berprestasi di event nasional yang baru pertama kali akan diikuti sanggar tarinya. Namun, karena baru tiba setelah pelaksanaan Gelar Koreografi Indonesia ditutup, Jumat (14/7) lalu, harapannya tak bisa diwujudkan.

Menempuh dua hari perjalanan sejak 13 Juli saat bertolak menggunakan pesawat menuju Jakarta, kemudian transit dan bermalam di Pontianak. Setelah itu tanggal 14 Juli, rombongan melanjutkan perjalanan dengan terbang ke Palangka Raya dan Balikpapan.

Berkali-kali transit hingga akhirnya tiba di Balikpapan, Siti dan rombongan kembali menempuh perjalanan darat selama 15 jam dari Kota Beriman – sebutan Balikpapan – menuju Berau.

Sudah kepalang basah menempuh perjalanan panjang dan mendapat kabar jika rombongannya terancam gagal tampil, Siti dan rekannya tetap bertekad ingin menginjakkan kakinya di Berau dan menikmati perjalanannya.

“Dari satu kota ke kota lain, alhamdulillah NTT on terus. Sempat mampir juga di Bukit Suharto (Samboja, Kukar), liat batu bara yang kena air mungkin. Benar-benar menikmati perjalanan pokoknya,” ujarnya.

“Rasa kecewa pasti ada. Namanya manusia pasti kecewa, tapi tetap optimistis. Kami ingin buktikan kalau NTT itu ada, sehingga apapun yang terjadi kita harus tetap jalan,” ujarnya penuh semangat. Mereka tetap berusaha menampilkan yang terbaik.

Tarian etnis Sumba (NTT) tersebut, mengisahkan betapa indahnya Pulau Sumba yang sangat terkenal dengan kuda sandlewood pony dan padang savana yang luas membentang. Tarian inilah yang mereka bawakan di Bumi Batiwakkal, walau  sudah di luar jadwal pementasan.

Dengan tujuh penari dan tiga pemusik, keindahan padang savana dan kuda-kuda sandlewood pony, digambarkan dengan gerak tari yang energik. Keindahannya makin terasa dengan perpaduan irama dari tambur, gong dan bambu, makin menunjukkan ketangkasan, kelincahan dan ciri khas gambaran sejati tanah Sumba yang eksotis.

“Tentang savana Sumba, tentang kuda-kudanya. Mereka para penari di sini berperan sebagai kuda liar itu, dengan kostum yang benar-benar seperti kuda dengan bulu-bulunya,” ujarnya bercerita.

Proses latihan yang cukup panjang, juga menjadi pertimbangan pihaknya untuk tetap tampil di panggung utama Gelar Koreografi, walau sekadar tampil untuk menghibur masyarakat, sehari setelah penutupan acara.

“Saya selalu bilang kepada anak-anak, dinikmati, disyukuri aja. Tidak semua orang bisa seperti kita yang bisa sampai di sini, keliling-keliling, singgah di beberapa kota. Kalau kita niatkan dengan baik, insya Allahsemua baik-baik saja,” tutupnya. (udi)


BACA JUGA

Minggu, 18 Februari 2018 11:31

PBB Tak Lolos Verifikasi Pemilu 2019

TANJUNG REDEB – Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat telah menetapkan partai-partai yang lolos verifikasi…

Minggu, 18 Februari 2018 11:14

Belajar Ilmu Komunikasi sejak Dini

TANJUNG REDEB – Puluhan anak-anak menyerbu Gedung Biru Berau Post, Jalan Bukit Ria Nomor 3, Tanjung…

Minggu, 18 Februari 2018 11:12

Rentan Jadi Sarang Narkoba

TANJUNG REDEB – Penghuni di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB, Tanjung Redeb yang didominasi…

Minggu, 18 Februari 2018 11:09

Satu Keluarga Jadi Tersangka

TANJUNG REDEB – Kasus pembantaian terhadap orangutan di Teluk Pandan, Kutai Timur beberapa waktu…

Sabtu, 17 Februari 2018 00:41

Libur Panjang, Polres Siagakan 120 Personel

KELANCARAN perayaan Imlek 2018 kali ini berjalan lancar. Hal itu tidak terlepas dari keamanan yang dilakukan…

Sabtu, 17 Februari 2018 00:35

Momen Saling Mendoakan

TANJUNG REDEB – Tepat Jumat (16/2) kalender Tiongkok telah memasuki tahun ke-2569. Berbagai perayaan…

Sabtu, 17 Februari 2018 00:33

Dapat Ancaman, BKSDA Belum Melapor

TANJUNG REDEB – Sepekan sudah ketika petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang…

Sabtu, 17 Februari 2018 00:31

“Kalau Ada Kami Sikat”

TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau Agus Tantomo mengaku telah menjalin koordinasi dengan Pemerintah…

Jumat, 16 Februari 2018 10:18

Kampanye Diatur KPU

PENETAPAN pasangan dan nomor urut calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim pun telah dilaksanakan. Kini,…

Jumat, 16 Februari 2018 10:17

JPU Terus Perjuangkan H Samir

TANJUNG REDEB – Kasus pembunuhan H Samir yang dilakukan Laminyo dengan dua rekannya, Supriadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .