MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 19 Juli 2017 10:08
Setya Novanto Ditetapkan Tersangka, Kader Golkar Tetap Solid
Hadi Mustafa

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Penetapan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP, diyakini tidak akan mempengaruhi kinerja dan program kerja DPD Golkar di daerah.

Menurut Ketua DPD Golkar Berau Hadi Mustafa, rencana kerja yang telah disusun pengurus Golkar di daerah, tetap akan berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan. Contohnya, persiapan partai menghadapi pemilihan gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 hingga pemilihan legislatif 2019.

“Pengaruhnya memang ada, tapi tidak mempengaruhi kinerja. Kita tetap solid, kader tidak terpengaruh,” katanya kepada Berau Post kemarin (18/7).

Dikatakan, status tersangka yang disandang pria yang juga menjabat Ketua DPR RI tersebut, sepenuhnya diserahkan pada mekanisme partai. “Yang jelas, roda organisasi tetap jalan,” ungkap pria yang akrab disapa Cak Mus ini.

Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Setya Novanto (Setnov) sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP. Ketua KPK Agus Rahardjo menyampaikan itu setelah rapat bersama pimpinan komisi antirasuah lain di Gedung Merah Putih KPK, Senin (17/7).

Agus memastikan, keputusan menetapkan Setnov sebagai tersangka sudah melalui pertimbangan matang. Dia menegaskan, hal itu tidak terkait dengan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket KPK yang tengah bekerja. “Tidak terkait sama sekali,” kata dia tegas.

KPK hanya melakukan satu cara untuk menunjukkan bahwa mereka tidak terpengaruh oleh pansus tersebut. Yakni, mempercepat kerja dan meningkatkan performa. “Supaya menunjukkan kepada masyarakat,” terang Agus. Dia meminta agar masyarakat mengikuti setiap proses yang dilakukan KPK berkaitan dengan status Setnov.

Di hadapan awak media, Agus menjelaskan tahap demi tahap sehingga KPK sampai pada keputusan menetapkan politikus kawakan tersebut sebagai tersangka. Menurut dia, itu tidak lepas dari fakta persidangan terhadap dua terdakwa yang sudah lebih dulu menjalani proses hukum.

Yakni, mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman dan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Dirjen Dukcapil Kemendagri Sugiharto. Setelah mencermati fakta persidangan keduanya, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan tersangka baru.

“KPK menetapkan SN (Setnov), anggota DPR RI periode 2009–2014 sebagai tersangka,” ujar Agus. KPK menduga Setnov menyalahgunakan kewenangan untuk menguntungkan diri sendiri, orang lain, dan korporasi yang berujung kerugian negara sebesar Rp 2,3 triliun dari total anggaran paket pengadaan e-KTP Rp 5,9 triliun.

Ketua KPK kelahiran Magetan itu mengungkapkan soal rencana korupsi yang diduga berlangsung sejak perencanaan paket pengadaan e-KTP berjalan. Yakni, pada tahap penganggaran serta pengadaan barang dan jasa. Itu sesuai dengan fakta yang terungkap dalam persidangan.

Lantaran tindakan tersebut, Setnov yang kini menduduki kursi nomor satu di DPR disangkakan melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (udi)

 

 


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 13:38

PPP dan Gerindra Membantah

TANJUNG REDEB – Berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap NM, oknum komisioner Komisi Pemilihan…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:31

Boleh Gunakan Dana Tanggap Bencana

TANJUNG REDEB - Beberapa daerah menjadi tempat persinggahan korban gempa dan tsunami yang terjadi di…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:29

Pendistribusian Bantuan ke 11 Desa

SETELAH dua pekan melakukan penggalangan bantuan, bantuan kemanusiaan yang terdiri dari ribuan paket…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:28

Pengungsi asal Sigi Diterima di SMPN 3

RATUSAN korban bencana asal Donggala, Sigi dan Palu, sudah berada di Kabupaten Berau untuk mengungsi.…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:26

Tak Punya Pelatih, Atlet Berlatih Mandiri

Walau belum memiliki pelatih profesional, atlet-atlet dansa Berau tetap tak ingin menjadi penggembira…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:34

20 Relawan Berangkat Hari Ini

BANTUAN kemanusiaan yang dikumpulkan Posko Ikatan Kerukunan Keluarga Sulawesi Tengah (IKKLAST) di Jalan…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:26

APS Tinjau Bandara Maratua

TANJUNG REDEB – Meski Presiden RI Joko Widodo belum pasti datang ke Maratua, namun UPBU Kalimarau…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:25

Semua Atlet Menetap di Samarinda

Melihat performa dan hasil pada pra-porprov tahun lalu di Samarinda. Pengurus Petanque Berau optimistis…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:22

Perbaikan Kakaban Kekurangan Material

MARATUA – Perbaikan fasilitas di Pulau Kakaban, Kecamatan Maratua, setelah mengalami kerusakan…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:20

Tunda Pemberangkatan hingga Besok

RENCANA memberangkatkan bantuan kemanusiaan yang dikumpulkan pengurus Ikatan Kerukunan Keluarga Sulawesi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .