MANAGED BY:
RABU
22 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Jumat, 21 Juli 2017 11:12
Harga Lada Terjun Bebas

Per Kilogram Rp 50 ribu, Petani Pilih Tahan Penjualan

TERJUN BEBAS: Harga lada di wilayah pesisir selatan Berau mengalami penurunan drastis ke Rp 50-55 ribu per kilogram. Petani memilih menahan lada menunggu harga jual kembali membaik.

PROKAL.CO, BIATAN - Harga jual lada di wilayah pesisir selatan Berau terus mengalami penurunan signifikan sejak beberapa tahun terakhir. Tahun lalu, harga lada sekitar Rp 125 ribu per kilogram, namun, saat ini harganya berada di kisaran Rp 50-55 ribu per kg.

Penurunan harga jual lada yang cukup signifikan itu dirasa tidak masuk akal. Sejumlah masyarakat di Kecamatan Biatan yang mayoritas menggantungkan hidup dari lada banyak yang mempertanyakan.

Seperti yang diungkapkan Yono, petani di Kampung Bukit Makmur Jaya. Ia mengatakan, rendahnya harga jual di pasaran saat ini sangat mempengaruhi produktivitas sejumlah petani lada.

"Operasionalnya tak sebanding rendahnya harga lada saat ini. Nilai jual itu tentu mempengaruhi perkembangan lada. Sebab, jika dihitung-hitung untuk perawatan saja tidak sesuai, belum untuk yang lainnya," keluhnya.

Yono mengaku tidak tahu persis mengapa harga lada anjlok. Padahal, harga lada biasanya bertahan di angka Rp 70 ribu per kg.

"Tidak mengerti juga apa penyebabnya. Namun harga seperti ini sudah jelas bikin kami merugi," bebernya.

Dengan kondisi tersebut, banyak petani yang memilih bertahan dengan tidak langsung menjual lada usai panen. Saat ini, tidak sedikit petani lada di kampungnya yang mulai masa panen.

"Tunggu harga membaik. Karena percuma kalau dijual sekarang dengan harga seperti itu. Bukannya untung, malah kami merugi," akunya.

Ahmad, petani lada lainnya juga mengutarakan hal serupa. Penurunan harga lada sudah terjadi dalam dua tahun terakhir. Kondisi ini membuat petani mengeluh dan kurang bersemangat dalam mengembangkan komoditi tersebut.

Meski demikian, tak jarang petani yang terpaksa menjual hasil ladanya kepada pengepul, meski harga lada rendah. Hal itu dilakukan guna mencukupi kebutuhan sehari-hari.

"Tidak banyak, paling hanya 10 kg yang kita jual untuk kebutuhan sehari-hari saja. Karena tidak ada pilihan lain, mereka akhirnya mau juga," bebernya.

Dirinya berharap anjloknya harga lada sekarang ini bisa kembali normal. Sehingga petani kembali bersemangat dalam mengembangkan lada. Sebab, kata dia, jika harga lada terus mengalami penurunan, khawatir banyak petani beralih ke sektor perkebunan lain.

"Tak bisa dipungkiri bakal beralih ke sektor lainnya yang dinilai lebih menguntungkan dan dapat memenuhi kebutuhan hidup," pungkasnya. (*/jun/rus)


BACA JUGA

Senin, 06 November 2017 10:24

Empat Kecamatan Masuk Zona Merah

DINAS Pangan Kabupaten Berau, menyebut empat kecamatan di Bumi Batiwakkal, dipetakan sebagai kawasan…

Sabtu, 04 November 2017 12:09

Harus Komitmen dengan Perkebunan Plasma

KIAN banyaknya perusahaan kelapa sawit yang menanamkan modalnya di Berau, disambut baik seluruh pelaku…

Sabtu, 04 November 2017 12:07

Investasi Meningkat walau Ekonomi Melambat

TANJUNG REDEB – Naiknya harga kelapa sawit, ditambah semakin banyak perusahaan yang ingin berinvestasi…

Jumat, 03 November 2017 11:13

Produksi Menurun, Bukan karena Petani

TALISAYAN – Menurunnya produksi beras, bukan disebabkan karena menurutnya minat masyarakat menjadi…

Kamis, 02 November 2017 00:26

Produksi Padi Menurun Setiap Tahun

TANJUNG REDEB – Pertumbuhan produksi padi di Kabupaten Berau sampai saat ini belum sejalan dengan…

Kamis, 02 November 2017 00:16

Harga Kebutuhan Pokok Stabil

TANJUNG REDEB - Sejumlah bahan pangan di Pasar Sanggam Adji Dilayas mengalami fluktuasi atau ketidak…

Rabu, 01 November 2017 10:31

Antrean Pengangkutan, Semen Langka Beberapa Pekan

TANJUNG REDEB – Kelangkaan semen kembali terjadi di Kabupaten Berau. Penyebabnya, dijelaskan Kepala…

Selasa, 31 Oktober 2017 11:24

Harga Lada Masih Terpuruk

BIATAN – Rendahnya harga jual lada yang kini bertahan di angka Rp 60 ribu per kilogram (kg), menjadi…

Senin, 30 Oktober 2017 11:01

Minim Regenerasi Petani

WALAU punya potensi lahan pertanian yang masih sangat luas, ditambah peralatan serba mesin untuk…

Jumat, 27 Oktober 2017 11:18

Lahan Tersedia, Bibit Belum Siap

TANJUNG REDEB – Informasi Berau ditunjuk Kementerian Pertanian mendapat bantuan untuk ekstensifikasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .