MANAGED BY:
SABTU
18 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Selasa, 25 Juli 2017 09:35
Masyarakat Mulai Tinggalkan Premium
MULAI TINGGALKAN PREMIUM: Penjualan pertalite di sejumlah SPBU terus mengalami peningkatan.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Pengguna premium di Kabupaten Berau mulai beralih ke pertalite. Hal ini terlihat dengan semakin meningkatnya permintaan masyarakat terhadap bahan bakar RON 90 ini.

Dikatakan Manajer Operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum(SPBU) Bujangga Chepy Ridwan, dalam beberapa bulan terakhir permintaan masyarakat terhadap jenis bahan bakar pertalite sangatlah meningkat tajam. Bahkan, peningkatan tersebut mencapai 150 hingga 200 persen.

“Dari awal tahun sampai April, rata-rata kami menjual 40 hingga 50 kiloliter per bulannya. Sedangkan untuk Mei, Juni dan Juli, rata-rata penjualan kami sekitar 50 sampai 100 kiloliter,” katanya kepada Berau Post, Senin (24/7).

Ia menjelaskan, banyaknya masyarakat yang mulai beralih dari premium ke pertalite, dikarenakan kualitas pertalite. Cheppy menerangkan, masyarakat telah merasakan keunggulan pertalite ketimbang premium.

“Yang pertama keunggulan pertalite itu membuat motor menjadi irit bahan bakar. Kemudian kualitasnya juga lebih baik dari premium, sehingga bagus untuk mesin,” ucapnya.

Hal senada diutarakan operator SPBU di Jalan H Isa III Junaidi. Diakuinya, dalam beberapa bulan terakhir permintaan masyarakat terhadap pertalite sangat meningkat. “Meningkatnya itu sekitar 150 persenlah dalam beberapa bulan ini. Kebanyakan alasan masyarakat karena pertalite ini lebih bagus di mesin dan lebih irit juga,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Derry, salah seorang warga Bujangga, mengaku lebih senang menggunakan pertalite ketimbang premium. Menurutnya, dengan tingginya oktan yang dimiliki pertalite akan berdampak baik terhadap mesin sepeda motor miliknya. “Dari tarikan gas motor juga terasa lebih lembut daripada pakai premium. Terus dari harga juga tidak terlalu jauh dengan premium,” singkatnya. (*/arp/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 04 November 2017 12:07

Investasi Meningkat walau Ekonomi Melambat

TANJUNG REDEB – Naiknya harga kelapa sawit, ditambah semakin banyak perusahaan yang ingin berinvestasi…

Jumat, 03 November 2017 11:13

Produksi Menurun, Bukan karena Petani

TALISAYAN – Menurunnya produksi beras, bukan disebabkan karena menurutnya minat masyarakat menjadi…

Kamis, 02 November 2017 00:26

Produksi Padi Menurun Setiap Tahun

TANJUNG REDEB – Pertumbuhan produksi padi di Kabupaten Berau sampai saat ini belum sejalan dengan…

Kamis, 02 November 2017 00:16

Harga Kebutuhan Pokok Stabil

TANJUNG REDEB - Sejumlah bahan pangan di Pasar Sanggam Adji Dilayas mengalami fluktuasi atau ketidak…

Rabu, 01 November 2017 10:31

Antrean Pengangkutan, Semen Langka Beberapa Pekan

TANJUNG REDEB – Kelangkaan semen kembali terjadi di Kabupaten Berau. Penyebabnya, dijelaskan Kepala…

Selasa, 31 Oktober 2017 11:24

Harga Lada Masih Terpuruk

BIATAN – Rendahnya harga jual lada yang kini bertahan di angka Rp 60 ribu per kilogram (kg), menjadi…

Senin, 30 Oktober 2017 11:01

Minim Regenerasi Petani

WALAU punya potensi lahan pertanian yang masih sangat luas, ditambah peralatan serba mesin untuk…

Jumat, 27 Oktober 2017 11:18

Lahan Tersedia, Bibit Belum Siap

TANJUNG REDEB – Informasi Berau ditunjuk Kementerian Pertanian mendapat bantuan untuk ekstensifikasi…

Kamis, 26 Oktober 2017 10:58

Pertanian Kian Mengeliat di Biatan Ilir

TALISAYAN – Pemerintah Kampung Biatan Ilir terus meningkatkan sektor pertanian. Tak hanya infrastuktur…

Kamis, 26 Oktober 2017 10:45

Berau Coal Jamin Nasib Karyawan

TANJUNG REDEB – Penghapusan emiten saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) dari lantai perdagangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .