MANAGED BY:
RABU
22 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 05 Agustus 2017 13:43
Pembahasan UMSK Molor Dua Bulan

Serikat Pekerja Ancam Mogok Kerja

Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Geliat pertambangan “emas hitam” belum sepenuhnya pulih. Di tengah kebangkitannya, ribut-ribut antara serikat pekerja dengan para pengusaha terkait Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) pertambangan batu bara 2017 terjadi.

Kamis (3/8) lalu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) mempertemukan kedua belah pihak untuk mencapai kata sepakat nominal UMSK. Sayangnya, ego kedua belah pihak, sama-sama tak bisa dilunturkan.

Sekretariat pekerja menginginkan agar UMSK 2017 Rp 3,4 juta. Sedangkan pihak pengusaha yang diwakili Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Berau meminta gaji minimum para pekerja pertambangan Rp 2.770.000.

Mewakili serikat pekerja di Dewan Pengupahan, Gofri CH, mengatakan landasan mengajukan nominal UMSK 2017 Rp 3,4 juta didasari dengan membaiknya harga batu bara saat ini. Tapi, angka itu tidak mutlak. Serikat pekerja ujarnya, siap melakukan negosiasi. Nyatanya, dua bulan bernegosiasi tidak mendapat kata sepakat.

“Angka Rp 3,4 juta sebenarnya nyeletuk saja kita. Permintaan kami tidak mutlak. Masih bisa dinegosiasikan. Asalkan ada keterbukaan. Berapa besaran kemampuan perusahaan. Ini terkesan masih menutupi,” katanya kepada Berau Post, kemarin (4/8).

Imbasnya, serikat pekerja pun mengirim surat penegasan kepada Disnakertrans dan Apindo untuk segera menyelesaikannya. Jika tidak ada itikad baik, Gofri mewakili rekan-rekannya mengancam untuk melakukan aksi mogok kerja dan demonstrasi pada Senin (7/8) nanti. ”Apabila tidak ada jawaban, pada tanggal 7 Agustus akan kami lakukan mogok kerja dan unjuk rasa,” tegasnya.

Aksi mogok kerja dan demonstrasi bukan karena permintaan nilai UMSK 2017 yang diajukan pihaknya tidak diakomodasi. Perusahaan menurut hematnya, terkesan menutup-nutupi sesuatu.

”Kawan-kawan serikat pekerja pada sektor pertambangan sudah muyak dengan pengusaha karena tidak punya itikad baik, karena tidak mau menyelesaikan perundingan. Kami berharapnya perusahaan ada keterbukaan,” terangnya.

Menanggapi surat penegasan tersebut, Humas Apindo Berau Hasbi menjelaskan, akan segera melayangkan surat balasan. Ia meminta agar serikat pekerja dapat memahami situasi yang ada. Terutama terkait waktu surat pembalasan.

Kan surat masuknya Kamis. Sementara hari ini (kemarin, red) sudah Jumat. Sementara aksinya Senin nanti. Saya harap rekan-rekan serikat pekerja dapat memahami kondisi tersebut,” ucapnya menjelaskan.

Mewakili para pengusaha, Hasbi meminta agar rekan-rekan serikat pekerja tidak melakukan aksi mogok kerja dan demonstrasi. Sebab, Apindo akan kembali membuka diskusi kepada perwakilan serikat kerja terkait UMSK 2017.

Hasbi menegaskan, pihak pengusaha sejatinya menerima apabila UMSK tahun ini dinaikkan. Adapun angka yang diajukan juga telah meningkat dibandingkan tahun sebelumnya Rp 2.650.150. Angka Rp 2.770.000 pun menurut Hasbi, sudah tertinggi dibandingkan dengan UMSK se-kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

”Kami siap untuk diajak berbicara. Baik formal maupun informal,” pintanya. ”Kami mengharapkan agar hubungan industri antara pekerja dan pengusaha tetap harmonis,” pungkasnya. (rio/udi)


BACA JUGA

Senin, 06 November 2017 10:24

Empat Kecamatan Masuk Zona Merah

DINAS Pangan Kabupaten Berau, menyebut empat kecamatan di Bumi Batiwakkal, dipetakan sebagai kawasan…

Sabtu, 04 November 2017 12:09

Harus Komitmen dengan Perkebunan Plasma

KIAN banyaknya perusahaan kelapa sawit yang menanamkan modalnya di Berau, disambut baik seluruh pelaku…

Sabtu, 04 November 2017 12:07

Investasi Meningkat walau Ekonomi Melambat

TANJUNG REDEB – Naiknya harga kelapa sawit, ditambah semakin banyak perusahaan yang ingin berinvestasi…

Jumat, 03 November 2017 11:13

Produksi Menurun, Bukan karena Petani

TALISAYAN – Menurunnya produksi beras, bukan disebabkan karena menurutnya minat masyarakat menjadi…

Kamis, 02 November 2017 00:26

Produksi Padi Menurun Setiap Tahun

TANJUNG REDEB – Pertumbuhan produksi padi di Kabupaten Berau sampai saat ini belum sejalan dengan…

Kamis, 02 November 2017 00:16

Harga Kebutuhan Pokok Stabil

TANJUNG REDEB - Sejumlah bahan pangan di Pasar Sanggam Adji Dilayas mengalami fluktuasi atau ketidak…

Rabu, 01 November 2017 10:31

Antrean Pengangkutan, Semen Langka Beberapa Pekan

TANJUNG REDEB – Kelangkaan semen kembali terjadi di Kabupaten Berau. Penyebabnya, dijelaskan Kepala…

Selasa, 31 Oktober 2017 11:24

Harga Lada Masih Terpuruk

BIATAN – Rendahnya harga jual lada yang kini bertahan di angka Rp 60 ribu per kilogram (kg), menjadi…

Senin, 30 Oktober 2017 11:01

Minim Regenerasi Petani

WALAU punya potensi lahan pertanian yang masih sangat luas, ditambah peralatan serba mesin untuk…

Jumat, 27 Oktober 2017 11:18

Lahan Tersedia, Bibit Belum Siap

TANJUNG REDEB – Informasi Berau ditunjuk Kementerian Pertanian mendapat bantuan untuk ekstensifikasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .