MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 05 Agustus 2017 13:43
Pembahasan UMSK Molor Dua Bulan

Serikat Pekerja Ancam Mogok Kerja

Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Geliat pertambangan “emas hitam” belum sepenuhnya pulih. Di tengah kebangkitannya, ribut-ribut antara serikat pekerja dengan para pengusaha terkait Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) pertambangan batu bara 2017 terjadi.

Kamis (3/8) lalu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) mempertemukan kedua belah pihak untuk mencapai kata sepakat nominal UMSK. Sayangnya, ego kedua belah pihak, sama-sama tak bisa dilunturkan.

Sekretariat pekerja menginginkan agar UMSK 2017 Rp 3,4 juta. Sedangkan pihak pengusaha yang diwakili Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Berau meminta gaji minimum para pekerja pertambangan Rp 2.770.000.

Mewakili serikat pekerja di Dewan Pengupahan, Gofri CH, mengatakan landasan mengajukan nominal UMSK 2017 Rp 3,4 juta didasari dengan membaiknya harga batu bara saat ini. Tapi, angka itu tidak mutlak. Serikat pekerja ujarnya, siap melakukan negosiasi. Nyatanya, dua bulan bernegosiasi tidak mendapat kata sepakat.

“Angka Rp 3,4 juta sebenarnya nyeletuk saja kita. Permintaan kami tidak mutlak. Masih bisa dinegosiasikan. Asalkan ada keterbukaan. Berapa besaran kemampuan perusahaan. Ini terkesan masih menutupi,” katanya kepada Berau Post, kemarin (4/8).

Imbasnya, serikat pekerja pun mengirim surat penegasan kepada Disnakertrans dan Apindo untuk segera menyelesaikannya. Jika tidak ada itikad baik, Gofri mewakili rekan-rekannya mengancam untuk melakukan aksi mogok kerja dan demonstrasi pada Senin (7/8) nanti. ”Apabila tidak ada jawaban, pada tanggal 7 Agustus akan kami lakukan mogok kerja dan unjuk rasa,” tegasnya.

Aksi mogok kerja dan demonstrasi bukan karena permintaan nilai UMSK 2017 yang diajukan pihaknya tidak diakomodasi. Perusahaan menurut hematnya, terkesan menutup-nutupi sesuatu.

”Kawan-kawan serikat pekerja pada sektor pertambangan sudah muyak dengan pengusaha karena tidak punya itikad baik, karena tidak mau menyelesaikan perundingan. Kami berharapnya perusahaan ada keterbukaan,” terangnya.

Menanggapi surat penegasan tersebut, Humas Apindo Berau Hasbi menjelaskan, akan segera melayangkan surat balasan. Ia meminta agar serikat pekerja dapat memahami situasi yang ada. Terutama terkait waktu surat pembalasan.

Kan surat masuknya Kamis. Sementara hari ini (kemarin, red) sudah Jumat. Sementara aksinya Senin nanti. Saya harap rekan-rekan serikat pekerja dapat memahami kondisi tersebut,” ucapnya menjelaskan.

Mewakili para pengusaha, Hasbi meminta agar rekan-rekan serikat pekerja tidak melakukan aksi mogok kerja dan demonstrasi. Sebab, Apindo akan kembali membuka diskusi kepada perwakilan serikat kerja terkait UMSK 2017.

Hasbi menegaskan, pihak pengusaha sejatinya menerima apabila UMSK tahun ini dinaikkan. Adapun angka yang diajukan juga telah meningkat dibandingkan tahun sebelumnya Rp 2.650.150. Angka Rp 2.770.000 pun menurut Hasbi, sudah tertinggi dibandingkan dengan UMSK se-kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

”Kami siap untuk diajak berbicara. Baik formal maupun informal,” pintanya. ”Kami mengharapkan agar hubungan industri antara pekerja dan pengusaha tetap harmonis,” pungkasnya. (rio/udi)


BACA JUGA

Kamis, 13 September 2018 14:00

Harga Kedelai Naik, Tempe Masih Normal

TANJUNG REDEB - Naiknya harga kedelai tak berpengaruh besar terjadap penjualan tempe di Pasar Sanggam…

Selasa, 11 September 2018 13:51

Tingkatkan Budidaya Perikanan lewat Program Intensifikasi

TANJUNG REDEB – Program intensifikasi pembudidaya unggulan, mulai dijalankan Dinas Perikanan Berau.…

Senin, 10 September 2018 12:52

Harga Buah Impor Naik

TANJUNG REDEB – Diduga nilai tukar dolar terhadap rupiah yang melonjak tinggi, berpengaruh pada…

Senin, 10 September 2018 12:51

Turun Tiga Kali, Petani Keluhkan Harga Kelapa Sawit

BATU PUTIH - Petani kelapa sawit yang berada di wilayah Kecamatan Batu Putih kembali mengeluh lantaran…

Kamis, 06 September 2018 15:06

Penyaluran Elpiji 3 Kg Masih Tak Tepat Sasaran

TANJUNG REDEB - Sulitnya mendapatkan tabung gas melon di sejumlah kampung wilayah pesisir selatan Berau,…

Selasa, 04 September 2018 10:58

Cuaca Tak Menentu Pengaruhi Harga Sayur

TANJUNG REDEB - Harga sayuran di Pasar Sanggam Adji Dilayas mengalami perubahan begitu cepat setiap…

Selasa, 04 September 2018 10:57

Pertanian dan Perkebunan Jadi Andalan Sumber Mulya

TALISAYAN - Hingga kini sektor pertanian masih menjadi salah satu usaha dalam menopang perekonomian…

Jumat, 31 Agustus 2018 14:03

Gas Elpiji di Pesisir Kerap Kosong

TALISAYAN - Kurang lancarnya pasokan gas elpiji di sejumlah wilayah di pesisir selatan Berau, berdampak…

Selasa, 28 Agustus 2018 11:35

Pasokan Berkurang, Harga Telur Ayam Naik

TANJUNG REDEB – Sudah sekitar sepekan harga telur ayam mengalami kenaikan. Meski tak signifikan,…

Jumat, 24 Agustus 2018 13:40

Peternakan Berau Jadi Rujukan

SAMBALIUNG – Konsumsi daging ayam potong masyarakat Kabupaten Berau, terus meningkat dalam beberapa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .