MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 05 Agustus 2017 13:43
Pembahasan UMSK Molor Dua Bulan

Serikat Pekerja Ancam Mogok Kerja

Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Geliat pertambangan “emas hitam” belum sepenuhnya pulih. Di tengah kebangkitannya, ribut-ribut antara serikat pekerja dengan para pengusaha terkait Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) pertambangan batu bara 2017 terjadi.

Kamis (3/8) lalu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) mempertemukan kedua belah pihak untuk mencapai kata sepakat nominal UMSK. Sayangnya, ego kedua belah pihak, sama-sama tak bisa dilunturkan.

Sekretariat pekerja menginginkan agar UMSK 2017 Rp 3,4 juta. Sedangkan pihak pengusaha yang diwakili Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Berau meminta gaji minimum para pekerja pertambangan Rp 2.770.000.

Mewakili serikat pekerja di Dewan Pengupahan, Gofri CH, mengatakan landasan mengajukan nominal UMSK 2017 Rp 3,4 juta didasari dengan membaiknya harga batu bara saat ini. Tapi, angka itu tidak mutlak. Serikat pekerja ujarnya, siap melakukan negosiasi. Nyatanya, dua bulan bernegosiasi tidak mendapat kata sepakat.

“Angka Rp 3,4 juta sebenarnya nyeletuk saja kita. Permintaan kami tidak mutlak. Masih bisa dinegosiasikan. Asalkan ada keterbukaan. Berapa besaran kemampuan perusahaan. Ini terkesan masih menutupi,” katanya kepada Berau Post, kemarin (4/8).

Imbasnya, serikat pekerja pun mengirim surat penegasan kepada Disnakertrans dan Apindo untuk segera menyelesaikannya. Jika tidak ada itikad baik, Gofri mewakili rekan-rekannya mengancam untuk melakukan aksi mogok kerja dan demonstrasi pada Senin (7/8) nanti. ”Apabila tidak ada jawaban, pada tanggal 7 Agustus akan kami lakukan mogok kerja dan unjuk rasa,” tegasnya.

Aksi mogok kerja dan demonstrasi bukan karena permintaan nilai UMSK 2017 yang diajukan pihaknya tidak diakomodasi. Perusahaan menurut hematnya, terkesan menutup-nutupi sesuatu.

”Kawan-kawan serikat pekerja pada sektor pertambangan sudah muyak dengan pengusaha karena tidak punya itikad baik, karena tidak mau menyelesaikan perundingan. Kami berharapnya perusahaan ada keterbukaan,” terangnya.

Menanggapi surat penegasan tersebut, Humas Apindo Berau Hasbi menjelaskan, akan segera melayangkan surat balasan. Ia meminta agar serikat pekerja dapat memahami situasi yang ada. Terutama terkait waktu surat pembalasan.

Kan surat masuknya Kamis. Sementara hari ini (kemarin, red) sudah Jumat. Sementara aksinya Senin nanti. Saya harap rekan-rekan serikat pekerja dapat memahami kondisi tersebut,” ucapnya menjelaskan.

Mewakili para pengusaha, Hasbi meminta agar rekan-rekan serikat pekerja tidak melakukan aksi mogok kerja dan demonstrasi. Sebab, Apindo akan kembali membuka diskusi kepada perwakilan serikat kerja terkait UMSK 2017.

Hasbi menegaskan, pihak pengusaha sejatinya menerima apabila UMSK tahun ini dinaikkan. Adapun angka yang diajukan juga telah meningkat dibandingkan tahun sebelumnya Rp 2.650.150. Angka Rp 2.770.000 pun menurut Hasbi, sudah tertinggi dibandingkan dengan UMSK se-kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

”Kami siap untuk diajak berbicara. Baik formal maupun informal,” pintanya. ”Kami mengharapkan agar hubungan industri antara pekerja dan pengusaha tetap harmonis,” pungkasnya. (rio/udi)


BACA JUGA

Kamis, 05 Juli 2018 13:37

Kerajinan Tangan Tradisional Mulai Ditinggalkan

TANJUNG REDEB – Meski kerajinan anyaman tangan kini sudah tidak sepopuler dulu, tapi tidak membuat…

Kamis, 05 Juli 2018 13:34

KOK BISA..!! Harga Ikan Mahal di Kampung Nelayan

TALISAYAN - Meskipun sejumlah kampung di pesisir selatan Berau dikenal sebagai daerah penghasil ikan…

Kamis, 05 Juli 2018 13:32

Modal untuk UMKM lewat Dana Bergulir

TANJUNG REDEB - Dalam rangka memberikan kemudahan akses pembiayaan berupa dana bantuan untuk Usaha Mikro…

Kamis, 05 Juli 2018 13:31

Juni, Harga TBS Kembali Turun

TANJUNG REDEB - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mengalami…

Selasa, 03 Juli 2018 11:11

Cuaca Tak Menentu, Pembuat Bata Merugi

TANJUNG REDEB - Tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir, mengakibatkan para pengrajin batu…

Selasa, 03 Juli 2018 11:11

Harga Sawit Turun, Petani Tak Khawatir

BATU PUTIH - Menurunnya harga hasil perkebunan tidak hanya lada saja. Saat ini, harga kelapa sawit di…

Sabtu, 30 Juni 2018 12:18

Tingkatkan PAK Lewat Sektor Perikanan

TALISAYAN – Tingkatkan Pendaptan Asli Kampung (PAK) Pemerintah Kampung Talisayan, Kecamatan Talisayan,…

Jumat, 29 Juni 2018 10:57

Harga Lada Selalu Turun Drastis

TANJUNG REDEB – Data dari Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Berau, disebutkan harga lada saat…

Selasa, 26 Juni 2018 12:15

Bantuan Sapi Diganti Program Inseminasi Buatan

TANJUNG REDEB - Dinas Pertanian dan Peternakan Berau, terus menggalakkan berbagai program guna mempertahankan…

Senin, 25 Juni 2018 11:57

Disperindagkop Dukung Peningkatan Kualitas Produk IKM

TANJUNG REDEB - Kabar baik bagi para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Bumi Batiwakkal, dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .