MANAGED BY:
SABTU
16 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 12 Agustus 2017 09:29
Tinggalkan Kerja Kantoran, Akhirnya ke Kalimantan

Mengenal Relawan Patriot Negeri: Donny Isa (9)

SURVEI POTENSI: Donny (kanan) saat menlakukan pendampingan survei potensi energi terbarukan di Sungai Nyadeng, Kampung Merabu, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, Semua bermula saat Donny satu tahun berperan sebagai pekerja kantoran di bidang geothermal, Donny Isa masih kurang menikmati pekerjaannya. Merasa ada yang kurang, Donny tanpa ragu memutuskan untuk beralih menjadi relawan patriot.

 

EKA RUSDIANA, Tanjung Redeb

 

BAGI pria yang punya nama lengkap Donny Isa Marianto Suryo Putro, menjadi relawan patriot bukanlah hal baru. Dua tahun yang lalu, ia pernah menjadi relawan patriot energi saat memutuskan untuk menanggalkan statusnya sebagai pekerja kantoran dan menjadi relawan patriot ke Muara Bio, Riau.

“Saya pernah kerja satu tahun di bidang saya, geothermal. Kerja di konsultan. Tapi saya merasa ada yang hilang. Rasanya monoton sekali, jadi ada kesempatan untuk menjadi relawan patriot, saya merasa luar biasa sekali. Akhirnya saya merasa lengkap,” ujarnya kepada Berau Post, Jumat (11/8).

Untuk melengkapi kepuasan batinnya, pada tahun 2016, pria berkacamata ini terbang ke ujung Indonesia, tepatnya di Pun, Papua, yang sudah sangat dekat dengan perbatasan Papua Nugini.

Donny bercerita, saat masih di Muara Bio, dirinya memang masih beradaptasi menjadi relawan patriot. Mengingat Muara Bio merupakan wilayah tanpa akses darat, tanpa listrik, tanpa sinyal telepon, dan tanpa pasar. Tetapi, karena dari awal memiliki hobi mendaki gunung, maka baginya sudah terbiasa jika hidup dengan kondisi yang serba terbatas.

“Jadi penyesuaian dirinya enggak terlalu sulit. Enggak sesulit di Papua karena penduduknya mayoritas muslim,” tuturnya.

“Ketika saya di Papua, hanya saya sendirian yang muslim. Penduduknya 100 persen non muslim, jadi ketika mau salat Jumat, saya harus jalan kaki sekitar 1 jam lebih lewat jalan berbatu untuk ke desa terdekat ke pos tentara. Di sana ada sebagian yang muslim dan saya salat di sana,” terangnya bercerita.

Meskipun mengabdikan diri dan berbagi dengan banyak orang memberikannya kepuasan tersendiri, tetap saja bukan tanpa duka yang dirasakannya pria kelahiran Bogor, 29 Maret 1991 selama menjadi relawan patriot.

Anak kedua dari empat bersaudara ini menceritakan pengalaman terpahitnya saat ditugaskan di Riau. “Waktu itu di Riau sedang parah-parahnya kabut asap,” ujarnya.

Saat itu, Donny yang memegang tanggung jawab sebagai patriot energi, mendapat kabar duka dari keluarganya di Riau. Ayah tercintanya mengembuskan napas terakhirnya.

“Subuh dapat kabar itu, paginya saya cari tiket,” singkatnya. Tetapi, karena perjalanan yang jauh dan panjang, ia tidak sempat mengikuti proses pemakaman. Sekuat tenaga ia berusaha agar tidak menitikkan air mata. Sebagai satu-satunya laki-laki di antara ibu dan ketiga saudara perempuannya, ia merasa wajib untuk selalu kuat. “Kalau saya ikutan nangis, siapa yang menguatkan mereka,” ungkapnya.

Bukannya mundur, peristiwa itu justru menguatkan keyakinannya untuk melanjutkan pengabdiannya hingga saat ini. Mendapat penugasan di Berau, Kalimantan Timur, Donny mengaku senang sekali.

“Soalnya, dari awal Kalimantan itu memang masuk rencana hidup saya, karena ingin tahu kebudayaan Dayak. Alhamdulillahsudah tercapai. Pulau besar di Indonesia, hanya Kalimantan yang belum saya kunjungi,” katanya.

Di Berau, Donny bertugas mendampingi dua kampung di Kelay, Merabu dan Mapulu.

Tugas utamanya adalah mencari sumber energi listrik. Menurutnya, di Merabu dan Mapulu memang terdapat potensi energi yang cukup besar, khususnya untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).

“Bareng lurah (kepala kampung), ketua BPK, kita udah survei ke lapangan. Ada potensinya dan bisa dikembangkan, namun ternyata sudah ada yang membangun PLTS di sana. Jadi survei kita hanya sebagai pendataan aja. Kalau sewaktu-waktu mau dikembangkan bisa, tapi bukan listrik melainkan lebih pada pengembangan wisata dan kebutuhan air bersih untuk air minum,” jelasnya.

Sementara berdasarkan hasil survei sosial, pemerintahan kampung sudah punya kebijakan untuk memfasilitasi pengurusan dokumen administrasi kependudukan, baik di tingkat pemerintah kampung, kecamatan hingga ke kabupaten. Selain itu juga ada kebijakan untuk membuatkan toilet umum, mengingat mayoritas rumah warga masih belum memiliki toilet sehat.                       

“Tapi itu semua kampung yang melakukan, saya hanya melakukan pendampingan saja mulai dari survei hingga pelaksanaannya,” tutupnya. (bersambung/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Desember 2017 15:03
BREAKING NEWS

Remas Payudara Pengendara, Pelaku Dipukul Massa

TANJUNG REDEB - Aksi pelecehan terhadap wanita menggegerkan warga di Jalan Niaga I, Tanjung Redeb, sekitar…

Sabtu, 16 Desember 2017 13:03

Sodikin Tewas Tertembak Senjata Sendiri

TALISAYAN – Senjata makan tuan. Itulah yang terjadi pada Sodikin (30), warga Jalan Kenangan RT…

Sabtu, 16 Desember 2017 12:59

Jauh dari Suami, Pelayanan Juga untuk Wisatawan

Pulau Derawan menjadi salah satu destinasi wisata andalan Berau dan Kaltim yang sudah mendunia. Sebagian…

Sabtu, 16 Desember 2017 12:57

Sibuk Urus Proyek, DPUPR Belum Tinjau Jembatan Sei Lempake

TANJUNG REDEB – Bukan menjadi tanggung jawab Pemkab Berau, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan…

Sabtu, 16 Desember 2017 12:56

Proyek U-Gutter Persempit Saluran

TANJUNG REDEB – Pengerjaan proyek pemasangan u-gutter untuk normalisasi drainase di Kecamatan…

Jumat, 15 Desember 2017 00:17

Penyidik Diminta Periksa 2 Saksi Lagi

TANJUNG REDEB – Kasus dugaan korupsi pengadaan kapal pariwisata di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata…

Jumat, 15 Desember 2017 00:15

Getaran Tak Sampai Perkotaan, Gempa 3,9 SR di Pesisir Biatan

TANJUNG REDEB – Wilayah bawah laut di Pesisir Selatan Berau, mengalami gempa sekitar pukul 13.40…

Jumat, 15 Desember 2017 00:12

Dua Kakam Diduga Bermasalah Dilantik

TANJUNG REDEB – Walau sempat dikabarkan diminta untuk mengundurkan diri, namun dua kepala kampung…

Jumat, 15 Desember 2017 00:10

NAH !!! PLN Bisa Terkena Maladministrasi

TANJUNG REDEB – Molornya operasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Bayur dengan kapasitas…

Kamis, 14 Desember 2017 09:42

Ada Sembilan Bekas Galian, BJU Sebut Hutan Tangap Digarap Perusahaan asal Balikpapan

TELUK BAYUR – Dugaan Hutan Tangap di Kecamatan Teluk Bayur digarap salah satu perusahaan tambang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .