MANAGED BY:
SABTU
19 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 12 Agustus 2017 09:29
Tinggalkan Kerja Kantoran, Akhirnya ke Kalimantan

Mengenal Relawan Patriot Negeri: Donny Isa (9)

SURVEI POTENSI: Donny (kanan) saat menlakukan pendampingan survei potensi energi terbarukan di Sungai Nyadeng, Kampung Merabu, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, Semua bermula saat Donny satu tahun berperan sebagai pekerja kantoran di bidang geothermal, Donny Isa masih kurang menikmati pekerjaannya. Merasa ada yang kurang, Donny tanpa ragu memutuskan untuk beralih menjadi relawan patriot.

 

EKA RUSDIANA, Tanjung Redeb

 

BAGI pria yang punya nama lengkap Donny Isa Marianto Suryo Putro, menjadi relawan patriot bukanlah hal baru. Dua tahun yang lalu, ia pernah menjadi relawan patriot energi saat memutuskan untuk menanggalkan statusnya sebagai pekerja kantoran dan menjadi relawan patriot ke Muara Bio, Riau.

“Saya pernah kerja satu tahun di bidang saya, geothermal. Kerja di konsultan. Tapi saya merasa ada yang hilang. Rasanya monoton sekali, jadi ada kesempatan untuk menjadi relawan patriot, saya merasa luar biasa sekali. Akhirnya saya merasa lengkap,” ujarnya kepada Berau Post, Jumat (11/8).

Untuk melengkapi kepuasan batinnya, pada tahun 2016, pria berkacamata ini terbang ke ujung Indonesia, tepatnya di Pun, Papua, yang sudah sangat dekat dengan perbatasan Papua Nugini.

Donny bercerita, saat masih di Muara Bio, dirinya memang masih beradaptasi menjadi relawan patriot. Mengingat Muara Bio merupakan wilayah tanpa akses darat, tanpa listrik, tanpa sinyal telepon, dan tanpa pasar. Tetapi, karena dari awal memiliki hobi mendaki gunung, maka baginya sudah terbiasa jika hidup dengan kondisi yang serba terbatas.

“Jadi penyesuaian dirinya enggak terlalu sulit. Enggak sesulit di Papua karena penduduknya mayoritas muslim,” tuturnya.

“Ketika saya di Papua, hanya saya sendirian yang muslim. Penduduknya 100 persen non muslim, jadi ketika mau salat Jumat, saya harus jalan kaki sekitar 1 jam lebih lewat jalan berbatu untuk ke desa terdekat ke pos tentara. Di sana ada sebagian yang muslim dan saya salat di sana,” terangnya bercerita.

Meskipun mengabdikan diri dan berbagi dengan banyak orang memberikannya kepuasan tersendiri, tetap saja bukan tanpa duka yang dirasakannya pria kelahiran Bogor, 29 Maret 1991 selama menjadi relawan patriot.

Anak kedua dari empat bersaudara ini menceritakan pengalaman terpahitnya saat ditugaskan di Riau. “Waktu itu di Riau sedang parah-parahnya kabut asap,” ujarnya.

Saat itu, Donny yang memegang tanggung jawab sebagai patriot energi, mendapat kabar duka dari keluarganya di Riau. Ayah tercintanya mengembuskan napas terakhirnya.

“Subuh dapat kabar itu, paginya saya cari tiket,” singkatnya. Tetapi, karena perjalanan yang jauh dan panjang, ia tidak sempat mengikuti proses pemakaman. Sekuat tenaga ia berusaha agar tidak menitikkan air mata. Sebagai satu-satunya laki-laki di antara ibu dan ketiga saudara perempuannya, ia merasa wajib untuk selalu kuat. “Kalau saya ikutan nangis, siapa yang menguatkan mereka,” ungkapnya.

Bukannya mundur, peristiwa itu justru menguatkan keyakinannya untuk melanjutkan pengabdiannya hingga saat ini. Mendapat penugasan di Berau, Kalimantan Timur, Donny mengaku senang sekali.

“Soalnya, dari awal Kalimantan itu memang masuk rencana hidup saya, karena ingin tahu kebudayaan Dayak. Alhamdulillahsudah tercapai. Pulau besar di Indonesia, hanya Kalimantan yang belum saya kunjungi,” katanya.

Di Berau, Donny bertugas mendampingi dua kampung di Kelay, Merabu dan Mapulu.

Tugas utamanya adalah mencari sumber energi listrik. Menurutnya, di Merabu dan Mapulu memang terdapat potensi energi yang cukup besar, khususnya untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).

“Bareng lurah (kepala kampung), ketua BPK, kita udah survei ke lapangan. Ada potensinya dan bisa dikembangkan, namun ternyata sudah ada yang membangun PLTS di sana. Jadi survei kita hanya sebagai pendataan aja. Kalau sewaktu-waktu mau dikembangkan bisa, tapi bukan listrik melainkan lebih pada pengembangan wisata dan kebutuhan air bersih untuk air minum,” jelasnya.

Sementara berdasarkan hasil survei sosial, pemerintahan kampung sudah punya kebijakan untuk memfasilitasi pengurusan dokumen administrasi kependudukan, baik di tingkat pemerintah kampung, kecamatan hingga ke kabupaten. Selain itu juga ada kebijakan untuk membuatkan toilet umum, mengingat mayoritas rumah warga masih belum memiliki toilet sehat.                       

“Tapi itu semua kampung yang melakukan, saya hanya melakukan pendampingan saja mulai dari survei hingga pelaksanaannya,” tutupnya. (bersambung/udi)


BACA JUGA

Jumat, 18 Agustus 2017 10:42

Dua WNA asal Denmark Ikut Upacara Bendera

MARATUA - Ada momen unik dalam pelaksanaan upacara peringatan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia…

Jumat, 18 Agustus 2017 10:42

Berlumuran Oli, Larut dalam Kebahagiaan

TANJUNG REDEB – Setelah beristirahat beberapa hari para pemuda dari beberapa lingkungan RT di…

Jumat, 18 Agustus 2017 10:40

MEMBANGGAKAN ! Deo Terpilih Jadi Pembentang, Inspirasi Remaja Lainnya

TANJUNG REDEB – Kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-72 sangat…

Jumat, 18 Agustus 2017 10:39

Drama Kolosal Bikin Bupati Tergugah

TANJUNG REDEB – Upacara bendera dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-72 di…

Kamis, 17 Agustus 2017 11:26

Dari Berau untuk Indonesia

LAYAR telah berhasil membawa remaja putri bernama Nur Fatin Syafika dan Farah Asyima dari Kampung Tanjung…

Kamis, 17 Agustus 2017 11:24

Merdeka di Atas Bahtera

INDONESIA adalah negeri maritim. Tak kurang 17.000 pulau menyatu dalam bingkai Merah Putih. Kebanggaan…

Kamis, 17 Agustus 2017 11:23
BREAKING NEWS

Warga di Pulau Terluar Merayakan Kemerdekaan dengan Cara Ini

MARATUA - Peringatan HUT ke-72 RI juga dilaksanakan di Pulau Maratua. Wakil Bupati Berau Agus Tantomo…

Rabu, 16 Agustus 2017 15:08

Dua Hari Berau “Tanpa” Internet

TANJUNG REDEB – Dua hari terakhir, kesabaran warga Berau kembali diuji. Setelah urusan listrik…

Selasa, 15 Agustus 2017 10:26

Jemaah Haji Berau Masih di Madinah

TANJUNG REDEB – Para jemaah haji asal Berau sudah berada di Madinah sejak Jumat (11/8) pukul 20.00…

Selasa, 15 Agustus 2017 10:21

Semua Travel Umrah Diminta Melapor ke Kemenag

TANJUNG REDEB – Kisruh calon jemaah umrah yang gagal berangkat ke Makah lantaran dikibuli First…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .