MANAGED BY:
SABTU
16 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 12 Agustus 2017 09:32
PLN Andalkan PLTU Lati

PROKAL.CO, MINIMNYA cadangan listrik milik PLN Area Berau, jadi masalah utama penyebab seringnya dilakukan pemadaman listrik bergilir. Pasalnya, PLN sangat mengandalkan suplai listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati yang dikelola PT IPB. Sehingga, jika suplai listrik dari PLTU Lati berkurang, otomatis PLN akan kekurangan daya untuk disalurkan ke pelanggan.

Manajer Rayon Tanjung Redeb PLN Area Berau Teguh Octavianto menjelaskan, suplai daya dari tiga pembangkit PLTU Lati yang masing-masing berkapasitas 5 megawatt (MW) atau total 15 MW, masih jadi andalan utama PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Sebab, suplai listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sambaliung, hanya sebesar 7,2 MW (lengkapnya lihat grafis).

“Jadi kalau ditotal semuanya, daya listrik yang dimiliki PLN sekitar 22,5 MW dari dua penyuplai itu,” katanya kepada Berau Post, Jumat (11/8).

Dengan daya sebesar 22,5 MW, sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan PLN yang di beban puncah hanya mencapai sekitar 21 MW. Namun jika salah satu pembangkit di PLTU Lati maupun PLTD Sambaliung mengalami perbaikan, PLN sudah tak punya daya cadangan untuk disalurkan ke masyarakat. Hal itu memaksa pihaknya melakukan pemadaman bergilir, seperti yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir.

“Tapi kalau ada perawatan atau perbaikan yang dilakukan di unit PLTU Lati, maka kita akan kehilangan daya sebesar 5 megawatt, sehingga membuat listrik kita menjadi defisit sekitar tiga hingga empat megawatt saat beban puncak,” ucapnya.

PLN ujar Teguh, masih berupaya merampungkan pembangunan pembangkit berkapasitas 10x1 MW di PLTD Sambaliung. Selain itu, pembangunan PLTU Berau di Teluk Bayur yang berkapasitas 2×7 MW yang sudah beberapa tahun dikerjakan, juga berusaha segera dituntaskan sebelum akhir 2017.

 “Apabila tidak ada kendala dan keduanya sudah bisa beroperasi, maka akan ada tambahan suplai listrik sebesar 17 MW. Itu dari pembangkit baru 10x1 di PLTD Sambaliung dan satu unit pembangkit berkapasitas 7 MW di PLTU Berau,” terangnya.

“Sehingga, apabila ditambah dengan yang ada saat ini, maka total daya listrik yang kita miliki mencapai 40 MW nantinya,” tuturnya.

Jangka panjangnya, PLN Area Berau nantinya juga akan terkoneksi dengan sistem Mahakam yang selama ini menyuplai listrik untuk Kota Bontang, Balikpapan, Samarinda dan Tenggarong. Nantinya, setelah Berau sudah terkoneksi dengan sistem Mahakam, bisa mendapat dukungan suplai listrik saat listrik Berau sedang defisit.

“Itu program jangka panjang PLN. Rencananya baru tahun 2019 akan dimulai pembangunannya dan tentunya akan membutuhkan waktu yang cukup lama juga, khususnya di pembangunan towernya karena harus membebaskan lahan dan mencari koordinat yang pas,” pungkasnya. (*/arp/udi)

 

 1 MT Batu Bara = Listrik 1 MW

 

UNTUK menyuplai listrik ke PLN Area Berau, PLTU Lati membutuhkan sekitar 150 ribu metrik ton (MT) batu bara dalam setahun. Selama ini, PT IPB menyuplai listrik sebesar 15 megawatt (MW) ke PLN setelah mendapat suplai batu bara dari PT Berau Coal.

Dijelaskan Manajer Operasi PT Indo Pusaka Berau (IPB) Yono Purwanto, setiap harinya, tiga pembangkit listrik di Lati membutuhkan sekitar 400 hingga 450 metrik ton.

“Satu unit ya lebih 100 metrik ton kebutuhannya. Kebutuhan sehari itu kalau semua boiler beroperasi,” terangnya kepada Berau Post, Jumat (11/8) kemarin.

Dengan penggunaan 400-450 metrik ton batu bara tiap harinya, jika ditotal dalam setahun, sebut Yono, tiga pembangkit di PLTU Lati membutuhkan sekitar 150 ribu metrik ton. Dari total batu bara tersebut, menghasilkan daya sebesar 150 juta kWh.

Jadi, perbandingan kebutuhan batu bara dengan kapasitas daya, yakni 1 metrik ton batu bara sama dengan 1 MW.

“Produksi sebesar 150 juta kWh itu baru dua tahun terakhir, sebelumnya berkisar di 140 juta. Kenapa meningkat? Karena suplai daya ke pelanggan PLN juga meningkat,” jelasnya.

Batu bara yang disuplai dari PT Berau Coal, diakui Yono kalorinya cukup tinggi yakni 4.500 sampai 5.300. Untuk pasokan batu bara sendiri, selama ini selalu aman.

“Kalori memang tinggi, untuk pembangkit di Lati ini masih aman untuk kalori rendah,” pungkasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Berau, produksi batu bara seluruh pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) maupun Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B), mencapai rata-rata lebih dari 30 juta metrik ton (MT).

Untuk tahun 2016 lalu, produksi batu bara di Bumi Batiwakkal mencapai 33.512.156,68 MT. Dari total keseluruhan, produksi batu bara PT Berau Coal menjadi yang terbesar dengan angka 25.646.756 MT. (app/udi)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 15 Desember 2017 00:17

Penyidik Diminta Periksa 2 Saksi Lagi

TANJUNG REDEB – Kasus dugaan korupsi pengadaan kapal pariwisata di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata…

Jumat, 15 Desember 2017 00:16

Dua Kali Kemalingan, Betah walau Tak Ada Sinyal

Namanya juga amanah, mau bagaimanapun harus ditunaikan. Apalagi sebagai petugas kesehatan yang selalu…

Jumat, 15 Desember 2017 00:15

Getaran Tak Sampai Perkotaan, Gempa 3,9 SR di Pesisir Biatan

TANJUNG REDEB – Wilayah bawah laut di Pesisir Selatan Berau, mengalami gempa sekitar pukul 13.40…

Jumat, 15 Desember 2017 00:12

Dua Kakam Diduga Bermasalah Dilantik

TANJUNG REDEB – Walau sempat dikabarkan diminta untuk mengundurkan diri, namun dua kepala kampung…

Kamis, 14 Desember 2017 09:42

Ada Sembilan Bekas Galian, BJU Sebut Hutan Tangap Digarap Perusahaan asal Balikpapan

TELUK BAYUR – Dugaan Hutan Tangap di Kecamatan Teluk Bayur digarap salah satu perusahaan tambang…

Kamis, 14 Desember 2017 09:41

Pengadilan Peringatkan JPU

TANJUNG REDEB – Setelah sempat tertunda dua pekan, hari ini (13/12) Pengadian Negeri (PN) Tanjung…

Kamis, 14 Desember 2017 09:39

PEGANG KENDALI !!! Orang Tua Wajib Batasi Penggunaan Gawai

KEMAJUAN teknologi yang begitu pesat bisa memberikan nilai positif atau negatif bagi penggunanya. Seperti…

Kamis, 14 Desember 2017 09:37

Jadikan Tantangan, Kuncinya Bekerja Tulus dan Ikhlas

Diberi amanah sebagai bidan yang bertugas di perkampungan, dianggap sebagai tantangan oleh Ina Ratul…

Rabu, 13 Desember 2017 00:08

Tinggalkan Tarakan karena Kerusuhan, Tak Betah di Eka Sapta

Macam-macam suka duka menjadi petugas kesehatan di kampung. Seperti yang dialami Istriyani, bidan di…

Rabu, 13 Desember 2017 00:07

Bupati Tegaskan Tak Ada Intervensi

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram angkat bicara terkait dugaan intervensi yang dilakukan pihak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .