MANAGED BY:
RABU
22 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Minggu, 13 Agustus 2017 00:16
Memaknai Kemerdekaan
Oleh: Syarifuddin Noor, S.Sos, M.Si

PROKAL.CO, TAK terasa ruang dan roda waktu berputar silih berganti. Tak terasa tanggal 17 Agustus 2017 bangsa dan negara Indonesia yang kita tinggali, diami, dan yang sama-sama kita cintai ini, dari Sabang sampai Merauke. Dari Pulau Miangas sampai pulau Rote. Bumi pertiwi persada nusantara yang terkenal dengan slogan “gemah ripah loh jinawi” akan merayakan hari ulang tahun yang ke-72. Sebuah umur bangsa dan negara yang boleh kita katakan syarat dengan berbagai pengalaman.

Pahit getirnya kemerdekaan bangsa Indonesia tercinta ini dibawa dengan tumpah darahnya para pejuang bangsa di medan pertempuran, bangsa Indonesia telah banyak mengalami penjajahan. Baik penjajahan secara fisik, maupun secara mental. Tapi jerih payah para pejuang kemerdekaan terbayar dengan lahirnya dan diikrarkannya kemerdekaan bangsa Indonesia ini, dan bangsa Indonesia bisa merasakan sebuah kemerdekaan dan keluarnya bangsa Indonesia dari penjajahan di atas muka bumi persada Nusantara ini.

Para pendiri bangsa dan para pejuang yang sudah rela mengorbankan harta, nyawa, darah, dan jiwa mereka demi sebuah kemerdekaan, sangat berharap agar Indonesia bisa tumbuh dan berkembang sebagai sebuah bangsa yang mandiri, dan merdeka serta terbebas dari bahaya dan rongrongan baik dari dalam maupun dari luar.

Sebagai generasi penerus bangsa kita sepatutnya berterima kasih, bersyukur serta mendoakan para pahlawan kita yang telah bersusah-payah, mengeluarkan cucuran keringat, darah yang telah mereka korbankan di medan pertempuran demi mencapai Kemerdekaan, dan kita seharusnya dapat banyak menimba ilmu, pelajaran, dan teladan hidup dari perjuangan para pahlawan bangsa Indonesia.

Ibarat sebuah mercu suar yang ada di tepi laut, yang menjadi pedoman dan acuan bagi semua nelayan dalam mengarungi samudra lautan, para pahlawan itu adalah penunjuk arah yang jelas bagi kehidupan kita. Sekarang dan masa depan yang penuh dengan tantangan, halangan, dan rintangan yang siap untuk kita hadapi secara bersama-sama demi sebuah pengharapan. Agar kita mampu secara bersama-sama bergandengan tangan dan bahu membahu untuk dapat membangun negeri dan bangsa Indonesia lebih maju, mandiri, unggul, dan berdaya saing.

Melalui sebuah kebersamaan dan kekompakan menjadi modal dasar yang akan menjadi sebuah fondasi dasar bagi kita, kaum generasi penerus bangsa untuk dapat membangun bumi tercinta ini.

Merayakan kemerdekaan bangsa Indonesia yang genap berulang tahun ke-72 saat ini, pemerintah mengangkat sebuah tema: “Indonesia Kerja Bersama” yang mempunyai makna, bersama membangun negeri demi kepentingan besar sebuah bangsa Indonesia melalui pembebasan ibu pertiwi dari penjajahan baik dari rongrongan bangsa Indonesia sendiri maupun bangsa asing.

Ini adalah sebuah cita-cita besar. The founding father kita Bung Karno sebagai proklamator mengatakan, supaya kita menggantungkan cita-cita kita setinggi langit, kemudian kita mengerjakan tugas-tugas kita bagaikan suatu panggilan, mengerjakannya dengan sepenuh hati, dengan rasa cinta, maka kitapun telah menjadi pahlawan dalam lingkungan kita. Jangan pantang menyerah atau patah semangat walaupun banyak terdapat tantangan atau godaan apapun tidak akan menggoyahkan kita.

Kita tidak akan pantang menyerah dengan mudah, dan kita harus berani. Berani dalam mewujudkan keinginan, dan mengambil risiko dalam sebuah pemikiran, dan pekerjaan yang kita jalani. Hasil dari keberanian akan menghasilkan keberhasilan, dan keberhasilan hanya buat mereka yang berani. Negeri ini perlu dan membutuhkan tangan-tangan dan orang-orang pemberani. Seperti kata Bung Karno “beri aku 1.000 orangtua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda, niscaya akan aku goncangkan dunia”.

Semangat kemerdekaan yang ke 72 ini juga seharusnya melahirkan semangat pengorbanan dan rela berkorban, apapun yang kita lakukan perlu pengorbanan. Bahkan kalau kita tidak melakukan apa-apa, kita juga telah mengorbankan sesuatu yaitu kesempatan. Hidup ini memang menuntut pengorbanan, pengorbanan adalah sebuah kata yang indah dan dinamis. Karena itu perkembangan pengetahuan dan pengalaman dengan perubahan roda waktu yang berputar identik dengan pengorbanan yaitu berubah dan berkembang.

Prinsip ini adalah mutlak dan tak terpengaruh oleh ruang dan waktu. Seiring dengan perubahan, maka setiap zaman memiliki cara berkorban sendiri dan mempunyai kekhasan sendiri pula.

Dengan semangat kemerdekaan saat ini, marilah kita membangun negeri tercinta dengan bekal sebuah cita-cita, keberanian, semangat pantang menyerah, dan kemauan untuk rela berkorban dalam menghadapi cobaan, rintangan, dan tantangan yang ada di depan.

Sebagai generasi penerus bangsa ini wajib merenungkan untaian kata berikut: “Tiada pengorbanan yang sia-sia, dan tiada rintangan yang tak dapat diatasi.

Dirgahayu ke-72 Republik Indonesia, jayalah negeriku, jayalah bangsaku. Majulah Indonesia!!! (udi)

*) Staf Pelaksana DPMK Kabupaten Berau 


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 12:19

Demi Setya Novanto, Fortuner Tuntut Tiang Listrik

TIBA-tiba, publik menyalahkan sebuah tiang listrik. Ya, tiang listrik milik Perusahaan Listrik Negara…

Jumat, 17 November 2017 10:08

CSR demi Kesejahteraan Masyarakat

TANGGUNG jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR),adalah pendekatan mekanisme…

Minggu, 12 November 2017 11:55

Bentengi Keluarga dari Predator Anak

PEDOFILIA atau dalam hal ini penulis menyebutnya sebagai predator anak merupakan sejenis penyakit kelainan…

Jumat, 10 November 2017 11:10

MEMAKNAI HARI PAHLAWAN

HARI ini tanggal 10 November 2017, bangsa Indonesia merayakan Hari Pahlawan. Kalau kita berbicara mengenai…

Selasa, 07 November 2017 11:22

Budaya Membaca di Era High Tech

ERA globalisasi di zaman sekarang sudah banyak berkembang pesat. Seperti halnya teknologi yang semakin…

Selasa, 07 November 2017 10:59

Alasan Penghapusan Pidana

DALAM hukum pidana dikenal istilah alasan pemaaf dan alasan pembenar tindak pidana. Alasan pemaaf adalah…

Senin, 30 Oktober 2017 10:56

Manguati Banua (1)

MASA muda sebagai masa pencarian jati diri (eksistensi), mencerminkan psikis pemuda yang menggebu-gebu.…

Sabtu, 28 Oktober 2017 21:45

Tak Ada Anak yang Bermasalah

BEBERAPA sekolah dasar di Samarinda sudah rutin bekerja sama dengan saya. Karena itu, ketika ada murid…

Sabtu, 28 Oktober 2017 21:37

Pemuda Zaman Now

SEMBARI berbisik, Moehammad Yamin kepada Soegondo Djojopoespito mengeluarkan secarik kertas. “Saya…

Minggu, 22 Oktober 2017 10:52

Gay Selama 21 Tahun, Pernah Diejek Bencong

CUKUP lama bagi Feri, bukan nama sebenarnya, mempertimbangkan rencana untuk menjalani sesi hipnoterapi.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .