MANAGED BY:
MINGGU
18 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Minggu, 13 Agustus 2017 00:16
Memaknai Kemerdekaan
Oleh: Syarifuddin Noor, S.Sos, M.Si

PROKAL.CO, TAK terasa ruang dan roda waktu berputar silih berganti. Tak terasa tanggal 17 Agustus 2017 bangsa dan negara Indonesia yang kita tinggali, diami, dan yang sama-sama kita cintai ini, dari Sabang sampai Merauke. Dari Pulau Miangas sampai pulau Rote. Bumi pertiwi persada nusantara yang terkenal dengan slogan “gemah ripah loh jinawi” akan merayakan hari ulang tahun yang ke-72. Sebuah umur bangsa dan negara yang boleh kita katakan syarat dengan berbagai pengalaman.

Pahit getirnya kemerdekaan bangsa Indonesia tercinta ini dibawa dengan tumpah darahnya para pejuang bangsa di medan pertempuran, bangsa Indonesia telah banyak mengalami penjajahan. Baik penjajahan secara fisik, maupun secara mental. Tapi jerih payah para pejuang kemerdekaan terbayar dengan lahirnya dan diikrarkannya kemerdekaan bangsa Indonesia ini, dan bangsa Indonesia bisa merasakan sebuah kemerdekaan dan keluarnya bangsa Indonesia dari penjajahan di atas muka bumi persada Nusantara ini.

Para pendiri bangsa dan para pejuang yang sudah rela mengorbankan harta, nyawa, darah, dan jiwa mereka demi sebuah kemerdekaan, sangat berharap agar Indonesia bisa tumbuh dan berkembang sebagai sebuah bangsa yang mandiri, dan merdeka serta terbebas dari bahaya dan rongrongan baik dari dalam maupun dari luar.

Sebagai generasi penerus bangsa kita sepatutnya berterima kasih, bersyukur serta mendoakan para pahlawan kita yang telah bersusah-payah, mengeluarkan cucuran keringat, darah yang telah mereka korbankan di medan pertempuran demi mencapai Kemerdekaan, dan kita seharusnya dapat banyak menimba ilmu, pelajaran, dan teladan hidup dari perjuangan para pahlawan bangsa Indonesia.

Ibarat sebuah mercu suar yang ada di tepi laut, yang menjadi pedoman dan acuan bagi semua nelayan dalam mengarungi samudra lautan, para pahlawan itu adalah penunjuk arah yang jelas bagi kehidupan kita. Sekarang dan masa depan yang penuh dengan tantangan, halangan, dan rintangan yang siap untuk kita hadapi secara bersama-sama demi sebuah pengharapan. Agar kita mampu secara bersama-sama bergandengan tangan dan bahu membahu untuk dapat membangun negeri dan bangsa Indonesia lebih maju, mandiri, unggul, dan berdaya saing.

Melalui sebuah kebersamaan dan kekompakan menjadi modal dasar yang akan menjadi sebuah fondasi dasar bagi kita, kaum generasi penerus bangsa untuk dapat membangun bumi tercinta ini.

Merayakan kemerdekaan bangsa Indonesia yang genap berulang tahun ke-72 saat ini, pemerintah mengangkat sebuah tema: “Indonesia Kerja Bersama” yang mempunyai makna, bersama membangun negeri demi kepentingan besar sebuah bangsa Indonesia melalui pembebasan ibu pertiwi dari penjajahan baik dari rongrongan bangsa Indonesia sendiri maupun bangsa asing.

Ini adalah sebuah cita-cita besar. The founding father kita Bung Karno sebagai proklamator mengatakan, supaya kita menggantungkan cita-cita kita setinggi langit, kemudian kita mengerjakan tugas-tugas kita bagaikan suatu panggilan, mengerjakannya dengan sepenuh hati, dengan rasa cinta, maka kitapun telah menjadi pahlawan dalam lingkungan kita. Jangan pantang menyerah atau patah semangat walaupun banyak terdapat tantangan atau godaan apapun tidak akan menggoyahkan kita.

Kita tidak akan pantang menyerah dengan mudah, dan kita harus berani. Berani dalam mewujudkan keinginan, dan mengambil risiko dalam sebuah pemikiran, dan pekerjaan yang kita jalani. Hasil dari keberanian akan menghasilkan keberhasilan, dan keberhasilan hanya buat mereka yang berani. Negeri ini perlu dan membutuhkan tangan-tangan dan orang-orang pemberani. Seperti kata Bung Karno “beri aku 1.000 orangtua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda, niscaya akan aku goncangkan dunia”.

Semangat kemerdekaan yang ke 72 ini juga seharusnya melahirkan semangat pengorbanan dan rela berkorban, apapun yang kita lakukan perlu pengorbanan. Bahkan kalau kita tidak melakukan apa-apa, kita juga telah mengorbankan sesuatu yaitu kesempatan. Hidup ini memang menuntut pengorbanan, pengorbanan adalah sebuah kata yang indah dan dinamis. Karena itu perkembangan pengetahuan dan pengalaman dengan perubahan roda waktu yang berputar identik dengan pengorbanan yaitu berubah dan berkembang.

Prinsip ini adalah mutlak dan tak terpengaruh oleh ruang dan waktu. Seiring dengan perubahan, maka setiap zaman memiliki cara berkorban sendiri dan mempunyai kekhasan sendiri pula.

Dengan semangat kemerdekaan saat ini, marilah kita membangun negeri tercinta dengan bekal sebuah cita-cita, keberanian, semangat pantang menyerah, dan kemauan untuk rela berkorban dalam menghadapi cobaan, rintangan, dan tantangan yang ada di depan.

Sebagai generasi penerus bangsa ini wajib merenungkan untaian kata berikut: “Tiada pengorbanan yang sia-sia, dan tiada rintangan yang tak dapat diatasi.

Dirgahayu ke-72 Republik Indonesia, jayalah negeriku, jayalah bangsaku. Majulah Indonesia!!! (udi)

*) Staf Pelaksana DPMK Kabupaten Berau 

loading...

BACA JUGA

Minggu, 18 Februari 2018 11:07

Selang Rp 500 Juta di Pembuluh Saya

KEMBALI opname, saya langsung diinfus delapan botol. Dokter Mohammed Tauqeer Ahmad, ahli syaraf itu,…

Sabtu, 17 Februari 2018 00:43

Tergoda Lanzhou Lamian Satu-satunya

ROBERT Lai mengabarkan kesuksesan operasi itu ke keluarga saya di Surabaya yang sedang menata barang…

Jumat, 16 Februari 2018 10:40

Valentine Berdarah

SEPERTIsudah menjadi tradisi bagi para pemuda mengadakan pagelaran bernuansa “cinta” pada…

Jumat, 16 Februari 2018 10:20

Pisau di Tangan Benjamin Chua dan Manish

TIBALAH saat operasi itu. Tempat tidur saya didorong dari kamar 803. Menuju ruang operasi di Rumah Sakit…

Kamis, 15 Februari 2018 10:11

Trauma Pilih Kasih dan Harta Warisan

PILIH kasih bisa menyebabkan trauma. Sikap orang tua yang pilih kasih pada anak pada akhirnya memang…

Selasa, 13 Februari 2018 00:04

Mengandalkan Kreativitas Bubur Remas

SETELAH anak-menantu-cucu ke Makkah, tinggal saya dan istri di Madinah. Kesakitan. Tergolek di tempat…

Senin, 12 Februari 2018 09:51

Lambatnya Pertumbuhan Ekonomi Suatu Daerah

PERTUMBUHAN ekonomi suatu daerah sangat dipengaruhi oleh permasalahan ekonomi yang dihadapi daerah tersebut.…

Senin, 12 Februari 2018 09:36

Rakus Lentil dan Kurma Mentah Beku

SEMUA itu bermula di hari kedua saya berada di Madinah. Sehari sebelumnya kami tiba dari Surabaya setelah…

Minggu, 11 Februari 2018 11:24

Trauma sejak Umur 15 Tahun

“PAK, tolong bantu saya. Saya tidak kuat. Saya sudah tidak sanggup. Rasanya mau mati saja,”…

Minggu, 11 Februari 2018 11:11

Merelakan Ditinggal Anak, Cucu dan Menantu

SAYA sabar menunggu pencernaan saya istirahat. Tidak makan apa pun. Dada dan punggung memang masih sakit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .