MANAGED BY:
SABTU
18 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Senin, 14 Agustus 2017 11:11
Harga Lada Terjun Bebas, Petani Nilai Pemkab Berdiam Diri
MEROSOT TAJAM: Petani di wilayah pesisir selatan Berau meminta Pemkab Berau melakukan tindakan agar harga lada kembali normal seperti dua tahun lalu.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Harga komoditas lada di wilayah pesisir selatan Berau, kian merosot. Sempat bertahan di angka Rp 70 ribu per kilogram (kg) awal tahun ini, kini, nilainya hanya Rp 50 ribu per kg.0

Kondisi itu membuat petani lada gelisah. Sayangnya, di tengah kondisi harga yang terjun bebas, perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau pada komoditas tersebut terbilang minim.

Berdasarkan informasi dari sejumlah petani di pesisir, harga lada sempat mencapai puncak Rp 165 ribu per kg, 2015 lalu. Ketika memasuki panen pada 2016, harga lada kembali anjlok Rp 125 ribu per kg.

Wakidi, salah seorang petani Lada di Kecamatan Biatan mengaku, turunnya harga lada merupakan pukulan telak bagi ia dan sejumlah warga yang bergantung pada tanaman tersebut. Sebab, harga Rp 50 ribu per kg dinilai tak masuk akal.

“Ya jelas harga lada yang terus mengalami penurunan membunuh mata pencaharian kami (petani lada). Pendapatan kami berkurang mencapai 70 persen. Lain untung yang didapat, tapi buntung,” ungkapnya kepada Berau Post, belum lama ini.

Menurutnya, turunnya harga lada merupakan permainan tengkulak. Maraknya, warga yang mulai menanam lada, justru membuat harga lada terganggu. Ia menduga terdapat beberapa oknum yang dengan sengaja mempermainkan harga.

Kendati demikian, dirinya tetap melepaskan lada untuk dijual demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Mau tidak mau saya harus jual. Kalau tidak begitu, apa yang mau dipakai makan dan keperluan lain. Sementara, sumber mata pencaharian kami hanya itu,” terangnya.

Sukaidi petani lada Kecamatan Batu Putih mengutarakan hal serupa. Ia mengatakan, anjloknya harga lada membuat dirinya patah semangat melakukan rutinitas mencari pundi-pundi rupiah.

“Mau beralih ke perkebunan lain sayang. Karena, saya sudah menekuninya selama delapan tahun. Ya hanya bisa pasrah dengan keadaan dan menunggu membaiknya harga lada saja. Meskipun entah kapan,” akunya.

Dirinya mempertanyakan kinerja Pemkab Berau yang dianggap tidak melakukan tindakan mengatasi merosotnya harga lada saat ini.

“Mana pemerintah di situasi ini. Yang hanya duduk manis di kantor dengan penyejuk udara dan hanya menonton kesulitan yang menimpa kami. Jika emang peduli, pasti mereka mendatangi petani dan mencarikan solusi. Nyatanya tidak ada,” kesalnya sembari mengatakan kalau ada perlunya saja datangi rakyat kecil. “Ya saya dan petani lainnya, pasti berharap yang sama. Yaitu, menginginkan harga kembali normal kembali,” pungkasnya. (*/jun/rio)


BACA JUGA

Sabtu, 04 November 2017 12:07

Investasi Meningkat walau Ekonomi Melambat

TANJUNG REDEB – Naiknya harga kelapa sawit, ditambah semakin banyak perusahaan yang ingin berinvestasi…

Jumat, 03 November 2017 11:13

Produksi Menurun, Bukan karena Petani

TALISAYAN – Menurunnya produksi beras, bukan disebabkan karena menurutnya minat masyarakat menjadi…

Kamis, 02 November 2017 00:26

Produksi Padi Menurun Setiap Tahun

TANJUNG REDEB – Pertumbuhan produksi padi di Kabupaten Berau sampai saat ini belum sejalan dengan…

Kamis, 02 November 2017 00:16

Harga Kebutuhan Pokok Stabil

TANJUNG REDEB - Sejumlah bahan pangan di Pasar Sanggam Adji Dilayas mengalami fluktuasi atau ketidak…

Rabu, 01 November 2017 10:31

Antrean Pengangkutan, Semen Langka Beberapa Pekan

TANJUNG REDEB – Kelangkaan semen kembali terjadi di Kabupaten Berau. Penyebabnya, dijelaskan Kepala…

Selasa, 31 Oktober 2017 11:24

Harga Lada Masih Terpuruk

BIATAN – Rendahnya harga jual lada yang kini bertahan di angka Rp 60 ribu per kilogram (kg), menjadi…

Senin, 30 Oktober 2017 11:01

Minim Regenerasi Petani

WALAU punya potensi lahan pertanian yang masih sangat luas, ditambah peralatan serba mesin untuk…

Jumat, 27 Oktober 2017 11:18

Lahan Tersedia, Bibit Belum Siap

TANJUNG REDEB – Informasi Berau ditunjuk Kementerian Pertanian mendapat bantuan untuk ekstensifikasi…

Kamis, 26 Oktober 2017 10:58

Pertanian Kian Mengeliat di Biatan Ilir

TALISAYAN – Pemerintah Kampung Biatan Ilir terus meningkatkan sektor pertanian. Tak hanya infrastuktur…

Kamis, 26 Oktober 2017 10:45

Berau Coal Jamin Nasib Karyawan

TANJUNG REDEB – Penghapusan emiten saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) dari lantai perdagangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .