MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Senin, 14 Agustus 2017 11:11
Harga Lada Terjun Bebas, Petani Nilai Pemkab Berdiam Diri
MEROSOT TAJAM: Petani di wilayah pesisir selatan Berau meminta Pemkab Berau melakukan tindakan agar harga lada kembali normal seperti dua tahun lalu.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Harga komoditas lada di wilayah pesisir selatan Berau, kian merosot. Sempat bertahan di angka Rp 70 ribu per kilogram (kg) awal tahun ini, kini, nilainya hanya Rp 50 ribu per kg.0

Kondisi itu membuat petani lada gelisah. Sayangnya, di tengah kondisi harga yang terjun bebas, perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau pada komoditas tersebut terbilang minim.

Berdasarkan informasi dari sejumlah petani di pesisir, harga lada sempat mencapai puncak Rp 165 ribu per kg, 2015 lalu. Ketika memasuki panen pada 2016, harga lada kembali anjlok Rp 125 ribu per kg.

Wakidi, salah seorang petani Lada di Kecamatan Biatan mengaku, turunnya harga lada merupakan pukulan telak bagi ia dan sejumlah warga yang bergantung pada tanaman tersebut. Sebab, harga Rp 50 ribu per kg dinilai tak masuk akal.

“Ya jelas harga lada yang terus mengalami penurunan membunuh mata pencaharian kami (petani lada). Pendapatan kami berkurang mencapai 70 persen. Lain untung yang didapat, tapi buntung,” ungkapnya kepada Berau Post, belum lama ini.

Menurutnya, turunnya harga lada merupakan permainan tengkulak. Maraknya, warga yang mulai menanam lada, justru membuat harga lada terganggu. Ia menduga terdapat beberapa oknum yang dengan sengaja mempermainkan harga.

Kendati demikian, dirinya tetap melepaskan lada untuk dijual demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Mau tidak mau saya harus jual. Kalau tidak begitu, apa yang mau dipakai makan dan keperluan lain. Sementara, sumber mata pencaharian kami hanya itu,” terangnya.

Sukaidi petani lada Kecamatan Batu Putih mengutarakan hal serupa. Ia mengatakan, anjloknya harga lada membuat dirinya patah semangat melakukan rutinitas mencari pundi-pundi rupiah.

“Mau beralih ke perkebunan lain sayang. Karena, saya sudah menekuninya selama delapan tahun. Ya hanya bisa pasrah dengan keadaan dan menunggu membaiknya harga lada saja. Meskipun entah kapan,” akunya.

Dirinya mempertanyakan kinerja Pemkab Berau yang dianggap tidak melakukan tindakan mengatasi merosotnya harga lada saat ini.

“Mana pemerintah di situasi ini. Yang hanya duduk manis di kantor dengan penyejuk udara dan hanya menonton kesulitan yang menimpa kami. Jika emang peduli, pasti mereka mendatangi petani dan mencarikan solusi. Nyatanya tidak ada,” kesalnya sembari mengatakan kalau ada perlunya saja datangi rakyat kecil. “Ya saya dan petani lainnya, pasti berharap yang sama. Yaitu, menginginkan harga kembali normal kembali,” pungkasnya. (*/jun/rio)


BACA JUGA

Sabtu, 14 April 2018 12:06

Harga Masih Rendah, Petani Lada Dilema

BATU PUTIH - Tren harga lada yang buruk sepertinya masih akan terus berlanjut di wilayah pesisir selatan…

Sabtu, 14 April 2018 12:03

Mulai Terjadi Fluktuasi Harga

TANJUNG REDEB – Harga kebutuhan bahan pokok mengalami fluktuasi. Pasokan disebut-sebut sebagai…

Sabtu, 14 April 2018 12:02

HBA Stabil, Ekonomi Membaik

TANJUNG REDEB – Kestabilan harga batu bara membuat sejumlah pengusaha kembali bergairah untuk…

Jumat, 13 April 2018 11:50

Faktor Kondisi Tanah, Setara dengan Kelapa Sawit

Ada banyak cara untuk mendongkrak perekonomian. Salah satu yang dapat dicontoh seperti mengikuti langkah…

Jumat, 13 April 2018 11:48

Tumbuhkan Motivasi UMKM

TANJUNG REDEB - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hingga kini masih menjadi salah satu sektor unggulan…

Jumat, 13 April 2018 11:47

Intensitas Hujan Tinggi, Pengusaha Bata Merugi

TANJUNG REDEB – Hujan dalam beberapa pekan terakhir, menghambat  proses pengeringan bata.…

Kamis, 12 April 2018 12:57

Siapkan Sistem Distribusi dan Pengawasan

TALISAYAN – Pembahasan pendistribusian dan pengawasan tabung elpiji tiga kilogram (3 kg) dengan…

Kamis, 12 April 2018 12:39

Stok Beras Bulog Aman hingga Ramadan

TANJUNG REDEB – Badan Urusan Logistik (Bulog) Berau memastikan stok beras aman untuk memenuhi…

Kamis, 12 April 2018 12:37

Pedagang Resah, Kerugian Menghantui

TANJUNG REDEB – Harga kebutuhan bahan pokok, terutama bumbu dapur mengalami fluktuasi dalam beberapa…

Rabu, 11 April 2018 11:55

Akui Kelapa Sawit Lebih Menguntungkan

BATU PUTIH – Polemik sektor pertanian masih terjadi. Bahkan, di Kecamatan Batu Putih, para petani…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .