MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Senin, 14 Agustus 2017 11:11
Harga Lada Terjun Bebas, Petani Nilai Pemkab Berdiam Diri
MEROSOT TAJAM: Petani di wilayah pesisir selatan Berau meminta Pemkab Berau melakukan tindakan agar harga lada kembali normal seperti dua tahun lalu.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Harga komoditas lada di wilayah pesisir selatan Berau, kian merosot. Sempat bertahan di angka Rp 70 ribu per kilogram (kg) awal tahun ini, kini, nilainya hanya Rp 50 ribu per kg.0

Kondisi itu membuat petani lada gelisah. Sayangnya, di tengah kondisi harga yang terjun bebas, perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau pada komoditas tersebut terbilang minim.

Berdasarkan informasi dari sejumlah petani di pesisir, harga lada sempat mencapai puncak Rp 165 ribu per kg, 2015 lalu. Ketika memasuki panen pada 2016, harga lada kembali anjlok Rp 125 ribu per kg.

Wakidi, salah seorang petani Lada di Kecamatan Biatan mengaku, turunnya harga lada merupakan pukulan telak bagi ia dan sejumlah warga yang bergantung pada tanaman tersebut. Sebab, harga Rp 50 ribu per kg dinilai tak masuk akal.

“Ya jelas harga lada yang terus mengalami penurunan membunuh mata pencaharian kami (petani lada). Pendapatan kami berkurang mencapai 70 persen. Lain untung yang didapat, tapi buntung,” ungkapnya kepada Berau Post, belum lama ini.

Menurutnya, turunnya harga lada merupakan permainan tengkulak. Maraknya, warga yang mulai menanam lada, justru membuat harga lada terganggu. Ia menduga terdapat beberapa oknum yang dengan sengaja mempermainkan harga.

Kendati demikian, dirinya tetap melepaskan lada untuk dijual demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Mau tidak mau saya harus jual. Kalau tidak begitu, apa yang mau dipakai makan dan keperluan lain. Sementara, sumber mata pencaharian kami hanya itu,” terangnya.

Sukaidi petani lada Kecamatan Batu Putih mengutarakan hal serupa. Ia mengatakan, anjloknya harga lada membuat dirinya patah semangat melakukan rutinitas mencari pundi-pundi rupiah.

“Mau beralih ke perkebunan lain sayang. Karena, saya sudah menekuninya selama delapan tahun. Ya hanya bisa pasrah dengan keadaan dan menunggu membaiknya harga lada saja. Meskipun entah kapan,” akunya.

Dirinya mempertanyakan kinerja Pemkab Berau yang dianggap tidak melakukan tindakan mengatasi merosotnya harga lada saat ini.

“Mana pemerintah di situasi ini. Yang hanya duduk manis di kantor dengan penyejuk udara dan hanya menonton kesulitan yang menimpa kami. Jika emang peduli, pasti mereka mendatangi petani dan mencarikan solusi. Nyatanya tidak ada,” kesalnya sembari mengatakan kalau ada perlunya saja datangi rakyat kecil. “Ya saya dan petani lainnya, pasti berharap yang sama. Yaitu, menginginkan harga kembali normal kembali,” pungkasnya. (*/jun/rio)


BACA JUGA

Kamis, 13 September 2018 14:00

Harga Kedelai Naik, Tempe Masih Normal

TANJUNG REDEB - Naiknya harga kedelai tak berpengaruh besar terjadap penjualan tempe di Pasar Sanggam…

Selasa, 11 September 2018 13:51

Tingkatkan Budidaya Perikanan lewat Program Intensifikasi

TANJUNG REDEB – Program intensifikasi pembudidaya unggulan, mulai dijalankan Dinas Perikanan Berau.…

Senin, 10 September 2018 12:52

Harga Buah Impor Naik

TANJUNG REDEB – Diduga nilai tukar dolar terhadap rupiah yang melonjak tinggi, berpengaruh pada…

Senin, 10 September 2018 12:51

Turun Tiga Kali, Petani Keluhkan Harga Kelapa Sawit

BATU PUTIH - Petani kelapa sawit yang berada di wilayah Kecamatan Batu Putih kembali mengeluh lantaran…

Kamis, 06 September 2018 15:06

Penyaluran Elpiji 3 Kg Masih Tak Tepat Sasaran

TANJUNG REDEB - Sulitnya mendapatkan tabung gas melon di sejumlah kampung wilayah pesisir selatan Berau,…

Selasa, 04 September 2018 10:58

Cuaca Tak Menentu Pengaruhi Harga Sayur

TANJUNG REDEB - Harga sayuran di Pasar Sanggam Adji Dilayas mengalami perubahan begitu cepat setiap…

Selasa, 04 September 2018 10:57

Pertanian dan Perkebunan Jadi Andalan Sumber Mulya

TALISAYAN - Hingga kini sektor pertanian masih menjadi salah satu usaha dalam menopang perekonomian…

Jumat, 31 Agustus 2018 14:03

Gas Elpiji di Pesisir Kerap Kosong

TALISAYAN - Kurang lancarnya pasokan gas elpiji di sejumlah wilayah di pesisir selatan Berau, berdampak…

Selasa, 28 Agustus 2018 11:35

Pasokan Berkurang, Harga Telur Ayam Naik

TANJUNG REDEB – Sudah sekitar sepekan harga telur ayam mengalami kenaikan. Meski tak signifikan,…

Jumat, 24 Agustus 2018 13:40

Peternakan Berau Jadi Rujukan

SAMBALIUNG – Konsumsi daging ayam potong masyarakat Kabupaten Berau, terus meningkat dalam beberapa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .