MANAGED BY:
SELASA
17 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Senin, 14 Agustus 2017 11:11
Harga Lada Terjun Bebas, Petani Nilai Pemkab Berdiam Diri
MEROSOT TAJAM: Petani di wilayah pesisir selatan Berau meminta Pemkab Berau melakukan tindakan agar harga lada kembali normal seperti dua tahun lalu.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Harga komoditas lada di wilayah pesisir selatan Berau, kian merosot. Sempat bertahan di angka Rp 70 ribu per kilogram (kg) awal tahun ini, kini, nilainya hanya Rp 50 ribu per kg.0

Kondisi itu membuat petani lada gelisah. Sayangnya, di tengah kondisi harga yang terjun bebas, perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau pada komoditas tersebut terbilang minim.

Berdasarkan informasi dari sejumlah petani di pesisir, harga lada sempat mencapai puncak Rp 165 ribu per kg, 2015 lalu. Ketika memasuki panen pada 2016, harga lada kembali anjlok Rp 125 ribu per kg.

Wakidi, salah seorang petani Lada di Kecamatan Biatan mengaku, turunnya harga lada merupakan pukulan telak bagi ia dan sejumlah warga yang bergantung pada tanaman tersebut. Sebab, harga Rp 50 ribu per kg dinilai tak masuk akal.

“Ya jelas harga lada yang terus mengalami penurunan membunuh mata pencaharian kami (petani lada). Pendapatan kami berkurang mencapai 70 persen. Lain untung yang didapat, tapi buntung,” ungkapnya kepada Berau Post, belum lama ini.

Menurutnya, turunnya harga lada merupakan permainan tengkulak. Maraknya, warga yang mulai menanam lada, justru membuat harga lada terganggu. Ia menduga terdapat beberapa oknum yang dengan sengaja mempermainkan harga.

Kendati demikian, dirinya tetap melepaskan lada untuk dijual demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Mau tidak mau saya harus jual. Kalau tidak begitu, apa yang mau dipakai makan dan keperluan lain. Sementara, sumber mata pencaharian kami hanya itu,” terangnya.

Sukaidi petani lada Kecamatan Batu Putih mengutarakan hal serupa. Ia mengatakan, anjloknya harga lada membuat dirinya patah semangat melakukan rutinitas mencari pundi-pundi rupiah.

“Mau beralih ke perkebunan lain sayang. Karena, saya sudah menekuninya selama delapan tahun. Ya hanya bisa pasrah dengan keadaan dan menunggu membaiknya harga lada saja. Meskipun entah kapan,” akunya.

Dirinya mempertanyakan kinerja Pemkab Berau yang dianggap tidak melakukan tindakan mengatasi merosotnya harga lada saat ini.

“Mana pemerintah di situasi ini. Yang hanya duduk manis di kantor dengan penyejuk udara dan hanya menonton kesulitan yang menimpa kami. Jika emang peduli, pasti mereka mendatangi petani dan mencarikan solusi. Nyatanya tidak ada,” kesalnya sembari mengatakan kalau ada perlunya saja datangi rakyat kecil. “Ya saya dan petani lainnya, pasti berharap yang sama. Yaitu, menginginkan harga kembali normal kembali,” pungkasnya. (*/jun/rio)


BACA JUGA

Kamis, 05 Juli 2018 13:31

Juni, Harga TBS Kembali Turun

TANJUNG REDEB - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mengalami…

Selasa, 03 Juli 2018 11:11

Cuaca Tak Menentu, Pembuat Bata Merugi

TANJUNG REDEB - Tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir, mengakibatkan para pengrajin batu…

Selasa, 03 Juli 2018 11:11

Harga Sawit Turun, Petani Tak Khawatir

BATU PUTIH - Menurunnya harga hasil perkebunan tidak hanya lada saja. Saat ini, harga kelapa sawit di…

Sabtu, 30 Juni 2018 12:18

Tingkatkan PAK Lewat Sektor Perikanan

TALISAYAN – Tingkatkan Pendaptan Asli Kampung (PAK) Pemerintah Kampung Talisayan, Kecamatan Talisayan,…

Jumat, 29 Juni 2018 10:57

Harga Lada Selalu Turun Drastis

TANJUNG REDEB – Data dari Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Berau, disebutkan harga lada saat…

Selasa, 26 Juni 2018 12:15

Bantuan Sapi Diganti Program Inseminasi Buatan

TANJUNG REDEB - Dinas Pertanian dan Peternakan Berau, terus menggalakkan berbagai program guna mempertahankan…

Senin, 25 Juni 2018 11:57

Disperindagkop Dukung Peningkatan Kualitas Produk IKM

TANJUNG REDEB - Kabar baik bagi para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Bumi Batiwakkal, dalam…

Minggu, 24 Juni 2018 12:17

Budidaya Pala Mulai Diminati Masyarakat

BATU PUTIH - Perkebunan pala kini mulai dilirik sebagian masyarakat yang berada di wilayah pesisir selatan…

Sabtu, 23 Juni 2018 13:26

Tingkatkan Potensi Budidaya Perikanan

TANJUNG REDEB - Berau memiliki potensi besar dalam bidang budidaya perikanan, bahkan saat ini Berau…

Jumat, 22 Juni 2018 10:28

Libur Usai, Warga Mulai Ramai Gadai Emas

TANJUNG REDEB - Pasca libur Lebaran, masyarakat mulai ramai melakukan permintaan pembiayaan melalui…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .