MANAGED BY:
MINGGU
21 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Senin, 14 Agustus 2017 11:11
Harga Lada Terjun Bebas, Petani Nilai Pemkab Berdiam Diri
MEROSOT TAJAM: Petani di wilayah pesisir selatan Berau meminta Pemkab Berau melakukan tindakan agar harga lada kembali normal seperti dua tahun lalu.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Harga komoditas lada di wilayah pesisir selatan Berau, kian merosot. Sempat bertahan di angka Rp 70 ribu per kilogram (kg) awal tahun ini, kini, nilainya hanya Rp 50 ribu per kg.0

Kondisi itu membuat petani lada gelisah. Sayangnya, di tengah kondisi harga yang terjun bebas, perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau pada komoditas tersebut terbilang minim.

Berdasarkan informasi dari sejumlah petani di pesisir, harga lada sempat mencapai puncak Rp 165 ribu per kg, 2015 lalu. Ketika memasuki panen pada 2016, harga lada kembali anjlok Rp 125 ribu per kg.

Wakidi, salah seorang petani Lada di Kecamatan Biatan mengaku, turunnya harga lada merupakan pukulan telak bagi ia dan sejumlah warga yang bergantung pada tanaman tersebut. Sebab, harga Rp 50 ribu per kg dinilai tak masuk akal.

“Ya jelas harga lada yang terus mengalami penurunan membunuh mata pencaharian kami (petani lada). Pendapatan kami berkurang mencapai 70 persen. Lain untung yang didapat, tapi buntung,” ungkapnya kepada Berau Post, belum lama ini.

Menurutnya, turunnya harga lada merupakan permainan tengkulak. Maraknya, warga yang mulai menanam lada, justru membuat harga lada terganggu. Ia menduga terdapat beberapa oknum yang dengan sengaja mempermainkan harga.

Kendati demikian, dirinya tetap melepaskan lada untuk dijual demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Mau tidak mau saya harus jual. Kalau tidak begitu, apa yang mau dipakai makan dan keperluan lain. Sementara, sumber mata pencaharian kami hanya itu,” terangnya.

Sukaidi petani lada Kecamatan Batu Putih mengutarakan hal serupa. Ia mengatakan, anjloknya harga lada membuat dirinya patah semangat melakukan rutinitas mencari pundi-pundi rupiah.

“Mau beralih ke perkebunan lain sayang. Karena, saya sudah menekuninya selama delapan tahun. Ya hanya bisa pasrah dengan keadaan dan menunggu membaiknya harga lada saja. Meskipun entah kapan,” akunya.

Dirinya mempertanyakan kinerja Pemkab Berau yang dianggap tidak melakukan tindakan mengatasi merosotnya harga lada saat ini.

“Mana pemerintah di situasi ini. Yang hanya duduk manis di kantor dengan penyejuk udara dan hanya menonton kesulitan yang menimpa kami. Jika emang peduli, pasti mereka mendatangi petani dan mencarikan solusi. Nyatanya tidak ada,” kesalnya sembari mengatakan kalau ada perlunya saja datangi rakyat kecil. “Ya saya dan petani lainnya, pasti berharap yang sama. Yaitu, menginginkan harga kembali normal kembali,” pungkasnya. (*/jun/rio)


BACA JUGA

Selasa, 16 Januari 2018 00:14

Petani Lada Masih Cemas

TALISAYAN – Petani lada di wilayah Kecamatan Talisayan, masih khawatir harga salah satu komoditi…

Senin, 15 Januari 2018 12:22

Petani Hanya Gigit Jari

TALISAYAN –Tingginya harga cabai di pasaran, justru tak dinikmati petani di wilayah pesisir selatan…

Senin, 15 Januari 2018 12:19

Pemerintah Harus Tetapkan HET Cabai

TANJUNG REDEB – Persoalan harga cabai memang menjadi polemik pasar yang cukup “pedas”…

Minggu, 14 Januari 2018 10:18

Harga Lada Kian Darurat, Petani Ubah Pola Penanaman

TANJUNG REDEB – Penurunan harga lada sejak tahun lalu, membuat para petani kian resah. Pada pertemuan…

Minggu, 14 Januari 2018 10:16

Cuaca Buruk, Pasokan Ikan Stabil

TELUK BAYUR – Stok ikan di Berau masih dalam kondisi aman, meski saat ini sedang memasuki musim…

Minggu, 14 Januari 2018 10:10

Harga Cabai Tak Kunjung Turun

TANJUNG REDEB - Jika di beberapa daerah harga komoditas sayuran sudah mulai menurun saat memasuki pertengahan…

Sabtu, 13 Januari 2018 12:21

Tekan Harga Sembako Agar Tetap Stabil

TANJUNG REDEB - Untuk mengantisipasi melonjaknya harga kebutuhan bahan pokok, Dinas Perindustrian…

Sabtu, 13 Januari 2018 12:06

Pencairan Dana Bergulir bagi UMKM, Tunggu Payung Hukum

TANJUNG REDEB – Pemkab Berau melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop)…

Selasa, 09 Januari 2018 11:28

Lirik Perkebunan Sawit, Tetap Perhatikan Pertanian

TALISAYAN – Berbeda dengan Imam Supriadi, mantan Kepala Kampung Eka Sapta yang menggeliatkan komoditas…

Selasa, 09 Januari 2018 11:24

Tambah Anggaran untuk Balai Benih Ikan

TANJUNG REDEB - Dinas Perikanan Berau, tengah fokus dalam mengembangkan budidaya ikan di Kabupaten Berau.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .