MANAGED BY:
RABU
22 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

PEMERINTAHAN

Selasa, 15 Agustus 2017 10:04
Bisa Lebih Cepat, Investor dan Fasilitas Siap

Pembahasan soal KEK Maratua

SERIUS: Wabup Agus Tantomo (tengah) berbincang serius dengan Dadang Rizki Ratman,membahas soal KEK Maratua

PROKAL.CO, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maratua, masih terus berproses. Batas waktu juga tak ada. Namun, diharapkan tuntas tahun ini. Bila itu terealisasi, akan banyak kemudahan bisa didapatkan bagi pengelolaan wisata di pulau terdepan Kaltim tersebut.

WAKIL Bupati Berau Agus Tantomo tak kenal lelah, agar KEK Maratua bisa mendapat pengakuan resmi dari pemerintah. Berbagai pertemuanpun juga sering diikuti, agar proses perjalanan KEK Maratua terus berlanjut.

Akhir pekan lalu, wabup bertemu Dadang Rizki, deputi bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Kemenpar. Dalam diskusi itu, sempat dibahas soal luasan lahan di Maratua yang tidak dalam satu kawasan, yang menjadi salah satu penentu. Kondisi ini yang membedakan antara KEK Maratua dengan KEK yang sudah ada."Kondisi geografis Maratua seperti itu,"kata Agus Tantomo

Bahwa lahan di Maratua, yang sudah tersedia sekitar 125 hektare, adalah milik investor yang akan membangun fasilitas pariwisata. Investor yang tercatat sebanyak lebih dari 5 pengusaha inilah yang sepakat bergabung. Ingin Maratua jadi kawasan wisata yang terkelola dengan baik. Maka, KEK memang menjadi satu kekuatan besar.

Meski tidak dalan satu kawasan, Dadang menilai Maratua dengan berbagai exotisme yang dimiliki, bisa menjadi KEK wisata, seperti halnya yang sudah didapatkan oleh daerah lainnya, yang bersama-sama telah mengajukan status kawasan wisatanya. Yang membedakan, bahwa bila daerah lainnya, merupakan lahan yang disiapkan oleh Pemerintah daerah dan akan dikelola swasta, sementara sebaliknya di Maratua, sudah lebih dahulu dimiliki oleh investor.

“Idealnya Maratua harus mendapat prioritas,”kata Dadang

Namun, syarat lain masih harus dipenuhi, terutama terkait dengan rencana bisnis yang akan dilakukan setidaknya tiga tahun ke depan. Bisa dilakukan di masing-masing investor, atau secara umum satu nama baru dari perusahaan yang akan mengajukan KEK tersebut. Ini juga penting, sehingga dapat dihitung berapa besar investasi yang akan bergerak di pulau tersebut.

Gambaran menarik dari Dadang, selaku Deputi yang membidangi pengembangan destinasi, meyakinkan bahwa perolehan status kawasan ekonomi akan banyak keuntungan yang didapatkan. Walaupun di Maratua, Pemkab maupun Pemprov telah membangun fasilitas seperti bandara dan jalan, pemerintah pusat baik dari Kemenpar maupun lintas sektor lainnya akan memberikan dukungan penuh agar Maratua akan lebih banyak lagi menarik kunjungan wisata.

Bahwa investasi bisa datang dari mana saja.  Termasuk tawaran Nico Barito selaku duta besar Sychelles, yang telah dua kali berkunjung ke Maratua meyakinkan, bahwa selain menyediakan investor untuk datang, juga siap menempelkan Brand Image kemajuan pariwisata Sychelles di pulau Maratua.”Ini satu prestise yang mendunia yang didapatkan Maratua,”ungkap Wabup Agus Tantomo.

Bagaimanapun KEK harus terus berjalan sesuai rencana.  Djohan Ramli, salah satu pemilik lahan dan siap berinvestasi, mengaku tertarik dengan penjelasan Deputi pengembangan destinasi tersebut.  Begitupun ajakan Dubes Sychelles untuk melihat bagaimana perkembangan wisata di nebara kecil kepulauan tersebut.”Menarik tawaran itu (dubes), dan semakin bersemangat untuk membangun fasilitas pendukung KEK di Pulau Maratua,”kata Djohan Ramlie.(hms/app)

 

 

 


BACA JUGA

Senin, 20 November 2017 10:01

BKPRMI Cetak Generasi Muda Berakhlak

TANJUNG REDEB - Di tengah kemajuan zaman yang sangat cepat, diperlukan saringan kepada seluruh generasi…

Senin, 20 November 2017 10:00

Januari, 3.000 Wisatawan China Sasar Maratua

TANJUNG REDEB - Sepanjang tahun 2017, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus berupaya menggali potensi…

Sabtu, 18 November 2017 12:30

APBD 2018 Direncanakan Rp 1,8 Triliun

TANJUNG REDEB - Setelah penyampaian kebijakan umum anggaran dan penetapan plafon anggaran sementara…

Jumat, 17 November 2017 10:33

PDBI Pengkab Raih Medali Perunggu

TANJUNG REDEB - Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Pengkab Berau berhasil mendapatkan medali Perunggu…

Jumat, 17 November 2017 10:32

Tim Penilai Panji Pembangunan Sambangi Berau

TANJUNG REDEB - Tim Penilai Panji Pembangunan Provinsi Kalimantan Timur melakukan penilaian di Kabupaten…

Jumat, 17 November 2017 10:30

50 Pemakai Narkoba Meninggal Per Hari

TANJUNG REDEB – Penyalahgunaan narkoba di Indonesia, termasuk di Kabupaten Berau disebut sudah…

Jumat, 17 November 2017 10:29

Bank Sampah Solusi Atasi Sampah Berserakan

TANJUNG REDEB - Setelah disahkannya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Pengelolaan…

Kamis, 16 November 2017 11:21

HUT Ke-46, Korpri Gelar Jalan Santai

TANJUNG REDEB – Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Korpri menggelar rapat pemantapan persiapan…

Kamis, 16 November 2017 11:19

Dorong Penggunaan Produk Dalam Negeri

TANJUNG REDEB - Persaingan dalam dunia perdagangan semakin tinggi terutama dengan negara luar. Terlebih…

Kamis, 16 November 2017 11:17

Raih Gelar The Best Airport 2017

TANJUNG REDEB - Untuk ketiga kalinya, Bandara Kalimarau meraih penghargaan The Best Airport 2017 yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .