MANAGED BY:
SENIN
23 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

PEMERINTAHAN

Selasa, 15 Agustus 2017 10:04
Bisa Lebih Cepat, Investor dan Fasilitas Siap

Pembahasan soal KEK Maratua

SERIUS: Wabup Agus Tantomo (tengah) berbincang serius dengan Dadang Rizki Ratman,membahas soal KEK Maratua

PROKAL.CO, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maratua, masih terus berproses. Batas waktu juga tak ada. Namun, diharapkan tuntas tahun ini. Bila itu terealisasi, akan banyak kemudahan bisa didapatkan bagi pengelolaan wisata di pulau terdepan Kaltim tersebut.

WAKIL Bupati Berau Agus Tantomo tak kenal lelah, agar KEK Maratua bisa mendapat pengakuan resmi dari pemerintah. Berbagai pertemuanpun juga sering diikuti, agar proses perjalanan KEK Maratua terus berlanjut.

Akhir pekan lalu, wabup bertemu Dadang Rizki, deputi bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Kemenpar. Dalam diskusi itu, sempat dibahas soal luasan lahan di Maratua yang tidak dalam satu kawasan, yang menjadi salah satu penentu. Kondisi ini yang membedakan antara KEK Maratua dengan KEK yang sudah ada."Kondisi geografis Maratua seperti itu,"kata Agus Tantomo

Bahwa lahan di Maratua, yang sudah tersedia sekitar 125 hektare, adalah milik investor yang akan membangun fasilitas pariwisata. Investor yang tercatat sebanyak lebih dari 5 pengusaha inilah yang sepakat bergabung. Ingin Maratua jadi kawasan wisata yang terkelola dengan baik. Maka, KEK memang menjadi satu kekuatan besar.

Meski tidak dalan satu kawasan, Dadang menilai Maratua dengan berbagai exotisme yang dimiliki, bisa menjadi KEK wisata, seperti halnya yang sudah didapatkan oleh daerah lainnya, yang bersama-sama telah mengajukan status kawasan wisatanya. Yang membedakan, bahwa bila daerah lainnya, merupakan lahan yang disiapkan oleh Pemerintah daerah dan akan dikelola swasta, sementara sebaliknya di Maratua, sudah lebih dahulu dimiliki oleh investor.

“Idealnya Maratua harus mendapat prioritas,”kata Dadang

Namun, syarat lain masih harus dipenuhi, terutama terkait dengan rencana bisnis yang akan dilakukan setidaknya tiga tahun ke depan. Bisa dilakukan di masing-masing investor, atau secara umum satu nama baru dari perusahaan yang akan mengajukan KEK tersebut. Ini juga penting, sehingga dapat dihitung berapa besar investasi yang akan bergerak di pulau tersebut.

Gambaran menarik dari Dadang, selaku Deputi yang membidangi pengembangan destinasi, meyakinkan bahwa perolehan status kawasan ekonomi akan banyak keuntungan yang didapatkan. Walaupun di Maratua, Pemkab maupun Pemprov telah membangun fasilitas seperti bandara dan jalan, pemerintah pusat baik dari Kemenpar maupun lintas sektor lainnya akan memberikan dukungan penuh agar Maratua akan lebih banyak lagi menarik kunjungan wisata.

Bahwa investasi bisa datang dari mana saja.  Termasuk tawaran Nico Barito selaku duta besar Sychelles, yang telah dua kali berkunjung ke Maratua meyakinkan, bahwa selain menyediakan investor untuk datang, juga siap menempelkan Brand Image kemajuan pariwisata Sychelles di pulau Maratua.”Ini satu prestise yang mendunia yang didapatkan Maratua,”ungkap Wabup Agus Tantomo.

Bagaimanapun KEK harus terus berjalan sesuai rencana.  Djohan Ramli, salah satu pemilik lahan dan siap berinvestasi, mengaku tertarik dengan penjelasan Deputi pengembangan destinasi tersebut.  Begitupun ajakan Dubes Sychelles untuk melihat bagaimana perkembangan wisata di nebara kecil kepulauan tersebut.”Menarik tawaran itu (dubes), dan semakin bersemangat untuk membangun fasilitas pendukung KEK di Pulau Maratua,”kata Djohan Ramlie.(hms/app)

 

 

 


BACA JUGA

Selasa, 17 Juli 2018 01:14

Bupati Hadiri Halal Bihalal PGRI

TANJUNG REDEB - Bupati Berau Muharram bersama Sekretaris Kabupaten (Sekkab) M Gazali dan pejabat di…

Selasa, 17 Juli 2018 01:13

WUIIHH..!! Bakal Ada Patung Soekarno di Maratua

TANJUNG REDEB – Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) berencana…

Selasa, 17 Juli 2018 01:13

Wujudkan Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat

TANJUNG REDEB - Memiliki wilayah daratan yang luas dengan hutan yang masih terjaga dengan…

Selasa, 17 Juli 2018 01:12

Wabup Buka Diklat Capas 2018

TANJUNG REDEB – Wakil Bupati (Wabup) Berau Agus Tantomo didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga…

Senin, 16 Juli 2018 15:52

PAD Sektor Pariwisata Terus Meningkat

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, terus menggencarkan pengembangan sektor pariwisata…

Senin, 16 Juli 2018 15:51

Beri Dukungan Penuh Pembangunan Rumah Ibadah

TANJUNG REDEB – Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Tanjung Redeb, menggelar pesta pembangunan…

Senin, 16 Juli 2018 15:50

Bupati Muharram Nikahkan Putri Sulung

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram mengelar resepsi pernikahan putri pertamanya, Mufidah Haulah…

Senin, 16 Juli 2018 15:49

Maluang dan Tanjung Redeb Masuk 3 Besar

TANJUNG REDEB – Kampung Maluang dan Kelurahan Tanjung Redeb masuk dalam tiga besar pada keikutsertaannya…

Jumat, 13 Juli 2018 13:54

PKHB Masuk Tahap Implementasi Penuh

TANJUNG REDEB – Setelah berjalan selama 9 tahun, saat ini Program Karbon Hutan Berau (PKHB) akan…

Jumat, 13 Juli 2018 13:53

Maratua Jazz and Dive Fiesta Kembali Digelar

TANJUNG REDEB - Festival Maratua Jazz and Dive Fiesta akan kembali digelar di Pulau Maratua bulan ini.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .