MANAGED BY:
SABTU
21 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Jumat, 25 Agustus 2017 10:29
Nilai Jual Lada Rugikan Petani

Berharap Pemkab Tak Tutup Mata

TERJUN BEBAS: Harga lada merosot, untuk itu petani minta Pemkab Berau lakukan tindakan untuk mengatasi hal itu.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Merosotnya  harga komoditas lada dalam dua tahun terakhir, petani lada di wilayah pesisir selatan Berau kian terpuruk. Harga lada yang kini bertahan diharga Rp 50 ribu per kilogram, dinilai tak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan.

Petani pun berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bisa membantu dengan mencari solusi terkait hal itu. Kondisi ini pun membuat para petani lada salah satunya Yanto (41) kehilangan semangatnya untuk mengembangkan tanaman tersebut.

“Bagaimana kami (petani lada, Red) tidak kecewa, harga lada turun tidak masuk akal. Kalau harga lada hanya Rp 50 ribu per kilogramnya, jelas buat rugi karena tidak sesuai dengan operasional biaya perawatan,” keluhnya kepada Berau Post, Kamis (24/8).

“Ironisnya lagi, sampat sekarang tidak ada perhatian pemerintah terkait turunnya harga lada ini,” sambungnya.

Hal senada juga disampaikan petani lainnya Bujang (49) yang merupakan warga Kecamatan Talisayan. Dirinya berharap agar pemerintah tidak terus menerus menutup mata melihat kondisi lada seperti saat ini. Karena tanpa peran pemerintah, harga akan selalu dipermainkan ‘cukong-cukong’ besar dengan berbagai dalil agar mendapatkan keuntungan besar.

“Saya merasa, usaha petani untuk meningkatkan perekonomian jadi terkatung-katung. Mana peran pemerintah?” kesalnya.

Dikonfirmasi terkait hal itu Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau, Tamin, tidak bisa berkomentar terkait hal itu karena sedang mengikuti rapat kordinasi (rakor) di luar daerah.

Sementara itu, hal ini menjadi perhatian Anggota Komisi III DPRD Berau yang merupakan daerah pemilihan (Dapil) III Jasmine Hambali. Atas kondisi ini, dirinya meminta agar Pemkab Berau melalui Dinas Perkebunan (Disbun) dan Disperindakop segera menindaklanjuti keluhan petani lada.

“Ya jangan duduk manis saja dan hanya mengamati permasalahan ini. Itu yang menimbulkan polemik dan argumen negatif dari para petani,” ujarnya.

Menurutnya, wajar jika petani mempertanyakan kinerja atau perhatian  pemerintah. Karena selama ini, pemerintah hanya menyerap aspirasi, namun tidak ada solusi yang diberikan.

Seharusnya, jika terjadi penurunan dan berdampak pada nilai jual lokal, Pemkab Berau melalui instansi terkait harus terjun ke lapangan dan memberikan penjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

“Ini menyangkut mata pencaharian petani loh. Pemerintah harus sigap menanggapi hal ini. Setidaknya turun ke lapangan mendengarkan keluh kesah petani. Jadi mereka menganggap, ada perhatian diberikan pemerintah baru cari solusinya,” terangnya. (jun/sam)


BACA JUGA

Jumat, 13 April 2018 11:50

Faktor Kondisi Tanah, Setara dengan Kelapa Sawit

Ada banyak cara untuk mendongkrak perekonomian. Salah satu yang dapat dicontoh seperti mengikuti langkah…

Jumat, 13 April 2018 11:47

Intensitas Hujan Tinggi, Pengusaha Bata Merugi

TANJUNG REDEB – Hujan dalam beberapa pekan terakhir, menghambat  proses pengeringan bata.…

Kamis, 12 April 2018 12:57

Siapkan Sistem Distribusi dan Pengawasan

TALISAYAN – Pembahasan pendistribusian dan pengawasan tabung elpiji tiga kilogram (3 kg) dengan…

Kamis, 12 April 2018 12:39

Stok Beras Bulog Aman hingga Ramadan

TANJUNG REDEB – Badan Urusan Logistik (Bulog) Berau memastikan stok beras aman untuk memenuhi…

Kamis, 12 April 2018 12:37

Pedagang Resah, Kerugian Menghantui

TANJUNG REDEB – Harga kebutuhan bahan pokok, terutama bumbu dapur mengalami fluktuasi dalam beberapa…

Rabu, 11 April 2018 11:55

Akui Kelapa Sawit Lebih Menguntungkan

BATU PUTIH – Polemik sektor pertanian masih terjadi. Bahkan, di Kecamatan Batu Putih, para petani…

Selasa, 10 April 2018 00:09

Penyaluran Elpiji Dinilai Tak Tepat Sasaran

TALISAYAN – Pengambilan elpiji tiga kilogram (3 kg) menggunakan Kartu Berau Sejahtera (KBS) atau…

Minggu, 08 April 2018 00:36

BANTU Modal UMKM

TANJUNG REDEB – Mengatasi persoalan kebutuhan modal usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM), pemerintah…

Minggu, 08 April 2018 00:35

JELANG Ramadan, Waspada Kenaikan

TANJUNG REDEB – Untuk mengantisipasi lonjakan harga pangan yang kerap terjadi saat bulan Ramadan,…

Jumat, 06 April 2018 10:11

Kejar Target Kedaulatan Pangan

TANJUNG REDEB - Dalam rangka mewujudkan swasembada pangan dan mencapai kedaulatan pangan, sejak 2015…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .