MANAGED BY:
SELASA
24 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Jumat, 25 Agustus 2017 10:29
Nilai Jual Lada Rugikan Petani

Berharap Pemkab Tak Tutup Mata

TERJUN BEBAS: Harga lada merosot, untuk itu petani minta Pemkab Berau lakukan tindakan untuk mengatasi hal itu.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Merosotnya  harga komoditas lada dalam dua tahun terakhir, petani lada di wilayah pesisir selatan Berau kian terpuruk. Harga lada yang kini bertahan diharga Rp 50 ribu per kilogram, dinilai tak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan.

Petani pun berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bisa membantu dengan mencari solusi terkait hal itu. Kondisi ini pun membuat para petani lada salah satunya Yanto (41) kehilangan semangatnya untuk mengembangkan tanaman tersebut.

“Bagaimana kami (petani lada, Red) tidak kecewa, harga lada turun tidak masuk akal. Kalau harga lada hanya Rp 50 ribu per kilogramnya, jelas buat rugi karena tidak sesuai dengan operasional biaya perawatan,” keluhnya kepada Berau Post, Kamis (24/8).

“Ironisnya lagi, sampat sekarang tidak ada perhatian pemerintah terkait turunnya harga lada ini,” sambungnya.

Hal senada juga disampaikan petani lainnya Bujang (49) yang merupakan warga Kecamatan Talisayan. Dirinya berharap agar pemerintah tidak terus menerus menutup mata melihat kondisi lada seperti saat ini. Karena tanpa peran pemerintah, harga akan selalu dipermainkan ‘cukong-cukong’ besar dengan berbagai dalil agar mendapatkan keuntungan besar.

“Saya merasa, usaha petani untuk meningkatkan perekonomian jadi terkatung-katung. Mana peran pemerintah?” kesalnya.

Dikonfirmasi terkait hal itu Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau, Tamin, tidak bisa berkomentar terkait hal itu karena sedang mengikuti rapat kordinasi (rakor) di luar daerah.

Sementara itu, hal ini menjadi perhatian Anggota Komisi III DPRD Berau yang merupakan daerah pemilihan (Dapil) III Jasmine Hambali. Atas kondisi ini, dirinya meminta agar Pemkab Berau melalui Dinas Perkebunan (Disbun) dan Disperindakop segera menindaklanjuti keluhan petani lada.

“Ya jangan duduk manis saja dan hanya mengamati permasalahan ini. Itu yang menimbulkan polemik dan argumen negatif dari para petani,” ujarnya.

Menurutnya, wajar jika petani mempertanyakan kinerja atau perhatian  pemerintah. Karena selama ini, pemerintah hanya menyerap aspirasi, namun tidak ada solusi yang diberikan.

Seharusnya, jika terjadi penurunan dan berdampak pada nilai jual lokal, Pemkab Berau melalui instansi terkait harus terjun ke lapangan dan memberikan penjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

“Ini menyangkut mata pencaharian petani loh. Pemerintah harus sigap menanggapi hal ini. Setidaknya turun ke lapangan mendengarkan keluh kesah petani. Jadi mereka menganggap, ada perhatian diberikan pemerintah baru cari solusinya,” terangnya. (jun/sam)


BACA JUGA

Kamis, 05 Oktober 2017 10:57

Tak Ikuti HET, Siap-Siap Ditindak

TALISAYAN -  Persoalan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium di Kecamatan Talisayan, tak…

Rabu, 04 Oktober 2017 10:43

Pasokan Menurun, Harga Sayuran Naik

TANJUNG REDEB – Menurunnya pasokan sayuran dari petani kepada pedagang sayur-mayur di Pasar SanggamAdjiDilayas,…

Rabu, 04 Oktober 2017 10:40

Pembudidaya Ikan Sulit Pasarkan Hasil Panen

TANJUNG REDEB – Pembudidaya ikan di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Bedungun mengeluh. Mereka sulit…

Selasa, 03 Oktober 2017 09:40

COCOK DAH..!! Demi Pertanian, Daerah Ini Tolak Kelapa Sawit

TALISAYAN – Pemerintah Kecamatan Talisayan berkomitmen tidak akan merekomendasikan perizinan baru…

Jumat, 29 September 2017 00:23

HET Beras di Berau Belum Diterapkan

TANJUNG REDEB – Diberlakukannya Peraturan Menteri  Perdagangan (Permendag) Nomor 47 Tahun…

Kamis, 28 September 2017 09:22

Petani Keluhkan Minimnya Sarpras

TALISAYAN - Kabupaten Berau menjadi daerah penghasil jagung terbesar di Kaltim. Kontribusi daerah berjulukan…

Kamis, 28 September 2017 09:19

Disperindagkop Klaim Persediaan Elpiji Aman

TANJUNG REDEB – Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Berau klaim persediaan…

Rabu, 27 September 2017 18:05

Kerja Sama dengan Pemerintah Tiongkok

BELAJAR bisa di mana saja, kapan pun dengan berbagai orang. Tanpa terkecuali dengan negara tetangga.…

Rabu, 27 September 2017 10:13

Target 1.800 Hektar Lahan Persawahan

BIATAN - Pemerintah Kampung Biatan Ilir terus memperluas lahan persawahan di daerahnya menuju daerah…

Selasa, 26 September 2017 09:49

Petani Berharap Harga Lada Naik

BIATAN – Petani lada di wilayah pesisir selatan Berau, terutama yang berada di Kecamatan Biatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .