MANAGED BY:
SENIN
25 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 06 September 2017 10:23
Kejaksaan Turunkan Tim, Pelajari Kontrak, Cermati Hasil Pembangunan Jembatan Pulau Besing
Andi DJ Konggoasa

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Dugaan putusnya kabel utama Jembatan Gangung Pulau Besing memang sudah diluruskan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jembatan tersebut Hendra Pranata. Menurutnya, salah satu kabel utama jembatan yang menghubungkan Kampung Merancang Ulu dengan Pulau Besing, Gunung Tabur, sengaja dilepas karena sebelumnya terlihat kendur. Namun hal itu tak akan menghalangi rencana aparat Kejaksaan Negeri Berau untuk turun meninjau kondisi jembatan gantung itu.

“Sudah saya minta (jajarannya) menindaklanjuti ini (Jembatan Gantung Pulau Besing),” ujar Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Berau,  Andi DJ Konggoasa, ketika ditemui di ruang kerjanya kemarin (5/9).

Tindak lanjut yang diperintahkannya, dengan melihat kondisi pembangunan dan struktur jembatan, termasuk melihat kembali dokumen perencanaan pembangunan jembatan yang selesai dibangun tahun 2015 lalu.

“Kalau memang ditemukan beberapa hal yang bisa dijadikan bahan, ada unsur kelalaian dalam proses pembangunan, akan kita tindak ke penyelidikan, akan kita tindak sesuai SOP yang ada di kita,” jelas Andi.

Pihaknya juga akan meminta dokumen kontrak pembangunan jembatan tersebut. Hal itu untuk melihat kapasitas kemampuan jembatan. Sebab kondisi jembatan saat ini, selain salah satu abutment yang terlihat miring, di atas jembatan juga terpasang portal pembatasan agar tak semua kendaraan bisa melintas. “Makanya di kontrak itu nanti kita lihat, berapa sebenarnya kapasitas tonase jembatan itu,” tegasnya.

Sebelumnya, putusnya salah satu kabel utama Jembatan Gantung Pulau Besing, Gunung Tabur, dibantah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, Hendra Pranata. “Tali utama Jembatan Pulau Besing bukan putus, tapi sengaja dilepas,” katanya ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (4/9).

Hal tersebut dilakukan, karena saat memantau kondisi jembatan bersama tim, pihaknya melihat satu kabel utama tersebut terlihat kendur. Untuk menghindari kabel terlepas sendiri dan membahayakan pengguna jembatan, pihaknya memutuskan untuk melepasnya sendiri.

“Kami lepas itu hari Jumat (1/9), sekarang kami masih menunggu alatnya lagi untuk kembali dipasang. Waktu melepas memang kami belum sempat memberitahu aparat kampung di sana, makanya mereka mengira itu putus,” jelasnya.

Terkait abutment jembatan di bagian Kampung Pulau Besing yang nampak miring, hal itu ujar dia, disebabkan kontur tanah di Pulau Besing yang labil. Memang diakuinya, khusus abutment tersebut, dianggapnya sebagai pekerjaan gagal, sehingga pengerjaannya tidak dibayarkan pihaknya.

Walau demikian ditegaskan Hendra, putusnya satu kabel utama jembatan dan miringnya abutment tersebut, tidak akan mengganggu konstruksi jembatan secara utuh. Karena yang memiliki peran utama menopang jembatan tersebut ialah beberapa kabel lainnya yang masih kokoh.

“Kabel yang kami lepas itu ada pertimbangan teknisnya sehingga kami pasang, tapi yang memiliki peran penting menjaga jembatan itu kabel lainnya,” jelas Hendra.

Jika diklaim tetap aman, mengapa sudah diterapkan pembatasan kendaraan dengan membangun portal pembatas kendaraan di atas jembatan? Ditanya demikian, Hendra menjelaskan jika portal tersebut sengaja dibangun karena jembatan yang dibangun memang dengan konsep jembatan khusus atau di bawah tipe C. Sebab pembangunan jembatan lebih untuk membuka akses pendidikan anak-anak Pulau Besing, bukan untuk akses kendaraan besar.  

“Sengaja kita batasi. Setidaknya, ambulans tetap bisa masuk,” ungkapnya.

Namun ditambahkannya, untuk mengantisipasi abutment yang miring terjatuh untuk kedua kalinya, tahun depan pihaknya kembali merencanakan pembangunan oprit jembatan di Kampung Pulau Besing.

“Nanti kita akan buat satu menara lagi di sana, dan itu harus hati-hati karena tanahnya memang labil,” pungkasnya. (udi)


BACA JUGA

Senin, 25 Juni 2018 11:53

Panwaslu Antisipasi Kecurangan

MEMASUKI masa tenang pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu)…

Senin, 25 Juni 2018 11:51

TKBM Tetap Harapkan Pembayaran

TANJUNG REDEB - Pihak Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Berau sangat menyayangkan langkah Asosiasi…

Senin, 25 Juni 2018 11:48

Disdik “Angkat Tangan”, Soal Usulan Tes Narkoba di Puskesmas bagi Calon Siswa

TANJUNG REDEB – Usulan Wakil Ketua DPRD Berau Saga, agar pelaksanaan tes narkoba bagi calon siswa…

Senin, 25 Juni 2018 11:46

Ajak Pemuda Lakukan Kegiatan Positif

Bermain futsal bukan sekadar menjadi hobi semata. Tapi juga bisa dijadikan media untuk mengajak anak-anak…

Senin, 25 Juni 2018 11:45

KPU Berau Dituding Tak Profesional, Hingga H-3, Berau Masih Kekurangan 1.700 Surat Suara

SAMARINDA – Pesta demokrasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kaltim tinggal dua hari lagi.…

Minggu, 24 Juni 2018 12:13

Warning dari Kapolres, Pungli PPDB Dijerat UU Tipikor

TANJUNG REDEB - Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono memastikan tidak diam untuk mencegah potensi…

Minggu, 24 Juni 2018 12:11

Satu Lagi Pengedar Diringkus

SATRESNARKOBA Polres Berau kembali budak sabu. Setelah tiga pengedar yang baru-baru ini telah menghuni…

Minggu, 24 Juni 2018 12:09

IPB Akui Salah Mengelola Limbah

TANJUNG REDEB - Direktur PT Indo Pusaka Berau (IPB) Najemuddin, mengakui adanya kesalahan pengelolaan…

Minggu, 24 Juni 2018 12:07

Jangan Persulit Calon Siswa

TANJUNG REDEB – Calon Peserta Didik (CPD) jenjang SMA sederajat, diwajibkan melakukan tes narkoba…

Sabtu, 23 Juni 2018 13:24

Dapat Proper Merah, Perusahaan Harus Berbenah

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram, memperingatkan perusahaan yang mengabaikan pengelolaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .