MANAGED BY:
RABU
22 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 06 September 2017 10:23
Kejaksaan Turunkan Tim, Pelajari Kontrak, Cermati Hasil Pembangunan Jembatan Pulau Besing
Andi DJ Konggoasa

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Dugaan putusnya kabel utama Jembatan Gangung Pulau Besing memang sudah diluruskan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jembatan tersebut Hendra Pranata. Menurutnya, salah satu kabel utama jembatan yang menghubungkan Kampung Merancang Ulu dengan Pulau Besing, Gunung Tabur, sengaja dilepas karena sebelumnya terlihat kendur. Namun hal itu tak akan menghalangi rencana aparat Kejaksaan Negeri Berau untuk turun meninjau kondisi jembatan gantung itu.

“Sudah saya minta (jajarannya) menindaklanjuti ini (Jembatan Gantung Pulau Besing),” ujar Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Berau,  Andi DJ Konggoasa, ketika ditemui di ruang kerjanya kemarin (5/9).

Tindak lanjut yang diperintahkannya, dengan melihat kondisi pembangunan dan struktur jembatan, termasuk melihat kembali dokumen perencanaan pembangunan jembatan yang selesai dibangun tahun 2015 lalu.

“Kalau memang ditemukan beberapa hal yang bisa dijadikan bahan, ada unsur kelalaian dalam proses pembangunan, akan kita tindak ke penyelidikan, akan kita tindak sesuai SOP yang ada di kita,” jelas Andi.

Pihaknya juga akan meminta dokumen kontrak pembangunan jembatan tersebut. Hal itu untuk melihat kapasitas kemampuan jembatan. Sebab kondisi jembatan saat ini, selain salah satu abutment yang terlihat miring, di atas jembatan juga terpasang portal pembatasan agar tak semua kendaraan bisa melintas. “Makanya di kontrak itu nanti kita lihat, berapa sebenarnya kapasitas tonase jembatan itu,” tegasnya.

Sebelumnya, putusnya salah satu kabel utama Jembatan Gantung Pulau Besing, Gunung Tabur, dibantah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, Hendra Pranata. “Tali utama Jembatan Pulau Besing bukan putus, tapi sengaja dilepas,” katanya ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (4/9).

Hal tersebut dilakukan, karena saat memantau kondisi jembatan bersama tim, pihaknya melihat satu kabel utama tersebut terlihat kendur. Untuk menghindari kabel terlepas sendiri dan membahayakan pengguna jembatan, pihaknya memutuskan untuk melepasnya sendiri.

“Kami lepas itu hari Jumat (1/9), sekarang kami masih menunggu alatnya lagi untuk kembali dipasang. Waktu melepas memang kami belum sempat memberitahu aparat kampung di sana, makanya mereka mengira itu putus,” jelasnya.

Terkait abutment jembatan di bagian Kampung Pulau Besing yang nampak miring, hal itu ujar dia, disebabkan kontur tanah di Pulau Besing yang labil. Memang diakuinya, khusus abutment tersebut, dianggapnya sebagai pekerjaan gagal, sehingga pengerjaannya tidak dibayarkan pihaknya.

Walau demikian ditegaskan Hendra, putusnya satu kabel utama jembatan dan miringnya abutment tersebut, tidak akan mengganggu konstruksi jembatan secara utuh. Karena yang memiliki peran utama menopang jembatan tersebut ialah beberapa kabel lainnya yang masih kokoh.

“Kabel yang kami lepas itu ada pertimbangan teknisnya sehingga kami pasang, tapi yang memiliki peran penting menjaga jembatan itu kabel lainnya,” jelas Hendra.

Jika diklaim tetap aman, mengapa sudah diterapkan pembatasan kendaraan dengan membangun portal pembatas kendaraan di atas jembatan? Ditanya demikian, Hendra menjelaskan jika portal tersebut sengaja dibangun karena jembatan yang dibangun memang dengan konsep jembatan khusus atau di bawah tipe C. Sebab pembangunan jembatan lebih untuk membuka akses pendidikan anak-anak Pulau Besing, bukan untuk akses kendaraan besar.  

“Sengaja kita batasi. Setidaknya, ambulans tetap bisa masuk,” ungkapnya.

Namun ditambahkannya, untuk mengantisipasi abutment yang miring terjatuh untuk kedua kalinya, tahun depan pihaknya kembali merencanakan pembangunan oprit jembatan di Kampung Pulau Besing.

“Nanti kita akan buat satu menara lagi di sana, dan itu harus hati-hati karena tanahnya memang labil,” pungkasnya. (udi)


BACA JUGA

Rabu, 22 November 2017 00:23

Mobil Penyedot Debu Mangkrak?

TANJUNG REDEB – Awal tahun 2017 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Lingkungan Hidup…

Rabu, 22 November 2017 00:23

Kontrak Kedua Bakal Berakhir, Proyek Boiler 4 PLTU Lati yang Tak Terealisasi

TANJUNG REDEB – Perkara proyek boiler unit 4 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati, masih…

Rabu, 22 November 2017 00:22

Sektor Batu Bara Jadi Pembahasan

Kabupaten/kota di Kalimantan Timur (Kaltim), pernah merasakan masa kejayaan batu bara, migas dan kepala…

Rabu, 22 November 2017 00:21

Sudah Dicetak, 300 KK Belum Bisa Diberikan

TANJUNG REDEB – Meninggalnya Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Fredy Suryadie,…

Selasa, 21 November 2017 11:27

Media Massa Punya Peran Penting untuk Perbankan

Jurnalis maupun pewarta tak selalu serba tahu, berbagai pelatihan pun terkadang diikuti. Sebanyak 580…

Senin, 20 November 2017 09:53

Bentuk Karakter Baik Anak melalui Permainan Tradisional

Rasa prihatin pada perkembangan anak yang sejalan dengan arus deras globalisasi dan perkembangan teknologi,…

Senin, 20 November 2017 09:52

Jabatan Kadisdukcapil Kosong, BKPP Bakal Konsultasi ke Kemendagri

TANJUNG REDEB – Meninggalnya Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Fredy Suryadie,…

Senin, 20 November 2017 09:51

Boiler 3 Kerap Rusak, Ganti Baru Perlu Dana Besar

TANJUNG REDEB – Kondisi boiler unit 3 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati, kian memprihatinkan.…

Minggu, 19 November 2017 00:08

BMKG Berau Minta Warga Waspada

TANJUNG REDEB – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau, membenarkan siaran pers…

Minggu, 19 November 2017 00:07

Kepala Disdukcapil Berau Tutup Usia

TANJUNG REDEB – Kabar duka menyelimuti jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Berau. Kepala…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .