MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Sabtu, 09 September 2017 18:42
Memaknai Ibadah Haji
Rahmat bersama istri Dian Rahmat

PROKAL.CO, Setelah sampai di Kota Madinah, baru saya menyadari bahwa ibadah Haji telah usai kami laksanakan. Sebuah ritual penuh makna dan hikmah. Rekaman makna dan hikmah haji ada di hati, tak ada yang sama. Tiap orang menjalani ritual yang sama, setiap orang punya pengalaman yang berbeda. 

Beberapa hari ini, malam dan siang mengikuti sunah-Nya, menelusuri perjalanan keluarga teladan yang dimuliakan-Nya dan yang diagungkan umat manusia walau bilangan tahun kejadiannya telah berlalu ribuan kali, yaitu keluarga Nabi Ibrahim As.

Seperti dinyatakan oleh Rasulullah, haji dimaknai sebagai: “Alhajju ‘Arafah ”. “Haji adalah (wukuf) di Arafah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Wukuf adalah kegiatan utama dalam ibadah haji. Bahkan, inti ibadah haji adalah wukuf di Padang Arafah. Bila dalam rangkaian kegiatan haji jemaah tidak dapat melaksanakan wukuf dengan baik, maka tidak sah ibadah hajinya. Wukuf dilaksanakan hanya pada satu hari (siang hari) pada tanggal 9 Zulhijah pada penanggalan Hijriah. Cara pelaksanaan ibadah wukuf ini adalah dengan berdiam diri (dan berdoa) di padang luas di sebelah timur luar kota Makkah. Di daerah terbuka yang gersang tanpa bangunan inilah, lebih dari dua juta umat Islam dari berbagai pelosok dunia selalu berkumpul tiap tahunnya melaksanakan wukuf. Diibaratkan miniatur Padang Masyhar, tidak terlihat perbedaan status antarumat manusia. Semua terlihat sama menggunakan ihram. Dan Alhamdulillah di saat wukuf, kami bersama Al Mukarom Habib Rizieq Shibab.  Suatu anugerah dari Allah SWT bisa berkumpul dengan beliau dan beliaupun memberikan khotbah wukuf di Arafah serta menambah kekhusyukan kami untuk beribadah.

Haji merupakan sebuah ritual penuh makna yang figur sentralnya adalah seorang Siti Hajar. Seorang Ibu, seorang istri. Sangat unik di zamannya untuk jadi figur sentral. Bayangkan, dari manusia terpilih seorang perempuan. Dari perempuan terpilih seorang budak. Dari budak terpilih berkulit hitam legam. Tapi dari figur Hajarlah semua bersumbu. Dari Siti Hajar mengalir kisah mulia tentang iman, ketaatan dan keluarga. Ya dari Siti Hajar, seorang ibu dan seorang istri, bisa kita pikirkan Allah SWT tidak membedakan umatnya dari fisik serta derajatnya, melainkan dari imam ketakwaannya kepada Allah SWT.

Siti Hajar adalah seorang ibu. Dari rahimnya ditakdirkan lahir Ismail. Di tanah berbatu yang menyengat, bayi Ismail membukakan mata air yang hingga kini tak berhenti alirannya: zamzam. Dari kasih ibunya, di tanah yang gersang dan panas itu Ismail dibalut dengan cinta tanpa batas, dididik jadi manusia luar biasa di usia belia. Di tanah ini Ismail tumbuh jadi manusia yang dikenang sepanjang masa.

Siti Hajar adalah juga seorang istri. Perempuan mulia inilah yang mengantarkan suaminya, Ibrahim berumur lebih dari 100 tahun, meraih mimpinya: punya anak. Dari istrinya inilah seorang suami, Ibrahim, diantarkan untuk lebih dekat pada Sang Maha Pencipta; tanpa Siti Hajar tiada Ismail, tanpa Ismail, Ibrahim tak merasakan kecintaan tunggalnya hanya pada Allah. Dari istrinya, Bapak Tauhid ini seakan diantarkan untuk menemukan puncak ketauhidannya. Kita rayakan momen-momen kecintaan tunggal Nabi Ibrahim pada Allah SWT saat merayakan Iduladha.

Hadirnya Siti Hajar, seorang ibu dan seorang istri, menghantarkan kisah Ibrahim menjadi hikmah yang alirannya maknanya tidak pernah berhenti. Seperti lubang zamzam, mengalirkan airnya tanpa henti.

Kebahagiaan dan rasa syukur itu mengembung, saat ditakdirkan-Nya padabeberapa hari ini menelusuri kembali perjalanan Nabi Ibrahim, Hajar dan Ismail bersama seseorang yang darinya kita dilahirkan: ibu. Dan bersama seseorang yang darinya anak-anak amanah Allah, dilahirkan olehnya: istri.

Pengalaman haji adalah meniti dengan hati setiap peristiwa penuh makna seputar keluarga Ibrahim. Pengalaman haji itu jadi terasa makin bermakna ketika dialami bersama dengan istri saya tercinta.

Setelah ibadah di Arafah, Musdalifah dan Mina, maka Tawaf Ifadha dimulai. Baitullah ada di tengah. Kami berjalan di orbitnya, menyatu dengan semua, seakan butiran air di samudra raya; saat kami tuntas 7 putaran, saat selesai tawaf, saat itu pula azan  berkumandang. Persis bersamaan. Semua berhenti di orbitnya, ratusan ribu jumlahnya, semua berubah arah menghadap kiri, berdiri mengarah Kakbah dan salat ditegakkan. Allah Huakkbar.

Sungguh, tiada batas atas hikmah yang bisa ditimba dari tiap pengalaman penuh makna ritual haji. Itu sekelumit, refleksi kecil atas pengalaman haji ini.

Setelah salat Magrib, saat matahari sudah turun tapi gelap belum melangit, Saya dan istri berdiri di Masjid Al Haram. Mengabadikan momen ini, untuk anak-anak kami dan –Insya Allah- untuk anak-anak dari anak-anak kami; pada mereka pengalaman lengkap kelak akan dituturkan, semoga bisa jadi hikmah bagi mereka, dan bagi kami. Semoga kami dan mereka bisa mengalami, bukan hanya menjalani ibadah haji, tapi memaknai arti Ibadah Haji. (*/udi)


BACA JUGA

Senin, 11 September 2017 00:23

Airi Sawah dengan Pompa Tenaga Solar Cell

SUDAH sebulan ini saya melakukan uji coba: pasang panel surya untuk pengairan. Listrik yang dihasilkan…

Selasa, 29 Agustus 2017 10:38

Perjuangan agar Dolly Tak Kembali

SAYA lagi asyik menulis sore itu. ’’Ada tamu dari Gang Dolly,’’ ujar istri saya…

Senin, 21 Agustus 2017 00:37

Cahaya Mobil Listrik dari Sosok Nur

PEMECAH telur kendaraan listrik nasional adalah Surabaya. ITS. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.…

Jumat, 18 Agustus 2017 10:37

Berau Tanpa Jaringan Internet

KABUPATEN Berau yang merupakan salah satu kabupaten dengan pesona pariwisata, kekayaan budaya dan hayati…

Minggu, 13 Agustus 2017 00:16

Memaknai Kemerdekaan

TAK terasa ruang dan roda waktu berputar silih berganti. Tak terasa tanggal 17 Agustus 2017 bangsa…

Selasa, 08 Agustus 2017 10:40

Memang Tidak Semua Laki-Laki seperti Basofi

DIA jenderal. Dia ulama. Dia artis. Dia birokrat. Dia petani. Dia olahragawan. Pak Basofi Sudirman adalah…

Senin, 07 Agustus 2017 10:26

Tamu-Tamu dengan Persoalan Keluarga

DI antara tamu-tamu saya, hari itu ada dua yang membawa masalah keluarga. Pertama seorang perjaka. Umur…

Senin, 31 Juli 2017 00:48

Ekonomi Menunggu Obat Ayam Stres

SAYA bersyukur kedatangan ahli yang satu ini. Yang bisa jadi teman diskusi untuk persoalan berat saat…

Rabu, 19 Juli 2017 10:06

Isi Masa Muda dengan Hal Positif

MASA muda merupakan masa yang indah bagi setiap manusia. Apalagi dihadapi dengan era globalisasi dan…

Rabu, 12 Juli 2017 09:44

Berau, Kaltara, Rumah Kita

WACANA kabupaten Berau bergabung ke Provinsi Kaltara yang dilontarkan salah seorang anggota DPRD Berau,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .