MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Rabu, 20 September 2017 11:31
Mengenal Ampik Salayang dari Kesultanan Sambaliung
Datu Edy Fachriadi

PROKAL.CO, ADA berbagai peninggalan sejarah sebagai bukti kejayaan masa lalu dan masih bisa dilihat hingga saat ini. Salah satunya adalah busana adat pengantin yang bernama “Ampik Salayang”.

Munculnya busana adat pengantin ini, terlahir dari sebuah keagungan dan keluhuran budaya di kalangan kerabat Keraton Sambaliung.

Terlahir dari keturunan Kesultanan Sambaliung, saya sudah sepatutnya menjaga dan terus melestarikan budaya leluhur. Saya merupakan anak dari Datu Fachruddin yang notabennya adalah anak dari Sultan Muhammad Aminuddin (Sultan terakhir di Kesultanan Sambaliung).

Saya sekarang memang sedang membenahi susunan adat budaya kami yang terkesan agak berantakan beritanya di media sosial akibat ketidaktahuan masyarakat yang ikut jadi pelaku budaya. Sebenarnya ini satu komponen budaya yang harus dirapikan agar kita nyaman untuk melihat rentetan kronologis sejarah di Berau dengan barometer yang valid dan akurat.

Edy menjelaskan, berawal dari kisah perjuangan Sultan Alimuddin (Raja Alam) sebagai sultan pertama Sambaliung yang dibuang ke Makassar bersama istrinya. Sultan Alimuddin adalah putra Sultan Amiril Mukminin dari garis keturunan Pangeran Tua. Sultan Alimuddin ini bergelar “Raja Alam”. Mempersunting seorang putri Kesultanan Wajo bernama Andi Nantu anak dari Pangeran Petta.

Sewaktu Sultan Alimuddin bersama istrinya dibuang ke Makassar pada tahun 1834, beliau tidak mempunyai kesempatan untuk membawa serta barang-barang kerajaan juga pakaian kebesaran, sebab dalam kondisi pengasingan ke negeri istrinya. Sang istri Andi Nantu sangat mengagumi dan mengasihi Raja Alam. Manifestasi rasa cinta kasihnya dengan melihat sisi kegagahan dan kepahlawanan Raja Alam yang berpendirian teguh, rela berkorban demi mempertahankan harga diri untuk rakyatnya melawan penjajah pada waktu itu. Maka istrinya menghadiahkan selembar kain sutra yang berwarna kuning dari hasil tenun. Kain tenun yang berwarna kuning itu melambangkan kemegahan, kejayaan dan keagungan.

Untuk mengenang Raja Alam kain tersebut diberi nama Ampik Raja Alam karena kain ini adalah kain kesayangan beliau, tersimpan dengan baik sebagai penghargaan kepada sang istri. Janji Raja Alam kepada istrinya apabila Allah masih mempercayainya mengemban tugas dan amanah maka ia akan kembali memimpin di Kerajaan Berau.

Ketika Sultan Salehuddin yang berkuasa tahun 1863 - 1869 sebagai Sultan ke-V ingin menikahkan putrinya yang bernama Pangian Bungsu saat itu Kesultanan Sambaliung belum mempunyai baju adat pengantin. Sebab waktu itu kain berwarna kuning sulit didapat. Akhirnya keturunan dari Andi Nantu memberikan kain milik Raja Alam tersebut kepada cucunya demi kelangsungan hidup mereka.

“Maka dibuatlah busana adat pengantin Kesultanan Sambaliung dari kain selembar Raja Alam yang tidak terpotong sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada nenek moyangnya,” bebernya.

Setelah menjadi sebuah busana adat pengantin yang dipakai pertama kalinya oleh cucu Raja Alam dalam pesta pernikahan maka dinamakan Busana Adat Pengantin Ampik Salayang. Busana adat pengantin ini sangat sakral dan bernilai filosofi yang tinggi dalam mencerminkan keyakinan, filsafat hidup, upacara adat, ritual, dan pola pikir di kalangan kerabat Keraton Sambaliung.

Sehingga kita masih bisa menyaksikan aktivitas budaya dalam balutan upacara adat pernikahan dengan menonjolkan aspek-aspek keindahan fisik dari sebuah busana adat pengantin yang elegan, unik dan memancarkan aura positif bagi sepasang pengantin.

Anak, cucu dan cicit dari keturunan Kesultanan Sambaliung masih mengenakan busana adat pengantin ini sebagai lambang pelestarian budaya di lingkungan kerabat Keraton Sambaliung. (*/app)


BACA JUGA

Minggu, 11 Februari 2018 11:24

Trauma sejak Umur 15 Tahun

“PAK, tolong bantu saya. Saya tidak kuat. Saya sudah tidak sanggup. Rasanya mau mati saja,”…

Minggu, 11 Februari 2018 11:11

Merelakan Ditinggal Anak, Cucu dan Menantu

SAYA sabar menunggu pencernaan saya istirahat. Tidak makan apa pun. Dada dan punggung memang masih sakit…

Sabtu, 10 Februari 2018 10:34

Lebih Menyiksa dari Sakit Jantung

SAYA jatuh sakit lagi. Serius. Sangat serius. Akhir Desember lalu. Saat menjalani umrah bersama keluarga.…

Jumat, 09 Februari 2018 13:10

Kendalikan Nafsu Makan Berlebih lewat Hipnoterapi

SALAH satu yang membuat diet berantakan adalah, sulitnya mengendalikan nafsu makan. Meski sudah ikut…

Kamis, 08 Februari 2018 11:49

Meraih Simpati Pemilih

DI dalam pelaksanaan pesta demokrasi 5 tahunan yang akan dilaksanakan di Bumi Etam Ruhui- sebutan Kalimantan…

Rabu, 31 Januari 2018 14:41

Lee Min Ho Ternyata Suka Menunda Pekerjaan

PUNYA banyak impian dan rencana pengembangan bisnis. Tapi, tak ada satu pun yang dikerjakan. Setiap…

Rabu, 31 Januari 2018 14:35

Gubernur Jadi Menteri Keuangan

SAMPAI beberapa waktu ke depan, DPR dan Kementerian Keuangan akan menggodok revisi Undang-Undang Nomor…

Minggu, 28 Januari 2018 11:45

Coklit Tidaklah Sulit

GENDERANG pilkada serentak tahun 2018 telah ditabuh. Aroma pertarungan politik berbalut rasa demokrasi…

Sabtu, 27 Januari 2018 09:17

PEMILIH CERDAS YANG BERKUALITAS

PERHELATAN akbar suksesi pemilihan kepala daerah, baik itu pemilihan gubernur dan wakil gubernur, pemilihan…

Sabtu, 27 Januari 2018 09:13

Pasien Diselamatkan Pikiran Bawah Sadar

MEDIA sosial heboh dengan video berdurasi 52 detik yang memperlihatkan Junaidi, perawat pria RS National…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .