MANAGED BY:
SABTU
21 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

PEMERINTAHAN

Kamis, 21 September 2017 11:18
Jadi Pagar Pantai dan Objek Wisata

Mengintip Hutan Mangrove di Kampung Tanjung Batu

DESTINASI: Hutan Mangrove di Tanjung Batu, kini disulap menjadi salah satu destinasi wisata yang baru di ibukota kecamatan Pulau Derawan.

PROKAL.CO, Potensi sepanjang pesisir pantai, hampir diseluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Berau, punya potensi untuk dikembangkan. Hutan Mangrove yang seakan menjadi pagar pantai dan daratan itu, bila dikembangkan bisa menjadi salah satu daya tarik yang sangat diminati.

------

KAMPUNG Tanjung Batu ibu kota kecamatan Pulau Derawan, memiliki potensi itu. Hutan Mangrove yang terbentang mulai dari Kampung Kasai, Kampung Semanting, hingga Tanjung Batu, seakan menantang untuk dikembangkan berbagai kegiatan. Salah satunya, sebagai daya tarik wisata Mangrove.

Lokasinya di kawasan perkampungan nelayan yang diberi nama Bulalung. Sejak lama, di Bulalung, satu per satu rumah penduduk tumbuh disekitar Mangrove. Namun, para nelayan sangat peduli dengan keberadaan hutan Bakao tersebut, yang merupakan tempat berkembangbiaknya ikan. Sehingga, kondisi hutan Mangrove cukup terjaga dengan baik.  Masih nampak tegakan pohon Mangrove yang diperkirakan berusia puluhan tahun.

Dan, disekitar pohon, juga terlihat anakan Mangrove yang bakal menjadi generasi baru.  Anakan pohon inilah, yang secara sadar oleh nelayan dipindahkan di tempat-tempat yang dijadikan sebagai sisipan pohon baru. Melihat kondisi hutan Mangrove tersebut, diakui oleh banyak kalangan peneliti, masih sangat terjaga.

Ini jugalah yang menjadi salah satu alasan, Kampung Tanjung Batu dengan hutan Mangrove yang dipunyai, sehingga organisasi lingkungan membentuk Pusat Informasi Mangrove (PIM). Baik sebagai hutan penelitian, sebagai wilayah hutan Mangrove dengan berbagai jenis yang diantaranya hanya ada di Tanjung Batu. Begitu pula, kawasan ini dijadikan sebagai salah satu daya tarik wisata.

Aparat kampung, pernah berencana untuk membangun daya tarik wisata, dengan memanfaatkan keberadaan hutan mangrove tersebut. Ini terinspirasi oleh hutan Mangrove yang sudah terlebih dahulu ada, seperti yang di Tarakan (Kaltara) maupun di Penajam Paser Utara (Kaltim). Di dua tempat itu, punya konsep yang sama, yakni menjadikan hutan Mangrove sebagai salah satu destinasi wisata.

Hutan Wisata Mangrove Bulalung (HWMB) juga demikian. Namun, dalam pengembangannya tidak menggunakan dana kampung, tetapi ada lembaga yang peduli dengan keberadaan hutan mangrove tersebut yang siap mengucurkan dana yang besar, menjadikan HWMB sebagai destinasi wisata. Maka, dibuatlah jembatan ulin sepanjang 1000 meter, berkelok diantara rerimbunan daun Mangrove.

Memang tak menarik, bila tidak menghadirkan hewan Bekantan yang akan menjadi penghuni hutan tersebut. Menurut Camat Derawan, Kudarat, pada bulan tertentu banyak Bekantan yang datang untuk sekedar istirahat dan mencari makan, serta menetap beberapa lama. Sirkulasi kehadiran Bekantan inilah yang juga akan dipelajari, sehingga tidak perlu memboyong Bekantan dari kawasan lain untuk pindah ke Bulalung.

Kemajuan pembangunan destinasi wisata Mangrove tersebut, mendekati selesai. Bila seluruh jembatan ulin selesai sepanjang 1 kilometer tersebut, juga akan dilengkapi Gasebo dan berbagai fasilitas pendukung, secara resmi HWMB akan dioperasikan dan bisa dinikmati oleh masyarakat. Di tempat ini, juga akan dikembangkan berbagai produk, yang menggunakan bahan Mangrove.

Pulau Derawan, kini punya disetinasi yang baru. Ulingan yang terlebih dahulu hadir meski fasilitas terbatas, HWMB juga akan mampu menyedot pengunjung untuk datang menikmati kesejukan diantara rimbunnya pohon Mangrove.  Sebelum menyeberang laut menuju Pulau Wisata Derawan, wisatawan bisa meluangkan waktu sejenak, menikmati keindahan hutan Mangrove. Lokasinya cukup dekat dan berada di tepi jalan raya di kawasan Bulalung. (hms/sam)


BACA JUGA

Rabu, 18 April 2018 00:35

Tak Ada Listrik dan Sinyal, tapi Resort Bertarif Tinggi

Kiblat pengembangan wisata cukup banyak.  Terutama pengembangan wisata berbasis bahari. Satu dari…

Selasa, 17 April 2018 12:33

Pemerintah Seychelles Bantu 5 Juta Euro

TANJUNG REDEB – Keunikan dan keindahan alam yang dimiliki Pulau Maratua menjadi destinasi pariwisata…

Selasa, 17 April 2018 12:32

Seleksi JPTP Sekkab Berau Dimulai

TANJUNG REDEB – Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau…

Selasa, 17 April 2018 12:32

Bupati Hadiri Musrenbang Provinsi Kaltim

TANJUNG REDEB – Pengembangan sektor pariwisata yang kini digencarkan Pemerintah Kabupaten Berau…

Selasa, 17 April 2018 12:31

Bupati Ingatkan Umat Islam Salat 5 Waktu

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram menghadiri peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, 1439…

Senin, 16 April 2018 10:59

Kini, 44 Bidang Perizinan Diproses Satu Pintu

TANJUNG REDEB – Potensi pendapatan daerah dalam pengurusan perizinan menjadi salah satu perhatian…

Senin, 16 April 2018 10:58

Komitmen Pemkab Bantu Masyarakat Miskin Terealisasi

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Sosial (Dinsos) telah menuntaskan…

Senin, 16 April 2018 10:58

Fokus Kembangkan Budidaya Perikanan

TANJUNG REDEB – Bidang perikanan menjadi bagian pilihan program Pemerintah Kabupaten Berau. Di…

Senin, 16 April 2018 10:57

Tahun Ini, Pemerintah Kucurkan Rp 6,5 Miliar

TANJUNG REDEB - Mensinergikan program pemerintah pusat melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), Pemerintah…

Jumat, 13 April 2018 11:58

Posyandu Melati Jatinda Masuk 6 Besar Nasional

TANJUNG REDEB - Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Melati Jatinda Kampung Pandan Sari, Kecamatan Segah,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .